NovelToon NovelToon
TIARA

TIARA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:280.6k
Nilai: 5
Nama Author: Serra R

Tiara nama panggilan yang cantik, secantik orang yang menyandangnya
Namun siapa sangkah ada terselip kisah kelam dibalik nama cantiknya.Kehilangan orang tua, suami dan adik nya membuatnya menjadi wanita tangguh demi sang anak dan keluarga barunya

Bram ayodya seorang pembisnis kenamaan yang menyamar jadi seorang pengajar disebuah sanggar seni.
Karna hoby nya melukis Dia bisa menghabiskan waktunya berlama-lama didepan kanvas

Dion mantan suami Tiara.
pemuda baik yang hanya menjadi korban kelicikan orang-orang terdekatnya. Kehilangan cinta sejatinya hanya karna sebuah kebohongan.

Willi dokter tampan nan rupawan. Dokter ternama yang tidak pernah sepi pasien.

Elisya seorang publick figure yang sedang naik daun.
Bertemu tanpa sengaja dan menjalin persahabatan dengan Tiara, namun siapa sangkah ada kisah dibalik ketenaran Elisya

Penasaran dengan kisah mereka?

Ikuti kisah mereka dalam kisah Tiara yang Serra buat, selamat menikmati dan semoga terhibur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serra R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masa lalu Andrew part 2

...Waktu memang akan berjalan maju...

...Dia akan meninggalkan semua yang telah lalu dibelakang...

...Tapi, walaupun pada kenyataannya seperti itu...

...tetap saja, kenangan akan tetap ada dalam ingatan...

...Sekuat apapun kau berusaha melupakannya...

...Dia akan selalu ada dalam benak dan juga jiwa mu...

...******🌹🌹🌹*****...

" Apa rencana om sekarang?"

" Mencarinya, om akan tetap mencari anak kami Bram. Apapun yang terjadi, om akan tetap melakukannya. Om ingin menebus semua kesalahan om dimasa lalu."

" Nak, boleh om bertanya sesuatu kepadamu?" Ucap Andrew pada Tiara yang nampak masih mengusap sisa-sisa air matanya.

" Hemm, silakan om. Siapa tau saya bisa membantu om."

" Boleh om tau siapa nama orang tuamu?"

Tiara terdiam, dia memandang lekat suaminya seolah meminta pendapat. Melihat keterdiaman Tiara, Akhirnya Andrew pun kembali membuka suara.

" Om hanya ingin memastikan sesuatu saja nak, tapi jika kamu keberatan. Om tidak akan pernah memaksamu." Ucap Andrew dengan nada menyesal.

" Bukan begitu om, sebenarnya kami ingin menutup lembaran masa lalu yang kelam. Kami memulai semua dengan lembaran baru kehidupan kami." Ini Bram lah yang bersuara, dia yakin istrinya kesusahan menjawab. Karna bisa dipastikan jika dia salah menyebutkan kisah masa lalunya. Maka akan terungkap pula jati diri dia sebenarnya.

Meskipun semua prosedur sudah terpenuhi, namun masa lalu tetaplah Sasya disana. Tiara adalah sosok pengganti dalam kehidupan sempurnanya sekarang.

" Tidak apa-apa Bram, om mengerti. Memang tidak sepantasnya om bertindak lancang, tapi menurut om ini lebih baik dari pada om menanyakan pada orang lain."

" Tapi kalau boleh tau, kenapa om penasaran sama istri saya dan keluarganya?" Bram tidak lagi dapat menyembunyikan rasa penasarannya.

Andrew merogoh saku dalam jasnya, mengeluarkan selembar foto lama. Foto seorang wanita yang telah mencuri hati dan dunianya.

" Karna ini." Andrew menyodorkan foto itu pada Bram.

Bram membesarkan bola matanya, dia menatap foto dan juga istrinya secara bergantian. Berulang kali hingga membuat Tiara penasaran. Perlahan Tiara mendekat kearah sang suami dan melongok foto yang berada digenggamannya.

" Ini siapa om?" Tanya Bram yang melayangkan pendangannya pada Andrew

" Itu mendiang istri om"

Tiara yang kini telah meraih foto itu tiba-tiba tersentak, tanpa sadar kata "ibu" terlontar dari bibirnya yang bergetar.

Tentu saja, reaksi yang ditunjukkan Tiara membuat terkejut Bram maupun Andrew. Tapi bukan beda dengan Bram, Andrew sangat berharap cemas, dugaannya selama ini benar jikalau Tiara adalah anak yang selama ini dia cari.

" Jadi benar wanita yang ada di foto itu ibu kamu nak" Tanyanya terbata

" Iya, ini ibu saya om. Saya masih mengingat wajah terakhir saat ibu pergi waktu itu."

" Maksudnya?? ka..kaaamu adalah anak om?"

" Bukan om, ayahku bernama Suprayitno Haji dan ibuku Melan Anjarwati. Dan ini adalah foto ibu."

Tiara tak kuasa menahan tangisnya, air mata nya mengalir tanpa bisa dia cegah. Selama ini Tiara hanya mampu membayangkan wajah sang ibu lewat lamunan masa lalunya. Karna tidak satupun foto yang bisa disimpan buat kenangan.

Bram memeluk tubuh sang istri yang terguncang. Banyak tanya yang bersarang dibenaknya, tapi dia tau. Ini bukanlah waktu yang tepat. Sementara Andrew, walaupun sedikit kecewa karna ternyata pencarian sang anak belum menemui titik terang, setidaknya dia berhasil menemukan anak kandung lainnya dari mendiang sang istri. Bisa dibilang anak tirinya.

...Kenangan, terkadang itu membuat bahagia...

...namun juga adakalanya membawa kesedihan yang mendalam...

...Tanpa kita tahu, rasa dibalik sebuah cerita sesungguh...

" Jadi, om adalah suami ke dua ibu?"

" Jika benar ibu kamu adalah Melan, maka benar om adalah suaminya." Jawab Andrew.

" Jadi,, jadi ibu dimana sekarang om?"

Pertanyaan Tiara membuat Andrew tercekat, dia sendiri belum sepenuhnya menerima kenyataan bahwa Melan telah berpulang. Tapi kenyataan memanglah kenyataan tidak bisa lagi dirubah. Andai saja waktu bisa diputar kembali, mungkin Andrew akan memohon untuk kembali ke masa itu dan perbaiki segalanya.

Selama ini dia bukannya tidak tahu peralihan harta dan barang-barang miliknya. Namun fokus terbesarnya saat ini menemukan dahulu sang buah hati yang entah laki-laki atau perempuan dia pun tidak tahu.

Hanya berbekal foto Melan dan data-data yang berhasil diperoleh anak buahnya. Sekarang setelah semua kenyataan Tiara terungkap dihadapannya, dia semakin bersemangat untuk menemukan sang anak. Walau kemungkinan terkecil sekalipun dia tidak akan menyerah.

" Bolehkah aku meminta kamu memanggil Ayah sama om nak? anggap saja om ini ayah kamu sendiri."

Tiara mengurai pelukannya pada sang suami, dipandanginya lelaki paruh baya dihadapannya itu seksama sebelum dia mengangguk. Apa salahnya toh Andrew adalah suami sang ibu.

Andrew tersenyum bahagia, andai nanti waktunya tidak cukup untuk bertemu sang anak. Dia masih bisa mengalihkan kasih sayangnya pada Tiara. Anggap saja sebagai penebusan dosanya yang telah menuduh sang istri jahat selama ini.

Bram pun tersenyum, mengangguk pada sang istri yang memandangnya. Tanpa ragu Tiara beralih ke arah Andrew, memeluk lelaki itu erat. Bagaimanapun Tiara menghargai setiap usaha yang telah di lakukan Andrew selama 24 tahun terakhir.

" Terimakasih Nak, terimakasih" Andrew membalas pelukan Tiara lembut, dia membayangkan andai sang anak juga bisa ditemukan secepatnya mungkin dia akan sangat bahagia sekarang

Tok Tok Tok

" Maaf Tuan muda, si kecil terbangun. Mungkin dia kehausan dan menangis mencari mamanya."

Nara melangkah masuk sambil mengendong Camelia yang sedang menagis sampai kulitnya memerah. Tiara yang melihatnya langsung melepas pelukannya pada Andrew, mengambil alih boneka imut kesayangannya dari tangan Nara.

" Aduh duh anak mama haus iya" Ucapnya seraya mengendong sang anak.

" Ayah, sebaiknya malam ini ayah menginap disini. Aku masih punya banyak pertanyaan yang belum terjawab, jadi besok kita lanjutkan lagi ngobrolnya. Sekarang waktuku akan dikuasai tuan putri" Ucap Tiara sambil melangkah meninggalkan ruang kerja Bram.

Bram menoleh kearah Andrew sambil tersenyum.

" Om harus terbiasa dengan sifat Tiara yang begitu om, dia akan sering bicara sambil berlalu. Tapi jangan sesekali melanggar atau melupakannya karena dia bisa ngambek nantinya" Jelas Bram yang melihat Andrew masih tak bergeming

" Jadi om harus menginap disini malam ini, kalau tidak mau kena marah nyonya besar" Gurau Bram yang diikuti gelak tawa mereka berdua.

Mau tak mau Andrew akhirnya bermalam juga disana, dalam hatinya sangat bahagia. Ternyata bukan hanya mendiang Melan yang memiliki hati lembut, bahkan anak nya pun mewarisi sifat yang sama.

" Semoga anak kita juga memiliki sifat seperti kamu dan Tiara sayang" Harap Andrew sebelum memejamkan matanya.

Sementara Tiara masih belum bisa terpejam, cerita dari Andrew sangat menghantui pikirannya. Kemarin dia hanya berfikir kalau nasib buruk itu hanya dia dan Nara yang mengalaminya. Tidak disangka sang ibu pun tak luput dari nasib yang sama.

Kembali Tiara meneteskan air matanya, mengingat hari terakhir pertemuannya dengan sang ibu. Tidak menyangkah boneka yang ibunya janjikan tak hanya tidak bisa ibunya penuhi, namun sang ibu pun tak kunjung datang sampai saat dia mendengar kabar bahwa beliau telah berpulang. Lalu dimana adiknya berada kini?

TO BE CONTINUE

1
Hasni Lovelyx Fenydimasrezky
tiaranya hamidun bram
Hasni Lovelyx Fenydimasrezky
nara anak kandung pak andrew yg di cari
Abcdefghiloveyou⏤
Semangat KK😍😍
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
duh ...galpok Karo fotene, guanteng😍😍😍
ㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤㅤ🍒⃞⃟🦅
udah part 2 aja semangat ante ry
Chika£Hiats
Bahagianya kakek Andrew mempunyai cucu kembar😚
Ehh semua bahagia pokoknya 😚😁

Mark siap2 puasa nih kata Abang, tak apa ya Mark puasa juga demi istri tercinta dan si twins buah hati kalian 😁😚
Chika£Hiats
Qeenan lucu n pinter banget 😚😘
Nah, papah Bram jangan bicara sembarangan didepan Qee dia pasti keppo apa yang papahnya ucapkan😁
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
jois Jody.....jodoh gak yo
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
so sweetttt ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
AndreaLeOny
Cerita yang bagus dan menarik. Semangat berkarya Thor sukses selalu 💪😚
Ony6
Cerita yang bagus dan menarik, enak untuk dibaca. Suka sama tokoh Bram yang begitu tulus mencinta Tiara😚
Semangat berkarya dan sukses selalu Thor 💪😚
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
sabar ya Mark, lope lope deh buat mu❤️❤️❤️❤️
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
moga sll sehat Nara, bocil ...gemesin😍😍😍
𝔄𝔰 ⁸
like
𝓢𝓸𝔂 𝓱𝓮𝓻𝓶𝓸𝓼𝓪
lagi kak
𝓢𝓪𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓴𝓪𝓶𝓾
next
ℱera 𝓢 ℰ
lanjut
ℱioℰ²
good 👍
ℱiaℰ¹
🤗
𝐒𝐡𝐚𝐡𝐢𝐫𝐚
like it
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!