NovelToon NovelToon
Cinta Sang Penguasa

Cinta Sang Penguasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintapertama / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:526.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: TereLiye21

Warning 21+
Dosa tanggung sendiri jika melanggar😚😚

Jonathan, seorang penguasa pemilik Asian Grup, berusaha mencari cinta pertamanya yang bernama Keynara Anastasia, untuk membalas dendam atas pembullyan yang terjadi saat masa sekolah..

Setelah beberapa tahun mencari, keduanya di pertemukan di sebuah acara pernikahan. Jonathan tidak ingin kehilangan lagi, sehingga jeratan pernikahan langsung di lilitkan kuat pada leher Nara..

Setelah pernikahan terjadi, Jonathan baru menyadari jika Nara tidak seperti dulu. Dia bukan lagi Nara yang jahat dan penuh ambisi dan berubah menjadi Nara yang polos bahkan cenderung bodoh..

Namun di balik sikap polosnya, Nara menyembunyikan sisi gelap yang mungkin akan bisa bangkit kapan saja. Sisi yang tidak di ketahui oleh siapapun tidak terkecuali Ayahnya sendiri...

Cerita ini mengandung unsur dewasa💦 Kekerasan 💢dan bahasa yang sedikit fulgar...
Harap bijak dalam membaca...

Ini karya pertamaku...
Silahkan klik ♥️, like dan share sebanyak-banyaknya..

~Tere Liye

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TereLiye21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 15

"Apa istri Tuan pernah mengalami kecelakaan?" Mata Joy terbelalak mendengar pertanyaan dari dokter, dia tidak tahu menahu soal itu sehingga merasa bingung harus memberikan jawaban apa.

"Saya baru menikahinya satu Minggu lalu Dok, jadi saya tidak tahu apa-apa."

"Berarti Tuan di jodohkan." Goda dokter tersenyum." Saya perkirakan, Nona Nara pernah melakukan operasi di kepala Tuan. Ada bekas jahitan dan tadi mengelupas sedikit akibat benturan." Joy menelan salivanya pelan, mendengar kenyataan yang tidak di ketahuinya.

"Apa jika pernah mengalami kecelakaan di kepala bisa menimbulkan gangguan pada otak Dok?"

"Hm iya, biasanya pasien akan cepat lupa, sulit tersambung dan sering pusing ketika terlalu berfikir keras."

Berarti sikapnya selama ini?

"Nanti sudah bisa langsung pulang dan ini obat yang harus di tebus." Joy mengambil resep obat, dia tersenyum sejenak kemudian keluar ruangan. Tidak lupa dia menebus obat sebelum masuk ke ruang perawatan.

Sejak sadar, Nara tidak berbicara satu katapun. Dia berpaling ketika melihat Joy masuk ruangan.

Dia sudah tahu video itu...Nara mencengkram lembut kepalanya lalu menurunkan kakinya. Andra yang tahu jika Tuannya sedang marah, hanya bisa diam tertunduk.

Nara sadar diri, jika dia tidak layak untuk di nikahi. Sejak lama dia merasa tubuhnya sudah tidak berharga sehingga dia memutuskan untuk menghubungi Della.

Joy menyambar ponsel milik Nara dan memasukkannya ke dalam saku jas. Tatapannya terasa menusuk karena kobaran api cemburu setelah melihat video tadi.

"Mau apa?" Tanya Joy tegas.

"Pulang. Aku akan menghubungi Della untuk menjemput."

"Apa maksudmu? Kau mau pulang ke rumah Della!!" Andra menarik nafas panjang mendengar suara kasar Joy.

"Iya.. Mana ponselku." Nara mengulurkan tangannya dan Joy menyambut tangan itu lalu mengiringnya berjalan keluar.

"Kita selesaikan di rumah."

"Tidak akan selesai. Aku akan pulang." Nara berfikir jika Joy pasti akan menceraikannya setelah ini jadi dia, ingin mengambil langkah lebih dulu.

"Kita memang akan pulang!!" Andra membukakan pintu mobil untuk keduanya. Setelah mendapatkan laporan dari anak buah Joy, Andra langsung menuju rumah sakit karena tahu kebiasaan Tuannya terkadang tidak bisa mengendalikan emosi.

Nara duduk dengan posisi memunggungi Joy, sementara Joy sendiri terdiam untuk menekan emosinya.

"Video apa tadi?" Tanya Joy lirih.

"Aku akan pergi setelah ini."

"Kau tidak dengar aku bertanya apa?"

"Aku tidak tahu." Jawab Nara bergumam, dia kembali mencengkram kepalanya sehingga Joy merasa tidak tega apalagi setelah tahu keterangan dari dokter.

"Kau harus menjelaskannya padaku."

"Aku memang kotor.." Nara seolah berbicara pada dirinya sendiri. Joy memegang kedua pundaknya lalu memutar tubuh Nara agar menghadap ke arahnya." Aku tidak tahu apa-apa, aku bangun dan dia ada di sana." Nara mengucapkan itu berulang-ulang.

"Maaf Tuan sebaiknya..." Joy memberikan isyarat Andra untuk diam. Tangan kirinya melingkar ke punggung Nara lalu mendekapnya erat. Joy mencoba mengatur emosi sebab tidak seharusnya dia bertanya itu sekarang.

"Istirahat dulu, besok kita bahas." Tangannya terangkat dan beralih mengusap lembut rambut Nara. Hal itu membuat perasaan Nara tenang sehingga dia tidak lagi mengucapkan kata-kata yang sama.

Haikal!!! Kau fikir aku akan melepaskan dia hanya karena hal itu!! Tidak!!! Kau tidak akan bisa menyentuhnya setelah ini!!

_____________________________________________________

Haikal memasang wajah gelisah dengan minuman keras yang ada di genggamannya. Rasa cemburu yang di ciptakan oleh Nara terasa sama padahal Haikal belum mengetahui jika suami Nara adalah Jonathan, siswa yang pernah di perlakukan buruk olehnya.

"Di mana mereka tinggal." Tama menggelengkan kepala melihat kegilaan temannya.

"Dia sudah bersuami Kal, kau harus sadar."

"Sudah ku bilang jika aku tidak perduli!! Menurutmu suaminya akan mau padanya setelah melihat video tadi?"

"Itu masa lalu Kal, masih banyak wanita lain."

"Jika aku bisa melupakan dia, mungkin aku tidak akan seperti ini sekarang. Kau ingat kan!! Jika dia menghilang dengan tiba-tiba dan tidak ada kabar. Dia mencoba lari dariku agar bisa hidup tenang dengan lelaki kaya itu!! Tidak akan ku biarkan itu terjadi Nara!! Kau harus bayar janjimu dulu!!" Haikal meneguk minumannya lagi dan lagi.

Tama hanya bisa m*ndesah melihat kenyataan di depannya dan hal yang baru di sadari Tama adalah, kegilaan Haikal yang di rasa tidak wajar. Seharusnya dia sudah melupakan itu sebab kejadian itu sudah bertahun-tahun lalu terjadi. Bahkan saat itu Tama menganggap jika itu hanya sebagian dari kenakalan remaja mereka. Tapi melihat keadaan Haikal sekarang, membuatnya tahu jika Haikal tidak main-main dengan ucapannya.

Apa aku beritahu suami Nara saja jika video itu hanya editan. Kasihan dia, meskipun dulu aku juga merasa kesal padanya tapi perbuatan Haikal sangat tidak benar. Tapi di mana Nara tinggal? Tuhan... Aku menyesal sudah membuat video itu..

_____________________________________________________

Setibanya di rumah, Joy tidak ingin membahas masalah tadi. Dia ingin memberikan ruang bagi Nara agar bisa menjelaskannya semuanya besok. Joy yang sudah sedikit-sedikit mengerti kebiasaan Nara, menyuruh Andra membeli makanan untuk Nara yang terlihat sudah terjaga.

Joy duduk di pinggiran tempat tidur, berniat menyuapi Nara namun Nara memalingkan wajah.

"Makan dulu lalu minum obat." Pinta Joy menyodorkan satu sendok makanan. Bau wangi dari masakan tersebut, membuat perut Nara bersuara. Joy sempat tersenyum sebentar meski harus merubah wajahnya menjadi datar." Mumpung masih panas." Imbuh Joy masih pada posisi yang sama.

"Aku sendiri." Nara mengambil kotak makan dan memakannya sendiri. Joy memperhatikannya dan merindukan sesuatu yang sering terjadi akhir-akhir ini. Sudah bisa di pastikan jika Joy merindukan sikap agresif Nara padanya dan menginginkan itu sekarang. Dia memang merasa kecewa melihat tadi tapi dia tidak perduli meskipun menurut sepengetahuannya Nara adalah bekas dari Haikal.

"Enak?"

"Hm..." Nara mengangguk.

"Tidak ingin itu?" Nara menoleh lalu kembali berpaling dan tidak menjawab pertanyaan Joy.

Aku menginginkan itu sekarang...

"Kamu tidak dengar apa yang ku katakan?"

"Aku tidak mengerti." Jawab Nara pelan.

Aku menyukai saat dia bersikap manja padaku.. Joy menatap fokus ke arah Nara yang seolah tidak memperdulikannya.

"Kamu tidak ingin menjelaskan soal tadi." Nara menghentikan mengunyah dan terdiam sejenak. Dia menutup kotak makan lalu meletakkannya pada pangkuan Joy dan berbaring.

"Aku pusing!" Nara menarik selimut dan menutup seluruh tubuhnya.

"Minum obat jika pusing." Joy meletakkan kotak makan di atas meja." Siapkan jawaban untuk pertanyaanku besok." Joy akan beranjak namun Nara kembali duduk sehingga dia mengurungkan niatnya.

"Aku akan memberikan jawaban setelah perpisahan kita."

"Pisah?" Joy menoleh cepat.

"Ya! Jika kau ingin tahu jawabannya itu setara dengan perpisahan."

"Aku tidak ingin berpisah."

"Jangan bertanya jika begitu. Agh!!! Kepalaku sakit sekali." Joy menggeser tubuhnya dan hendak memijat tapi Nara menampis tangannya." Aku bisa." Nara memijat kepalanya sendiri lembut.

"Bukankah seharusnya aku yang marah padamu?"

"Ya sudah marah saja."

"Bukan itu maksudku.." Joy mengacak-acak rambutnya sendiri.

"Apa maksudmu pisah?"

"Pisah lagi! Sudah ku bilang aku tidak akan berpisah darimu."

"Jadi bercerai."

"Ahhhg!!! Tidak tahu!!!" Umpat Joy kesal. Keduanya sama-sama melirik malas kemudian berpaling." Aku hanya ingin tahu saja. Tidak lebih." Nara beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil tas miliknya. Dia meletakkan ponsel jadul dan dompet kecilnya ke dalam tas.

"Aku akan mengembalikannya baju ini besok." Nara hendak berjalan keluar kamar tapi Joy berdiri menghalangi di ambang pintu.

"Apa maksud semua ini?"

"Aku mau pulang."

"Ini rumahmu."

"Rumahmu."

"Kau istriku."

"Kita pisah." Joy mengunci pintu kamar dan memasukkannya ke dalam saku.

"Bukankah seharusnya aku yang berkata itu padamu."

"Hm katakan."

"Aku tidak ingin melepaskanmu."

"Lupakan itu." Joy terdiam mendengar itu. Sebenarnya dia tidak mempermasalahkan video tadi dan hanya ingin sekedar tahu. Namun melihat sikap Nara sekarang membuatnya mengurungkan niat untuk bertanya. Sementara yang ada di fikiran Nara, dia ingin mengubur masa lalu itu dalam-dalam. Nara lebih baik pergi daripada harus menjelaskan sesuatu yang di anggap Nara sebagai aib.

"Kita tidur." Joy mengambil tas dari tangan Nara dan merangkulnya menuju tempat tidur." Minum obat dulu." Nara melirik Joy yang tengah menyiapkan obat untuknya. Telapak tangan Nara terbuka dan Joy meletakkan obat di sana, Nara segera meminumnya.

"Ini mahal." Gumam Nara mengingat obat itu.

"Kenapa kamu mengkonsumsi obat sembarangan? Itu tidak baik."

"Gajiku jadi pelayan tidak cukup untuk menebusnya dan lagi, obat itu tidak berguna, aku masih merasakan sakit."

"Lupakan itu, sekarang kamu bersamaku." Joy berdiri dan melepaskan kemeja yang di kenakan sehingga saat ini dia bertelanjang dada. Nara melihatnya, dan itu menggodanya. Apalagi mengingat ketangguhan Joy saat berada di ranjang.

"Roti sobek hehehe." Gumam Nara. Joy menoleh dan Nara langsung berbaring lalu menutupi tubuhnya. Nara terkejut saat tiba-tiba Joy sudah berada di dalam selimut bersamanya.

"Aku tidak menyukai wanita pemalu."

"Aku mau tidur." Nara memunggungi Joy seraya tersenyum. Dia tidak sedang malu, hanya saja dia sedikit kaget dengan kejadian siang ini.

"Ini masih pukul tujuh." Joy merapatkan tubuhnya lalu melingkarkan tangannya pada pinggang kecil Nara, dagunya bertumpu pada pundak Nara dan sesekali menciumi pundak dan tengkuk Nara yang terbuka.

"Aku masih pusing." Jawab Nara sebenarnya sudah terangsang dengan sentuhan Joy sekarang.

"Biar aku yang bergerak, kau hanya perlu diam." Nara menarik nafas panjang, merasakan hembusan hangat nafas Joy membelai tengkuknya.

"Aku lelah Joy.." Jawab Nara bercampur dengan d*sahan.

"Suara d*sahanmu membuktikan jika kamu juga menginginkan ini." Joy semakin merapatkan tubuhnya dengan tangan yang mulai bergerak membelai dengan gerakan yang Nara sukai.

Bibir Nara terbuka sedikit ketika milik Joy terasa menyembul keluar. Hasratnya kian memanas, Nara ingin Joy segera memasukkan miliknya itu.

"Beri aku banyak anak."

"Kau mau."

"Tentu saja, aku ingin rumah ini ramai dengan suara mereka." Nara memutar tubuhnya menghadap ke arah Joy.

"Anak dariku?"

"Iya, kau istriku.."

"Setelah tadi?" Joy menarik nafas panjang lalu mencium kening Nara sejenak.

"Jika kamu tidak ingin membahas, jangan bicarakan itu."

"Kamu tidak marah Joy."

"Tidak. Bagaimana bisa aku marah dengan canduku." Joy ******* bibir Nara kasar, bibir Nara terbuka sehingga Joy bisa memainkan lidahnya di sana. Tangannya turun dan menekan-nekan milik Nara." Kenapa sudah basah sayang.." Joy melucuti seluruh penutup tubuh Nara lalu memasukkan dua jarinya ke dalam milik Nara.

"Aku sudah membayangkan itu Joy." Nara mengigit bibir bawahnya sebab kedua jari Joy sudah bergerak cepat.

"Membayangkan apa? Kenapa masih sempit sekali..."

"Milikmu.." Nara m*ndesah lembut seraya mencengkram erat milik Joy.

"Good Baby.."

D*sahan yang keluar dari bibir Nara membuat Joy merasa tidak sabar, dia mencabut cepat kedua jarinya dan menggantikannya dengan miliknya.

"Aku biasanya suka pemanasan sayang, tapi aku tidak pernah sabar memasukkinya. Astaga... Sempit sekali." Joy bergerak cepat sementara Nara mengangkat kedua kakinya dan menyilangkannya pada pinggang Joy seolah dia tidak menginginkan Joy berhenti bergerak. Nara menatap wajah Joy yang berkeringat, dia tersenyum sebab itu terlihat tampan." Kenapa tersenyum?" Tanya Joy tidak menghentikan gerakannya.

"Kau tampan sekali Joy.." Joy tersenyum, sementara bibir Nara terbuka merasakan milik Joy yang membentur dinding rahimnya." Lebih cepat.." Joy mengangkat tubuh Nara tanpa melepaskan miliknya, lalu menaikturunkan pinggang Nara dengan kedua tangannya. Sesekali bibirnya bermain di kedua gundukan yang ada di hadapannya sehingga membuat Nara mencengkram erat rambut Joy lalu mengacak-ngacaknya.

"Baby..." Lenguh Joy semakin cepat bergerak hingga kedua nafas mereka tersengal-sengal. Nara ******* kasar bibir Joy saat merasa pelepasan akan segera datang. Nara mengerakkan pinggangnya dengan gerakan berlawanan, Joy benar-benar di buat gila hingga d*sahan berubah menjadi erangan kenikmatan. Keduanya mengakhiri percintaan mereka dengan ciuman hangat." I love you so much Baby." Ucap Joy menidurkan tubuh Nara.

"I love you so much, too." Nara menelungkup wajah Joy lalu kembali menciumnya.

"Sekarang tidur, jangan membuatnya menjadi panas lagi." Tangan Joy terangkat dan menyeka keringat Nara yang berada di sekitar wajah.

"Aku lapar.."

"Tadi belum kamu habiskan."

"Sudah dingin."

"Andra sedang ada urusan, ku telfonkan yang lain."

"Bagaimana jika beli sendiri." Nara duduk.

"Bukannya kamu bilang ingin istirahat?"

"Pasti enak jika makan sosis bakar Joy." Nara menurunkan kakinya dan berdiri.

"Kita bahkan belum mandi." Joy mencari alasan agar tidak keluar, dia ingin berada di tempat yang sama dan memanjakan Nara.

"Ayo mandi."

"Tapi sayang, biar orangku yang akan membeli."

"Mereka tidak tahu tempatnya, ayo Joy cepat, aku takut tutup nanti." Nara meraih handuk kimono lalu memakainya.

"Jika tutup besok saja."

"Aku ingin sekarang."

"Kamu seperti mengidam saja sayang." Joy terpaksa berdiri dan mengikuti Nara masuk kedalam kamar mandi.

"Aku tidak mengidam."

"Tapi mirip."

"Tapi tidak."

"Iya tidak." Joy duduk di toilet dan memperhatikan Nara yang tengah mandi.

Tidak mengidam saja seperti ini bagaimana jika mengidam?

"Joy ayo..."

"Kamu ingin melakukannya lagi?" Goda Joy membuat Nara mengerucutkan bibirnya.

"Joy... Please!!!"

"Oke Baby. I'm coming.." Mereka kembali mandi bersama sehingga hubungan keduanya semakin erat dan terikat kuat. Namun dalam hati Joy terselip niat untuk mengetahui tentang apa yang terjadi pada Nara dulu.

Aku akan mencari tahu bagaimana bisa video itu di buat..

~Tere Liye

1
Liliek Soetjipto
yg hebat pengarangnya..
Lisa Icha
Masih nyimak dulu Thor
Susi saswita kunum
sabar dulu lah tunggu sampai kamar napa kasian tu yg lagi jomlo🤣🤣
itu joy naranya dijaga benar benar jangan disia sia in kasian dia🥰🥰
Susi saswita kunum
berjanjilah nara kalau kau ngak akan kaget nanti 😁
Susi saswita kunum
ahaha...joy niat hati ingin mengerjai malah terbalik dia yg dikerjai ternyata nara bisa cemburu juga...
Zackya Amalia76
Kecewal
keong' racun 88
bagus ceritanya
elita cantik
oke
Resa Dwi
hahhhh....
korban selanjutnya....
Jihan Putri Khaerunnisa
bagus sekali bikin ikutan JD bucin😘😘
Jihan Putri Khaerunnisa
🥰🥰🥰🥰😘😘😘
Jihan Putri Khaerunnisa
ayo semangat💪💪😘😘
Jihan Putri Khaerunnisa
jdjikutan baper nih😍😍
Nengah Oka
kurang garam yg cewek katak ya
Eli agha
bagus novelnya mantap alur cerita jelas , mantap lah
chaaa
bucin akut bang Joy 🤣
chaaa
lucu bgt mereka berdua 🤣
chaaa
yg mau bls dendan siapa, yg frustrasi siapa 🤣 suka karakter ceweknya.kayaknya tangguh dan gak cengeng 👍
Lulu Nasya
Soo sweet
Lulu Nasya
keren bgt ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!