Tepat di hari pernikahan Aaron.
Zianca dan Aaron akhirnya di pertemukan kembali setelah berpisah selama bertahun-tahun. Ternyata kini Zianca tengah menjalin hubungan dengan kakak laki-laki Aaron, Lucas pria dingin dan misterius itu kini sangat mencintai dan terobsesi dengan sosok Zianca. Namun di balik hubungan Zianca dan Lucas, ada rahasia besar di dalamnya.
Setelah kembali bertemu, Zianca dan Aaron perlahan memperbaiki hubungan pertemanan mereka. Namun, siapa sangka jika Aaron masih menaruh hati padanya. Lucas yang menyadari hubungan antara Aaron dan Zianca yang tampak tak biasa itu mulai terganggu, ia mulai bersikap semakin posesif dan over-reaction terhadap Zianca, bahkan ia sampai menyakiti Zianca tanpa ia sadari.
Perselisihan semakin memanas di antara ketiganya, hingga akhirnya Lucas sadar jika Zianca selama ini tidak mencintainya, melainkan ingin membalas dendam padanya atas kemaatian kakak perempuannya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunita tri maryadi Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 16 : Obrolan A-Z
Tiba di parkiran hal pertama yang di lakukan Aaron adalah membukakan pintu mobil untuk Zianca. Kemudian setelah itu dia masuk ke dalam ia tampak meraih sesuatu di kursi belakang, ternyata sweaternya. Ia kemudian kembali menutupi paha Zianca yang terbuka dengan sweaternya.
"Jangan pakai pakaian kayak gini lagi.. oke??" Ujarnya lirih menatap Zianca intens.
Zianca hanya bisa mengangguk pasrah.
Aaron mengelus rambut Zianca.
"Coba aja kamu selalu patuh kayak gini.." gumamnya tersenyum.
Zianca segera menepis tangan itu dengan senyuman sinis.
Aaron hanya terkekeh melihat senyuman sinis Zianca. Ia segera mengemudikan mobilnya keluar dari parkiran yang penuh sesak itu.
Selama di jalan Aaron memutar satu album lagu-lagu milik Adele. Dia tau jika Zianca fans-nya Adele.
"Kita mau kemana?"
"Pulang.." jawab Zianca singkat.
"Makan dulu ya.. aku laper banget nih.." rengeknya cemberut.
"Yaudah.." angguk Zianca setuju.
Aaron tampak mendatangi sebuah resto yang tampak tidak begitu ramai, namun disana tampak sangat nyaman.
"Kita makan disini aja ya.. nggak pa-pa kan??" Tanya Aaron membuka safety-belt nya.
"Nggak pa-pa kok.." angguk Zianca segera melepas safety-belt nya.
Aaron tampak lebih dulu turun dan setengah berlari menuju ke arah pintu Zianca, namun Zianca sudah lebih dulu membukanya.
"Ada apa?" Tanya Zianca bingung.
Aaron tampak meraih sweaternya. Lalu mengikatkan sweater itu di pinggang Zianca. Kini sweater itu menutupi bagian pinggang hingga ke bawah lutut Zianca.
"Kayak gini lebih baikkan.." ujarnya tersenyum.
Zianca lagi-lagi merasa deg-degan dan nyaman saat di perlakukan penuh perhatian seperti itu. Jujur saja, bahkan Zianca belum pernah merasakan apa yang di katakan Fina dan Puput, betapa romantisnya berpacaran saat masih remaja. Dan Zianca menambahkan note di setiap ucapan mereka "jika bertemu pria yang tepat.." dan Zianca berharap suatu saat dia bertemu pria yang tepat.
Pria yang mencintai dan menyayanginya sepenuh hati, setia, serta bertanggung jawab.
****
Mereka menikmati makanan yang telah di pesan sesuai rekomendasi Aaron. Ternyata nasi goreng seafood super pedas yang dibawakan Aaron tadi malam adalah nasi goreng dari tempat itu.
Tak lama ponselnya bergetar. Dia memandang cukup lama layar ponsel itu dan tampak sedang berpikir.
"Kenapa nggak di angkat??" Tanya Zianca penasaran.
"Aku nggak kenal nomor ini.." ujarnya menunjukkan layar ponselnya pada Zianca. Zianca melihat dengan seksama nomor ponsel itu kemudian tersadar jika itu nomor ponsel Fina.
"Eh.. ini nomer Fina.." ujarnya yakin.
Aaron pun segera menerima panggilan itu.
"Ada apa?" Jawabnya datar.
"Hmm.. berapa?? Oh.. yaudah.. kirim nomor rekening lo sekarang.." jawabnya santai segera memutus panggilan itu.
Beberapa saat Aaron tampak fokus pada ponselnya, kemudian kembali menyimpan ponselnya ke dalam saku.
"Fina bilang apa??" Zianca benar-benar di buat penasaran oleh Aaron.
"Nggak ada kok.." gelengnya berbohong, dia tampak kembali menikmati makanannya.
"Jadi.. yang kemarin datang ke sekolah pacar kamu kan??" Imbuh Zianca memulai percakapan.
"Enggak kok.. cuma mantan.." jawabnya santai.
'Wah.. bahkan dia tidak berbasa-basi untuk membuat alasan.. sepertinya dia memang nggak mau nutup-nutupin apapun.. artinya dia udah nggak peduli lagi sama perempuan siluman itu..' batin Zianca lega.
"Terus ada apa kamu sama Fina??" Pancing Zianca.
"Oh.. malam itu aku ketemu Fina lagi sama gebetannya di cafe tongkrongan aku sama Tyo dan Dino.. terus aku yakin banget dia pasti ngeliat aku lagi di deketin Olivia.. jadi aku pikir dia pasti ngomong yang nggak-nggak sama kamu.." jelasnya tenang.
'Oh.. namanya Olivia..' batin Zianca lagi.
"Terus.. kalau misalnya aku percaya sama yang dibilang Fina gimana??"
"Ya aku pasti bakal terus kejar kamu lah buat jelasin semuanya.." jawabnya dengan santai namun penuh keyakinan.
Zianca pun tersenyum dan tersipu malu tanpa di sadarinya.
"Kamu cemburu??" Timpal Aaron.
"Hah? Aku? Cemburu?? Ya enggak lah.." gelak Zianca canggung.
Aaron hanya tertawa kecil.
"Jadi.. kenapa kalian putus?" Tanya Zianca semakin penasaran.
"Apa kamu benar-benar penasaran??" Aaron menatap Zianca curiga.
"Nggak kok.. aku cuma nanya aja.. nggak mau cerita juga nggak pa-pa.." gerutu Zianca menenggak orange juice nya.
"Dia tidur sama laki-laki lain.."
Uhuk !! Uhuk !!
Zianca tersedak dan terbatuk-batuk mendengar jawaban Aaron. Dengan sigap Aaron segera mendekati Zianca, menepuk-nepuk pundaknya lembut, lalu menyodorkan air mineral padanya.
"Aku sudah menyangka reaksimu akan seperti ini.." gumamnya lirih segera duduk ke kursinya.
Zianca masih menepuk-nepuk dadanya pelan.
"Apa kamu nggak pernah mencurigainya??" Tanya Zianca heran.
"Malam itu aku mencurigainya.. biasanya aku hanya selalu memberi kepercayaanku padanya.. mempercayai semua perkataannya.. sedetikpun aku tidak pernah berpikiran buruk tentangnya.. tapi malam itu aku merasa sangat mencurigainya.. dia meneleponku dan mengatakan jika dia sedang sakit, butuh uang untuk berobat.. aku ingin mengantarnya berobat, tapi dia menolak.. dia bilang hanya perlu uang untuk membeli obat.. jadi aku mengiriminya sejumlah uang agar dia bisa membeli obat yang paling bagus.. tapi setelah aku mengiriminya uang dia mengalihkan panggilanku dan mematikan ponselnya.. tentu hal itu membuatku sangat khawatir.. jadi aku mendatangi apartmennya.. ternyata.. dia sedang bercumbu dengan pria lain sambil mabuk-mabukan.." jelas Aaron dengan tatapan kosong.
"Ternyata dia benar-benar siluman ular.." gumam Zianca lirih yang ternyata di dengar oleh Aaron.
"Betul !! Dia memang siluman ular.. dia menggigitku dan memberikan racun padaku.. andai saja aku bisa sadar lebih cepat.." sahutnya setuju.
Zianca hanya terbengong mendengar ucapan Aaron.
"Bagaimana kamu bisa sebodoh itu??"
"Mommy bilang karena aku dibutakan oleh rasa cintaku padanya.."
"Dan cintamu membuatmu menjadi sangat bodoh.."
"Aku setuju dengan ucapanmu itu.." sahutnya lagi.
"Itu kenapa aku takut saat kamu memblokir nomorku tadi malam.. aku melihatmu tampak sangat sakit.. lalu tiba-tiba tidak bisa di hubungi.. maksudku.. aku tidak berpikir kalau kamu melakukan hal buruk.. tapi aku khawatir jika hal buruk terjadi padamu.."
"Aku bahkan hanya selalu berada di rumah.. hal buruk apa yang bisa terjadi padaku??"
"Tampaknya aku mengkhawatirkanmu terlalu berlebihan.. tapi setidaknya aku menangkap basahmu hari ini.." timpalnya melotot.
"Apa maksudmu??"
"Kemarin kamu berlagak sakit dan tampak sangat menyedihkan tapi hari ini aku menangkapmu berdandan dengan pakaian seperti ini.." gerutunya.
"Aku benar-benar sakit.. bahkan haru ini merasa lebih baik setelah meminum obat dan vitamin darimu.. emangnya kenapa? Lagian aku punya alasan untuk semuanya.." celetuk Zianca membela diri.
"Apa alasanmu berdandan dan berpakaian seperti ini karena cowok mata keranjang itu?? Apa kamu nggak sadar kalau dia terus memelototimu dari pinggang hingga ke pahamu.. dia bahkan terlihat ingin menerkammu.."
"Apa katamu??"
"Kenapa kalian para perempuan selalu menempatkan diri kalian dalam bahaya? Bukankah itu justru memancing seseorang untuk berniat jahat??" Tukasnya lagi.
"Untung saja tadi malam Om Ryo memberitahuku jika kalian akan pergi menonton hari ini.. kalau tidak, bisa saja dia melakukan hal buruk padamu.."
"Om Ryo?? Maksud kamu papa aku??"
"Ya iyalah.. papa kamu kira aku ikut pergi kalian, jadi dia menyuruhku untuk menjagamu karena kamu tampak sedang tidak sehat, tapi dia juga tidak bisa membiarkanmu terus terkurung di rumah.." jelas Aaron.
"Darimana kamu tau aku di mal ini??"
"Aku liat mobil si mata keranjang itu keluar dari gerbang komplek.. terus aku ikutin.."
"Kamu tau itu mobil Raka?? Aku bahkan nggak pernah tau kalau dia punya mobil.."
"Aku pernah melihatnya beberapa kali, bahkan stiker mencolok di mobilnya sangat norak, jadi sangat mudah untuk di tandai.." Aaron mengejek Raka dengan penuh kepuasan.
"Lagipula Raka itu orang baik kok.."
"Kalau hal buruk sudah terjadi.. baru kamu akan menyesalinya.." gerutu Aaron sinis.
"Kamu pikir aku terlalu gampang??"Celetuk Zianca terdengar marah.
"Bahkan kamu tidak menangkap maksudku.." gerutu Aaron merasa di salah artikan.
Kaka gak ada akhlak