Alana Apriliana Purnama, seorang bad girl, pembuat onar, tingkah nya bikin orang geleng-geleng kepala, tak disangka ia meninggal karena ketabrak mobil.
Bukannya sang arwah menunggu dua malaikat eh ia malah masuk ke tubuh Alina si gadis pembuly.
- - -
Alana memiliki keluarga yang begitu harmonis, ia memiliki dua kakak yang selalu menyayanginya. Ia manja terhadap keluarganya, namun di balik sifat manja ia adalah leader mafia.
- - -
Alina memiliki keluarga yang lengkap, namun ia tak merasakan kehangatan kasih sayang seorang kakak. Setiap harinya ia selalu di fitnah, di pukul, di tampar, dan di hina oleh kakak nya maupun temen kakaknya. Ia memiliki ibu, ayah, dan adiknya yang membelanya. Dua kakaknya? Malah mereka membenci nya dan lebih mempercayai orang luar.
- - -
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anita_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AoA 15
Flashback on
Sudah 3 hari Alana berada di London, dan ia akan pulang besok ke Indonesia.
Kini Alana sedang berkumpul di ruang keluarga.
"Alana, kamu tidak akan menjelaskan ke keluarga Alexandra tentang masalah ini," ucap Zeni.
"Males, Pah," balas Alana, dengan mulut yang memakan keripik singkong.
"Segeralah kamu jelaskan, supaya rencanamu berjalan dengan lancar," ujar Zeni.
"Ya,ya," Alana memutar bola matanya malas.
"Biar Alana telfon," ucap Alana menelfon sang Momy.
Tut
Panggilan terjawab
"Hallo, Mom." Sapa Alana.
^^^"Hallo juga, sayang. Ada apa, hmm?" Tanya Momy di sebrang telfon.^^^
"Mom, aku mau ngomong sesuatu. Enaknya sih ngomong secara langsung, tapi keadaan tak memungkinkan. Jadi, aku ngomong lewat telfon aja, ya!" Ucap Alana.
^^^"Ouh iya, gak papa. Emang kamu mau ngomong apa?" Tanya Momy.^^^
"Ada Papah?" Alina balik tanya.
^^^"Ada, kita lagi ada di kamar," jawab Momy.^^^
"Loud speaker Mom, biar kalian dengar dengan jelas," titah Alana.
^^^"Sudah," ^^^
"Jadi gini, sebenarnya aku bukan Alina, nama asliku Alana Apriliana Purnama, anak bungsu dan cucu perempuan satu-satunya keluarga Purnama, aku bertransmigrasi ke tubuh Alina Apriliana Alexandra, aku meninggal karna tertabrak mobil, entah kenapa pas aku bangun, aku berada di tubuh Alina. Memang konyol, tapi itu nyata. Aku bukan Alina melainkan Alana." Jelas Alana panjang lebar.
^^^"A-apa?" Kaget mereka di sebrang telfon. Mereka yang mendengar penjelasan Alana menangis, tidak menyangka kalo anaknya sudah tiada.^^^
"Jadi itu keputusan kalian, jika kalian ingin mengusirku aku terima," ucap Alana.
^^^"T-tidak sayang, kamu masih menjadi anak kita, walupun kamu bukan Alina tapi tubuhmu adalah Alina," ucap Dady. Jujur ia juga menangis mengetahui faktanya.^^^
"Oke makasih telah menerimaku, Dady." Ucap Alana.
"Pindahnya aku ke jiwa Alina, ada misi penting yang di tugaskan oleh dia, Alina menyuruhku untuk menyelesaikan masalahnya, karna Alana baik jadi Alana menerimanya." Ucap Alana terkekeh di akhir kata.
Keluarga Alana mendengus, sudah biasa jika Alana seperti ini.
^^^"Dady dan Momy akan membantumu, nak." Ucap Dady.^^^
"Oke baiklah, jadi gini, aku besok akan pulang ke Indonesia, di situ aku akan memulai rencananya, kalian hanya menuruti perintahku saja, oke?" Ucap Alina.
^^^"Iya, tapi tugas kita apa?" Tanya Dady.^^^
"Cukup mudah kalian hanya mengikuti dramaku saja, jadi....." Alana menceritakan rencananya kepada Dady dan Momy.
"Paham, kan?" Tanya Alana.
^^^"Iya kita paham!" Seru Dady^^^
"Yaudah aku matikan telfonny, selamat malam Dad, Mom." Ucap Alana.
^^^"Too," jawabnya.^^^
Tut
Panggilan berakhir
"Sudah," lapor Alana.
Flashback off
Pagi hari ini Alina sudah berada di meja makan.
Alina sudah siap dengan seragam sekolahnya.
"Aku selesai," ucap Alina mengelap mulutnya.
"Mom, Dad, aku pamit ke sekolah dulu," ucap Alina.
"Hati-hati, jangan ngebut bawa motornya," nasihat Momy.
"Gak janji," cengir Alina.
Alina sudah pergi ke garasi.
Ikbal sudah pergi duluan, katanya dia hari ini ada jadwal piket.
"Mom, kita juga pamit," ucap twins G.
"Iya, hati-hati di jalan," ucap Momy.
Twins G melangkah pergi ke garasi, mereka berdua melihat Alina sedang memanasi motor.
"Tumben berangkat pagi, pasti mau ngebully Sila lagi kan," tuduh Gilang. Memanasi motornya.
"Hadeh, masih pagi, kalian udah cari ribut aja. Pusing gw," ucap Alina.
Alina menghadap Twins G.
"Gw pernah bilang kan, jangan ganggu gw lagi," ucap Alina.
"Gw akan ngusik lo, jika itu ada hubungannya sama Sila." Ucap Gilang.
"Hey, gw gak akan ngusik adek kesayangan lo lagi," ucap Alina menakan kata adek kesayangan.
"Gw udah peringatkan kalian, jika suatu saat nanti kalian tahu kebenarannya, jangan pernah mencari gw atas dasar meminta maaf." Tegas Alina. Ia langsung menjalankan motornya.
"Bay, mantan kakak." Ejek Alina melesat pergi.
"Kok sakit ya, gak dianggap." Batin mereka.
"Jalan," ucap Galang.
Skip SMA SATU PELITA
Alina memakirkan motornya, ia lalu pergi menuju kelasnya.
Di sepanjang koridor banyak bisik-bisik tentang Alina.
Queen bullying come back guys
Bukannya si Alina gak ngebully lagi yah
Caper itu mah
Masa sih
Lu gak percaya
Gak tuh
Dasar sahabat laknat lo
Mungkin bentar lagi dia ngebully si Sila tuh
Hooh maybe
Alina berdecih males menanggapinya. Ia telah sampai di kelasnya. Ternyata di kelasnya sudah terdapat Vano dkk dan sila kecuali twins G yang belum datang.
"Malas, gw pengen pindah kelas." Gumam Alina duduk di bangku sebelah Daren.
"Tuh para babu sudah sampai di sini belum, ya." Menolog Alina.
Twins G sudah dateng, mereka mengumpul di meja Vano dkk.
Drttt
Alina melihat hpnya yang berdering.
Baru aja di omongin, batin Alina.
Ia mengangkat telfonnya, ternyata itu telfon dari Adam.
^^^"Hallo, dek. Kita udah sampai nih, dimana kamu?" Tanya Adam di sebrang telfon.^^^
"Wadepak, cepet amat Kak datengnya, tuh para babu pasti ada di samping kakak, ya?" Alina ketawa, ia sengaja membesarkan suaranya.
^^^"GW BUKAN BABU LO ALANA," teriak sahabat Alina.^^^
"Buset dah, itu suara kek toa," sahut Daren menutup telinganya.
"Biasa, babu gw emang kayak gitu," ucap Alina sengaja.
^^^"Woy Alana sekali lagi lu ngomong itu, gw mutilasi lo dah hari ini juga," ucap Bunga.^^^
"Emang Berani, hmm?" Alina bersemirik. Membuat Bunga bergidik ngeri, termasuk Daren yang melihatnya.
"Aduh Lin, jangan senyum itu dah, gw kok merinding ya," ucap Daren.
"Peace," ucap Alina.
^^^"Ya enggak sih," gelagap Bunga.^^^
^^^"Cepet dek, dimana alamatnya?" Tanya Adam.^^^
"Ouh entar aku kirim lewat pesan, kak." Ucap Alina.
^^^"Oke, bay adeku sayang." Ucap Adam. ^^^
"Bay, juga kakak ku sayang." Ucap Alina langsung mematikan telfonnya.
Daren yang kepo langsung menanyakan tentang itu. "Siapa kakak? Bukannya kakak lu si Galang dan Gilang."
Alina menatap Daren, namun matanya melirik Vano dkk. Ternyata sedari tadi Vano dkk melihat ke Alina.
"Itu kakak gw, kalo si Galang dan si Gilang kan bukan kakak gw, tapi bukan gw yang ngomong loh tapi merekanya sendiri," ucap Alina.
"APA-APAAN MAKSUD LO NGOMONG KAYAK GITU," bentak Gilang tiba-tiba menghampiri Alina.
"Pegang nih telinga," gumam Alina.
"Ekhm, tapi kan lo yang bilang begitu, oke gw tanya ke kalian semua."
"Woy kalian pernah denger omongan mereka tentang tidak menganggap gw adek?" Tanya Alina kepada seisi kelas.
"Iya, waktu itu ngomongnya di kantin, jadi semua orang tahu," serempak mereka kecuali Vano dkk.
"Tuh denger kan," ucap Alina. Ia melangkah pergi keluar dari kelasnya.
•
•
•
TBC
LIKE AND FOLLOW
MAMPIR TERUS YUK KE CERITA SAYA!
S E E Y O U O R A N G B A I K 🦋