NovelToon NovelToon
Akhirnya Cinta

Akhirnya Cinta

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:140.6k
Nilai: 5
Nama Author: violla

Demi menghindari rentenir kejam yang hampir melecehkannya, Raisa terpaksa meninggalkan kekasihnya Yudha dan memilih merantau ke Kota metropolitan.

Raisa mengikuti jejak temannya bekerja di kelab malam, tanpa diduga Raisa bertemu dengan seorang pengusaha muda angkuh dan berwatak dingin yaitu Dava. Pertemuan itu membawa mereka pada kontrak pernikahan.

Bagaimana rumah tangga Raisa dan Dava yang diawali tanpa ada cinta?
Pada siapa akhirnya cinta Raisa akan berlabuh? Dava atau Yudha?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon violla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Wanita Bayaran

16

Jam sudah menunjuk angka 10 malam, saat Raisa mendapatkan giliran untuk mengantar minuman ke dalam salah satu ruang VIP yang memang baru pertama kali ia memasuki tempat tersebut.

Raisa semakin gelisah karena banyak laki laki hidung belang mencoba menggoda dan mengganggu dirinya. Lekuk tubuh dan kecantikan Raisa memang terlihat sangat aduhai dan sayang dilewatkan asiapapun yang melihatnya pasti ingin melahapnya.

"Raisa cepat kamu antar minuman ini untuk tamu VIP ya, jangan buat kesalahan apapun, dia ini tamu yang sangat penting di kelab ini! " seru pemilik kelab malam tersebut.

"Aku takut ngelakuin kesalahan kak, aku belum pernah masuk ke ruangan itu," tolak Raisa.

"Sudah coba saja nanti kamu akan terbiasa. Dia itu seseorang yang kaya raya, kalau bisa kamu ambil keuntungan dari dia."

"Maksudnya gimana kak?"

"Udah jangan banyak tanya, masuk lalu turuti semua kemauannya, jangan buat masalah karena aku nggak mau rugi." Ia sengaja mendorong Raisa sampai pintu pintu terbuka dan Raisa masuk ke dalam ruangan.

Cahaya di ruangan itu cukup redup. Raisa melihat dua orang wanita berpakaian minim bergelayut manja duduk di samping seorang laki-laki yang sedang menikmati setiap sentuhan yang mereka berikan.

Raisa masih berdiri di dekat pintu, ia tidak berani melangkah maju matanya terus menyusuri setiap sudut dari tempat itu, di sudut yang lain ia melihat seorang wanita bergelayut manja di pangkuan seorang laki laki, bahkan sesekali laki laki itu juga mendaratkan ciuman di bibir wanita malam itu tanpa perduli dengan keadaan sekitar.

"Tempat apa ini?" Raisa merinding saat menyadari kalau pakaian yang ia kenakan hampir sama persis dengan apa yang wanita malam itu pakai.

"Aku bukan bagian dari mereka," gumam Raisa, ia sudah memutar badan untuk keluar dari tempat tersebut.

"Hei kau mau kemana?" Pertanyaan itu membuat langkah kaki Raisa terhenti, perlahan ia memutar lagi tubuhnya.

" Ayo kemari lah!" perintah salah satu di antara mereka.

"Maaf aku salah masuk keruangan."

Raisa takut orang-orang itu menggeranyangi tubuhnya sama seperti menggeranyangi tubuh wanita malam yang ada di sana.

Pyar!!!

Botol minuman yang dipegang Raisa jatuh dan pecah karena dihempaskan seseorang yang baru masuk ke ruangan itu. Raisa gemetaran melihat pelakunya.

"Kau masih berani datang kesini?" Mata pria itu menajam, rahangnya mengeras ia marah karena Raisa tidak mendengarkannya. Tidatapnya Raisa tanpa kedip.

"Mas Dava ada di sini juga?"

Raisa tidak menyangka kalau Dava adalah salah satu tamu vip di sini. Pria itu menelisik penampilannya seperti ingin mengulitinya.

"Aku udah peringatakan supaya kamu jangan datang ke tempat ini lagi, kenapa nggak mau nurut?"

"Aku ... aku cuma kerja. Aku butuh u---

"Kalian semua keluar!" perintah Dava kepada para wanita malam yang ada di ruangan itu dan juga Deni.

Para wanita malam ini pergi dengan kecewa, salah satunya melirik benci kepada Raisa karena telah mengganggu kesenangannya yang baru di mulai.

"Kita sudah sepakat untuk menikah. Aku perkenalkan kamu sebagai wanita baik-baik di kelurgaku. Tapi, kenapa kamu datang ke tempat ini lagi?"

Aneh, Dava tidak suka Raisa memertontonkan lekuk tubuhnya di hadapan pria lain. Padahal, tidak pernah terlintas sebelumnya untuk menikmati dan melihatnya sendirian. Dava sudah sering melihat wanita-wanita sexy. Tapi, ntah mengapa ia tidak suka melihat Raisa seperti ini. Di matanya Raisa seperti memiliki daya tarik tersendiri.

"Aku cuma kerja, aku bu--

"Kamu dibayar berapa sama mereka sampai kamu punya nyali melawan aku?" pungkas Dava lagi.

"Aku belum di bayar karena masih baru di tempat ini!"

Dava tersenyum sinis," Harusnya kamu sudah dapat bonus besar dari para pelangganmu 'kan?" Dava kembali meremehkan Raisa.

Raisa kehilangan kesabaran, ia berani menuding dada Dava lagi. "Aku nggak seperti mereka yang rela tubuhnya disentuh para lelaki sembarangan kenapa Mas Dava selalu merendahkan aku?" Raisa tidak terima.

"Ayo kita buktikan ucapanmu tadi, aku mau lihat seberapa baik dan sesuci apa tubuhmu ini."

Dava menggapai pinggang Raisa lalu meraih dagu Raisa hingga wanita itu sedikit mendongak melihatnya.

Perbuatan Dava semakin membuat Raisa gemetaran. Ia berusaha menepis tangan Dava, namun sayangnya Dava merampas bibirnya tanpa bisa dihindari.

Cup

Mata Raisa terbiak lebar saat bibirnya terasa dingin tersentuh benda kenyal, padat, utuh milik Dava. Mengingat ini ciuman pertama membuat tubuh Raisa kaku, namun ia masih bisa berusaha memberontak. Tapi, sayangnya tenaga yang ia miliki tidak sebanding dengan tenaga Dava hingga Dava semakin leluasa menciumnya.

Dava melepaskan ciumannya ketika menyadri kalau Raisa mulai kesulitan bernafas, ia tersenyum senang melihat raut wajah Raisa tampak kesal menatapnya.

Raisa benar-benar geram, ia bahkan mengangkat tangannya menampar Dava. Tapi, tangannya berhasil ditepis Dava.

"Anda sudah keterlaluan, Tuan!" Raisa membersihkan bibirnya. Ia menatap benci kepad Dava.

"Aku sama sekali nggak menyesal. Dan aku mulai percaya kalau kamu memang belum berpengakaman," ucapnya tanpa merasa bersalah ia menyeka sudut bibir dengan ibu jari.

"Kalau Tuan masih meremehkan aku, lebih baik batalkan niat untuk menikahiku! Udah dibilang aku perempun baik-baik masih aja nggak percaya!"

"Ya, aku percaya. Tapi, rasanya aku mau kita ulangi lagi," goda Dava. "Anggap aja aku mengajarimu cara ciu man yang baik dan benar."

Raisa kehabisan kata-kata untuk menghdapi Dava, ia menduga jika pria ini sedang mabuk makanya bicara ngawur. Dan tindakannya kurang ajar. Percuma menjelaskan apa yang ingin ia katakan, karena dari kemarin Dava selalu mematahkan ucapannya.

Di saat seperti ini Raisa teringat uang yang diminta Broto. Tidak ada salahnya kalau ia memanfaatkan keadaan ini. Dava sudah merampas ciuman pertama darinya tanpa paksa, bukan ia sengaja menukar dengan uang sekarang hanya saja ia tidak punya pilihan lain.

Bagi Raisa 10 juta adalah nominal yang besar. Raisa tersenyum menggoda, ia meraih kerah kemeja Dava kemudian mendekatkan wajah mereka.

Dava mengernyit melihat tingkah dan wajah Raisa yang sialnya tampak menggoda di matanya. Apa-apaan wanita ini mengapa sikapnya tidak bisa ditebak?

"Lagi?" tanya Raisa lirih, jari telunjuk miliknya yang lentik bermain di rahang Dava. "Boleh ... aku jadi penasaran dan aku pikir nggak ada salahnya kalau kita lakukan lagi" Mata Dava hampir memicing melihatnya, pria itu seperti sedang berfikir. "Tapi, sebagai gantinya Mas Dava harus membayar aku. Mas Dava datang ke sini untuk itu 'kan? Kalau gitu anggap saja aku wanita bayarannya!"

Rahang Dava mengeras menandakan pria itu sedang marah. Awalnya ia hanya berniat menggoda Raisa saja tidak lebih namun ternyata respon yang diberikan Raisa di luar dugaan.

1
Retnomaulida
bagus
Nur Adam
smgt ujtk krya mu thior
Tri Sulistyowati
salam sehat juga buat othor
Tri Sulistyowati
suami kayak gitu koq dipiara. mbok diracun
Tri Sulistyowati
sabar Raisa.. nasibmu belum ditentukan
Andalucia Doellah
widih marathon alurnya..tp suka sih sm cerita yg gk bertele tele..sukses y thor
Maghfiroh Azza
karya yg bagus😘
Vina na oby
lanjut cerita Amora Thor,🤭
Dwi Trisna
taamaatt..mkch kak
Violla: macama kk
total 1 replies
Rini akbarini
apakah pertahanan Dava akan runtyh dan memutuskan punya anak dari Raisa kalo sampai yudha ingin merebut cinta Raisa kembali???
lanjut kakakakk...
💖💖💖💖
Nani kusmiati
lanjut.
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor...
Raisa beda loh mas Dava dr cewe2 yg lain 😁
Nani kusmiati
jangan diam saja Dava bela tuh istri kamu,yang sudah di hina,tetap semangat lanjut author 👍🏻👍🏻👍🏻
Nani kusmiati
lanjut.
Eri Sibur
lanjutkan nanggung thor
aku_aja
semangat kak♡
Rabiatul Addawiyah
Lanjut thor
Nani kusmiati
Hore akhirnya si yono di hajar oleh Dava, sekalian Dava bayar hutang Risa sama si rentenis tua itu, lanjut author 👍🏻👍🏻👍🏻
Rabiatul Addawiyah
Jujur sj Raisa.. terutama ttg hutang sm ibumu.
Dian Rahmawati
lanjut cerita nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!