setelah kehilangan kedua orang tuanya, Tasya yang sedang terpuruk tak sengaja bertemu dengan Ifan, seorang ceo dari perusahaan Tosung grup. dia pikir pertemuan mereka dapat membuatnya hidup bahagia, namun ternyata bukan kebahagiaan yang menghampiri hidupnya tapi kesengsaraan dan penderita yang ia dapatkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Choi min Ah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kaka beradik
Tasya terbangun dan mendapati dirinya berada di sebuah kamar, tangan dan kakinya terikat di atas kursi. Tasya mencoba melepaskan ikatan tersebut namun gagal
"Aku harus pergi" gumam Tasya. Tasya melihat ada sebuah vas bunga di atas meja, dengan akal nya dia menggerakkan tubuhnya dan menyenggol meja tersebut sampai meja itu terjatuh dan vas bunga tersebut pecah
"Aku harus cepat" Tasya melihat ke sekeliling, sambil menggerakkan kursi agar lebih dekat dengan pecahan vas tersebut matanya terus melihat ke arah pintu. Setelah dia merasa cukup dekat, Tasya merobohkan tubuhnya ke lantai "bruk" Tasya terjatuh dan pipinya tergores oleh beling vas bunga
"Ah.. sakit" ucapnya sambil menahan sakit lalu menggeser tubuhnya. Ahirnya dengan susah payah Tasya bisa memegang pecahan vas tersebut. Namun, ketika ia hendak memotong tali yang mengikat lengannya seseorang datang dan membuka kunci pintu kamar tersebut
"Tidak, jangan" pria tersebut masuk ke dalam dan tersenyum miring menatap Tasya yang sedang berusaha melepaskan dirinya
"Apa yang kau lakukan" Tasya terkejut ketika melihat wajah nya, dia kaget lantaran pria tersebut adalah lelaki misterius yang ia temui tempo hari
"Kau!!!" Pria tersebut tersenyum dan menyuruh bawahan nya mendudukkan kembali Tasya. Pria tersebut berjalan mendekati Tasya dan menyentuh wajahnya yang terluka
"Jangan sentuh aku" ucap Tasya sambil menatap tajam pria tersebut
"Dengan bodohnya kau malah melukai wajah mu yang rupawan ini" decak peria tersebut lalu meminta bawahan nya untuk memotret Tasya dan memberikannya pada Ifan
"Tapi bagus lah, aku tidak perlu mengotori tanganku untuk melukai mu. Kita lihat bagaimana reaksi Ifan saat melihat wanita simpanan nya terluka berada di tangan ku" sambil meneteskan air matanya, Tasya bertanya kenapa dia melakukan hal tersebut pada dirinya. Dia bahkan tidak memiliki salah padanya. Pria itu meminta semua bawahan nya keluar, dia ingin berbicara hanya berdua saja dengan Tasya. Setelah mereka keluar, pria tersebut ahirnya berbicara kenapa dia menculiknya
"Tentu saja karena Ifan. Kau wanita bodoh, dia mendekati mu dan membantu mu hanya ingin agar kau memberinya anak" ucap pria tersebut sambil duduk di kursi dan melihat Tasya yang terdiam karena kaget mendengar ucapaan nya
"Tidak, apa yang kau katakan" timpal Tasya
"Aku mengatakan apa yang sebenarnya. Dia adalah pria yang sudah beristri. Dan kau, kau hanya semata mata simpanan nya" seperti tersambar petir di siang bolong, Tasya tak mempercayai ucapaan pria tersebut. Dia mencoba untuk percaya kepada Ifan
"Itu tidak mungkin, dia tidak mungkin sudah menikah" pria tersebut tertawa terbahak bahak mendengar jawaban Tasya, dia tertawa lantaran Tasya begitu bodoh nya
"Kau tau, aku adalah adik tirinya. Aku kenal dengan baik sifat kakakku itu" Tasya semakin terkejut ketika mendengar jika dia adalah adik dari Ifan. Dan saat pria tersebut hendak menceritakan semuanya pada Tasya, Ifan masuk ke dalam kamar dengan keadaan yang berantakan
“Sepertinya kau berhasil menerobos kemana ku dengan selamat, Kakak!” Ucap nya tersenyum miring
"Surya!!!" Teriak Ifan lalu menarik kerah baju adik nya dan memukul tepat di pipi kanan nya. Saat Ifan melihat Tasya dia semakin marah karena luka yang berada di pipinya
"Beraninya kau melukai nya!" Ifan kembali memukul wajahnya dan mendorong Surya sampai dia terjatuh di lantai
"Kau tidak papa" ucap Ifan sambil menyentuh wajah Tasya. Tasya tak menjawab pertanyaan Ifan Dia hanya terdiam membisu, Ifan tau jika terjadi sesuatu pada Tasya sampai dia tak menjawab pertanyaan nya
"Apa yang kau lakukan padanya!!" Teriak Ifan kepada Surya. Surya hanya tersenyum miring sambil memegang pipinya, ketika Ifan hendak menghajar Surya, Tasya bertanya apa Ifan memang sudah menikah dan memiliki istri. Ifan langsung terhenti mendengar ucapan nya, dia terdiam tak menjawab
"Jawab aku mas. Apa kau sudah menikah" tanya Tasya sambil menangis, Ifan berbalik dan menatap Tasya
"Dengarkan aku dulu" jawab Ifan. Hati Tasya seperti tercabik cabik, dia menggenggam pecahan vas bunga di tangannya lalu mengepal nya dengan kuat sampai tangannya terluka dan berlumuran darah. Tasya menangis mengetahui pria yang ia percayai telah membohongi nya
"Bagaimana rasanya Kaka" ucap Surya
"Bagaimana rasanya saat milikmu di usik oleh orang lain. Oh tidak, aku lupa dia bukan milikmu. Dia hanya wanita simpanan mu" timpal Surya. Ifan semakin marah, dia mencengkeram kerah baju milik Surya dengan erat. Tak tinggal diam, Surya memukul balik Ifan, adik dan Kaka tersebut berkelahi di depan Tasya. Ifan tersungkur di lantai dengan luka di keningnya
"Kau sudah merenggut semuanya dariku. Ayah ibu! Bahkan wanita yang aku cintai kau pun mengambilnya! Sekarang lihatlah pembalasan adikmu ini" ucap Surya lalu keluar dari kamar dan meninggalkan Tasya dan Ifan berdua saja. Ifan berjalan mendekati Tasya dan melepaskan ikatan yang mengikat tangan dan kakinya
“Jangan sentuh aku” ifan tak bergeming sedikit pun, dia tak memperdulikan pertakataan Tasya
“Aku bilang jangan sentuh aku!!” Teriak nya lalu mendorong ifan dari hadapan dirinya
“Tanganmu terluka, apa yang kau lakukan” ifan merobek baju Tasya dan mengikat tangannya dengan kain baju tersebut. Sambil menangis Tasya menarik tangannya
“Untuk apa kau peduli dengan wanita simpanan mu ini” ifan tertegun mendengar perkataan Tasya, dia terdiam lalu menatapnya
“Benarkan, aku hanya wanita simpanan mu mas”
BERSAMBUNG.....
Jan lupa di like komen and vote😊