NovelToon NovelToon
Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa

Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa

Status: tamat
Genre:Spiritual / Cinta pada Pandangan Pertama / Identitas Tersembunyi / Epik Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:78.4k
Nilai: 5
Nama Author: Fex Si Pengelana~

[Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa]

“Kak Fex, sebenarnya siapa orang tuaku?”

“Orang tuamu adalah orang hebat, Kai.”

"Orang Hebat", jawaban yang sama selalu keluar dari lisan Kak Fex ketika Kai Zen bertanya mengenai orang tuanya. Mendengar kata tersebut secara terus-menerus, Kai Zen sadar bahwa orang tuanya bukan orang biasa, ada rahasia besar tentang asal usul dirinya dan orang tuanya. Lalu, Kai Zen memutuskan untuk memecahkan rahasia itu.

Perjalanan Kai Zen dimulai saat dia memutuskan masuk ke Akademi Sihir Satu. Bagaimana kelanjutan kisah Kai Zen? Apakah Kai Zen berhasil mengungkap rahasia orang tuanya? Siapa Kai Zen sebenernya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fex Si Pengelana~, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merasa Terdiskriminasi! Hanya Demi Teman? Menghibur Yizue!

Aku menatap Yizue seraya meminta persetujuan darinya. Yizue yang paham maksudku langsung mengangguk menyetujui permintaan mereka. “Silahkan.” Ucapku pada laki-laki itu.

“Terima kasih.” Jawabannya. Laki-laki dan perempuan itu langsung mengambil tempat duduk di depan kami.

“Ngomong-ngomong, namaku Song Zhiqing dari kelas A dan perempuan disebelahku bernama Mu Yuan Yuan juga dari kelas A. Salam kenal!” laki-laki itu tersenyum memperkenalkan dirinya dan perempuan disebelahnya pada kami.

“Namaku Kai Zen dari kelas C dan perempuan disebelahku Yi Yizue dari kelas F, salam kenal!” Aku balik memperkenalkan diri padanya.

‘Orang dari keluarga besar lagi ya.’ Ucapku dalam hati.

“Wow, sangat jarang melihat orang yang berbeda tiga tingkat bergaul!” Mu Yuan Yuan memasang wajah terkejut.

Yizue yang mendengar perkataan Mu Yuan Yuan merasa tersinggung, dia menyembunyikan tangannya yang gemetar. Aku yang mengetahui kondisi Yizue langsung membelanya.

“Tingkatan yang dinilai manusia tidak selalu benar, terkadang ada beberapa hal yang tidak bisa dinilai oleh manusia. Lagipula, roda selalu berputar, ada kalanya seseorang di atas dan ada kalanya seseorang di bawah.” Aku menanggapi ucapanya yang menyinggung Yizue.

“Ngomong-ngomong, kami sudah selesai makan. Kami pergi dulu, sampai jumpa.” Berselang beberapa detik setelah membela Yizue, Aku langsung menggandeng Yizue pergi meninggalkan mereka.

“Ah, baiklah dan tolong maafkan perkataan Yuan Yuan jika menyinggungmu.” Song Zhiqing menunduk padaku.

“Tidak apa-apa,” jawabku seraya pergi meninggalkan mereka.

Aku merasa terlalu lama bersama mereka bisa menimbulkan konflik. Aku juga merasa kasihan kepada Yizue jika terlalu lama dengan mereka, siapa tau mungkin dia merasa terdiskriminasi karena keberadaan mereka. Jadi, aku memutuskan untuk pergi bersama Yizue agar bisa menjauh dari mereka.

< >

Sementara itu, Guo Yan dan Zhuo Fang masih membaca buku di perpustakaan. Guo Yan telah selesai membaca buku sebelum Zhuo Fang. Dia menunggu Zhuo Fang selesai membaca buku sambil menatapnya. Saat Zhuo Fang menaruh bukunya, Guo Yan langsung melempar pertanyaan padanya.

“Sudah puas membaca buku itu?” tanya Guo Yan pada Zhuo Fang.

“Hmmm, sudah.” Jawab Zhuo Fang seraya menggerakkan badannya yang kaku karena terlalu lama duduk.

“Jadi, bisa kau beritahu keuntungan dari rencanamu?” Guo Yan tersenyum dengan maksud menagih janji pada Zhuo Fang.

“Baiklah, baiklah! berhenti tersenyum seperti itu! Aku merinding melihatnya!” Zhuo Fang menghela napas.

“Keuntungannya ya? sebenarnya aku hanya ingin membantu Kai Zen berduaan bersama Yi Yizue. Tidak ada motif lain.” Jawab Zhuo Fang tanpa satupun kebohongan.

“H-hanya itu?” Guo Yan memastikan ucapan Zhuo Fang.

“Iya.” Jawab Zhuo Fang singkat.

“S-serius?” Guo Yan memasang wajah kecewa.

“Serius, untuk apa aku berbohong?” jawab Zhuo Fang dengan polos.

‘Sebenarnya apa yang kuharapkan darinya? huh!’ Guo Yan mengeluh dalam hati seraya menghela napas kesal.

“Kita baru saja kenal, jangan terlalu terburu-buru.” Ucap Zhuo Fang setelah melihat wajah Guo Yan yang kecewa.

“Hah? apa?” Guo Yan berharap Zhuo Fang mengulangi perkataannya.

“Waktu masih banyak, perjalanan masih panjang.” Zhuo Fang menjawab dengan kalimat berbeda dari sebelumnya.

“Bukan yang itu! yang sebelumnya!” Guo Yan terlihat memaksa Zhuo Fang.

“Tidak ada pengulangan!” Jawab Zhuo Fang tegas.

“Dasar pelit!” ucap Guo Yan kesal. Namun, tidak ada balasan dari Zhuo Fang. Saat Guo Yan melihat ke arahnya, ternyata Zhuo Fang telah menaruh kepalanya di telapak tangan yang bersentuhan dengan meja. Dia terlihat ingin tidur.

“Kau mau tidur?” tanya Guo Yan.

“Aku hanya memejamkan mata. Jika aku malah tertidur, tolong bangunkan aku saat Kai Zen dan Yi Yizue datang.” Pinta Zhuo Fang pasa Guo Yan.

“Baiklah,” Jawab Guo Yan seraya menganggukan kepalanya.

< >

Kai Zen dan Yi Yizue berjalan ke arah perpustakaan setelah selesai makan siang di kantin akademi. Mereka berjalan berdampingan, Yi Yizue masih menggenggam erat tangan Kai Zen. Tangan Yi Yizue masih gemetar mengingat ucapan Mu Yuan Yuan di kantin tadi. Dia berusaha menenangkan diri dan menyembunyikan rasa kesalnya dari Kai Zen. Namun, Kai Zen sudah tau dari awal perasaan Yi Yizue. Kai Zen mencoba menenangkan Yi Yizue.

“Hei, Yizue!” Kai Zen menoleh ke arah Yi Yizue.

“Y-ya, a-ada apa, K-kai?” jawab Yi Yizue yang berusah bersikap seperti biasa.

“Ikuti arahanku!” jawab Kai Zen langsung.

“A-arahan apa?” Yi Yizue bingung dengan perkataan Kai Zen.

“Sudah, ikuti saja!“ Kai Zen tersenyum pada Yi Yizue.

“B-baiklah.” Yi Yizue yang melihat senyumnya Kai Zen langsung menyetujui permintaannya.

“Hirup napas dalam-dalam!” ucap Kai Zen seraya menghirup napas, Yi Yizue juga mengikuti Kai Zen menghirup napas.

“Buang.” Ucap Kai Zen seraya menghela napas, Yi Yizue juga mengikuti Kai Zen menghela napas. Mereka mengulangi kegiatan itu sampai tingal kali. Kemudian, Kai Zen berkata kepada Yizue.

“Bagaimana? sudah tenang?” tanya Kai Zen.

“I-iya.” Jawab Yizue seraya menundukkan kepalanya.

“A-apakah kau sudah menyadarinya, Kai?” tanya Yi Yizue yang masih menundukkan kepalanya.

“Sungguh buta kalau aku tidak sadar! tanganmu yang menggenggam erat tanganku saja masih gemetar sedikit.” Jawab Kai Zen.

“H-hah? A-apa benar?” Yi Yizue memastikan ucapan Kai Zen.

“Benar, jika kau melihatnya sekarang tentu saja sudah tidak gemetar. Kalau tadi tanganmu masih gemetar.” Kai Zen menyakinkan Yi Yizue.

“Te-terima kasih, Kai!” Yi Yizue yang menundukkan kepalanya kini menoleh ke arah Kai Zen seraya tersenyum.

“Sama-sama.” Kai Zen balik tersenyum ke arah Yi Yizue.

“Jika kau merasa takut, marah, sedih, dan emosi negatif lainnya. Lebih baik kau mencoba menenangkan diri dengan menghirup napas dalam-dalam dan membuangnya secara perlahan seperti yang kuajarkan tadi. Cara itu tidak bisa langsung menghilangkan emosi negatifmu, tapi setidaknya menguranginya.” Kai Zen memberi Yi Yizue nasihat.

“Ba-baiklah, Kai.” Yi Yizue menganggukkan kepalanya.

“Dan jangan merasa rendah diri. Jangan terhanyut dalam perkataan negatif orang lain. Jika kau terhanyut dalam perkataan negatif orang lain, kau akan susah untuk berubah menjadi lebih baik. Namun, jadikan perkataan negatif orang lain sebagai cambuk motivasimu untuk berubah. Buktikan kepada mereka bahwa perkataan mereka selama ini salah!” Kai Zen memberi nasihat lagi dengan nada bersemangat.

“Fufufufufu, kau lucu, K-kai!” Yi Yizue tertawa pelan.

“A-apa yang lucu, Yizue?” Kai Zen bertanya keheranan.

“Ti-tingkahmu seperti orang tua yang memberi nasihat ke anaknya.” Yi Yizue masih tertawa pelan.

“Asalkan kau bahagia, itu terserah padamu!” Kai Zen menghela napasnya.

“Heheheh, a-aku cuman bercanda. Ja-jangan serius, Kai!” Yi Yizue tersenyum pada Kai Zen.

‘Sepertinya Yizue sudah lebih baik.’ Ucap Kai Zen dalam hati setelah melihat senyumnya.

“Iya, aku mengerti. Ayo, segera pergi menemui Zhuo Fang dan Guo Yan!” ucap Kai Zen. Yi Yizue hanya menganggukkan kepalanya. Merekapun pergi menemui Zhuo Fang dan Guo Yan dengan suasana hati yang lebih baik.

Bersambung

1
Novex
Ketik 1 untuk lanjut wkwk
luna violet☆
sakit sih digituin sama org yang udah kita anggap sodara
luna violet☆: iya emang
amit amit kalau dikhianati sodara😨😨 (mana sodara pasti tau kebiasaanku dirumah, rahasia ku yg gk diketahui org luar, kalau berkhianat😱😱)
kalau ditikung mah masih mending lagian aku masih jomlo😌🗿🗿
total 2 replies
luna violet☆
wow keluarga besar
yang nama namanya bikin lidah ku keseleo🗿🗿/Frown/
luna violet☆: ya gapapa kok
total 2 replies
luna violet☆
yaaa ndak mau lah
minimal iming imingin mobil lamborghini kek kalau keluar
bukanya ajal🗿🗿
Novex: Udah paling bener pake cara yang sekarang 😂
total 5 replies
🍾⃝Ɲͩᥲᷞⅾͧเᥡᷠᥲͣhˢ⍣⃟ₛ❤️⃟Wᵃf࣪ᯓℛ𓍝
keren banget ceritanya
Novex: Thanks Kak🔥
total 1 replies
Wong kam fung
anumu
Novex: Anu?😐
total 1 replies
Wong kam fung
geger otak karena cintamuu
Novex: Gawat darurat 😐
total 1 replies
Wong kam fung
ada kamu kan kalau berak dicelana
Novex: Kan udah gede, bisa ke wc🤣
total 1 replies
Wong kam fung
,dasar jones
Novex: Wehh kasihan#1
total 1 replies
Wong kam fung
dasar jones
Novex: Wehh kasihan#2
total 1 replies
Wong kam fung
ih iri dasar jones
Novex: Wehh kasihan#e
total 1 replies
Wong kam fung
bodo amat pergi aja sana
Novex: wkwkwk😂
total 1 replies
Jiang Yingxia
😂aku merasa garing
Novex: yang lain juga kok, tenang wkwkwk👀
total 1 replies
Jiang Yingxia
aww...aw...gemes" UWU
Novex: Kyaaa>_<
total 1 replies
Jiang Yingxia
yo! teriakan kata jenius!🤣 akhir kalimat seharunya diberi tanda seru juga.
Novex: tapi kan ini bertanya
total 1 replies
Jiang Yingxia
bener tuh, 1 tahun saja rasanya dh lam, apalagi 5 tahun, mati bosan nnti
Novex: Mending berpetualang:v
total 1 replies
Jiang Yingxia
ekor apa itu?! rubah berekor 3 kah?
Novex: Cosplay narutoooo
total 1 replies
Jiang Yingxia
ihh,...apa itu? kenapa sampai merugikan?
Novex: Paman Alex masih belum tempe
total 1 replies
Jiang Yingxia
Roh sihir, jadi bisa inspirasi nih.
Novex: Yoiii🙌
total 1 replies
Anita
ya benar emosi negatif hanya akan membuang-buang waktu kita, lebih baik kita gunakan emosi positif yang lebih bermanfaat
Novex: Tapi, terkadang emosi negatif juga dapat membawa keuntungan...contohnya marah... saat marah biasanya energi jadi kek bludak2 bahasa jawanya (Indonya apa? penuh? ya begitulah)... disaat marah kita bisa ngalihin dengan nyuci baju, nyuci piring, dll😂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!