Aku naima umurku 19 tahun.Aku tak tau siapa orang tua ku yang aku tau aku hidup bersama ibu panti ku " ibu sari".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rahmaza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16.Keraguan Naima
Dear Diary....
Ketika hati telah memilih mulut pun tak sanggup berkata tidak, ketika hati yang tersakiti air mata lah yang berbicara, terkadang ada rasa keraguan di hati ku untuk terus bersama diri nya, tapi aku tak sanggup untuk menjauh dari nya, karena aku mencintai nya, sangat mencintai nya.
Naima menutup diary kesayangan nya, sambil sesekali menghela nafas panjang.. ada keraguan di dasar hati nya tapi dia tak tau itu apa, Naima mencoba mencari tau tapi tetap saja tidak bisa.. hanya Diary kesayangan nya lah yang tau isi hati nya..
untuk berkeluh kesah dengan Ibu Sari rasanya begitu segan walaupun Ibu Sari sangat dekat dengan nya. Tapi walau bagaimanapun walau Naima menyimpan rahasia Ibu Sari selalu tau apa yang ada di dalam hati anak asuhnya itu.
Naima bergegas keluar kamar bermaksud jalan jalan sebentar untuk mencari udara segar, sampai lah dia di taman favorit nya.. tempat di mana pertama kali dia bertemu dengan Alex pangeran hati nya.Kesan pertama yang konyol.. Naima tersenyum mengingat masa itu.
Naima duduk di kursi taman sambil memandang kedepan dengan tatapan yang kosong.. tiba-tiba ada yang menepuk bahu Naima membuat sang pemilik bahu terkejut, sambil menoleh kebelakang...
"Astaga Ibu, Ibu buat Naima kaget aja.. ngapain ibu di sini?!" Tanya Naima sambil mengulurkan tangan nya ke Ibu Sari agar duduk di samping nya.
"Ibu dari pasar nak, kebetulan ibu lewat sini eh ternyata kamu lagi bengong kayak sapi ompong" jelas ibu Sari, becandaan bu Sari buat Naima tertawa.
" Ibu bisa aja kenapa gak sekalian aja kambingnya yang ompong, hahahahaha" Naima tertawa sambil kepala nya mendongak ke atas.
Ibu Sari memegang tangan Naima dengan erat dan memeluk nya penuh dengan kehangatan, Naima pun membalas pelukan ibu Sari dengan kasih sayang.
"Nai rindu mama" ucap Naima setengah berbisik tapi itu bisa di dengar oleh ibu Sari, di usap nya cepat-cepat air mata yang menetes di pipi.
" Nai yuk pulang sayang udah hampir siang hari makin panas, apa lagi ibu belum masak buat adek-adek kamu " ucap ibu Sari sambil menggandeng tangan Naima untuk berjalan bersama.
Nai sayang ibu berjanji nanti malam ibu akan cerita kan semuanya tentang kamu, walaupun ini sangat lah berat karena ibu tak mau kehilangan kamu nak, ibu sayang kamu... batin ibu berkata lirih dan penuh kesedihan.
🍁🍁🍁
Di kampus semua para ladys berteriak histeris karena kedatangan mahasiswa baru yang tak lain adalah Darren sepupu dari Alex. Ada yang minta foto bareng, ada yang minta nomor hp.. Darren mendadak menjadi hot news di campus.
Sedangkan di kantin tiga orang yang memandang dengan wajah jengah melihat tingkah mereka yang gelay banget.
"noh liat Lex sepupu lu udah jadi artis papan atas gue kok jadi gelay ya ngeliat nya" ucap Sigit sambil menyuap bakso rudal nya yang ternyata salah masuk, bukan nya kedalam mulut malah kehidung.
" Dih bakso laknat kok lu masuk hidung gue sih.. is.. is.. dasar"
" gelo' lu bakso di salahkan.. lu nya aja makan gak fokus.. makanya kalau makan pake mulut jangan pakai hidung hahahahhaha somplak lu" ucap Alex sambil memegang perut nya yang geli melihat tingkah Sigit yang somplak.
Anita hanya bisa gelang- geleng kepala melihat tingkah teman nya,sesekali Anita melirik di luar sana tanpa sengaja mereka beradu pandang.. dan itu membuat Anita jengah dan mengalihkan pandangan nya.
Alex yang melihat Anita begitu hanya bisa menghela nafas.
Andai kan kamu tak selingkuh pasti aku akan tetap sayang kamu nit.. batin Alex berkata.
Bersambung...
jangan lupa ritual nya ya... terimakasih 🙏💕
next 🌹🌹🌹