NovelToon NovelToon
Nikah Muda SMA

Nikah Muda SMA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Nikahmuda / Contest / Tamat
Popularitas:123.7k
Nilai: 5
Nama Author: Dek_Zhea♡《

Menikah saat masih SMA? Yang benar saja? Akankah kisah ku ber akhir dengan bahagia?

Ikuti kisah Alifea dan Azrel yang absurd dalam cerita Nikah muda SMA!

Salam Author-Jangan lupa follow, like and coment!✓

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dek_Zhea♡《, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hareudang

Fajar masih berujung ketika siswa/i sudah lengkap berada di kerumunan lapangan sekolah yang penuh oleh bis. Alifea sedang berdiri sendiri membawa tas besar di bahunya sambil memegang hp. Alifea melirik ke sana-sini, berharap bis nya cepat berangkat.

"Silahkan kalian masuk bis masing-masing, diharap tertib ya," seru salah satu OSIS, semuanya pun langsung memasuki bis mereka, terkecuali Alifea.

"Alifea, kenapa kamu belum masuk bis?" tanya Azrel tiba-tiba. Alifea yang sedang fokus jadi terkejut mendengarnya.

"A, ah, iya kak. Ini Alifea mau masuk kok," ucap Alifea gagap, berusaha menghindar dari Azrel.

"Kamu duduk sama kak---"

Ucapan tertahan Azrel terputus saat Vina menghampirinya dengan cepat dan langsung merengkulnya. Wajah Alifea yang tadinya senang berubah menjadi suram ketika Vina datang dan mengajak Azrel duduk bersama.

"Zrel, kita duduk bareng yok! aku udah rela-relain berangkat pagi lo biar bisa duduk sama kamu!" teriak Vina diseringai senyumnya, tak peduli dengan Alifea di depannya yang udah geram dengannya.

"A, ah. Oke," ucap Azrel akhirnya tak berani menolak.

Alifea yang masih tak bergeming di tempatnya, yang ada dipikirannya. Azrel masih suka ama Vina? Kenapa? Kalo gitu ngapain Azrel cinta sama Alifea? Ck! egois!

Lo nya aja yang oon Alifea ....

"Ah, Fea, lo mau duduk bertiga sama gue?" tanya Azrel, Vina mendelik sebal.

Ya sih di bis ada 3 kursi juga, ya mana Vina harus duduk juga sama ni bocak?! oh Vina tahu, dia kan?

"Fea?"

Alifea masih tak bergeming, muka marahnya dia sembunyikan. Azrel meraih tangannya hati-hati.

"Fea, lo ma---"

Sret!

"Ck! kenapa kak Azrel maksa banget sih! Alifea udah duduk sama yang lain! tolong jangan kelewat batas! Ck! nggak tau diri banget! lagian kita nggak ada hubungan apa-apa!" teriak Alifea kesal, menarik tangannya kasar. Lalu berlalu naik ke bis.

Yang diomongin apa, jawabnya apa.

Muka Azrel jadi datar dan dingin ketika Alifea mengatakan 'bahwa kita nggak ada hubungan apa-apa. Mukanya jadi sangat dingin, padahal hatinya jadi sangat tergores.

Vina yang sebal karena merasa dicuekin, akhirnya mengajak Azrel masuk ke dalam dengan tetap merangkul lengannya manja.

"Kita masuk yuk Zrel."

"Ah, iya. Ayo."

Vina tahu, pasti Alifea ada hubungannya dengan pacarnya. Tapi Vina itu otaknya licik, dia akan lakuin apa aja, asal bisa memuaskannya.

》《》《》《》《

Alifea duduk di kursi kedua depan, di pinggir jendela. Mukanya tampak kesal banget kalo mengingat kejadian tadi. Pikirannya juga jadi flashback ke kemarin, saat Azrel ingin menciumnya, pernyataan cinta, perlakuan manisnya.

Tapi Alifea selalu menolaknya, seakan benci dengan semua itu. Jadi, siapa yang egois disini?

"Fea, aku boleh duduk disini?"

Suara Reon mengejutkannya, Akhirnya karna kursi sebelahnya juga kosong. Alifea mempersilahkan saja Reon duduk. Toh, kursinya juga kosong.

'Kayaknya Reon suka banget sama lo, tapi lo kelihatan suka ama ketua gue, gimana sih Fel?'

Ukh! Theia kecoak! Alifea jadi kesal kalo mengingatnya! Reon yang melihat Alifea bertingkah aneh hanya bisa diam tanpa menggagunya.

Saat bis sudah berjalan, semua yang ada di bis dipersilahkan berdoa dengan kepercayaan nya masing-masing. Dan kemudian mulai sibuk sendiri menunggu sampai tujuan.

Dan ....

"Zrel, aku kedinginan, acnya nggak bisa dimatiin ya?" ucap Vina kedinginan saat duduk berdua bersama Azrel.

"Kamu pake punya aku aja, sini badanmu," ucap Azrel sambil melepaskan jaketnya, lalu memasangkannya pada Vina.

Vina pun menyenderkan kepalanya pada bahu Azrel, sedikit berlagak manja. Tapi Azrel biarkan saja, toh apa salahnya?

Alifea yang kebetulan melihat mereka di samling kursinya, merasa tubuhnya terasa panas. Pikirannya nggak bisa dingin. Rasa naik pitam pada Vina jadi dua kali lipat.

"Pak, disini panas banget pak," ucap Alifea tiba tiba dengan keras, mengibaskan tangannya seolah-olah benar-benar kepanasan.

"Panas gimana Alifea? ini udah dingin lo bis nya."

"Ya panas aja pak, pokoknya kerasa gerah!"

"Yasudah, pak, tolong kencengin AC nya dikit ya."

Alifea mendelik sebal ke sebelahnya, lalu mengalihkan pandangannya. Alifea ini kenapa sih? Dari tadi kerasa panas mulu!

Reon yang dari tadi hanya diam, mengajak Alifea bicara.

"Fea, kamu ..."

"Hm? Kenapa kak?" tanya Alifea cepat, tak suka basa basi.

Reon mengeluarkan sesuatu dari sakunya, lalu membukanya. Reon terlihat tulus memberikannya. Nggak kaleng-kaleng.

"Ini, buat kamu, dari aku."

Terpampanh sebuah lontion berwarna biru, warna kesukaan Alifea. Mata Alifea saja sekarang udah berbinar-binar menatap lontion itu. Cantik banget!

"Cantik banget! ini buat Alifea? Ih, makasih kak Reon!"

Reon hanya tersenyum senang mendapat jawaban seperti itu dari gebetannya. Hatinya berbunga-bunga tanpa adanya hama.

Tiba-tiba, sesuatu ter-CLING! muncul dari kepala Alifea. Wajahnya sedikit menengok ke arah Azrel, yang masih sedikit bermanja-manja dengan Vina. Cih! dikira Alifea nggak bisa? Oke, mari kita mulai!

"Kak Reon, boleh pasangin liontinnya ke Alifea nggak? tangan Alifea nggak nyampe, boleh ya?" mohon Alifea, wajahnya tersembunyi senyum smirk pada Azrel.

Reon wajahnya jadi sedikit memerah, tapi hatinya akhirnya luluh karna tak tahan dengan wajah Alifea. Reon sedikit menarik badannya agar bisa memasangkan liontin pada Alifea.

Siapa sangka, ketika Reon selesai memasangkan liontin nya di leher, Alifea tiba-tiba mendekatkan wajahnya di samping Reon dan ....

Cup!

Ciuman Alifea mendarat mulus di pipi Reon, yang membuat kini muka Reon benar-benar bersemu merah salah tingkah.

"Hehe, makasih ya."

"I, iya," ucap Reon gagap, wajahnya dia sembunyikan di balik tangan. Rasanya mau meledak ketika Alifea tadi mencium pipinya.

Sebenarnya Alifea hanya mau membalas kulkas datar di sebelahnya. Nggak kurang nggak lebih.

Dan Azrel, yang tak sengaja juga di sebelah Alifea. Melihat dengan jelas bagaimana Alifea mencium pipi Reon dengan lembut, dan itu tepat di depan mata Azrel. Suaminya sendiri. Bahkan Azrel belum pernah dapat ciuman selembut itu dari Alifea sendiri.

Kenapa harus Reon sih?!

Adegan itu membuat Azrel naik pitam dan ...

"Pak! disini panas!"

"Hah?!"

Semuanya yang ada di bis itu terkejut ketika Azrel berteriak seolah di bisa itu udah kayak di alam barzah yang panasnya minta ampun. Salah satu di antara mereka pun berseru meledek.

"Fea sama Azrel jodoh kali pak! dari tadi sama-sama kepanasan!"

Pletak!

Wong emang udah jodoh, mau diapain lagi bambang.

♡《TBC》◇

1
Cici_sleman
jauh bgt bahasanya sm kita2...trllu kasar..
Cici_sleman
emang kutu rasanya hambar yah?😅
V¡K@
pliss jangn meningsoy dulu Fell😭😭😭
V¡K@
Vani kah???!
erni aurelia
kasar bgt ngomongnya,authornya bukan orang Sunda asli ya jadi ga tau klo kata2 yg dipake itu kasar
EM1212
kug ndadak calon istri dan calon suami, semangat membuat karya,,
Erna Candra
iya bahasa nya kasar bgt sm agak lebay 😄
Khenisa Maulida Zulkarnaen
seharusnya ada bahagia dengan anaknya
Khenisa Maulida Zulkarnaen
ga asik endingnya
Khenisa Maulida Zulkarnaen
hedeh ga bngt nih novel masa penjahat hampir 5 taun ga ada yang nglaporin ga bnget
Idan Cedan
thor ko Bahasa mys KaSaR Bgt ya? ??
nur imamah
mana fisualnya thor
Khenisa Maulida Zulkarnaen: bayangin aja pemeranya anda sama pasangan anda
total 2 replies
Hesty agustin13
kak lanjutin dong🙏🥺
Dharaaaeiy: iya makasih😀
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!