NovelToon NovelToon
Satu Atap Dengan Mertua

Satu Atap Dengan Mertua

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romansa / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:200.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sebutir Debu

Seatap dengan mertua? Siapa takut!

Begitu pikir Lana ketika Galih–calon suaminya–mengutarakan syarat itu untuk menikah.

Tapi, siapa sangka kehidupannya setelah itu berubah drastis. Ibu mertuanya yang ajaib membuatnya makan hati hampir setiap hari.

Belum lagi ketika ipar mulai turut menggerogoti.

Bisakah Lana berdamai dengan sang mertua dan iparnya? Atau rumah tangganya akan hancur berkat campur tangan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sebutir Debu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16 Kunjungan Ipar

“Benar, kan? Lihat! Kamu sudah berani melawan perkataan Ibu. Dulu mana pernah? Ah, kecil dibesarkan, tetapi setelah besar bisanya cuma menyakiti hati saja!” Perkataan itu menusuk dalam ke hati Galih.

Pria perasa itu langsung menggeleng-gelengkan kepalanya seolah tak percaya akan pendengarannya sendiri. Sungguh, sejenak tadi ia berharap semuanya tidak benar-benar terjadi. Bahwa ibu yang disayangi dan selalu berusaha dijaga perasaannya itu malah berpikiran seburuk itu tentang dirinya!

“Ya Allah, Galih salah apa sih sama Ibu?” Bahkan dalam suaranya, Galih merasa seolah tengah merintih kesakitan. Rintihan hatinya.

“Oh, nggak. Kamu nggak pernah salah, Galih. Kamu maha benar bersama istri sok bijak kamu itu!” Bu Tutik malah semakin melebar mengatai anak dan menantunya itu.

Galih merasa ibunya sedang dalam emosi yang tak terkontrol sehingga ia segera mengalah karena tak ingin memperpanjang masalah. Ia takut kalau diteruskan, itu akan berakibat buruk pada kesehatan ibunya. Mungkin tensinya sedang naik, makanya cepat tersulut emosi dan kurang bisa sabar, pikir Galih mencoba membujuk dirinya sendiri untuk tidak tersinggung pada perkataan Bu Tutik tersebut.

“Astaghfirullah, Bu. Galih sungguh gak habis pikir sama Ibu. Kurang apa Lana itu sama Ibu, sih? Tetap selalu aja dia salah, nggak pernah ada benarnya di mata Ibu. Cobalah Ibu bisa lihat bedanya sama isrinya Mas Gilang, Mbak Eli—“

“Sudah! Jangan kamu sebut lagi nama perempuan itu di sini, ya!”

“Bu! Kalau sikap Ibu seperti ini terus sama Lana, Galih jadi curiga jangan-jangan Mbak Eli dulu juga berlaku buruk ke Ibu itu gara-gara sikap Ibu sendiri—“

“GALIH!” Bu Tutik hampir menjerit sekarang. Hal mana langsung membuat Lana yang berada di dalam kamar terlonjak kaget. Buru-buru Lana menyusul sang suami yang berada di kamar Bu Tutik.

“Ada apa Mas?” tanyanya cemas. Tampak kedua bola matanya dipenuhi kekhawatiran tentang apa yang sedang terjadi di sana.

“Jangan ikut campur kamu!”sergah Bu Tutik yang tentu saja membuat Lana terperangah dan bahkan Galih ikut marah.

“Ayo, Dek. Kamu ke kamar aja. Biar aku selesein sama Ibu sebentar,” ucap Galih yang khawatir akan terjadi apa-apa terhadap istrinya. Ia gegas menggamit lengan sang istri dan membimbingnya dengan setengah memaksa untuk kembali ke kamar mereka sendiri.

“Udah, Mas. Jangan diladenin dulu Ibu kalau lagi marah-marah gitu. Malah akan ngamuk nanti kasihan bisa kambuh darah tingginya loh,” ucap Lana mencegah suaminya kembali. Ia menahan lengan Galih agar tetap duduk di tepian ranjang mereka.

Galih pun tampak manut dengan nasihat istrinya. Ia memang merasa bahwa dirinya pun sedang emosi. Akan runyam nanti kalau mereka sama-sama tidak ada yang bisa bersabar.

Lana mengambilkan segelas air putih dan menyerahkannya kepada sang suami. Galih langsung meneguknya.

“Makasih, ya, Dek. Kamu jangan ikut tersinggung sama sikap Ibu barusan, ya?” pinta pria itu dengan tatapan memelas.

“Iya, Mas. Sepertinya aku udah mulai terbiasa, hehehe,” Sengaja Lana menjawab seperti itu hanya untuk menenangkan suaminya.

Padahal sesungguhnya ia tersinggung dengan dibentak oleh ibu mertuanya tadi. Tidak boleh ikut campur bagaimana? Memangnya dia masih dianggap sebagai orang luar apa? Bukan jadi sesama anggota keluarga yang berhak untuk tau semua yang terjadi dalam rumah itu? Sungguh menyebalkan!

“Oh, ya. Mas Gilang mau ke sini hari Minggu besok,” lanjut Galih setelah menghela napas panjang.

“Wah, benarkah? Sama Mbak Eli dan Fifi, kan?” Lana tampak bersemangat karena ia juga kangen pada keponakannya yang super gemol itu.

“Entah. Tapi jangan terlalu berharap, lah. Kan biasanya juga kesininya bertiga tapi langsung pulang ke rumah neneknya Fifi bukan nginep di sini,” jawab Galih tampak ketus.

Ah, tetap saja suaminya itu masih menganggap istri Mas Gilang dengan pandangan yang rendah dan sangat bersalah. Tapi Lana tak mendebatnya. Ia sendiri nanti akan mengobrol banyak dengan sang kakak ipar. Untuk menyelidiki bagaimana kejadian yang sebenarnya. Apakah benar yang terjadi adalah seperti yang diceritakan oleh Bu Tutik atau memang ketidaksudian Mbak Ely untuk singgah lama-lama di rumah itu adalah semuanya karena sikap ajaib dari Bu Tutik sendiri.

Hari pun berlalu dan ketika hari Minggu, benarlah pagi-pagi sudah tiba Mas Gilang bersama Mbak Ely dan Fifi yang semakin gemol saja.

Lana sudah sengaja memasak agak banyak. Ia bahkan mempersiapkan kue dan penganan kecil untuk cemilan Fifi selama di sana.

“Halo, keponakan Tante yang gemol. Aihhh makin ndut aja itu perut. Pinter makan ini pasti, ya?” sapa ramah Lana saat ia dan Galih membukakan pintu.

Fifi terbahak semringah dan hendak melompat ke gendongan Lana tapi segera dicegah oleh Galih.

“Eiiit … ayo Fifi gendong Om aja, ya. Tante Lana lagi gak bisa gendong Fifi. Nih, lihat, kan. Ada adeknya Fifi di dalam situ,” sergah Galih sambil mengambil alih tubuh Fifi.

Namun anak itu beringsut turun, tak ingin digendong Galih.

“Sayang sama Om Galih aja, ya. Itu di perut Tante lagi ada adek bayi. Ntar kalau Fifi gendong si adek bisa kegenjet dong, ya? Kan kasihan!” Mbak Ely menasihati putrinya.

Barulah kemudian Fifi mengelus-elus perut Lana. Berusaha memeriksa apakah benar di sana sedang ada adek bayinya. Keempat orang dewasa yang tengah melihat tingkah gadis lucu itu pun terbahak.

Mereka lantas masuk ke dalam rumah. Gilang membawakan entah satu tas besar berisi apa, Lana tak begitu memperhatikan. Karena kakak iparnya itu langsung membawanya ke kamar Bu Tutik. Sementara Mbak Ely menguntit di belakang suaminya sambil beberapa kali mengedipkan mata tak enak pada Lana.

Hampir sekitar setengah jam lamanya mereka berada di dalam kamar Bu Tutik. Sampai Lana selesai mengganti baju Fifi karena anak itu bilang kegerahan dan bahkan minta disuapin kue brownies kukus dengan lahap sampai hampir habis separuh potong besar.

“Ya ampun, Lan. Pantesan ya gemol banget gini. Lah emang doyan banget makannya, hihihi.” Galih berkomentar sembari mencubit gemas pipi Fifi.

Lana hanya terbahak. Ia tadinya sudah menyediakan beberapa kue tapi rupanya yang dimakan oleh Fifi adalah brownies kukus bawaannya sendiri. Dan siapa yang menyangka kalau kemudian hal itu malah menimbulkan kemarahan dari Bu Tutik.

“Tuh, kan! Kalau milik orang aja mau dimakan semuanya. Mana ada disisain yang belum, coba?” Bu Tutik menggerutu sambil melihat brownies kukus khas Malang yang memang tinggal separuh kecil sisa dimakan Fifi.

Lana seketika mematung. Ia sangat malu mendengar tuduhan serupa itu dilayangkan oleh sang ibu mertua tepat di hadapan Mas Gilang dan Mbak Ely. Mau ditaruh di mana mukanya, coba?

1
Zachary
Luar biasa
Lili Aprilia
cepet banget end nya thorrrr.....bagus loh karyanya author
Lili Aprilia
emang ada sihhh mertua yang kayak buk Tutik ini, dan ipar seperti Ely ini bahkan lebih parah.....sabar aja ya Lana bila perlu gak usah balik lagi dehh kerumah buk tutik
Lili Aprilia
duhhh buk Tutik mulai merasakan sakit akibat perbuatannya sendiri
Mmk Ayudiathaharah
hem, mertua sejatinya adalah ibu kita juga mau sama anknya anny harus mau sama ibunya itu 1 paket and saudara saudaranya the gank. tapi aq mau ikuti alurnya pasti ada penyelesaiannya ayo sebutir debu yo wes aq ngikut😊
Eka Widya
seharusnya di beri judul"keajaiban sang mertua"kak😃😃🙏
fa _azzahra
duh salah pencet masa bintang 3 sii...ngapunten.gara2 bu tutik si
fa _azzahra
pasti tontonanya sinetron ikan terbang
fa _azzahra
sebenarnya agak gmana gt ya kalo ngomongin masalah makanan perihal orang pelit.dibicarain malu2 in ga dibicarain kok ya gatel
fa _azzahra
dimana2 ada orang kek gitu mba,realita di masyarakat.tp pasti kalian setuju kalau orang pelit itu biasanya 'nggragas sama milik orang lain😁😁
fa _azzahra: uwwo..😁😁
total 2 replies
Sri Lestari
Alhamdulillah ikut seneng kalau bumer sudah sadar 🤗
Sri Lestari
ikut gemesss 😅😅
Sebutir Debu: 🤣 komentar terunik 😁😁😁
total 1 replies
Bahari Sandra Puspita
karyamu selalu mengandung pelajaran yang berharga thor..
walaupun baca novel yang satu ini banyak gemesnya liat tingkah laku Bu Tutik, tapi berakhir bahagia..
jadinya lega banget gitu😁
tetap semangat berkarya ya thor..
semangat ngerampungin semua novel yg belum tamat.. 💪🏻
Sebutir Debu: Siap kak. Terimakasih sudah berkenan mampir di karya ku
total 1 replies
Maz Andy'ne Yulixah
baca non stop malam beberapa bab karena ngantuk tidur,,lanjut pagi smpai mau sore akhir nya selesai jga karena penasaran ending nya smpai masak saja smbil baca kak thor😄😄
Maz Andy'ne Yulixah: Naudzubilahminjalik jangan smpai to kak,nak neru2 bu tutik,nek contoh seng sae mawon😊
total 4 replies
Maz Andy'ne Yulixah
Alhmdulilah semoga kalian selalu rukun dan bahagia selalu😊
Maz Andy'ne Yulixah
Alhamdulilah akhir nya bu tutik bisa sadar dan sedikit2 bisa sembuh😇
Maz Andy'ne Yulixah
Nanti ely silau dijupuk duit te🙄
Maz Andy'ne Yulixah
Jangan2 itu tanda2 ya bu tutik,itu teguran dari ALLAH kalau hidup tu gaks sendiri masih saling membutuhkan bu harus bertetangga,dan uang gak dibawa mati jga bu,,apalagi jangan suka adu domba dan memfitnah hidup udah tua bukan nya banyak2 beribadah malah banyak nambah dosa,,duh padahal cuma novel tapi sangat2 menguras eamosi bener ya kak thor🤣🤣
Maz Andy'ne Yulixah
ely2 gak kasihan suami nya udah kerja lembur masih ngojek lembur sampai malam,itulah ely hidup gak bisa bersyukur apa2 harus kayak orang2,mbok hidup itu seadanya saja nek gak mampu yowes🙄🙄
Maz Andy'ne Yulixah
Hidup itu sewajar nya saja mba elly,orang gak mampu ko sok2 an biar kayak orang2 biar terlihat kaya tapi utang banyak,,wes podo ae nyata katah kak thor😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!