Bencana terjadi kekacauan dimana mana, langit berubah berwarna merah darah, sebuah gerbang dimensi muncul mengeluarkan monster yang tak terhitung jumlahnya. Mayat manusia berceceran dimana-mana, disaat manusia terancam punah berkah turun dari langit manusia manusia terpilih mendapatkan kemampuan untuk melawan monster mereka disebut Hunter....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ASKING, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 16 Menyatakan Perasaan
Setelah selesai melihat status Kai Alfa bersiap siap untuk pergi keluar dari gate namun saat ia melihat Kai seperti ada yang berubah, setelah memeriksanya sekarang Kai tumbuh lebih besar dan di punggungnya tumbuh sayap kecil
Alfa senang dengan pertumbuhan Kai yang cepat dengan begitu ia bisa lebih cepat membantu dalam pertarungan dan juga mungkin ia bisa menungganginya terbang di langit, memikirkannya itu semua membuat Alfa senyum senyum sendiri
Namun Alfa memikirkannya lagi jika ukuran Kai menjadi besar maka akan sulit membawanya kemana mana, saat ia pusing bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut tiba tiba muncul System yang menyelesaikan masalahnya
[ Ding ]
[ Kai bisa berubah bentuk menjadi kecil mengikuti sesuai keinginan tuan ]
Setelah mendapat jawaban dari System Alfa mencobanya ia menyuruh Kai untuk berubah ke bentuk semulanya, Kai berubah dari yang semula lebih besar dan mempunyai sayap kecil kini menjadi kecil lagi dan terlihat imut
Karna masalahnya telah terselesaikan kini gilirannya untuk bekerja lagi Alfa harus mengumpulkan semua mayat monster untuk dijual ke Asosiasi Hunter, karna kebanyakan mayat hangus terbakar mungkin kali ini ia akan mendapatkan sedikit bayaran dari pada biasanya
Alfa mengeluarkan beberapa prajuritnya dan menyuruhnya untuk mengumpulkan mayat mayat goblin yang masih bisa dijual termasuk juga pemimpin goblin karna mayatnya masih bagus, setelah semuanya terkumpul Alfa mencoba memasukan semua mayat tersebut ke dalam Inventorinya agar lebih mudah membawanya
Setelah semua selesai Alfa keluar dari gate karna ia menyelesaikan sendiri tidak ada orang lain yang berada disana, ia pun kembali ke gedung Asosiasi Hunter untuk menjual mayat monster yang dibawanya
Sesampainya di gedung Asosiasi Hunter Alfa langsung pergi ke bagian penjualan barang, ia mengeluarkan semua monster yang telah dibawanya lalu menunggu pengecekan harga, setelah menunggu beberapa menit akhirnya selesai pengecekan harga ia pun langsung dibayar lewat rekeningnya
Setelah selesai menjual seluruh mayat monster Alfa berencana langsung pulang ke rumah namun saat akan keluar dari gedung Asosiasi Hunter ia melihat Risa ada disana, " Hai Risa " Alfa menyapanya dari kejauhan, Risa sepontan menoleh dari asal suara tersebut saat ia tahu bahwa yang menyapanya adalah Alfa ia langsung berjalan mendekat sambil menjawabnya " Hai Alfa ", setelah mereka sudah dekat Alfa bertanya kepada Risa " Apa yang kamu lakukan disini? " Risa pun menjawab " Aku baru saja selesai melakukan misi "
" Ayo pergi ke kafe didekat sini " Karna berbicara sambil berdiri kurang nyaman Alfa mengajak Risa untuk pergi ke kafe terdekat, Risa mengiyakannya ajakan Alfa dengan menganggukkan kepalanya
Setelah sampai di kafe Risa dan Alfa duduk berhadapan, Alfa memesan kopi sedangkan Risa memesan es coklat, Alfa dan Risa berbicang bincang santai sambil menikmati minuman mereka
Saat mereka sedang asik berbicara tiba tiba raut muka Risa menjadi sedih, " Kamu kenapa Risa? " Alfa mencoba bertanya kepada Risa, Risa tidak langsung menjawab pertanyaan Alfa setelah ia tenang Risa bercerita kepada Alfa bahwa dirinya di jodohkan oleh ibunya dengan Evan
Alfa kaget mendengarkan cerita Risa ia tidak menyangka bahwa dia akan dijodohkan dengan orang yang membuatnya kesal saat menghadiri ulang tahun Risa
" Tenanglah jika kamu tidak mau dijodohkan dengannya coba katakan pada ibumu dengan baik baik " Alfa mencoba menenangkan Risa dengan memberinya saran, lalu tiba tiba Risa berdiri dan memeluk Alfa " Sebenarnya aku menyukaimu sejak kamu menyelamatkanku dulu " Risa mengungkapkan perasaannya sambil memeluk Alfa
Alfa tidak menyangka bahwa Risa menyukai dirinya seakan akan ini hanyalah mimpi, Alfa mencoba menenangkan diri ia melihat wajah Risa matanya mengeluarkan air mata, " Sebenarnya aku juga menyukaimu tapi aku tidak berpikir pantas untukmu " Alfa pun mengungkapkan perasaannya juga, saat Risa mendengar jawaban dari Alfa ia menjadi senang " Tidak apa apa aku tidak peduli dengan yang lain aku hanya ingin dirimu, ayo kita berpacaran! " mendengar jawaban dari Risa Alfa sedikit tidak percaya bisa berpacaran dengannya
" Baiklah sekarang kita adalah sepasang kekasih " Alfa menjawabnya sambil malu malu, Risa yang melihat wajah malu malu Alfa menjadi tertawa untuk sekarang ia melupakan masalah dengan ibunya
Setelah itu mereka melanjutkan makan bersama, setelah selesai makan mereka keluar dari kafe sambil Risa menggandeng tangan Alfa, Alfa sedikit canggung karna ini pertama kalinya dirinya bergandengan dengan wanita
Alfa mengantarkan Risa pulang sampai rumahnya setelah itu ia juga akan pulang, saat Alfa akan pergi tiba tiba Risa menariknya dan menciumnya setelah itu ia berlari masuk ke dalam rumahnya, terlihat wajah Risa berubah menjadi merah ia malu dan tidak percaya dirinya berciuman dengan Alfa, begitu juga Alfa ia masih ling lung dengan apa yang baru saja terjadi ia tidak menyangka Risa akan mencium dirinya, saat Alfa tersadar ia menjadi senyum senyum sendiri ia masih mengingat saat Risa menciumnya
Alfa pulang kerumah dengan penuh kebahagiaan bahkan saat sudah sampai dirumah ia masih memikirkan Risa, Karin yang melihat tingkah laku aneh kakaknya menjadi penasaran
Karin mengendap endap ingin mengagetkan kakanya dari belakang " Baaa " teriak Risa mengagetkan kakaknya, Alfa yang melamun memikirkan Risa kaget dengan kemunculan adiknya ia hampir melompat dari tempatnya duduk, Karin yang melihat kakaknya kaget sampai hampir melompat menjadi tertawa terbahak bahak
" Kakak kenapa kamu melamun sampai seperti itu?, apakah kamu memikirkan seorang wanita " tanya Karin penasaran, Alfa yang ingin memarahi adiknya tidak jadi karna pertanyaan dari Karin, " Hahaha ya karna sekarang aku sudah punya pacar " jawab Alfa sambil tertawa
Karin tidak menyangka ternyata kakaknya mempunyai pacar, " Ckk ternyata memang memikirkan wanita " jawab Karin sedikit kesal, Alfa yang tau adiknya kesal ia ingin menggodanya " Apakah adik kecilku cemburu kakaknya mempunyai pacar " goda Alfa sambil mengacak acak rambut Karin
" Siapa juga yang cemburu, Kamu harus mengenalkan pacarmu kepadaku aku ingin melihatnya " jawba Karin yang kesal dengan kakaknya, " Hahaha tentu saja kapan kapan akan ku ajak dia kesini " Jawab Alfa yang senang karna bisa mempermainkan adiknya
Setelah itu Karin pergi membawa Kai bersamanya ke kamarnya sepertinya ia masih kesal dengan kakaknya, Alfa yang melihat adiknya pergi dengan kesal hanya tertawa kecil ia melanjutkan bersantai menonton tv
Setelah puas bermain bersama Kai Karin keluar dari kamarnya untuk memasak makan malam, Kai juga menghampiri Alfa dan bersantai di atas perut Alfa, setelah selesai memasak mereka makan malam bersama Alfa juga memberikan daging kepada Kai mereka makan dengan sangat lahap
Selesai makan Alfa pergi membersihkan diri lalu bersantai menonton tv bersama Karin dan Kai, mereka menonton tv sampai malam setelah selesai menonton tv Alfa pergi ke kamarnya dan beristirahat
banyakin cari referensi dari novel lain