NovelToon NovelToon
He'S So Shy

He'S So Shy

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Romansa-Teen school / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:148k
Nilai: 4.4
Nama Author: Reirin Mitsu

Shakira baru saja memulai lembaran baru di bangku kelas 2. Namun siapa sangka di halaman pertamanya ia bertemu dengan Aji, sosok pria yang notabene digandrungi banyak hawa karena image cool yang keterlaluan.

Pada kenyataannya lain untuk gadis temperamen semacam Shakira, di mana ia menemukan image sebenar dari Aji. Dari itu pula misteri tentang Aji mulai merangsang keingin tahuan Shakira. Satu per satu akan Shakira temukan dalam tiap lembaran kertas kehidupan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reirin Mitsu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Page 14. Afwan

"Gua mengundurkan diri, ya, Ji."

Spontan pria di sebelahnya menoleh gelisah. Dalam kepala menunduk, sesekali iris emerald bergerak ke atas, mendapati pemuda  dengan mulut buka-tutup tak karuan.

"K-k-kok kamu me-mengundurkan diri?" tanya Aji berkaca-kaca.

"Itu ...." Tidak, bukan saatnya Shakira bercerita. Ia mengerling, menggeleng pelan dengan senyum lembut. "... ceritanya panjang, gua gak bisa kasih tau ke elu."

"K-kamu gak suka, ya?" tanya Aji menatap sayu. "P-padahal kamu satu-satunya harapan aku."

"Iya ...." Shakira mengerling ke arah sekilas, "... g-gua tau kok, gua cuma—"

"Ada keluhan, kah?" Mata Aji mulai berkaca-kaca. "Aku mohon, kasih tau aku, Kir. Aku gak mau keinginan aku bikin beban buat kamu."

"Benaran, gua gak kenapa-napa kok. Lu gak usah cemasi gua." Shakira terkekeh sumbang. "Lu percaya sama gua, kan?"

Di tengah mereka berdebat, sosok gadis dengan tahi lalat di sudut mata kanan datang menghampiri. Wajahnya lain dari hari-hari sebelumnya. Dia terlihat muram dan tanpa ekspresi. Saat mengucapkan salam pun terdengar lebih ... seram mungkin? Nyaris membuat mereka bergidik ngeri.

"Assalamualaikum." Caranya mengucapkan salam terkesan seperti zombi.

"Waalaikumsalam." Sudah tentu mereka takut bukan main, menelan saliva saja susah minta ampun.

"K-kamu kenapa, Nami?" tanya Aji gelagapan. Bukannya digubris, Nami justru mengerling kosong. Tak ada pancaran apapun dari netra hitam itu, beralih menatap Shakira yang sedari tadi membaca buku catatan bahasa Inggris.

"Kir," Nami melihat sang lawan bicara yang mendongak ragu-ragu, "nanti sore pulang bareng gue, ya."

"E-eh? M-mau ngapain?" Bibir merah Shakira berkedut memamerkan manisnya senyuman. "T-tumben mau pulang bareng gua."

Lagi-lagi Nami tak menggubris. Ia tetap menatap Shakira seperti tatapan yang Aji terima, lalu pergi begitu saja meninggalkan mereka berdua. Alhasil, mereka kembali memperdebatkan soal belajar bersama walau hanya sekejap.

Lain dengan Nami, gadis berkerudung jeblus putih itu duduk di kursi santai bekas bangku kelas tahun lalu. Bersandar menatap pemandangan dengan kosong, pikirannya terus tertuju pada kejadian kemarin. Nami berpikir, hubungan antara ia dengan Aji ada kalanya, sebab itu Tati memberitahu aib semasa SMP pada Shakira.

Shakira salah, apa yang Tati ucapkan memang ada hubungannya. Namun, Shakira tak menggubrisnya. Malahan ia menegur Tati bahwa dia tak berhak mengumbar aib orang lain.

Mata belo Nami terpejam, membiarkan bulir asin meluncur dari sudut mata. Ia membatin, Shakira, gak semestinya lo dukung gue yang hina ini.

"Nami?" Seseorang menyerukan namanya, dibalas dengan delikan. Terlihat gadis berkacamata tengah menatapnya khawatir. "Kok lo nangis? Ada masalah, kah?"

"H-haa? G-gue?" Walau hasil garing, Nami tetap tertawa keras menepuk lengan kursi. "Ngapain gue ketawa? Ada-ada aja lo, Ris."

"Ih, serius gue. Gue cemas sama lo, Mi," sanggah Risma rajuk.

Nami mulai berhenti tertawa ataupun menepuk-nepuk lengan kursi, lantas mendogak melihat siapa teman yang Risma ajak. Gadis berkulit sawo matang dan berbadan buntal, Tati. Ah, melihat wajahnya saja sudah bikin Nami muak!

"Nami, mau makan bareng kita?" ajak Risma tersenyum manis.

"Ah, nggak deh. Lagi gak punya selera makan," jawab Nami nyinyir, terlihat dari lirikan sinisnya. "Mending selesaikan tugas. Maaf, ya."

"Santai aja kali." Risma tertawa kecil dan menoleh ke Tati. "Yuk, Ti."

Mereka pun memasuki kelas, memperlihatkan wajah tak suka dari Nami. Memang patut Nami kesal, baru beberapa minggu sudah ada biang masalah di kelasnya. Nasib baik guru BK tak tahu masalah ini.

Kalau tahu, bisa berabe!

****

Masa belajar pun berakhir dengan erangan lelah para pelajar. Selepas guru bahasa Inggris keluar, terlihat gurat kesenangan di wajah mereka. Kakinya sudah gatal ingin berpijak di tempat keluarga bernaung melepas penat. Terlihat banyak yang mengobrol soal motor ataupun idol kegemaran mereka, bahkan ada yang piket. Nami pun piket bersama Tati, sungguh malas!

"Mi, gua mau sholat ashar dulu, ya." Begitulah yang Shakira bilang saat hendak pergi ke masjid. Kini dikelas hanya ada pelajar yang mendapatkan giliran piket.

Sebenarnya hanya dua: Nami dan Tati. Dua siswi lainnya tengah ada acara eskul, jadi mereka hutang piket besok. Sedari tadi, mereka menyapu barisan kelas, saling berjauhan. Hingga pukulan meja akibat gagang sapu itulah yang membuat Tati kaget.

"Lain kali, lo gak usah ngumbar aib gue." Nami berkata demikian sambil memukul meja.

"Apa maksud lo, Mi?" tanya Tati mengernyit, menghentikan kegiatan menyapunya. "Lo gak usah sok tau, ya."

"Gue denger semuanya, lo tau itu!" Langsung saja jiwa tomboy Nami keluar. Ia membanting sapu dan menendang meja sembarangan. "Lo kira gue kemarin udah pulang? Kagak! Gue dengar semua aib yang lo umbar! Lo ngumbar aib orang yang gak bersalah, Shakira jadi gak enak temenan sama orang!"

Tati pun menunduk, gadis berwajah tembam nan bulat itu hanya bisa berdiam diri.

"Heh!" Amukan Nami tidak berakhir di sini, ia menggebrak papan tulis putih dengan penghapus, lalu melemparkannya ke arah gadis tukang adu domba. "Lo dengar kagak ucapan gue?"

Tati tetap membisu, bahkan bahunya terangkat tak karuan.

"Makanya jadi orang jangan banyak bacot!" ketus Nami disertai dengan kedatangan Shakira yang selesai sholat ashar. Saat datang pun, Shakira hanya memasang wajah heran atas kedua temannya.

"Mi," Shakira menatap Nami yang datang dengan dua tas, "tadi lu ngapain—"

"Udah, mending kita pulang. Nih tas lo." Segera ia menyodorkan tas gendong pada Shakira dengan wajah dingin. "Gue udah selesai piket."

"Oh, ya udah." Shakira menerima barang yang Nami sodor, menggendongnya sembari menatap Tati dengan senyum lembut. "Gua sama Nami duluan. Assalamualaikum."

Tati baru membalas salam Shakira begitu kedua hawa itu benar-benar keluar kelas. Gadis berbadan buncit langsung terduduk lemas, tersedan hebat menggema ke seluruh sudut kelas yang ia huni.

Lain dengan Shakira dan Nami. Selama perjalanan lewat jalan kaki, mereka sama sekali tak mau bercakap. Baik itu Shakira ataupun Nami, keadaan berlangsung ramai akan deru kendaraan umum.

Sebenarnya, Shakira ingin bertukar cerita dengan Nami, saking penasaran dengan ucapan Egi waktu itu. Hm, ia kumpulkan ribuan nyali untuk sekedar mengobrol panjang dengan Nami.

"Makasih udah nutupi aib gue."

Shakira terlonjak kaget. Benarkah tadi Nami yang angkat bicara? Ia gelagapan mengerling. "M-maksud lu? G-gua? K-k-kapan gua nutupi—"

"Lo gak usah sok gak tau." Nami tersenyum manis. "Maaf udah bikin lo terlibat sama masalah gue sama Aji."

"L-lu dengar semuanya, ya." Shakira menjeda cukup lama sebelum akhirnya tertawa kecil. "Mi, boleh curhat kagak?"

"Curhat aja kali." Mereka berhenti di sisi jalan, menunggu angkutan umum datang. Namun, yang mereka lihat hanyalah kendaraan pribadi dan bus saja.

"Gua ... kepengen keluar dari rohis." []

yeeeiii, gak ngaret lagi! Jan lupa like yaa.

Reirin Mitsu

1
My atee
Luar biasa
Anggra
suka deh kak....lanjuttt😘😘😘
Anggra
lanjuttt kak...kerennn 😘😘😘
Reirin Mitsu: Halo! Terima kasih sudah mau baca novel saya yang berjudul He's So Shy. Saat ini, novel He's So Shy sudah tamat pada season 3, tapi bagian season 1 bisa kakak dapatkan dalam versi buku di gramedia.com.

Thank you! (/>○<)/
total 1 replies
Maybell
nice thor
Reirin Mitsu: Halo! Terima kasih sudah mau baca novel saya yang berjudul He's So Shy sampai akhir. Jika kakak suka, semoga kakak bisa memeluk He's So Shy versi buku di gramedia.com.

Thank you! (/>○<)/
total 1 replies
Doni Arera
yah kurang lengkap dong ceritanya lw separonya d media cetak mah😖
Reirin Mitsu: Hehe, maaf yaa.😅
total 1 replies
Sri Reni
Jd critany iklan y ... 🤭
Reirin Mitsu: Lebih disebut kabar sih, karena saya emang lagi fokus sama cerita di GWP.😅
total 1 replies
Sri Reni
GWP itu bkan noveltoon y ...
Reirin Mitsu: Bukan, Kak.
total 1 replies
Eka Comel
semangat udh aku like semuaa😉😉😉
Eka Comel
maaf ya ku baca nyicil dikit" ya thor..
Eka Comel: klo buru2 cpt tamat gk seru ,aku baca yg lain jg.. buka pesan aku
total 2 replies
Eka Comel
,bukunya mahal kah thorr
Reirin Mitsu: Gak kok, cuma 55000 aja.
total 1 replies
Linda
menjauh lebih baik karena dengan cara itu kita bermaksud menjaganya😌

semangat thorr nexttt❤️❤️❤️
Linda
jadi pengen gigit bibir😢

Next thorr
Eka Comel
like mendarat,thorr follow back dong
Reirin Mitsu: Done yaa.
total 1 replies
Linda
nextttt, kok aku jadi gregetan ya🙈
Linda
si Shakira dan Aji lagi jaga komitmen nih
Reirin Mitsu: Hiya hiya hiya.
total 1 replies
stay
semangat thor
Reirin Mitsu: Wah, makasih yaa. Moga betah bacanya sampai akhir.😍
total 1 replies
kelopak senja
keren 😃
Reirin Mitsu: Wah, makasih yaa. Moga kamu betah baca novel ini sampai akhir.
total 1 replies
Linda
thoor fedback novelku,like semua episodenya ya ehehhe
Linda
Fedback dong thorrr
Linda: Taubatnya Si Pendosa
total 2 replies
Linda
walah walah jannn, usia muda atau remaja memang sedang di Landa si merah jambu. Yang dimana wanita apabila ia di lontarkan dengan perkataan yang mungkin menurut orang lain tidak berguna dan sia-sia hatinya berbunga-bunga bagaikan diselimuti oleh taburan bunga yang bermekaran nan wangi.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!