NovelToon NovelToon
Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Kesabaran Istri Yang Tersakiti

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Poligami / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Wanti05

Jangan lupa mampir ke karya ku dengan judul "Pesona Si Gadis Desa"

Ditunggu ❤️

Karena keinginan orang tua dari pihak laki laki maupun perempuan yang sangat berambisi untuk menjadi besanan. Sampai sampai mereka tak memikirkan apa yang akan terjadi dalam rumah tangga anaknya nanti. Tanpa cinta dalam menjalani bahtera rumah tangga, sehingga yang didapatkan adalah kehancuran rumah tangga anaknya yang dibina runtuh dengan penghiatan dari sang suaminya.....

Alasannya cuma satu sang suami tidak mencintai sang istrinya..

"Aku ikhlas mas, kalau itu memang keinginan dari mu..." ucapnya walau dengan berderaian air mata

"Bagus ternyata kau cukup tau diri juga ya..."ucapnya dengan sinis dan langsung meninggalkan istrinya

Ikuti cerita selanjutnya......!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanti05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15

“Kita belanjanya di super market kan Fati..?” ucap Addry sambil menoleh kearah Fatimah

“Enggak mas, kita belanjanya ke pasar aja!..”

“Ya udah kalau gitu..” mobil mereka pun memasuki area pasar. Setelah mobil terpakir, Addry dan Fatimah pun keluar dari mobil tersebut

“Kau yakin mau belanja disini Fati..?” Addry merasa agak jijik sebenarnya, apa lagi melihat keadaan pasar yang becek dan ramai dengan para pembeli

“Iya mas, emangnya kenapa..?”

“Ah! Enggak papa kok..”

“Ya sudah, ayo masuk mas..” Fatimah berjalan terlebih dahulu, tapi karena merasa seperti tak diikuti. Fatimah pun menoleh ternyata….

“Astagfirullah..”Fatimah hanya geleng geleng kepala seraya berjalan mendekati Addry lagi

“Mas kenapa sih, masih saja disini..?”

“Ah! Tidak Fati. Ayo-ayo kita masuk..” Addry langsung berjalan terlebih dahulu, tetapi tak lama kemudian….

“Fati, kau saja yang dulu. Soalnya kan aku enggak tau dimana letak letaknya..”

“Baiklah mas..” mereka pun langsung masuk dan berbelanja untuk perlengkapan dapur

“Mas, kita makan dulu di sana. Mau enggak…?” ucap Fatimah menunjuk kearah warung bakso yang masih berada di area pasar yang mereka datangi tadi

“Aku terserah kau sajalah…” sebenarnya dalam hati Addry ia  sebenarnya agak merasa kurang nyaman. Tapi nggak mungkin ia mengatakan kepada Fatimah. Bisa-bisa mati gaya dia, masa kalah dengan Fatimah yang merupakan seorang perempuan. Mereka pun duduk ditempat duduk yang telah di sediakan

“Taruh di situ saja mas..” Addry pun langsung menurunkan belanjaan mereka tadi. Addry berfikir bagaimana cara Fatimah membawa belanjaan untuk rumah tangga mereka. Selama beberapa bulan terakhir. Sedangkan Addry saja merasa capek membawa belanjaan, berkeliling dan mabuk dengan manusia yang padat di pasar tadi

“Mau pesan apa neng dan mas nya..??” ucap penjual bakso

“Kami pesan bakso sama teh manis untuk minumnya pak..”

“Oke neng, tunggu sebentar ya!..”

“Iya pak…”

“Ini neng dan mas nya dimakan!..” ucap sang penjual dengan ramah. Fatimah pun membalasnya hanya dengan tersenyum sedangkan Addry. Ia masih melihat penampilan bakso tanpa mau mencicipinya

“Bismillahirrahmanirrahim… emm enak, mas enak nggak..?” ucap Fatimah tanpa menoleh kearah Addry. Tapi karena tak ada jawaban. Fatimah melihat ke samping. Ternyata suaminya tak memakan bakso hanya melihatnya saja

“Mas! Kamu kenapa sih ngelamun dari tadi. Nggak baik mas..”

“Maaf Fati, soalnya aku nggak pernah makan-makanan seperti ini..” ucap Addry menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Karena merasa malu kepada Fatimah

“Ha ha ha… kamu ini lucu sekali mas. Benar kamu enggak pernah nyoba ini?..” Fatimah pun tertawa lepas melihat wajah Addry yang malu

Cantik sekali.. malah kalau dilihat-lihat lebih cantikan Fatimah dari pada Bianca. Eh aku ngomong apa sih.. ucap batinnya Addry

“Tuh kan ngelamun lagi..”

“Mending nih! Coba cicip dulu mas..” refleks saja Fatimah menyodorkan sendok nya kearah suaminya dan Addry pun juga secara tak sengaja langsung mencicipi makanan yang disodorkan oleh Fatimah

“Bagaimana mas..?” tapi Addry masih memegang tangan Fatimah dan tidak menjawab pertanyaan dari Fatimah

“Ah! Maaf mas, Fati kelewatan..” Fatimah pun langsung menundukan kepala. Malu karena terbawa suasana. Tapi kanapa salahnya, Addry adalah suaminya pikir Fatimah. Tapi tidak bagi Addry mereka hanya sebagai teman tidak

lebih

“Ha ha ha.. enggak papa Fati, kau ini lucu sekali..” ucap Addry mencairkan suasana

Kenapa dengan jantung ku. Seakan mau copot saja!..batinnya Addry

Setelah pulang dari pasar dan makan bakso tadi. Addry dan Fatimah telah kembali ke rumah. Mereka telah kembali ke kamar masing-masing. Fatimah langsung menuju kamar mandi dan ia akan melaksanakan shalat dzuhur

Ya Allah, terima kasih Engkau telah membuat hati suami hamba. Menerima hamba walaupun sekarang hanya sebatas teman. Tapi hamba yakin bahwa rencanaMu adalah yang paling baik. Hanya kepadaMu lah berserah diri. Aamiinn……..

Kenapa dengan jantungku, kenapa sekarang aku merasa lebih nyaman di dekat Fatimah dan juga sekarang setiap di dekatnya jantung berdetak lebih cepat. Apa aku jatuh cinta kepadanya. Tapi tidak-tidak, aku hanya mencintai Bianca. Bianca lah merupakan cinta pertama dan terakhir ku..Addry pun langsung menuju kamar mandi, ia akan mandi dengan air dingin untuk membuat pemikiran yang membuatnya pusing tersebut akan hilang

Fatimah telah berada di dapur. Ia sedang sibuk kesana kemari setelah selesai melaksanakan shalat Ashar. Hari ini ia akan memasak sayur lodeh, sambal dan gorengan ayam goreng. Fatimah asik dengan peralatan dapur

“Kau masak apa Fati..?” Addry pun mengambil minuman didalam kulkas dan meminumnya hingga tandas. Lantas saja Fatimah mengucap karena kaget dengan kedatangan Addry di dapur

“Masak sayur lodeh, sambal dan gorengan ayam goreng mas..” ucap Fatimah hanya menoleh sebentar kearah suaminya. Setelah itu ia memfokuskan lagi pandangannya kearah masakan lodeh sayur tadi

“Apa yang bisa aku bantu ..?”

“Mas serius..?” bukannya menjawab Fatimah malah member pertanyaan

“Iya, emang tampang aku kayak pembohong ya..?” Addry pun melototkan matanya, tidak suka dengan ucapan Fatimah. Seolah olah ia tidak bisa apa-apa. Tapi sebenarnya memang benar ha ha ha

“Kalau gitu Fati minta tolong iris bawang merah dan bawang putih sama daun bawang juga mas..” Addry pun tak menjawab. Ia langsung mengambil apa yang dibilang oleh Fatimah tadi

Setelah selesai, Fatimah langsung mematikan kompornya. Ia ingin membuat adonan untuk ayam goreng tadi. Selesai Fatimah langsung menggorengnya

“Sudah belum mas..?”

“Belum Fati, ini ni bawangnya jahat sekali. Masa mata aku sudah berair gini..” Addry langsung membalikan badannya agar menghadap kearah Fatimah

“Ya Allah mas, jangan di kucek. Nanti tambah perih..” Fatimah pun membawa Addry ke wastafel untuk mencuci mukanya Addry

“Sudah mendingan kan?. Ya sudah mas, tunggu saja di meja makan. Biar Fati saja yang menyelesaikannya..” Addry pun menurut saja perkataannya Fatimah. Setelah selesai acara memasaknya. Fatimah langsung menanyai Addry

“Mas, mau makan sekarang atau belum..?”

“Belum nanti saja, aku mau nunggu Bianca pulang dulu..” Fatimah kembali merasakan sakit hatinya atas ucapan suaminya yang masih setia menunggu Bianca pulang. Padahal tadi Fatimah mendengar bahwa perutnya Addry sudah berbunyi, menandakan bahwa Addry telah lapar

“Tapi kan mas, sudah sangat lapar..”

“Enggak Fati, kalau kau mau makan dulu. Nggak papa kok aku nunggu Bianca. Ya sudah, aku keatas dulu ya…” tanpa menunggu jawaban dari Fatimah. Addry pun langsung pergi

1
mama De
belikan lagi adoyyy
mama De
aku seteres baca cerita ini aahh Aku jadi gila gara gara Kamu thor
mama De
jujur Saja walau hanya dalam cerita boongan atau beneran Aku tidak suka wanita lemah Yang hanya pasrah begini.cetita MU bagus thor i like
Yuyun Kusmiati
sebel ih ceritannya ...ko di buat lembek ...patimahnya sudah terang laki laki kayak gitu gak adil ...ini mah terlalu
Haji Damanhuri
jangan menyesal jika dia pergi
Azizah Imud
1 tahun lebih aku nunggu tak mau lanjut"
Masiah Cia
benci banget kalau ada wanita yg lemah sprt ini, Allah memang membenci perceraian tp Allah melaknat suami yg zolim, dan Allah memberi kita akal untuk di pakai berpikir yg mana layak kita lakukan
Masiah Cia
perempuan lemah ,bodoh istri TDK dianggap tp msh bertahan
Dafan Akmal
keren
Dhartia Tiaaa
oke
Aisyah Zahra
lanjut kk
Nur Lutvi
lanjut thor
Azizah Imud
ooooothor kusayang lanjuttttttt donggg
Ari Wahyuni
masih lanjutkah??
Junike Johanis
lanjut thor
Alia Natasya Selamat
rasain bodoh
Alia Natasya Selamat
bodoh..
..
bodohnya
Kasih Bonda
next thor
Desra Lisna
kok g up2 y
Desra Lisna
kapan upny nie
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!