Perkenalkan Namaku Kanaya, sekarang aku berumur 24 tahun, Aku adalah CEO dari salah satu perusahaan milik ayahku, setelah aku pulang dari Amerika aku diberi kepercayaan untuk mengelola perusahaan ayah, tak lama kemudian aku menikah dengan lelaki impianku dia begitu tampan dan mempesona semenjak kita satu sekolah di SMA aku mulai tertarik padanya. tapi sikapnya sangat cuek dan dingin padaku, bahkan setelah dia menjadi suamiku dia tidak berubah.
Kami menikah dengan perjodohan yang dilakukan keluarga kami, Meski dia tidak mencintai aku namun aku memaksanya untuk punya anak darinya sebagai tanda bukti bawa aku mencintai nya meskipun aku harus mengorbankan nyawa ku sendiri
Apakah aku bisa meluluhkan hatinya dihari-hari terakhirku.. ikuti kisahku ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eneng Selly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
Sesampainya dirumah Kanaya, Meli segera menggandeng sang majikan agar tidak jatuh.
" Meli terima kasih " ucapku
" Sama-sama Nona " ucap Meli
" Antarkan saya kekamar ya " ucapnya Kanaya
" Baik Nona " ucapnya
Mereka segera menuju kamar Kanaya, namun tak terduga sang ibu melihat Kanaya pulang langsung menghampirinya
" Astaga Kanaya kamu kenapa " Tanya sang ibu
" Tidak apa-apa Bu, hanya kecapean " ucap Kanaya berbohong
" Apa benar yang dikatakan kanaya " tanya sang ibu pada Meli
" Eh, iya bu " ucap Meli gugup
" Ko aku merasa ada yang aneh sama Kanaya " batin sang ibu
" Semoga ibu tidak curiga " batin Kanaya
" Aduh aku jadi tak enak hati sudah membohongi Nyoya besar " batin Meli
" Yasudah kamu kekamar biar ibu siapkan makanan " ucap Sang ibu dengan wajah panik
" Baik bu " ucap Kanaya sambil tersenyum
" Yu Meli " ajak Kanaya
" Baik Nona " ucap Meli
Mereka segera menuju kamar Kanaya sedangkan sang ibu sudah menyiapkan makanan dan minuman untuk sang putri kesayangannya
Ceklek,,
Aku dan meli sudah sampai di kamarku, aku segera berbaring ditempat tidurku yang empuk.
" Meli sekali lagi terima kasih " ucapku pada Meli
" Tidak apa-apa Nona tidak usah sungkan " ucap Meli sambil tersenyum
Sang bunda pun segera masuk kedalam kamarku bersama sang pembantu yang membawakan makanan banyak.
" Astaga ibu " ucapku heran melihat makanan segitu banyaknya
" Biar kamu sehat kembali " ucap sang ibu padaku dan menyuruh sang pembantu untuk pergi dari sana
" Yasudah Meli kita makan bersmaa " ajakanku pada Meli
" Tidak usah Nona, sebaiknya anda makan yang banyak agar kondisi anda pulih " ucap Meli
" Ayo sini jangan membantah " ucapku sambil tersenyum
" Ibu ga papah kan Meli ikut makan " tanya Kanaya pada sang ibu
" Iya meli lebih baik kamu ikut makan juga " ucapnya
" Baiklah nyoya " ucap Meli merasa tak enak menolak keinginan sang majikan
Mereka segera maka bersama, Kanaya merasa senang karena Iya dan Meli mulai akrab
Setalah meli selesai dengan makan bersama Kanaya, iya pun pamit pulang pada sang majikan
" Nona Kanaya " Panggil Meli
" Iya ada apa " tanya Kanaya
" Saya pamit mau pulang " ucapnya
" Baiklah, tapi besok kamu jemput aku disini ya " ucap Kanaya
" Baik Nona, kalau begitu saya permisi Nona " ucap Meli
" Hati-hati dijalan " ucapnya Kanaya
" Terima kasih Meli sudah mengantar Kanaya pulang " ucap sang Nyoya besar
" Sama-sama Nyoya besar.. permisi " ucapnya melangkah pergi dari sana
Sedangkan sang ibu menyuruh Kanaya untuk beristirahat, iya pun segera keluar dari ruangan Kanaya dan memberitahukan pada Elfaro kalau Kanaya sudah pulang, iya segera mengambil handphonenya dan memencet nama Elfaro
Tut.... Tut... Tut...
" Halo ibu " ucap Elfaro
" Halo El.. kau dimana " tanya sang bunda
" Aku sedang dijalan mencari kanaya " ucap Elfaro
" Kamus segera pulang, Kanaya sudah pulang kerumah " ucap Sang ibu
" Yang benar bu " ucap Elfaro senang
" Iya nak, makanya kamu sekarang cepat kesini... " ucap Sang ibu
" Baik Bu, El akan datang sekarang " ucap Elfaro
" Ibu tunggu ya " ucapnya
" Baik buu " ucap Elfaro segera mematikan teleponnya dan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar iya cepat pulang ke rumah.
Elfaro pun segera menelepon Ramli untuk segera memerintahkan kepada semua anak buahnya untuk menghentikan pencarian karena Kanaya sudah pulang
Tut... Tut... Tut...
" Halo Tuan " ucapnya dengan wajah paniknya
" Gawat aku belum menemukan nona Kanaya " batin Ramli
" Kamu dimana " tanya Elfaro
" Saya sedang dijalan Tuan " ucapnya panik
" kamu bilang sama semua anak buahku untuk mengentikan pencarian Kanaya " ucap Elfaro
" Memangnya Nona Kanaya sudah ditemukan Tuan " ucap Ramli
" Iya Kanaya sudah pulang kerumah " ucap Elfaro
" Alhamdulillah saya senang mendengarnya " ucap Ramli
" Kamu kembali kekantor, saya pulang dulu mau mengecek keadaan kanaya " ucap Elfaro
" Baik Tuan " ucapnya Ramli
Elfaro sudah sampai dirumahnya, iya segera masuk kedalam dan mencari-cari keberadaan. Kanaya
" Kay... Kay... " panggil Elfaro
" El... ko kamu teriak-teriak " ucap sang ibu
" Kanaya dimana bu " tanya Elfaro
" Kanaya ada dikamarnya sedang beristirahat " ucap sang ibu
" Baik Bu... terima kasih " ucap Elfaro langsung menuju kamar Kanaya
Ceklek,,
Suara pintu membuka kamar Kanaya, disana iya melihat seseorang yang selalu iya sayangi tidur pulas namun iya khawatir saat melihat wajah pucat Kanaya, iya pun segera masuk kedalam kamar itu
" Kanaya kamu pucat sekali " ucap Elfaro memandangi wajah Kanaya
" Jangan buat aku khawatir seperti ini Kay.. aku sangat menyayangimu " batin Elfaro
" Kamu tidur yang nyenyak Kay, aku pergi dulu kekantor " ucap Elfaro mengecup kening Kanaya
Elfaro segera pergi dari kamar Kay dan segera melangkah menuju mobilnya karena iya harus kembali lagi kekantor menyelesaikan pekerjaannya
" Loh El mau kemana lagi " tanya sang ibu
" El mau pergi kekantor dulu.. tapi cuma sebentar ko Bu " ucapnya sambil tersenyum
" Kamu jaga kesehatan " ucap sang ibu
" Iya ibuku sayang.. aku pamit ya ... assalamualaikum " ucap Elfaro mengecup pipi sang ibu
" Hati-hati dijalan nak " ucap sang Ibu
Elfaro segera menuju mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, iya sangat senang bisa melihat Kanaya kembali.
Sesampainya dikantor Elfaro segera menuju ruang meting untuk menyelesaikan pekerjaannya, sepanjang berjalannya Meting Elfaro tak henti-hentinya tersenyum. Ramli pun merasakan jika sang majikan kini sedang berbahagia.
.
.
.
Bersambung....
Ada yang penasaran dengan kisah Kanaya..
Ikuti terus kisahnya...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
Jangan bosen-bosen ya .....
menyesal memang belakangan...
critanya udh bgus ka, klo bsa d revisi biar readers lbih nyaman lgii bcanya...
smngattt
apa el bkn kk kndung kay ?