NovelToon NovelToon
Kembalinya Ketua Sekte Terhebat

Kembalinya Ketua Sekte Terhebat

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Epik Petualangan / Ahli Bela Diri Kuno / Tamat
Popularitas:102.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lora Orphee

Blurb

Setiap Perdamaian memiliki harga yang harus dibayar.

Sebagai Ketua dan Pendiri Sekte Jalan Surgawi, benteng terdepan sekaligus pertahanan terakhir yang dimiliki oleh umat manusia, Li Yao membawa seluruh murid terkuatnya untuk berperang habis-habisan melawan Suku Iblis.

Darah tumpah, daging tersayat dan terpotong bersama tulang. Tanpa harapan, kematian terlihat dimana-mana.

Kemenangan baru muncul setelah Li Yao membunuh Raja Jurang Maut Chenyu, akan tetapi harga yang harus dibayar untuk kemenangan itu adalah kematian Li Yao dan seluruh murid-muridnya.

Seratus tahun berlalu, Li Yao hidup kembali sebagai pelayan saudagar kaya. Dunia tidak banyak berubah, namun tidak ada yang mengetahui pengorbanan Sekte Jalan Surgawi.

Nama Sekte Jalan Surgawi hilang, bangunannya hancur, dan seni beladiri-nya telah dicuri. Sekte yang pernah berada di puncak kini jatuh ke jurang.

Dapatkah Li Yao mengembalikan kejayaan Sekte Jalan Surgawi? Sebenarnya apa yang telah terjadi?

Ikuti perjalanan Li Yao membalas perbuatan Aliansi Surgawi sembari memecahkan misteri dunia!

***

Jangan lupa klik tombol like, favorit, dan comment agar Author semakin semangat menulisnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lora Orphee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15 - Berbeda Jalan

Selepas meninggalkan Sekte Hutan Bambu, Li Yao dan Tang Xinyue pergi melanjutkan perjalanan mereka. Rupanya sejak kejadian di bawah tanah pada malam itu, beberapa jam telah berlalu. Kini sang surya sudah melambung tinggi, di temani langit biru yang sangat cerah.

Langkah kaki mereka mantap, mereka banyak mengobrol di tengah perjalanan yang tenang itu. Ketika mereka sampai ke persimpangan, sejenak langkah mereka terhenti.

Mereka punya arah dan tujuan yang berbeda, perpisahan itu tidak dapat mereka hindari. Sebelum berpisah dengan gadis cantik tersebut, ada satu hal yang ingin dipastikan oleh Li Yao.

"Apa nenek kakak bernama Ling Ru?" tanya Li Yao.

"Bagaimana kamu tahu?" Tang Xinyue balas bertanya. Entah kenapa ia menanyakan hal itu, sebab semua orang di daratan ini mengetahui fakta tersebut.

"Jadi itu benar," ucap Li Yao lalu tertawa terbahak-bahak.

"Tang Wu, bocah ingusan itu ternyata berhasil menikahi pujaan hatinya. Takdir memang misterius, tidak bisa di tebak."

Tang Xinyue heran melihat tingkah Li Yao. Apa bocah gila ini benar-benar menjadi gila? Li Yao belum berhenti tertawa. Tang Xinyue kesal karena merasa bocah itu sedang menghina kakeknya.

"Bagaimana kabar nenekmu?" Li Yao bertanya setelah tawanya berhenti.

"Sudah meninggal," jawab Tang Xinyue agak sedih.

Li Yao sementara menahan lidahnya untuk berbicara. Satu menit keheningan, barulah Li Yao kembali membuka mulutnya.

"Jika kamu bertemu lagi dengan kakekmu. Katakan, Kakek Li dari Sekte Jalan Surgawi bangga dengan pencapaiannya!" ungkap Li Yao menyombongkan diri.

Walau Tang Xinyue tahu bahwa Li Yao hanya bercanda, dahinya tetap terlipat. Gadis itu tetap jengkel mendengar kata-kata Li Yao yang seolah tidak menghormati kakeknya.

Tangan Tang Xinyue mengepal, ia lekas menepuk kepala Li Yao dengan cukup keras. Bocah itu kesakitan, sebuah benjolan besar muncul di kepalanya.

"Kenapa kakak memukul kepalaku?" ujar Li Yao berang.

"Kamu pikir aku bodoh, tidak mungkin aku mengatakan itu kepada kakekku," balas Tang Xinyue kelihatan marah, sebenarnya ia sedang menahan senyum.

"Katakan saja! Kakekmu pasti akan sangat terkejut," ucap Li Yao, seketika Tang Xinyue menepuk benjolan di kepala Li Yao dengan cukup keras.

"Hey!" seru Li Yao sambil mengelus kepalanya, tidak terima di perlakukan sedemikian. Jika ia berada di puncak kekuatannya, gadis tersebut pasti tidak akan berani memperlakukannya seperti itu.

"Itu karena kamu sudah tidak sopan kepada kakekku." Tang Xinyue mengarang alasan.

Li Yao menatap sengit ke mata gadis tersebut. Waktu tangan kecilnya turun, mendadak Tang Xinyue lagi-lagi menepuk kepala Li Yao tepat di bagian yang benjol.

"Ada masalah apa kamu dengan kepalaku!?" bentak Li Yao, ia sangat tidak berdaya melawan gadis cantik tersebut.

"Itu salam perpisahan dariku," ucap Tang Xinyue seraya tersenyum cerah, secerah matahari di atas langit.

Li Yao tersenyum lembut.

"Sampai jumpa, Yaoyao!" Tang Xinyue baru saja menciptakan nama panggilan untuk Li Yao.

Tang Xinyue lekas mengambil jalan yang berbeda, mereka akhirnya berpisah. Li Yao melihat punggung Tang Xinyue perlahan menghilang. Walau baru bertemu dan waktu bersama mereka lumayan singkat, ternyata mereka sudah sangat akrab.

Li Yao menghela napas kemudian melanjutkan perjalanannya. Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, begitu juga sebaliknya. Itu sudah biasa untuk Li Yao yang sering melakukan perjalanan di masa lalunya.

Langkah kaki Li Yao mantap. Tanpa menoleh ke belakang, Li Yao berjalan lurus sembari mengelus benjolan dikepalanya yang sudah bertingkat tiga.

***

Ada alasan kenapa Li Yao lebih memilih berjalan kaki. Bukankah lebih nyaman menaiki kuda atau angkutan umum lainnya? Terlebih perjalanan Li Yao akan memakan waktu selama beberapa minggu.

Tentu saja untuk berkultivasi.

Sejak awal Li Yao sadar bila dirinya terlalu terburu-buru. Hal itu tidak baik untuk perkembangan kultivasinya. Li Yao tahu, bahwa ia telah melewatkan dasar yang sangat penting.

Tanpa dasar tersebut, pada akhirnya tubuh Li Yao akan roboh tidak peduli seberapa tinggi tingkat kultivasinya. Butuh dasar dan pondasi yang kuat, agar bangunan dapat berdiri tinggi dan tidak hancur saat terhantam badai.

Agar hal itu dapat tercapai, pertama Li Yao harus berhenti mengumpulkan Qi. Qi di dalam tubuhnya sangat tidak murni, ia perlu memurnikan seluruh Qi tersebut sembari berlatih dan menempa tubuhnya.

Seminggu berlalu, Li Yao hanya fokus melatih tubuhnya dengan sangat keras. Pil dan sumber daya yang diperolehnya pada saat itu sangat membantu perkembangannya. Kini tubuh Li Yao sudah mulai berisi.

Di bawah pohon yang rindang, Li Yao duduk bersila setelah push up 1000 kali dengan beban batu besar di punggungnya.

[Memulai Perjalanan]

Inti dari seluruh seni beladiri Sekte Jalan Surgawi adalah memulai perjalanan. Itu merupakan teknik dasar yang berfungsi untuk membersihkan kotoran tubuh dan memurnikan Qi.

Lantaran Li Yao memiliki Qi yang sangat banyak dibanding orang yang baru mulai berkultivasi, butuh waktu dan usaha ekstra agar Li Yao dapat memurnikan seluruh Qi di dalam tubuhnya.

Tidak perlu buru-buru, sedikit demi sedikit Qi di dalam tubuh Li Yao semakin murni. Tubuhnya juga semakin kuat berselang banyaknya waktu yang berlalu.

Walau Qi milik Li Yao tidak bertambah, ia bisa merasakan perbedaannya. Qi miliknya menjadi lebih ringan dan halus. Kekuatan Li Yao memang tidak meningkat secara signifikan, tapi ia tidak mempermasalahkannya.

Sekarang Li Yao sedang fokus membangun, memperbaiki, dan menguatkan seluruh pondasi kultivasinya.

***

Tidak terasa satu setengah bulan sudah berlalu. Butuh waktu lebih banyak dari perkiraannya, untuk sampai ke Sekte Jalan Surgawi.

Sekte Jalan Surgawi berada di atas pegunungan tinggi. Sebelum mendaki gunung tersebut, Li Yao mampir ke sebuah kota yang ada di bawahnya.

Kota Awan Biru.

Seratus tahun tidak banyak mengubah kota kecil yang familiar itu. Li Yao segera memasuki kedai kecil lalu memesan makanan. Selesai makan dan membayar, ia berbincang-bincang dengan si pemilik kedai.

"Sekte Jalan Surgawi? Dahulu memang ada nama sekte seperti itu. Bukankah itu nama sekte di atas sana?" ucap Deng Xue, pemilik kedai yang dimasuki oleh Li Yao.

"Apa sekte itu masih ada?" tanya Li Yao.

"Tentu saja masih ada, meskipun sudah sangat hancur," jawab Deng Xue, pria berusia empat puluhan berbadan kekar dengan kumis yang sangat lebat.

"Benarkah?" Informasi itu membuat Li Yao senang

"Sekte Jalan Pegunungan, itu namanya sekarang. Bukankah itu sangat menggambarkan lokasi sekte tersebut?" ungkap Deng Xue seraya mengelus kumis lebatnya.

"Kenapa mereka mengubah namanya?" tanya Li Yao penasaran. Jadi itu alasan kenapa orang-orang tidak mengetahui nama Sekte Jalan Surgawi, namanya telah berubah.

"Aku dengar seratus tahun yang lalu, pendiri sekte mereka bersekongkol dengan suku iblis untuk menguasai daratan. Setelah Aliansi Surgawi membunuh mereka, Aliansi Surgawi dengan kekuasaannya menyuruh sekte itu untuk mengganti namanya sebagai bentuk pengampunan mereka," jelas Deng Xue panjang lebar.

Wajah Li Yao seketika memerah, hawa membunuh yang sangat besar keluar dari dalam tubuhnya.

1
king Rud
gak ngerti AQ rek...😵‍💫
king Rud
banyak trik ap... paling langka sribu ko pake
king Rud
sering bilang masih lemah Br TDK mau kultivasi... biarpun renkarnasi kalo TDK pernah di olah
Siti aulia syifa Az_zahra
kok gk diterusin,,,, 😭😭😭
padahal aku dah siap siap bayangin Li Yao menggembleng para murid tingkat kedua biar dgn pelatihan yg eksentrik tapi dgn hasil luar biasa. Seperti Ye Qingtang yg mengubah kumpulan murid2 nakal dan bebal jadi luar biasa, seperti Guru Zhang yg mengubah murid2nya yg absurd menjadi pemimpin2 legendaris dieranya, seperti Jun Wu Xie yg membantu pasukan Rui dan temen2nya menjadi lebih kuat dan bikin rencana supaya bisa ngalahin orang alam atas, dan banyak lagi.
Udah bayangin para murid sekte Cahaya Surgawi yg diremehin, bakal buat kehebohan satu persatu, mau liat Deng Xue yg serem tapi baik jadi pemimpin kaum botak biar gk makin rese, pengen liat Huli jadi rubah ekor sembilan, pengen liat Tao Yuhan nemu jalannya sendiri kearah yg lebih baik, pengen liat kemampuan Si Ren Shu yg misterius, gimana nasib musuh utama Li Yao di Chapter pertama yg sebenernya, karena kayaknya masih banyak konspirasi yg belum terkuak, dan jati diri Li Yao sebenernya,,,
padahal seru dan lucu ceritanya,, mungkinkah Authornya kehabisan ide,,???
nasib di php in Authornya,, 😭😭😭
ibarat makan rendang, pas udah selesai dgn atribut sampingannya dan mau makan ikan utamanya yg paling lezat eh,, dicolong kucing, udah deh cuman bisa meratapi,,😢😢
ya udah makasih Thor, dikasih cerita yg menarik, semoga sehat selalu dan lancar rezekinya,, 😇😇
Putra Al Bhuthoni: php sudah nyaman dgn alur ceritanya eee putus asa,,,,ayo tor lanjut lagi
total 1 replies
Siti aulia syifa Az_zahra
bakal diajarin secara pribadi oleh master Li, klo Shao Yahui tau pasti bakal lompat2 guling2 sangking senengnya
Siti aulia syifa Az_zahra
heh,, master pedang dilawan😎😎😎
aning purwasih
kenalin,,calon ketua sekte mu tapi gak jadi🤭🤭🤭
aning purwasih
wuih,, emak emak jaman now ni kayaknya,, 😅😅😅
aning purwasih
upin ipin pasti benci banget sama tuh kaum botak, karena udah mencemarkan nama baik manusia manusia botak lain 😂😂😂
aning purwasih
hahaha,, tos dong kalian😂😂😂
aning purwasih
hayoolooh,, kena kalian anak anak nakal😅😅😅
aning purwasih
hahaha,, ternyata si botak ini to yg di serang Tao Yuhan😅😅😅
Siti aulia syifa Az_zahra
kualat kalian,, kurang ajar sama leluhur😠
Siti aulia syifa Az_zahra
lucu klo dibayangin,,
Siti aulia syifa Az_zahra
terharu,, 😭
Siti aulia syifa Az_zahra
si monster kasihan ternyata, kirain malin kundang ternyata bukan😰.
Jadi penasaran masa lalu Lin Yao sama Tao Yuhan, bisa sadis gitu ye,, 😎
Siti aulia syifa Az_zahra
ternyata malah anaknya sendiri monsternya 😞😞. Mungkin tuh monster kualat gk pernah jenguk ibunya, jadinya tersesat dan terkutuk jadi monster deh,,, ngarang ya😁😁😁
Siti aulia syifa Az_zahra
seru Thor,,
aning purwasih
si ibu pinter milihnya, milih yg paling ganas, siap siap aja,, 🤭🤭🤭
aning purwasih
ini novel terjemahan apa buatan sendiri sih?, kok bagus banget,,?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!