NovelToon NovelToon
Godaan Sang Mantan

Godaan Sang Mantan

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Selingkuh / Dokter Genius / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:409.8k
Nilai: 5
Nama Author: iska w

Memang sakit rasanya, saat dulu kita sedekat Nadi, namun kini akhirnya harus sejauh Matahari, bahkan Matahari yang sudah tenggelam tergantikan dengan terangnya sinar Rembulan malam.

Sebagian orang bilang, sangat menyakitkan ketika menunggu seseorang, namun sebagian lagi bilang, menyakitkan itu ketika kita harus melupakan, tapi yang paling sakit sebenarnya adalah ketika kau tidak tahu, apakah harus menunggu atau melupakan.

"Niar... kamu tahu kan kalau seorang dokter itu paling ahli masalah suntik menyuntik, jika biasanya suntikan itu menyembuhkan penyakit pasien, tapi suntikan dariku, pasti akan menorehkan luka dalam hubungan kalian, cukup sekian dan terima kasih sudah menjadikan aku sang mantan, walau tidak kamu akui."

Walau pedih namun dokter Marvin harus bisa menerima kenyataan, bahwa dirinya tidak menjadi pilihan dari seorang Niar, dia tetap saja menerima lamaran dari Dito kekasih hatinya yang memang sudah berhubungan bertahun-tah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iska w, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16.Ada Celah

...Happy Reading...

Terkadang semua memang manis diawal, namun tanpa sadar borok dari setiap orang lama-lama muncul dengan sendirinya di permukaan dunia yang fana ini.

Pria yang Samuel lihat tadi memang seperti yang dia duga, dialah Dito yang kini sedang berduaan dengan seorang wanita disalah satu sudut club malam itu.

"Kita mau kemana Sam, minuman kita belum datang kan?" Tanya Marvin dengan wajah keheranan.

"Ini bahkan lebih segar daripada sebuah minuman!" Jawab Samuel yang terus berjalan melewati deretan pria dan wanita yang sedang asyik menikmati dentuman musik sambil menggoyangkan tubuhnya sesuka hatinya.

"Tak ada yang bisa membuatku segar selain wajah Niarku!" Celoteh Marvin yang seolah sudah tergila-gila dengan calon istri orang itu.

Plak!

"Kamu pikir hanya Niar saja yang memiliki wajah segar, istriku juga tersegalanya asal kau tahu, ayo jalan cepat jangan banyak bicara kamu!" Samuel langsung menoyor kepala dokter pribadi, sekaligus sahabatnya itu.

"Cih, suka-suka gue lah, hei Bro minta satu gelas ya, nih uangnya!" Marvin menyambar satu gelas minuman racun dunia itu dan meninggalkan beberapa uang lembar dari saku kantongnya di nampan yang pelayan itu bawa.

Glek!

Glek!

Glek!

Dengan santainya dia menenggak satu gelas besar alkohol dari salah satu pelayan, yang sebenarnya baru ingin menghidangkan minuman itu ke customer lainnya.

"Sudah Gila kamu ya Vin!" Umpat Samuel sambil melotot kesal kearahnya.

Errgghh!

Bahkan dengan wajah tanpa dosa Marvin bersendawa setelah satu gelas minuman itu habis dan menyisakan busanya saja, karena pikirannya begitu kacau, dan dia sangat menginginkan minuman itu saat ini.

"Sedikit aja Sam, aku tidak akan mabuk hanya karena satu gelas minuman itu!" Jawab Marvin sambil mengelap bibiirnya dengan lengan kemejanya.

"Aish... terserah kau saja, coba lihat wanita itu disana!" Samuel tidak bisa lagi mencegah Marvin meminum minuman haram itu, dan akhirnya dia menunjuk dua orang disudut ruangan itu.

"Aku sedang tidak tertarik dengan wanita lain selain Niar!" Celoteh Marvin yang seolah malas jika harus dikenalkan dengan wanita manapun saat ini.

"Haiyah... kenapa otakmu hanya berputar seputar Niar saja, lihat siapa pria yang sedang bersama dengannya itu." Samuel kembali mendelik kesal, entah mengapa Marvin begitu menjengkelkan akhir-akhir ini pikirnya.

"Itu bukannya si kunyuk yang suka melempar buah!" Marvin menajamkan pandangannya.

"Buah gundulmu itu, buka dulu kedua matamu itu dengan lebar Marvin, kemana otak cerdasmu selama ini, apa sudah tidak bisa lagi digunakan? atau perlu aku rongsokkan saja!" Ucap Samuel sambil mengeratkan barisan gigi putihnya.

"Aku tahu, dia calon suami Niar kan?"

"Sudah aku duga sebelumnya, aku punya firasat lain tentang dia sedari awal." Samuel kembali memperhatikan gelagat mereka dari kejauhan.

"Kita labrak sekarang aja gimana, berani sekali dia bertingkah kan?"

"Aish... ini dia definisi cinta bisa membuat orang bodoh seketika, kita dengarkan dulu apa yang mereka bicarakan, tapi jangan sampai ketahuan, baru kita tentukan jalan selanjutnya!" Rasa-rasanya Samuel gemas sekali ingin menjitak kepala sahabatnya itu, namun dia pun sadar dan pernah berada di posisi bucin sepertinya, jadi Samuel tahu betul bagaimana perasaan Marvin saat ini.

"Kalau begitu kita pakai masker dan pura-pura berjoged disamping mereka." Marvin langsung menemukan ide baru.

"Kenapa harus berjoged?" Samuel langsung melirik Marvin dengan tatapan heran.

"Tak kan mungkin kita tiba-tiba langsung gabung disana, mereka pasti akan curiga, apalagi Dito pasti sudah mengenal kita berdua." Karena dulu Marvin sempat berdebat secara langsung dengan Dito.

"Ya sudahlah, jogetlah sesuka hatimu sana!" Dulu saat jaman-jaman masih berjiwa muda, mereka sering berkumpul dan bersenang-senang dengan teman kampus disana, walau setelah bekerja mereka sudah tidak lagi melakukan hal itu, karena pemikiran mereka sudah berkembang dan lebih memikirkan soal pekerjaan tidak hanya berfoya-foya dan bersenang-senang saja.

"Dih... sok jaim, santai aja lagi Sam, dibawa rileks aja dan nikmatin lagunya, bukannya nggak ada ibu negaramu disini?" Ledek Marvin yang saat Samuel pura-pura lugu dengannya, karena dia dulu juga merupakan salah satu teman yang heboh saat berada didalam club malam.

"Wokey.. siapa takut!" Samuel langsung menggulung kedua lengan kemejanya dan tidak lupa dia membuka satu kancing kemejanya yang paling atas agar lebih nyaman untuk menggerakkan tubuhnya.

"Cih... keluar sudah Boroknya!" Umpat Marvin yang langsung mengikuti gaya yang sama.

Akhirnya kedua pria tampan itu berjoget santai sambil menggeser langkah mereka mendekat kearah Dito, yang terlihat masih ngobrol serius dengan wanita cantik disampingnya itu.

"Dit... ayolah kita balik!" Wanita itu menggengam lengan Dito dan terlihat merengek dengannya.

"Aku nggak bisa Sandra, aku harus tetap disini!" Dan Dito terlihat menghindar dan menolaknya.

"Tapi aku butuh kamu Dit, ayolah!" Wanita itu teelihat memohon dnean sangat.

"Sudahlah Sandra, kamu pulang sendiri aja, nanti aku pesankan tiket VIP untuk kamu, dan satu lagi, aku sudah menyiapkan hadiah untukmu dan kamu pasti akan menyukainya, okey?"

"Aku tidak butuh tiket VIP, atau segala hadiah darimu lagi, aku butuhnya cuma kamu Dit!" Rengek wanita itu kembali, namun Dito seolah tidak perduli.

"Tapi aku tidak bisa Sandra, besok aku ada hal yang penting disini!" Tolak Dito kembali.

"Mana janjimu Dit, aku butuh tanggung jawabmu sekarang!" Wanita itu terlihat menaikkan intonasi suaranya.

"Okey, tapi tidak sekarang juga kan Sandra? pokoknya kamu pulang dulu, penerbangan pesawatnya dua jam lagi, aku antar kamu ke bandara lagi okey?" Dito terlihat mengusap wajah wanita itu dengan oenuh kelembutan.

"Tapi Dit?"

"Sudahlah, kalau kamu menolaknya, akan aku pastikan kamu tidak akan bisa mengenalku lagi." Ancam Dito walau secara halus.

"Baiklah!" Jawab wanita itu dengan lemah.

Akhirnya Dito menggandeng lengan wanita itu dan mengajaknya keluar dari sana.

"Yes, akhirnya ada celah agar aku bisa masuk kedalam hubungan mereka!"

Guratan senyuman langsung terlukis diwajah tampan milik Marvin, saat mendengar obrolan mereka walau tidak begitu jelas, namun dapat dia simpulkan bahwa wanita itu adalah selingkuhan dari Dito, calon suami dari Niar yang bahkan dia pertahankan sampai titik terakhir, walau sebenarnya hatinya sudah mulai goyah sejak bertemu dengan dokter spesialis kejiwaan itu.

"Cengar-cengir aja kamu, ayo cepat kita ikuti dia!" Samuel langsung memukul lengan Marvin agar dia tersadar dari lamunannya.

Dengan gesitnya Marvin dan Samuel kembali menyelinap diantara rerumunan orang untuk terus mengikuti kemana perginya Dito dengan wanita itu.

Tak ada gunung yang tak dapat kau daki, tak ada jurang yang ingin kau turuni. Semua hanya butuh usaha saja.

To be Continue...

1
Asngadah Baruharjo
luar biasa
Rustan Sarny Apul Sinaga
aku wong mbatak thor
masih anak aayam aja dah digoreng, sudah menetas dimasukkan kurungan, eh udah besar dipotong

jadi jgn terlalu ngeluh sama hidupmu
penderitaanmu gak ada apa²nya sana deritanya ayam
Rustan Sarny Apul Sinaga
nasib thor bukan nasip, cobaa buka kamus...he he he
As3
suka
Abimanyu Rara Mpuzz
seaat🤣🤣🤣
Abimanyu Rara Mpuzz
gak mau rugi🤣
Irni Yusnita
👍
Sugianto
selalu suka karyamu
pdm
a
pdm
aku suka karya thor. dan maaf di karya ini aku sengaja nunggu end dl baru baca, biar maraton bacanya dan ga bosan nunggu up nya lg
Noeyfen Chabhy
Alhamdulillah aku nunggu2 eh tau tau udah beres aja ni kisah Niar sama Marvin makasih Thor
Sugianto
karma terbalas dengan cara yg berbeda..suka kalimatnya
Rita Prastuti
👍👍..kasih jempol dua..
cerita Nya bagus thor
Juli_etz
aduh mommy...kok ya...gimana ya..

sdh mengiris kalbu rasane....
Diank
Otw meluncurrrt 👌
alexa
gassssasss
ria sufi
aduh blm baca udh ngeri2 sedap
jova jovi
gaskeuuun👍👍...paporiiittt pokoke
Anik Trisubekti
oteweh sat set langsung favorit😍
Yuen
Keluarga aneh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!