Gadis cantik bernama Ryu Jin mengalami penyiksaan dari kedua orang tua angkatnya dan pengkhianatan Alex kekasihnya. Hampir saja ia terbunuh oleh orang-orang Alex dan diselamatkan Guru Ken.
Ia kemudian bertransformasi menjadi seorang ahli pedang dan pengawal tingkat tinggi. Namun ia belum bisa melupakan masa lalunya dan menyimpan bara dendam dihatinya. Takdir membuatnya bertemu dengan Nicholas yang menyewanya untuk menjadi pengawal pribadi Isabel istrinya. Nicholas menawarkan bantuan pada Ryu Jin untuk membalas dendam dan sebagai balasannya Ryu Jin harus menikah dengannya.
Bagaimana akhir kisah mereka, akankah benih cinta tumbuh diantara Nicholas dan Ryu Jin dan bagaimana dengan Isabel istrinya....akankah mereka bisa bersama?
up setiap weekend
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nath_e, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# Part 16 : Kegelisahan hati
Rombongan tiba di sebuah resort mewah yang memang telah dipersiapkan khusus oleh guru Ken. Seorang pria paruh baya berjalan mendekati rombongan,
"Silakan Tuan makan siang telah siap, mari ikuti saya..." ucapnya
Nicholas, Adrian, Ryu Jin dan rombongan mengikuti pria itu sampai menuju ruangan lumayan besar yang langsung menghadap ke arah air terjun. Mereka duduk santai dibawah beralaskan tatami, hidangan telah tersedia di depan mereka. Hidangan laut khas Jepang menjadi menu utama mereka.
Selesai makan Nick masih menikmati suasana lembah...damai sekali hatinya. Semua beban dan pikiran serasa hilang tak berbekas.
Adrian datang menyerahkan smartphone miliknya,
" Nyonya memanggil tuan.." ujar Adrian memberitahu
Nick segera mengambil telfonnya dan menjawab,
" Hai sayang....apa kabarmu? " tanya nya
'Hai juga sayang....aku baik-baik saja...apa kau menikmatinya sayang...'
" Ya....aku sangat menikmatinya dan Guru Ken menerimaku dengan baik." jawab Nick
' Kau sedang ada dimana....sepertinya aku mendengar suara air apa kau sedang mandi?'
" Aku ada di Lembah Yoro...guru Ken memberikan aku tour keliling untuk menyegarkan pikiranku."
' Aaah....iya bagus sayang aku pikir kau juga sangat membutuhkannya...bersenang senanglah disana..'
" Sepertinya terlalu berlebihan ya....aku berlibur tapi kau tidak bisa ikut bersamaku.."
' Sudahlah Nick jangan kau pikirkan....kau pantas untuk itu...lalu...kapan kau pulang'
" Entahlah....aku hanya tidak nyaman saja meninggalkanmu disana....3 hari lagi aku pulang."
' Baiklah sayang....aku tutup yaaa....selamat bersenang senang suamiku...love u...'.
" Love u sayang..." Nick menutup telfonnya.
Tak jauh dari tempat Nick berdiri Ryu Jin mendengarkan tanpa sengaja, ia memang dari tadi sengaja berdiri tak jauh dari Nick tapi juga tak ingin terlihat oleh Nick,
Cih....sudah beristri beraninya masih menggodaku...dasar laki-laki tak tahu diri
umpat Ryu Jin dalam hati.
...----------------...
" Dia bahkan tidak menanyakan sudah makan belum....atau....sudah minum obatmu belum...." gumam Isabel lirih
Air matanya jatuh tanpa bisa ia kendalikan. Hatinya sesak tapi tekadnya sudah bulat. Nick harus bahagia.
" Paman Alberth....apa pun yang terjadi tolong rahasiakan ini semua dari Nick. "
" Kau hanya boleh membuka ini saat aku telah tiada. Ini adalah perintah terakhirku padamu." kata Isabel.
Isabel menyerahkan sebuah amplop coklat kepada Paman Alberth. Rasa sedih menyeruak dihati Alberth, ia tahu Nyonya nya sangat menderita dengan situasi ini dan ia juga tahu betapa besar cinta Nyonya Isabel pada Tuan Mudanya.
" Saya akan menjaganya dengan nyawa Nyonya.." jawab Alberth menahan tangis.
...----------------...
Malam telah menjelang Nick dan rombongan memutuskan untuk menginap semalam di resort itu. Para pengawal dan tim Ryuga telah menyiapkan segalanya. Beberapa pengawal ditempatkan di setiap sisi resort, setiap 2 jam sekali mereka akan berkeliling mengecek situasi.
Adrian dan Nicholas tengah berendam di kolam air panas sambil menikmati pemandangan malam yang langsung menghadap air terjun awamata. Rasanya menenangkan sekali, letih tubuh akibat perjalanan hilang seketika.
" Ad....kau tahu, aku sangat mencintai Isabel baik dulu hingga saat ini...kecelakaan itu sungguh membuatku terpukul, aku bersalah padanya Ad..." kata Nick membuka percakapan.
" Hmmm....aku tau Nick, dan maaf aku tidak bisa menemukan penyebabnya...semua bukti hanya mengarah pada kecelakaan murni." sahut Adrian
Adrian dan Nick adalah teman baik sejak mereka duduk di bangku Kuliah. Nick sudah menganggap Adrian adiknya sendiri. Ia kesepian karena memang Nicholas terlahir sebagai anak tunggal.
Adrian sendiri yatim piatu ia dibesarkan di panti asuhan sejak kecil. Karena kemampuan intelegensianya diatas rata-rata Adrian selalu mendapatkan beasiswa. Dan setelah kelulusan Adrian diangkat menjadi sekretaris pribadi Nick oleh ayah Nick, Edward Hoult.
" Akhir-akhir ini Isabel cukup membuatku pusing, ia terus memintaku untuk menikah kembali." sambung Nick
" Tentu saja aku menolaknya Nick meskipun...kau tahu aku lelaki normal yang juga butuh perhatian..."
"Lalu...." tanya Adrian
" Huuuft.....entahlah, aku menyayangi Isabel dan tidak ada yang bisa menggantikan posisinya." Jawab Nick
" Apa kau yakin tidak akan jatuh cinta lagi...?" tanya Adrian lagi
Nick menoleh ke arah Adrian, ia menggeleng dan menarik nafas panjang...
"Apa kau percaya takdir Ad....aku tak tahu jawaban dari pertanyaanmu tapi aku akan mengikuti kemana takdirku membawa." ujar Nick
" Aku yakin kau sanggup melewati ini Nick...percayalah pada hati dan Tuhanmu. "
Adrian menepuk bahu sahabatnya itu. Adakalanya mereka akan berbincang santai biasa tanpa harus bersikap formal dan Adrian tahu benar posisinya harus bagaimana saat bersama Nick. Ia sahabat dan juga bos besarnya.
Sekian lama berendam mereka pun memutuskan untuk menyudahi acara berendam dan segera menuju kamar masing-masing.
Di ruang sebelah Ryu Jin masih berendam menikmati malam. Ia terdiam sambil menatap jauh ke depan. Karena letaknya bersebelahan dan suasana sepi tentu saja ia bisa mendengar dengan jelas percakapan Nicholas dan Adrian.
Ia memikirkan percakapan Nick, ternyata selama ini ia salah menilai Nick. Ryu Jin beranjak dari kolam dan segera menuju kamarnya.
...----------------...
" Tidak....tidak....jangan ayah, tolong ampuni aku....tolong ayah, jangan bunuh aku.." suara wanita memohon kepada seorang pria.
" Tap...tap...tap...."
Wanita itu berlari sekuat tenaga, tapi tertangkap. Beberapa pria dan seorang wanita lainnya memukuli wanita yang sudah tak berdaya itu. Setelah dipastikan wanita itu tak bergerak diseretnya tubuh wanita malang itu ke tepi jurang.
terdengar suara lirih dari mulut wanita malang itu " Ayaaah....tolong aku..."
Tubuhnya terhempas ke dalam jurang,
" TIDAAAAAK......"
Ryu Jin terbangun, nafasnya tersengal sengal keringatnya bercucuran. Mimpi itu datang lagi padanya. Ia segera mengambil air mineral di sebelahnya, dan mulai terisak.
...----------------...
"Tring.....Ting.....Ting....sreeek.....sreek....sriiing....Ting....Ting....sreek..."
Suara pedang beradu dengan semilirnya angin malam. Seorang wanita memakai yukata tampak sedang memainkan pedangnya kesana kemari tanpa henti. Ia tampak kalut, air mata membasahi kedua pipinya. Daun-daun berguguran akibat sabetan pedang miliknya. Dan sejurus kemudian ia terduduk bersimpuh dan menancapkan pedangnya ke tanah.
Ia menangis dan mengepalkan tangannya di tanah. Angin berhembus meniup lembut rambutnya. Sinar bulan menembus menyinari wajah cantiknya. Sejenak ia menatap jauh ke langit,
" Ayah.....salahkah aku selama ini membencimu..." gumamnya lirih
Wanita itu terisak dalam diamnya. Hatinya sesak dan sakit mengingat kejadian lampau. Tanpa ia sadari seseorang berada tak jauh darinya. Pria itu memandang takjub kecantikan sang wanita. Hatinya berbisik untuk mendekati sang wanita. Perlahan lahan ia mendekat dan
" Kraaaak...."
" Siapa disana..." tanya wanita cantik itu
Pria itu terkejut dan segera berbalik arah mengurungkan niatnya, namun terlambat...
" Anda melihat sesuatu tuan...?" tanya wanita cantik itu dingin.
Nick terkesiap, wanita yang tadi dilihatnya tiba-tiba sudah berada dibelakangnya. Pedang yang dipakainya untuk meluapkan kesedihan Ryu Jin telah berada di leher Nick dengan mode ancaman.
Nona Ryu Jin....
Matanya tak percaya, ia terus menatap Ryu Jin. Wajahnya cantik sekali, matanya yang hijau bulu mata lentiknya menyihir Nicholas dalam kebekuan seolah memanggil manggil nama Nick dalam setiap kedipan matanya. Kulit putihnya sempurna tanpa noda bibir tipisnya merah alami membuatnya ingin memilikinya.
" Nona Ryu Jin....maaf jika aku menganggu latihanmu." jawab Nick
" Silakan lanjutkan kembali latihanmu...." lanjutnya lagi
Nick berusaha menahan getaran tubuhnya keringat dingin mulai membasahi telapak tangannya. Pedang itu terasa dingin di leher Nick, ia menelan salivanya berharap setan tidak melewati hati Ryu Jin yang membuat gadis itu menebas lehernya.
" Kau sengaja bermain api denganku tuan....bukankah sudah kukatakan kalau rasa ingin tahu anda bisa membuatmu terbunuh....atau ....jatuh hati padaku..." kata Ryu Jin dingin menatap tajam mata Nick
Ia berjalan selangkah demi selangkah ke depan sehingga memaksa Nick untuk melangkahkan kakinya juga ke belakang. Hingga akhirnya badan Nick terhenti karena sebuah maple Jepang berada dibelakangnya. Tubuhnya beringsut mundur.
Ryu Jin tetap pada posisinya, sinar rembulan yang menembus dari celah dedauanan maple membuat wajahnya yang tanpa topeng terekspose nyata. Jantung Nick seakan meledak melihat wajah cantik yang dingin di depannya.
" Apa pilihanmu Tuan Nicholas...? " tanya Ryu Jin
Nicholas terdiam di terus menatap Ryu Jin, jika saja pedangnya tidak menempel di lehernya....
aku ingin mencium bibirnya... batin Nick
uda seribu purnama saya gk
say hello.... jd rindu
padahal saya gk d rindukan 🤣🤣🤣🤣🤣
Wkwkwkwkwkkwkkkk
Hanzo yg ada di anime Naruto..