NovelToon NovelToon
AYAH TIRI UNTUK ANAKKU

AYAH TIRI UNTUK ANAKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Duda / Komedi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: La Rumi

Erina Hutomo, single mom yang harus berjuang sendiri mengatasi kekacauan hidup--anak sulung yang beranjak remaja dan banyak ulah, anak bungsu yang autis, tetangga yang selalu nyinyir karena dia janda--hingga tumpukan pekerjaan yang terus menghantuinya di kantor.

Sampai suatu ketika, petir terbesar menyambarnya--Erina divonis mengidap kanker otak, dan usianya tak akan lama.

Di tengah badai, Erina tak sempat menangis. Garis akhir itu seperti bom waktu. Dan ia memilih mati-matian mempersiapkan segalanya, terutama untuk buah hati yang paling dicintainya. Ia hanya ingin anak-anaknya hidup layak dan bahagia--bahkan setelah ia tak ada lagi di dunia.

Termasuk, memberi mereka sosok ayah yang bisa menjaga dan menyayangi mereka seperti darah daging sendiri, sampai akhir.

Berhasilkah Erina menuntaskan misi dan harapan terakhirnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La Rumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. MAKHLUK TUHAN PALING SEKSI

"Otakmu seksi, itu terbukti

Dari caramu memikirkan aku

Matamu seksi, itu terbukti

Dari caramu menatap aku

Aku seperti ada

Di dalam penjara cintamu..." 🎶

Pukul setengah sembilan malam, Bonita yang terpaksa mengisi shift malam menjaga gudang sekaligus kantor PT. Dasim Sakti gara-gara rekannya, Siddiq, absen karena terkena muntaber, berusaha melepas penat dan menghibur diri dengan karaoke lagu Makhluk Tuhan Paling Seksi yang dipopulerkan Mulan Jameela sambil berjoget-joget heboh dan merekam videonya sendiri di pos security--untuk kemudian di-upload sebagai konten di akun sosial medianya.

"Kamulah makhluk Tuhan

Yang tercipta yang paling seksi

Cuma kamu yang bisa

Membuatku terus menjerit

Aw, aw, aw (eh, eh, eh)

Aw, aw, aw (eh, eh, eh)...!" 🎶

Ketika Bonita sedang menggoyang pantatnya yang besar dengan heboh sambil melirik nakal ke arah kamera ponselnya, tiba-tiba--

TIIIIN!

"Eh copot, copot, burungku copot...!" Bonita seketika berjengit dan memekik latah ketika mendengar suara klakson berbunyi nyaring dari muka gerbang. "Haiiiissh, bikin jantungan--siapa sih datang malam-malam begini? Masa Pak Derek balik lagi?"

Bonita mematikan speaker bluetooth-nya, lantas bergegas keluar pos dan mengintip dari lubang di gerbang. Ia melihat Lexus RX putih milik Alvin tak jauh di depan gerbang, lampu depannya mengedip beberapa kali penuh isyarat.

"Pak Alvin?"

Begitu Bonita membuka gerbang, Alvin langsung menekan pedal gas dan memarkir mobilnya tepat di halaman depan gudang.

"Malam, Bonita," Alvin turun dari mobilnya dan menyapa ramah--tampak sangat tampan meski mengenakan kaus putih longgar bergambar Donald Bebek dihiasi pin bundar berbulu hitam di bagian dada kiri dan celana jeans panjang berwarna biru dongker.

"Malam, Bapak Tamvan," balas Bonita sambil mengibas-ngibaskan wig-nya dan tersenyum lebar. "Duh... aura Bapak makin bersinar ya, seperti kena pancaran cahaya surga setelah ibadah. Kapan pulang dari tanah suci, Pak?"

"Tadi sore baru landing," jawab Alvin, hampir tertawa mendengar selorohan Bonita. "Masih ada siapa di dalam, Bon?"

"Sudah pulang semua, Pak. Hanya ada Bonita di sini--siap melayani Bapak sepenuh hati," Bonita mengedipkan matanya genit. "Bapak baru balik dari Arab Saudi langsung ke sini malam ini... pasti rindu sama Bonita ya?"

Alvin tertawa.

"Saya sudah cuti selama dua minggu--kerjaan saya numpuk. Daripada jet lag dan sulit tidur di rumah malam ini, lebih baik saya ke sini untuk mencicil pekerjaan selagi bisa."

"Duh, Bapak berdedikasi sekali... di mata Bonita jadi terlihat seperti makhluk Tuhan paling seksi," Bonita menatap sang duda tampan itu dengan kagum. "Kalau Bapak butuh kopi atau pijatan di bahu malam ini, bilang ya, Pak... Bonita akan layani dengan sangat senang hati. Jujur Bonita lebih suka kalau disuruh mijat Pak Alvin daripada Pak Derek... ehhh!"

Bonita buru-buru menutup mulutnya yang berbibir tebal, seakan keceplosan.

"Kamu sering diminta mijat Pak Derek?" tanya Alvin sambil tertawa.

"Iya... terutama belakangan ini, Pak Derek sering nginap di sini. Katanya kerjaannya banyak. Bonita jadi kudu mijetin dia di ruangannya tiap malam, huuufff!" keluh Bonita seraya membuang napas panjang beraroma kopi lewat bibirnya yang monyong lima senti.

"Hmm. Apa Pak Derek menginap di sini juga malam ini?"

Netra cokelat Alvin sepintas menajam saat tersorot ke arah gudang.

"Malam ini kebetulan enggak. Tadi jam delapan pas Pak Derek pulang. Beliau sempat traktir Bonita kopi sebelum pergi dengan mobil Ferrari-nya" sahut Bonita lugas.

"Ooh, gitu. Ya sudah, kalau gitu saya masuk dulu. Selamat menjalankan tugas kembali, Bonita," Alvin melambai singkat dan bergegas masuk ke dalam gudang.

"Siaap laksanakan, Bapak Tamvan!" balas Bonita ceria.

Alvin memasuki ruangan kerjanya di Divisi Marketing lantai dua. Ia menyalakan lampu dan komputer di mejanya, menghabiskan sekitar sepuluh menit untuk mengakses sistem, membuka sejumlah folder dan mencetak beberapa lembar file.

Lembaran kertas yang kini berisi data stok gudang khusus barang lama dan reject lengkap dengan kuantiti itu ditumpuk jadi satu dan ditata rapi dalam clipboard hitam oleh jemari terampil Alvin. Dengan cepat ia membawa berkas itu keluar dan menuju area sudut belakang gudang yang menjadi targetnya kali ini.

Harusnya ada di sini...

Bukan tanpa alasan Alvin tak bekerja selama dua minggu dan tiba-tiba mengunjungi gudang malam ini. Ia sengaja melakukan semua itu untuk menuntaskan misi rahasia yang diembannya selama hampir sebulan ini--menemukan bukti korupsi Derek Sakti dan menyeretnya ke balik jeruji besi.

Bermula dari laporan Derek ke kantor polisi yang menuduh Alvin melakukan pelecehan seksual terhadap Erina, Alvin pun pura-pura ketakutan dan menyembunyikan diri. Ia mengajukan cuti umroh dan bersandiwara terbang keluar negeri agar polisi sulit menemuinya dan memintainya keterangan--padahal yang sebenarnya terjadi adalah dia makan-tidur-boker dengan tenang di mansion-nya, sementara polisi tak memproses lebih lanjut laporan itu setelah didatangi tim pengacara khusus yang diutus Adrian--berikut amplop berisi pelicin.

Selama dua minggu itu, Alvin tak berdiam diri. Ia mengutus orang-orang kepercayaannya untuk menyelidiki lebih dalam dan mengumpulkan bukti-bukti. Hasilnya, Derek memang melakukan berbagai penggelapan melalui transaksi-transaksi bernilai rugi seperti pembelian suku cadang bernilai miliaran--tetapi barang yang dipesan tidak benar-benar masuk gudang, atau tidak sesuai, atau bahkan berupa barang reject yang akhirnya dibiarkan menumpuk di sudut, dan diam-diam dijual kembali sebagai rongsokan yang transaksinya tak pernah tercatat di pembukuan perusahaan... setidaknya, secara resmi.

Dan yang lebih licik lagi, perusahaan supplier yang mengirim barang-barang bermasalah itu ternyata merupakan perusahaan cangkang milik Derek. Uang milyaran PT. Dasim Sakti secara harfiah berputar dan masuk ke dalam pundi-pundi pribadi Derek, membuatnya kaya raya tanpa harus bekerja keras bagai kuda seperti para bawahannya.

Alvin berhasil menemukan fakta ini melalui data pembelian, data stok, dan saksi-saksi seperti karyawan lama, kurir ekspedisi, dan pengepul rongsokan yang diam-diam sering dihubungi untuk membeli barang reject dari gudang Dasim. Tetapi ia masih perlu bukti utama yang paling kuat--yaitu catatan setiap transaksi dan aliran dana yang masuk ke perusahaan cangkang atau kantong Derek, yang kebanyakan atas nama orang lain.

Dan semua itu, terangkum dalam buku dan data digital yang disimpan dalam flashdisk khusus--yang semakin dirapikan dan disembunyikan Derek sejak ia sadar, Alvin berusaha mengungkap boroknya.

Melalui tim ahli kepercayaannya, Alvin berhasil meretas sistem CCTV di PT. Dasim Sakti selama dua pekan terakhir, dan menyaksikan pergerakan Derek yang seperti kata Bonita tadi jadi sering bermalam di kantor. Derek terlihat mengutak-atik sejumlah data di komputernya, membakar setumpuk dokumen di tempat sampah belakang, dan beberapa malam terakhir sering mondar-mandir di area barang reject--seakan mengecek sesuatu...

Atau menyembunyikan sesuatu.

Alvin kini sudah berada di sudut gudang lantai dua yang gelap, dan hanya diterangi cahaya bulan purnama keperakan yang menembus dari celah pilar besi dan atap asbes tinggi. Netranya dengan cepat dan tajam menyesuaikan pandang dan menyapu sekitar--sebelum akhirnya ia menemukan tumpukan dus besar yang beberapa kali sempat dilihatnya dikunjungi Derek.

Dus itu berisi beberapa aki bekas. Alvin mengecek nomor dus dan seri aki dengan data yang ada di clipboard-nya, diterangi flash dari ponselnya. Hanya ada enam buah aki bekas di dalam dus itu--sementara di atas kertas, tercatat seharusnya ada sembilan aki bekas.

Alvin menghela napas panjang dan dengan teliti mengecek satu per satu aki itu. Dan di salah satu aki, ia melihatnya--sebuah benda hitam pipih kecil yang jelas-jelas bukan komponen aki, terselip di antara kotak plastik dan plat elektroda.

Itu dia...!

Alvin tak bisa membuka tutup aki itu karena dikencangkan oleh baut, dan ia tak membawa obeng. Ketika ia memutuskan hendak membawa saja aki itu ke ruangannya, tiba-tiba terdengar suara asing berbicara kasar tepat di belakang punggungnya.

"Jadi ini dia anjing yang harus kita lenyapkan?"

***

1
Shamira Zee
Saga nggak pulang, Alvin tiba-tiba diserang... Erina juga kayaknya belum sembuh... mulai dar-der-dorr ceritanyaa
Shamira Zee
Dari tumor ganti jamur... asbun kali Harum 😭🤣 Kayaknya konfliknya mulai naik ya /Chuckle/
Shamira Zee
Jangan macem-macem deh vin... yang ada tambah rusuh bukannya tambah beres /Hammer/
Shamira Zee
Nggak sama vin... emak dan masmu kayak es batu, sementara kamu semprul 🤣🤣🤣
Shamira Zee
🤣🤣🤣🤣
Shamira Zee
Nah lhoo kepergok ibunda ratu... astagaa malu gak tuuh 🤣🤣🤣
Nyonya Billy
😂😂😂😂 alvin ini orang kaya dan baik tapi kayaknya nasibnya kurang baik 😂
Nyonya Billy
Kasihan Saga salah paham terus punya mama kayak Erina 😂
Nyonya Billy
Walau absurd dan kocak, tapi mimpinya nyambung sama kondisi Erina yang lagi diangkat tumornya... bisa aja bikin beginian thor 😂
Nyonya Billy
Perutku sakit, ngak bisa berhenti ketawa... aduuh 😂
Nyonya Billy
Kasihan Erina... semoga lekas sembuh
Nyonya Billy
Rusuh tapi lucu 😂
Nyonya Billy
Rosalinda... makhluk berbatang pisang... astagaa 😂
Nyonya Billy
Kamar bersalin dan Alvin melahirkan... thor kamu kocak amat sih 😂
Shamira Zee
Gimana konsepnya lagi mimpi ena-ena lah kebangun sama ringtone hp sendiri yang nyeleneh 🤣🤣🤣 Alvin emang koplak 🤣🤣🤣🤣
Shamira Zee
🤣🤣🤣 wes gak tahu mau bilanh apa erina absurdnya udah di luar nurul, makanya tumornya juga kocak 😭🤣🤣🤣
Shamira Zee
🤣🤣🤣 capek mgakak 🤣🤣🤣😭🤣🤣🤣
Shamira Zee
Susahnya dapat restu 😭 Bu andin ngidam apa dulu bu anaknya modelan alvin 😭🤣
Shamira Zee
Jangan galak-galak Ga itu calon bapakmu udah baik banget lho mau yang spek kayak gimana lagi coba... mana mamamu absurd orangnya 😭🤣
Nyonya Billy: Setuju 😂
total 1 replies
Shamira Zee
🤣🤣🤣🤣 THOR TOLONG NGAK BISA BERHENTI NGAKAK, SUMPAH INI PALING KOCAKKK AMPUNN 😭🤣🤣🤣
La Rumi: /Curse//Curse//Curse//Curse/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!