Anindya Yasmin tak pernah mengira akan jatuh cinta pada sosok pria bernama Daniello Lucas Dathan sang ketua OSIS yang sangat tampan.
Daniel dengan segala kelembutan dan perhatiannya membuat Yasmin benar benar jatuh cinta.
Tapi cinta mereka tidak bisa berjalan mulus, karena berbeda keyakinan. Walau Daniel sangat menghormati Yasmin dengan keyakinannya dan begitu juga dengan Yasmin.
Tapi orang tua merekalah yang tak bisa menerima semua perbedaan itu.
Apakah pada akhirnya Yasmin dan Daniel menyerah pada keadaan. Dan memilih berpisah.
Kisah ini terinspirasi dari kisah nyata seorang sahabat. Selamat membaca, semoga menghibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Lima Belas.
Hari ini Yasmin harus kembali lagi ke kota kelahirannya Pekanbaru. Daniel mengajak Yasmin ke sebuah cafe sebelum berangkat.
Pesawat yang akan ditumpangi Yasmin berangkat pukul tiga sore.
"Sayang, sejak dari rumah kakak kamu tampak pendiam. Apa kamu masih memikirkan ucapan keluarga kakak...."
"Hhmmmm...."
Daniel merapatkan tubuhnya ke Yasmin.
"Sayang, apa yang harus kakak lakukan agar kamu tidak lagi memikirkan itu. Kakak akan mencari jalan keluar agar kita tetap bersama"
Yasmin memiringkan tubuhnya menghadap Daniel.
"Kak, aku tak akan pernah berpindah keyakinan . Aku sangat mencintai kakak, tapi aku lebih mencintai sang penciptaku. Aku mau kita akhiri semua ini. Aku telah memikirkan srmua ini semalaman. Tak ada jalan buat kita bertemu dan bersatu"
"Tidak Yasmin, kakak mohon jangan menghukum kakak begini. Kakak tak bisa pisah denganmu.... "
"Tapi kak, percuma kita bertahan karena pada akhirnya kita harus berpisah"
"Bukan hanya kita berdua yang menjalankan hubungan dengan keyakinan yang berbeda. Masih banyak lagi pasangan di luar sana melakukannya. Dan mereka bisa melewati ujian itu dan akhirnya bersatu....Jangan minta pisah lagi ya, kakak mohon"
Yasmin melihat di sudut mata Daniel tampak genangan air mata yang akan tumpah. Yasmin tak sanggup melihat kesedihan Daniel. Ia akhirnya mengangguk.
"Ya Tuhan maafkan hamba Mu ini, aku belum bisa memutuskan hubungan ini. Aku tak ingin membuat kak Daniel terluka. Jika hanya aku yang tersiksa dan terluka , mungkin aku bisa bertahan, tapi aku sanggup melihat luka di mata kak Daniel"
Daniel mengecup kepala Yasmin sebelum ia masuk ke dalam bandara karena pesawatnya akan segera berangkat.
"Ingat sayang, aku di sini yang selalu menantimu dan sangat mencintaimu..." ucap Daniel melepaskan pelukannya.
Yasmin tersenyum dan masuk ke dalam bandara. Daniel melihat kepergian Yasmin sampai gadis itu berbalik dan melambaikan tangannya sebelum benar benar menghilang dari penglihatan.
Setelah ia mendengar pesawat yang membawa Yasmin telah meninggalkan bandara barulah Daniel mengemudikan mobilnya.
Sambil mengemudi pikiran Daniel melayang pada ucapan ibu dan kakaknya.
"Kami nggak keberatan atas hubungan kamu dan Yasmin. Mama tahu kamu sangat mencintai Yasmin. Tapi kamu juga harus ingat jika papa kamu seorang pendeta. Memang nikah beda agama bisa kamu lakukan di luar negeri. Tapi keluarga dan orang mengetahuinya , itu akan kurang baik bagi nama baiknya. Jika bisa kamu mencari yang seiman. Tapi mama tidak melarang hubungan ini, cuma kurang setuju....kamu dan Yasmin masih muda, jalan kalian masih panjang. Tapi kamu juga harus memikirkan semua kemungkinan yang akan terjadi, kamu harus menyiapkan hatimu jika pada akhirnya kalian tidak bisa disatukan"
Daniel mampir di salah satu kafe dan duduk menyendiri di sudut. Ia masih memikirkan kelanjutan hubungannya dengan Yasmin.
"Apa aku siap buat berpisah. Aku sangat mencintai Yasmin. Orang orang pasti berpikir jika cintaku hanyalah cinta monyet diusiaku saat ini. Tapi aku mencintainya dengan seluruh hatiku, aku tak pernah membayangkan jika aku harus melepaskannya. Mungkin aku egois, karena tidak mau putus dengan Yasmin. Tapi itu aku lakukan karena aku memang sangat mencintainya, aku tak sanggup melihatnya berjalan dengan pria lain"
############
Dua bulan sudah berlalu sejak Yasmin kembali dari Jakarta. Hubungannya dengan Daniel tetap terjalin. Daniel tidak pernah lupa menghubunginya tiap hari.
Yasmin tidak bisa memutuskan hubungannua karena Daniel memang tidak pernah melakukan sesuatu yang bisa jadi alasan buat mereka berpisah.
Yasmin disibukan dengan pelajaran tambahan disekolah. Satu bulan lagi ujian akhir berlangsung.
Yasmin dan temannya sedang di pustaka membahas soal ujian tahun kemaren sebagai referensi mereka belajar.
Ketika sedang asyik belajar , Yasmin merasa ada yang memeluknya dari belakang.
"Aww...siapa sih, bikin kaget..." ucap Yasmin dan membalikan badannya ingin melihat siapa yang memeluk dirinya.
Yasmin yang kaget , tak bisa mengeluarkan suara. Ia memandangi dengan tersenyum. Dan langsung memeluk pinggang Daniel yang berdiri dihadapannya.
"Kenapa nggak pernah ngomong kalau kakak akan datang" ucap Yasmin.
"Kakak mau buat kejutan , dan ingin melihat kamu ngapain aja kalau tak ada kakak"
Yasmin menengadahkan kepalanya memandangi Daniel. Ia masih tak percaya dengan kehadiran Daniel.
"Hhhmmmm...." dehem Nicko yang baru masuk ke pustaka.
Yasmin melepaskan pelukannya, ketika ia menyadari jika mereka masih berada diperpustakaan.
"Bukan mahram, Yasmin" ucap Nicko
"Ya, aku tahu. Tadi aku kaget karena kak Daniel muncul tiba tiba makanya spontan memeluk" ujar Yasmin
"Hai Nick, boleh aku tahu maksud ucapan kamu"
"Kak, nanti aku jelasin...."
"Ini buku kamu, terima kasih ya" ucap Nicko memberikan buku yang dipinjamnya kemaren.
"Sama sama...kak aku masih ada satu jam lagi pelajaran tambahan"
"Kakak tunggu sambil bertemu guru "
"Aku masuk kelas dulu ya ,kak"
"Iya, belajar yang baik. Biar cepat menyusul kakak kuliahnya"
"Iya..."
Yasmin melangkah bersama temannya yang lain. Tinggal Nicko yang masih mencari buku.
"Apa kabar, Nick..."
"Baik, kamu baru sampai"
"Ya, dan aku ingin menemui pacarku. Nggak salahkan. Tapi aku nggak mengerti maksud kamu tadi. Apa dari yang aku tangkap, kamu melarang Yasmin memeluk aku, karena Yasmin langsung melepaskan pelukannya ketika kamu bicara tadi"
"Tadi itu aku cuma bercanda. Maaf aku harus kembali ke kelas, pelajaran akan di mulai"
"Silakan, tapi aku ingatkan kamu, Yasmin itu pacarku. Aku nggak suka kamu terlalu dekat dengannya" ujar Daniel
"Daniel...Daniel. Kamu tak perlu takut jika kamu yakin dan percaya Yasmin juga mencintaimu"
"Aku percaya Yasmin, tapi tidak denganmu. Yasmin terlalu polos untuk tahu jika kamu juga mencintainya"
"Walau aku mencintainya, jika Yasmin memang tulus mencintaimu, tidak ada alasan buatmu takut. Ia pasti akan setia denganmu. Tapi lain halnya jika Yasmin tidak mencintaimu. Lagi pula , perlu kamu tahu jika aku ini ada hubungan kekeluargaan dengannya..."
"Baiklah, aku pegang kata katamu. Jika kamu hanya menganggap Yasmin saudara" ucap Daniel dan berlalu dari Nicko
Nicko mengepalkan tangannya menhan amarah. Ia tak pernah menduga jika Daniel tahu ia mencintai Yasmin.
Daniel menemui guru guru dikantornya dan berbincang sampai Yasmin selesai belajar.
Daniel duduk di bangku yang ada didepan kelas Yasmin. Begitu keluar, ia langsung tersenyum melihat Daniel.
"Ayo kak, pulang lagi. Kakak pasti capekan"
"Kita mampir ke kafe dulu ya sebelum pulang, kamu hubungi ibu, bilang kamu pulang sedikit telat"
"Aku belum sholat ashar..."
"Kita mampir di mesjid dulu. Atau kamu sholat dulu di mushola sekolah ..."
"Iya kak, sebaiknya aku sholat di mushola sekolah aja"
Daniel dan Yasmin berjalan menuju mushola yang berada dibelakang sekolah. Daniel menunggu Yasmin sholat. Tampak beberapa siswa dan guru juga melaksanakan sholat. Di antara siswa tampak Nicko juga akan melaksanakan sholat.
Ia hanya menyunggingkan sedikit senyumnya melihat Daniel yang duduk di teras mesjid.
Tak lama tampak Yasmin yang keluar dari mushola. Daniel dan Yasmin menuju parkiran, ia membawa mobil sepupunya.
Ia membawa Yasmin mampir ke kafe yang terdekat dari sekolah. Tempat biasa mereka nongkrong dulu.
********************
Terima kasih
keren banget ceritanya mam.. 💞💞💞
akhirnya, setelah melewati segala rintangan, Yasmin dan Daniel bisa bersatu jg..
alhamdulillah Daniel mau masuk Islam..
luar biasa emang cinta Daniel ke Yasmin..
tapi tetap ya, yg pertama dan utama harus cinta kepada Allah..
selain Allah, cintai sewajarnya saja jgn berlebihan..
karena Allah itu pencemburu, dan biasanya kita akan diuji dg apa yg kita cintai..
buat Akhtar, emang gak ada manusia yg sempurna..
manusia tempat salah dan lupa..
yg penting selalu bertaubat dan sebisa mungkin untuk tidak mengulang kesalahan yg sama..
semoga sehat selalu ya mam..
tetap semangat dalam berkarya dan semoga sukses selalu..
😘🥰😍🤩💪🏻🙏🏻💞
.smpai maut memisahkan nenek kakek q
🤗🤗 nenek q iklas anak2 nya ikut agama islam smw..
.
dan untuk Akhtar semoga bahagia dengan Siska segera mendapatkan momongan
biarkan Rachel diasuh sama Daniel dan Yasmin mereka lebih berhak membesarkan Rachel cukup kalian saling menyayangi buka untuk merebutkan kasihanlah anak kecil tidak tau apa² harus dipisahkan oleh orang yang telah merawat dari kecil...
dan terakhir kisah arneta mengingatkan aku dengan masa lalu ku beruntungnya aku dulu tidak sampai hamil setelah berpisah emang benar pacaran hanya membawa penyesalan dan dosa 😭😠🤧
untung Daniel itu baik hati mengurus arneta dan merawat Rachel Seperi anak sendiri.. apa gk mikir si Siska itu kok egois banget padahal dia tau betul gimana Daniel menyayangi nya
miris Sekali Siska ini
tidak tau rasa balas Budi
untungnya Akhtar sadar diri dengan posisinya 😠
apa kabar dulu arneta saat hamil dan melahirkan. merasa sendiri tidak ada suami yang menemani 😭