NovelToon NovelToon
The Mafia'S Only Weakness

The Mafia'S Only Weakness

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Anak Genius
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mel R.

Dominic Enzo Salvatore terus mencari kekasih nya yang menghilang sudah 6 tahun lebih ini. Akibat salah paham dimana waktu itu kekasihnya Isabella Laurent.

Halo semua nya...ini adalah karya pertama yang yang saya buat. Saya sangat berharap kalian para readers suka dengan cerita yang saya buat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mel R., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pertengkaran

"Kau tidak tahu seberapa tersiksa nya aku menahan kerinduan selama ini Bella." Dominic mendekat, menatap penuh Wanita nya. "Aku hampir gila mencari mu seperti anjing. Aku hampir gila karena merindukan mu, di setiap malam ku. Aku tidak bisa tidur dengan nyenyak hanya karena memikirkan bagaimana kamu di luaran sana. Aku takut sesuatu terjadi kepada mu"

"Aku...aku tidak bisa hidup tanpa mu Bella. Aku merasa hancur sesaat aku tahu kamu menghilang dan aku yang melakukan kebodohan yang menjijikkan itu. Bella, Aku minta maaf sayang, walaupun kelakuan ku yang sudah membuat mu sakit hati dan tidak bisa di maafkan, tapi aku sangat berharap kamu bisa memanfaatkan nya"

Lalu Dominic langsung memeluk Bella dengan erat. Menumpahkan rasa sesak yang selama ini yang Dominic pikul.

Bella terdiam mendengar penjelasan dari Dominic. Di satu sisi ia merasa kasihan dan di satu sisi lagi ia benci dengan penghianatan jika berhubungan dengan sebuah hubungan.

Dominic dulu adalah pria yang ia cintai sepenuh hati. Melakukan apapun untuk pria ini. Bahkan keperawanannya ia berikan kepada Dominic.

Yang paling sakit adalah penghianatan di hubungan.

Isabella merasakan bahunya basah, dan ternyata Dominic menangis yang membuat Isabella kaget. Karena dirinya pun selama menjadi kekasih nya Dominic tidak pernah melihat pria gagah ini menangis.

"Sudah enam tahun Bella, sudah Enam tahun lama nya. Tolong hentikan kemarahan mu sayang. Jangan pergi lagi, ku mohon...apapun aku ku lakukan untuk mu asal kamu jangan meninggalkan aku lagi. Bila perlu aku bersujud atau mencium kaki mu, aku rela melakukannya."

"Apansihh Dominic..." perkataan Dominic yang mencium kaki nya membuat Isabella seketika merasa kesal. Emang dia manusia apa yang harus di cium kaki nya. Bukan tuhan dan dirinya juga bukan ibunya? jadi itu tidak perlu juga.

"Tapi aku tetap tidak bisa, kita masing-masing saja. Aku sudah bahagia dengan kehidupan ku yang sekarang" Isabella tetap mempertahankan harga diri nya. Sekali tersakiti pria, maka ia tidak akan menoleh lagi pada orang itu.

Dominic mengepalkan tangan nya. Isabella ternyata tidak segampang itu memaafkan nya. Mungkin apa yang dirinya lakukan memang sudah keterlaluan baginya. Tapi kan dirinya disini juga sudah menyesal dan minta maaf.

"Aku akan tetap menunggu maaf dari kamu. Tapi kau pikirkan dulu tentang Damian. Keturunan Salvatore yang kamu sembunyikan." Dominic tidak akan pernah melepaskan Isabella untuk yang kedua kali nya. Akan ia lakukan apapun untuk menahan nya disisi nya, sekalipun itu dengan ancaman.

"DOMINIC, DIA BUKAN ANAK MU!!" Isabella berucap, menekan semua kata nya. Mata nya memanas jika menyangkut sang anak.

"Bukan anakku tapi kamu menyematkan nama belakang ku di nama anak kita." Ucapan Dominic benar-benar tegas.

Dan yupsss, mampu membuat Isabella terdiam. Terdiam karena Dominic mengetahui nama panjang putranya. Secepat itu.....

Ah...tapi ia lupa, lupa bahwa pria ini adalah pria berkuasa.

Dominic tersenyum sangat tipis, ini adalah kemenangan nya. Dia akan menggunakan Damian kali ini untuk mempertahankan Isabella agar tetap berada di samping nya.

"Kau tidak ada hak atas Damian Dominic" Isabella membuang muka kesamping.

Sungguh, Isabella sangat keras kepala. Benar-benar berubah sifat nya. Pendirian nya tetap ia jungjung tinggi. Tapi tenang, itu tidak akan membuat Dominic menyerah.

"Jangan sampai aku menggunakan ke kuasaan ku Bella sayang"

Deg...

Ucapan Dominic lembut, tapi tersirat bahwa ucapan nya ada ancaman di dalam nya.

"Pikirkan Damian juga sayang, sudah cukup kamu memisahkan seorang Ayah dan anak. Dan menghilang dari hidup ku"

Lagi-lagi Isabella membuang wajah nya. Katakan ia egois tapi Isabella tidak peduli dengan hal itu. Ini jaman sudah sangat modern, prinsip Isabella sangat tinggi.

Sekali di hianati maka Isabella tidak akan berpaling ke masa lalu.

Tapi ini...ada anak di antara mereka, ada Damian yang memang butuh sosok seorang Ayah. Dan Dominic punya segalanya, masa depan Damian kalau bersama dengan Dominic pasti akan terjamin.

"Aku sudah memaafkan kamu. Aku ingin pulang Dominic. Biarkan kami pergi"

Dominic menghela nafasnya dengan berat, Isabella wanita nya, ego nya terlalu tinggi. Sangat berubah menjadi seorang wanita dewasa.

"Kalian tidak akan pergi kemanapun" ucapan ini adalah sebuah perintah yang mutlak bagi Dominic. Ia menatap kekasihnya dan Isabella pun menatap Dominic dengan marah.

"Kamu sangat egois, sudah aku bilang! aku sudah bahagia tanpa kamu" Bentak Isabella sambil menunjuk wajah Dominic.

Tapi itu bohong.

"Biarlah kamu menganggap aku seperti itu" Jawab Dominic dengan enteng. Tapi tatapan nya tetap menatap Isabella dengan lembut, dengan cinta dan dengan kerinduan.

"Kamu bohong Dominic" Mata Isabella berkaca-kaca. "Tolong biarkan aku pergi bersama putraku. Pasti dia sedih karena kamu membuat ke kacauan di pertandingan nya tadi"

"Aku tahu, tapi ingat satu hal. Kamu tidak akan pernah lepas dari ku. Malam ini kita akan menikah." Putus Dominic tanpa panjang pikir lagi.

Dia harus mengikat wanita ini, dengan status agar ia tidak bisa pergi lagi dari hidup nya.

"Aku tidak mau! kamu memaksa Dominic. AKU BENCI KAMU!!"

Tanpa aba-aba, Dominic langsung menggendong Isabella ke pundak nya.

Isabella melawan, memukul bahkan menggigit Dominic, tapi itu tidak akan membuat Dominic terpengaruh.

Jalan nya tegap menaiki anak tangga. Sesekali ia memukul pantat Isabella yang membuat nya semakin marah.

"Si alan kau Dominic, turun kan aku! aku tidak mau menikah dengan kamu!!"

"Disini aku keputusan ada di tangan ku." Dominic membawa Isabella ke kamar nya, dan mengunci pintu.

"Tunggu sampai malam, sore nanti MUA akan datang merias kamu" keputusan Dominic sangat mutlak.

Tatapan Dominic melembut menatap kekasihnya yang sedang menangis.

"Aku tidak mau menikah dengan bajingan seperti kamu!!"

"Simpan kata-kata mu itu. Kamu harus beristirahat. Bibi Elena yang akan memenuhi kebutuhan mu."

"Dominic brengsek!!!"

Dominic keluar, tidak peduli makian Isabella yang telontar dari mulutnya untuk nya. Ia mengunci pintu agar Isabella tidak bisa kabur.

Dominic juga akan memperketat penjagaan di seluruh penjuru sudut untuk berjaga-jaga jikalau Isabella bisa keluar dari kamar ini.

Jeremy datang menghampiri Dominic.

"Dimana anak itu?" tanya Dominic langsung.

"Di ruang tamu Tuan"

"Siapkan pernikahan ku nanti malam. Perketat penjagaan di mansion ini. Aku tidak ingin kecolongan."

"Baik Tuan, akan saya laksanakan. Tapi mohon maaf Tuan. Tuan muda meminta anda untuk segera bertemu dengan nya."

Dominic mengangguk, ia langsung berjalan ke kamar tamu untuk segera menemui anak nya. Dirinya akan menjelaskan siapa dirinya sebenernya.

Dominic membuka pintu, dan hal yang pertama dia lihat adalah kamar yang berserakan. Anak ini pasti mengamuk.

1
meliana
kalian semua jangan lupa mampir yah, di jamin seru dengan cerita cerita author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!