NovelToon NovelToon
Cinta Pertama Tuan Mafia

Cinta Pertama Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sunshine_2

"Lepaskan tanganmu, jangan sampai tangan lunakmu ini sedikit saja menyentuh tubuhnya atau sampai menyakitinya!" ucap seorang pria menepis tangan penjaga dengan tatapan tajam dan dingin.

Pria itu langsung menarik Sera dan memeluk tubuhnya menatap lembut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sunshine_2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Malam hari setelah acara selesai, Altas membawa Sera ke kamar mereka, yang mana sudah hampir 3 jam Sera tak kunjung sadar. Altas pun melepas pakaian Sera dan menutupinya dengan selimut. Karena tentunya tidur dengan pakaian seperti itu sangat tidak nyaman.

Altas berbaring di samping Sera melihat dengan begitu dekat memberikan belaian lembut ke wajah Sera. Setiap melihat Sera, Altas seolah tidak bisa menahan dirinya untuk lebih dekat dari itu. Ia pun memberikan kecupan hangat ke bibir Sera.

"Maafkan aku tidak bisa menjagamu tadi, jika aku tidak datang tepat waktu entah apa yang akan di lakukan baj*ngan itu. Aku salah, sudah mengundangnya kemari."

Tak berselang lama, Sera pun terbangun namun dengan keadaan bius yang belum hilang, ia menatap Altas dengan senyum dan mata sayu.

Karena pengaruh bius, Sera bicara melantur sembari menggoda Altas.

"Kenapa kau hanya melihatku sayang, apakah kau tidak ingin mendekati dan melakukan sesuatu begitu?"

Malam itu, Sera pun seolah mengeluarkan isi hatinya, ia mengatakan kalau ia sudah mulai mencintai suaminya itu.

"Kau membuatku gila, entah kenapa setiap di dekatmu jantungku berdebar begitu kencang. Aku ingin selalu dekat denganmu, dan lebih dekat lagi. Ayo lakukan itu sayang" memeluk erat tubuh Altas.

Karena ucapan dan rayuan Sera itu, Altas juga tak bisa menahan dirinya untuk melakukan sesuatu hal yang lebih malam itu, dan adegan itu pun terulang lagi.

Mereka berdua pun sama-sama merasakan kenikmatan itu, "Emmh, sayangg"

"Hati-hati sayang, itu sedikit sakit" lanjut Sera.

Senyum Altas melihat wajah Sera yang begitu menikmatinya, "Kau sangat menikmati ya."

Altas pun semakin bersemangat mencium tiap bagian tubuh Sera dengan brutal, dan tanpa sadar Sera pun ikut bermain dan mengambil alih posisi.

"Kau sudah jauh lebih lihai dari yang kuduga, sayang. Ayo lakukan lagi sayang!"

"Aku mencintaimu, Tuan Tanica"

"Aku jauh lebih mencintaimu, sayang!"

Setelah kejadian itu mereka pun tertidur sambil berpeluk, dan tiba-tiba Sera terbangun tengah malam karena merasa perutnya sangat lapar. Melihat ke atas wajah Altas, yang mana ia berada di pelukan suaminya. Lirihnya mencoba bergerak sedikit demi sedikit agar Altas tidak bangun karenanya.

Namun, usahanya itu sia-sia dan Altas pun akhirnya ikut terbangun.

"Emhh, kau sudah bangun sayang?" melihat jam yang masih tengah malam dengan mata sayu.

"Ada apa?" lanjut Altas.

Sera pun mengatakan kalau perutnya terasa sangat lapar dan berniat untuk membuat makanan instan di dapur.

"Aku tidak ingin membangunkanmu, tapi kau malah terbangun karenaku. Tak apa biar aku buatkan juga untukmu" terduduk Sera merasakan sakit.

"Awww!"

Sigap Altas ikut duduk memgang perut Sera sembari bertanya apa yang ia rasakan, "Apakah sakit?"

Kerut alis Sera penasaran karena ia tak sadar apa yang sedang terjadi padanya sehingga membuat bagian tubuhnya sakit. Ia hanya teringat kejadian saat Elbert memaksanya.

"Apa yang terjadi, apa semua baik-baik saja?"

Singkat Altas menjelaskan dan mengatakan kalau semua baik-baik saja dan tidak terjadi apa-apa dengannya sembari memeluk Sera.

"Lalu?"

"Apakah istriku ini sama sekali tidak ingat sudah memebuat malam ini terasa sangat indah bersama suamimu ini?"

Kerut alis Sera, "Kau?"

"Bukan aku, tapi kau yang memaksa dan merayuku. Aku hanya mengikuti saja" sumringah Altas.

"Menyebalkan!. Aku lapar, aku ingin buat mie instan."

Altas pun meminta Sera untuk tetap di kamar, dan mengatakan kalau ia yang akan membuatkan makanan untuknya. Ejek Sera bertanya apakah seorang mafia bisa memasak.

"Jangan mengejekku, hanya mie instan itu sangat mudah. Tunggu disini sayang, biarkan suamimu ini melayanimu. Dan terimakasih tadi sudah melayani suamimu ini."

Cemberut Sera salah tingkah.

"Oh iya, atau mau dibuatkan yang lain?" lanjut Altas.

"Tidak , aku hanya ingin mie instan saja. Buat satu lagi untukmu, kita akan makan bersama."

"Baiklah," turun dari kasur kembali mencium pipi Sera lalu keluar kamar.

"Dia sangat romantis" senyum Sera.

15 menit berlalu, Altas pun datang dengan sepiring mie instan dengan protein tambahan seperti udang, telur dan sepiring buah-buahan tak lupa secangkir jus yang ia buat.

Melihat itu Sera pun bertanya apakah semua itu disiapkan oleh Altas, "Iyalah, ini aku buatkan untuk istriku yang kelaparan saat tengah malam" ucap Altas duduk menyuapi Sera.

"Minum Jus ini."

Mereka pun makan bersama hingga habis tak tersisa membuat perut Sera kekenyangan.

"Ahh kenyang sekali, terimakasih ya."

"Sama-sama, sayang. Duduk dulu dan setelah itu kembali tidur. Jika perlu apapun di malam hari bangunkan saja aku, aku tidak masalah."

"Tidaklah, aku bisa membuatnya sendiri. Aku jika sebenarnya tidak ingin terlalu merepotkan mu."

"Sama sekali tidak merepotkan sayang, apalagi untuk seorang wanita yang mengatakan bagitu mencintaiku. Itu membuatku semakin bersemangat."

Sejenak Sera terdiam berfikir dan bertanya pada Altas dengan wajah penasaran dan lucu siapa sebenarnya yang ia maksud.

"Siapa lagi."

"Apa kau menuduhku?"

Mendekatkan wajah berbisik, "Bukan menuduh, semua itu terucap dengan jelas dari mulut istriku ini."

"Tidak, kapan aku mengatakannya."

"Saat kita menikmatinya semalam," curi-curi pandangan melihat wajah Sera yang memerah cemas.

"Kau bohong kan, aku pasti tidak mengatakannya bukan?" cemas.

Senyum Altas membenarkan ucapannya kalau hal itu tidak bohong dan meminta Sera untuk tidak perlu menutupi perasaannya.

"Tidak sampai satu bulan kan?" goda Altas.

Altas mencium kening Sera dan memintanya untuk kembali tidur dan tidak memikirkan yang sudah terjadi.

"Mengakuinya tidak seburuk itu, sayang. Aku jauh lebih mencintaimu!"

"Kau selalu mencium keningku apakah kau mencoba mengguna-gunaiku untuk memikat ku?" lucu Sera dengan tangan merangkak-rwngkak berbaring tidur.

Tawa lepas Altas mendengar ucapan Sera mengatakan kalau ia memang seorang mafia yang melakukan bisnis gelap, tapi bukan berarti ia ada di dunia gelap (dunia gaib).

"Aku tidak ada di zaman seperti itu, sayang. Konyol sekali!" mencium gemas Sera berkali-kali.

"Ahhh, sudah" malu-malu Sera.

...

1
Sunshine_2
Hai guys bantu dukung karya pertama aku ya, dengan like, komen, subscribe dan boleh kasih tip juga ya, terimakasih 🥰.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!