wanita yang di tinggal pergi oleh calon suami seminggu sebelum acara ... bukan kah menyedihkan
hidup ku mulai berubah saat aku bertemu malaikat kecil yang sangat cantik... dia adalah anak dari seseorang yang di jodohkan pada ku
apakah aku bisa bahagia ? apakah aku akan mrndapat kan cinta ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#RMH 16
selamat membaca
happy reading guys ...
______________________________________
terkadang kita harus mendengar kan sesuatu dengan jelas hingga selesai agar tidak terjadi kesalah pahaman dan menjadi kan kita jauh dari orang orang yang kita sayang ... 💕💕💕
_______,,,,_______________________,,,,,,____
setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh radit dan chacha sampai di rumah
dan di sambut oleh fani,dimas,bu mia dan pegawai toko roti
bu mia" cha kamu gak apa apa kan ...
chacha" gak bu ..
bu mia" ya udah chacha sama radit bersih bersih dulu setelah itu kita makan ya nak
chacha langsung naik kekamar nya sementara radit mendapat banyak pertanyaan
fani" ketemu chacha di mana ?
dimas" dia gak ngelakuin hal bodoh kan
taya" kak chacha baik baik aja kan om
radit" bisa tanya nya satu satu ...aku ketemu chacha di danau favorit keluarga kita dulu dan dia baik baik saja... ok aku boleh pergi dan bersih bersih
fani" ooo oke
sekitar tiga puluh menit chacha dan radit sudah bergabung di meja makan bersama yang lain
selama makan tak ada yang buka suara semua orang sibuk dengan fikiran masing masing
setelah semua selesai ... semua orang berpindah ke ruang keluarga
namun semua sama hanya diam
sampai bu mia buka suara
bu mia" chacha .. kamu takut gelap tapi kenapa kamu di sana sampai larut nak ... (memeluk)
chacha" chacha mau bergerak nya takut bu ... makanya chacha diam saja di situ sambil berdoa ...
radit" bodoh ... jika tadi yang datang bukan om dan yang datang orang jahat bagai mana (kesal)
chacha" maaf om ... tapi ini gara gara om pingin jual chacha ke bosnya fani
ataya" (tersedak) apa om mau jual kak chacha
dimas" eh bocah diem kalau gak tau masalah nya
radit" (menarik nafas) oke om bakal jelasin
jadi cha ... kamu tahu kan ke adaan perusahaan bagai mana sekarang
chacha hanya mengangguk
flashback
semua investor yang memegang saham mencabut semua investasi nya dari perusahaan
amran: maaf pak radit kalau begini saya tidak bisa ... saya akan mencabut investasi saya dari sini
radit" tidak bisa kah kalian bersabar sampai kita temukan pak david
amran" maaf pak radit kami sepakat tidak bisa membantu anda lagi
mereka meninggal kan ruang rapat kecuali abimanyu
radit" maaf kan saya pak abi ... saya rasa saya tidak bisa melakukan kerja sama kita lagi
abi" apa anda menyerah ...
radit" maksud pak abi?
abi" apa anda tak mau mencoba membujuk saya seperti yang lain
radit" mohon maaf pak abi ... saya rasa saya tahu jawaban anda ...
abi" saya akan membantu anda ... pak radit
radit" (terkejut) be... benarkah itu
tapi apakah anda yakin
abi" tentu tapi saya tidak memberi bantuan dengan cuma cuma
radit" lalu ...
abi" saya mau separuh saham perusahaan ini milik saya
radit" tapi pak ... separuh saham adalah milik keponakan saya ... dia tak mungkin mau melepaskan nya
abi" jadi ... itu bukan urusan saya ...
radit berfikir bagai mana cara nya
radit" bagai mana kalau anda menikahi keponakan saya ...
abi tak menjawab ...
flashback off
radit" om Manyaran kan seperti itu karna ... om gak mau kita kehilangan perusahaan peninggalan dari ayah mu cha ... jika kita bertahan kita akan memecat ratusan orang ... dan ratusan orang itu tidak bekerja (menunduk sedih) tapi itu terserah pada mu cha ... om tak memaksa kamu
chacha" apa hanya itu jalan satu satu nya om
radit" hanya hal itu yang saat ini bisa kita lakukan cha
chacha " bisa beri chacha waktu untuk berfikir beberapa hari
radit" om serah kan semua nya pada mu cha
setelah penjelasan panjang radit semua orang di ruangan itu mengerti yang terjadi
keesokan hari nya chacha pergi ke toko roti seperti biasa
semua orang di toko tak ada yang membahas hal semalam mereka menjalani pekerjaan masing masing
chacha yang sedang mengantikan posisi ataya jika pagi berada di depan untuk melayani para pelanggan
chacha" selamat datang si toko roti sekar (tersenyum) rara ... loh kok mas nya
abi" saya papa nya rara ... (abi ke walahan karna rara melompat lompat saat ia melihat chacha)
chacha"rara awas jatuh ... (mengambil alih mengendong rara ) siapa anak pintar, mana anak pintar (mencium leher rara yang membuat nya terkekeh)
abi yang melihat respon anak nya pada wanita ceroboh itu ... sangat terkejut pasal nya rara Semangat susah jika bertemu orang baru dan susah untuk akrab
abi" apa bos mu ... nona chacha ada ?
chacha" (menaikan alis) bos ... ?
abi" iya bos mu ... apa dia ada ?
chacha ingin menjawab namun pak lukman memanggil nya lebih dulu
pak lukman" cha ini biskuit nya rara
chacha" iya pak ... sebentar mas saya ambil biskuit nya dulu (berjalan meninggalkan abi)
" jadi cewek ceroboh ini chacha" batin abi yang merasa terkejut
chacha" maaf mas ini biskuit nya... (memberi biskuit)
abi" jadi kamu chacha?
chacha" oo iya kenal kan nama saya natasya mecca diandra ... biasanya saya di panggil chacha (tersenyum)
abi" ooo ... iya saya abimanyu
chacha" nah rara sekarang pulang ya dengan papa nya ... jangan melompat lompat seperti tadi ya anak manis
(mengembalikan rara pada abi)
abi" jadi berapa semuanya
chacah" dua puluh lima ribu saja mas ...
abi mengeluarkan uang dan membayar
setelah membayar abi dan rara ingin pergi namun rara malah menangis kencang sekali tak mau di gendong oleh papa nya
chacha merasa kasihan melihat chacha yang menangis kencang mendekat ke arah abi dan mengambil rara dari gendongan abi
chacha" sutt sutt sayang jangan menangis ...
seperti sihir rara lansung diam bahkan menunjukan senyum nya
chacha" anak pintar ... sekarang rara pulang ya sama papa ... besok kesini lagi main sama bunda chacha oke ... (mencium pipi gembul rara)
abi hanya melihat interaksi dua wanita beda usia itu ... namun iya merasa takjub karna chacha dengan mudah menenangkan putri nya
chacha mengembalikan rara pada abi dan rara seperti mengerti ucapan chacha sekarang iya tak menangis
abi pergi meninggal kan toko roti itu dengan perasaan yang campur aduk ... antara kaget,kagum,heran dan semua nya seperti menjadi satu dalam benak nya
"bunda kata nya (tersenyum sinis) terlalu berharap" batin abi
next semua ...
jangan lupa
like,favorit,komen,dan saran nya buat aku ya ...
maaf jika masih menemukan typo ...
terimakasih ...😀😀😀😀💗💗💗💗