Novel ini dalam tahap revisi.
Seorang wanita yang d tinggalkan saat sedang mengandung oleh pacar nya. Sampai akhirnya bertemu kembali 10 tahun kemudian yang membuat nya harus memulai perjalanan cinta nya kembali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cucu ku satu satu nya.
Doni memasuki kamar tidur,dia berbaring di tempat tidur dan memejamkan mata sejenak.
Lalu dia mengeluarkan handphone dari saku celananya,dia melihat Poto Putri sambil tersenyum tipis, sayang dia tidak sempat membelikan Putri sebuah handphone.
Sehingga dia tidak bisa menelpon atau sekedar mengirim pesan saat dia merindukan putrinya.
Tiba tiba Nyonya Fatma masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu,sehingga membuat Doni terkejut.
"Kamu sudah pulang Don?'' Tanya Nyonya Fatma.
"Mamih,lain kali kalo masuk ke kamar aku ketuk pintu dulu" Ucap Doni kesal sembari meletakan handphone nya di atas tempat tidur.
"Tadi mamih sudah mengetuk pintu ko,kamu nya aja yang kedengaran'' Jawab Nyonya Fatma.
"Ada apa mamih kesini,aku capek mau istirahat"
"Mamih cuma mau melihat kamu, gak boleh mamih kangen sama anak nya?''
"Ya udah, sekarang udah liat aku kan,aku capek akh,aku mandi dulu ya'' Jawab Doni sembari melangkah ke kamar mandi.
Nyonya Fatma tersenyum melihat anak kesayangan nya.
Lalu dia melihat handphone milik Doni yang masih menyala.
Dia meraih handphone tersebut, alangkah kagetnya ketika nyonya Fatma melihat poto seorang anak perempuan cantik yang berfoto bersama Doni.
Bukan hanya satu tapi ada beberapa buah,bahkan nyonya Fatma melihat Poto Iren bersama Putri sewaktu Doni memotret mereka di depan gerbang sekolah.
Nyonya Fatma masih syok dengan apa yang di lihatnya.
''Cucu ku... ''
Gumam nya dalam hati. Mata nya tampak berkaca kaca,sudah sejak lama dia mendambakan seorang cucu, terlebih lagi cucu perempuan.
Nyonya Fatma meletakkan kembali handphone anak nya lalu melangkah keluar dari kamar Doni.
Nyonya Fatma terduduk di kamarnya sambil termenung,mengingat kembali kejadian 10 tahun lalu.
Andai saja Waktu itu dia tidak egois dan tidak meragukan kehamilan iren, mungkin sekarang dia sudah berkumpul dengan cucu satu satunya.
Akhirnya dia bertekad akan mencari cucu nya kemana pun. dia tidak akan bertanya kepada Doni karena dia yakin Doni akan berbohong dan tidak memberitahukan dimana keberadaan cucu nya.
***
Hari berganti dan Waktu berlalu,sudah satu Minggu berlalu sejak kepulangan Doni ke Jakarta.
Nyonya Fatma pun masih belum berhasil menemukan alamat keberadaan cucu nya berada.
Ingin rasa nya dia menanyakan langsung kepada putra nya, tetapi hatinya ragu,dia takut Doni salah paham dan mengungkit perbuatan nya kepada Iren 10 tahun yang lalu.
Tetapi nyonya Fatma tidak memiliki pilihan lain selain langsung bertanya kepada Doni.
Akhirnya dia memberanikan diri bertanya secara langsung mengenai keberadaan Putri.
Malam hari ketika Doni hendak istirahat di kamarnya, Nyonya Fatma mengetuk pintu dan masuk ke kamar Doni. Nyonya Fatma memegang tangan doni sembari berkata.
"Don...!!" Ucapnya lirih.
''Kamu tahu kan mamih sangat menginginkan seorang cucu. apalagi cucu perempuan?'' Tambah nya lagi.
"Maksud mamih apa? mamih menyuruhku buru buru menikah dengan Jenny agar mamih bisa cepat mendapatkan cucu?" Tanya Doni yang tidak mengerti apa yang di maksud Ibu nya.
"Bukan itu yang mamih maksud Don, Mamih ingin bertemu dengan cucu Mamih"
Nyonya Fatma menghela nafasnya sebentar lalu meneruskan ucapannya.
"Mamih tau kamu bertemu dan tahu keberadaan putri anak kamu dari iren,mamih sangat ingin bertemu dengan dia''
"Maksud mamih apa? Dari mana mamih tau aku bertemu dengan mereka? Apa mamih memata matai aku selama ini? Tanya Doni dengan nada kesal.
"Tidak sayang. Mamih tau dari Poto yang ada di ponsel kamu,mamih lihat Poto anak itu 'Putri'' Dia cantik,lucu dan juga manis, mamih sangat ingin bertemu dengan dia" Ucap Nyonya Fatma.
"Untuk apa mamih ingin bertemu dengan dia,bukan kah dahulu mamih yang menolak mentah mentah keberadaan Putri waktu masih dalam kandungan Iren?" Ucap Doni menatap tajam nyonya Fatma.
"Iya Doni mamih mengaku salah,mamih tidak tahu kejadian nya akan seperti ini'' Jawab Nyonya Fatma.
"Atau andai saja mamih cerita sama aku tentang kehamilan iren mungkin sekarang mamih sudah bahagia dengan kehadiran Putri, anak aku'' Doni meluapkan emosi yang selama ini dia pendam.
Dengan berlinang air mata Nyonya Fatma mencoba menenangkan putra nya tersebut.
"Doni... Kamu tahu mamih sudah tua,mamih tidak tahu sampai kapan mamih bisa hidup di dunia ini, siapa tahu besok mamih meninggal. Mamih tidak rela jika harus mati tanpa bertemu dahulu dengan cucu mamih'' Ucap Nyonya Fatma berlinang air mata sambil
menggenggam erat tangan Doni.
Doni terlihat kaget mendengar perkataan ibu nya.
"Mamih... Kenapa mamih berkata begitu? Aku gak mau di tinggalin mamih,lebih baik aku yang meninggal duluan dari pada aku harus hidup tanpa mamih'' Ucap Doni memeluk ibu nya yang sedang menangis.
"Mamih mohon sama kamu,maafkan semua yang telah mamih perbuat pada Iren di masa lalu,mamih benar benar menyesal'' Ucap Nyonya Fatma sambil menangis di pelukan Doni.
"Aku udah maafin mamih ko. Aku akan mencari waktu yang tepat untuk mempertemukan mamih dengan putri. Mamih sabar dulu ya'' Janji Doni kepada ibunya.
Nyonya Fatma pun menganggukan kepala nya.
"Kamu pasti capek? Sekarang kamu istirahat ya'' Ucap nyonya Fatma sambil melepaskan pelukan Doni dan kemudian melangkah keluar dari dalam kamar.
***
Tiga hari kemudian Doni mengajukan permohonan cuti kepada pihak Rumah Sakit.
Dia berniat mempertemukan ibunya dengan putri,meski dia sendiri tidak yakin apakah Iren akan mengijinkan ibunya untuk bertemu dengan Putri.
Dia hanya ingin memenuhi keinginan ibunya,dan merasa kalau ibu nya sudah benar benar menyesali perbuatan nya di masa lalu.
Akhirnya waktu nya pun tiba,Doni benar benar mengajak Nyonya Fatma untuk bertemu Putri.
Dengan menempuh perjalanan sekitar 5 jam akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.
Doni membuka pintu mobil untuk nyonya nya. Nyonya Fatma keluar dari mobil dan takjub dengan pemandangan indah yang berada di depan matanya di tambah udara segar serta angin sepoy sepoy yang berhembus pelan.
Mata nya akhirnya tertuju pada seorang anak perempuan cantik yang sedang bermain di depan rumah sederhana milik Iren. Terlihat senyum bahagia dari bibir nyonya Fatma.
Dengan di tuntun Doni nyonya fatma menghampiri Putri.
Putri yang sadar dengan kedatangan Doni akhirnya berlari menghampiri dengan senyum gembira.
"Om Dokter...'' Sapa Putri sembari memeluk Doni.
Doni pun jongkok membalas pelukan Putri.
"Apa kabar putri? Kamu sehat kan ?" Tanya Doni.
"Sehat om,,,! oh ia ini siapa om" Tanya Putri.
"Kenalin ini ibu om dokter,kamu boleh memanggilnya Oma, anggap saja dia adalah nenek kamu'' Jelas Doni kepada Putri.
"Halo Putri sayang... Ini Oma Fatma,kita pernah bertemu sekali lho di rumah sakit. Kamu ingat tidak?" Sapa Nyonya Fatma kepada Putri.
"Iya ingat Oma" Jawab Putri dengan tersenyum lebar.
"Boleh tidak Oma memeluk kamu?'' Pinta nyonya fatma kepada Putri.
" Iya boleh Oma''
Nyonya Fatma memeluk putri,membelai rambutnya sambil menahan tangis.
''Maafkan Oma sayang..."
ucapnya di dalam hati..
'Oma berjanji akan menebus semua kesalahan Oma...'
Batin nya kembali berucap
Doni terdiam menyaksikan pertemuan ibunya dengan Putri. Ada rasa haru terselip di hati nya,dan ada sebuah harapan kecil semoga ibunya bisa menerima kehadiran Iren dan bersedia untuk membatalkan pernikahan nya dengan Jenny.
*****
komplit mendukungmu thor