"Aku bukan dalang dari kematian orang tuamu"
Diasuh oleh kedua orang tua orang lain sejak kecil karena kematian orang tuanya, namun anak dari orang tua asuhnya mencintainya sehingga mereka menjadi sepasang kekasih, hubungannya mereka sempurna karena mendapatkan restu dari orang tuanya.
Namun, hal buruk menimpa keluarganya, tiba-tiba seseorang datang ke rumahnya dan membunuh kedua orang tuanya, dan mengatakan kalau ini adalah Siska, salah satu anak angkatnya.
Hal ini membuat Devan (anak kandungnya +kekasih Siska sendiri) menjadi membencinya, sudah berulang kali Siska katakan bulan dia pelakunya namun Devan tak pernah percaya.
Penuh misteri, apakah kebenarannya akan terungkap, siapakah pembunuh yang sebenarnya?
Akankah Devan terlambat?
Mampukah Siska tetap bertahan di sisi Devan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon naaaaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia wanitaku
Setelah selesai siap-siap Siska turun kebawah menuju meja makan.
Namun saat melihat Devan dan wanita itu di sana dia mengurungkan niatnya,karena dia tidak mau melukai hatinya lagi setelah semua hal yang tak pernah ia duga terlalu sering terjadi belakangan ini.
Akhirnya Siska memutuskan untuk langsung pergi tanpa sarapan dulu.
......................
Devan yang melihat Siska lalu memulai aksinya, dia nampak jelas sedang bermesraan dengan wanita itu walaupun sebenarnya dia tidak menginginkan hal itu.
Sesekali Devan sedikit mencuri pandang pada Siska saat Siska ingin pergi Devan berteriak keras .
"Siapa yang menyuruh mu pergi?"
"Tapi,aku harus pergi untuk mencari pekerjaan baru Dev" kata Siska yang sudah berada di depan pintu keluar.
Mendengar itu , Devan menendang meja makan yang sudah tersusun rapi sebelumnya, hal itu sontak membuat seisi rumah terkejut bukan main tak terkecuali wanita itu dan Siska.
"sudah aku bilang jangan pernah memanggil namaku!"
"apa kau tidak dengar !" Devan membentak Siska dengan keras.
"maafkan aku tuan,aku sungguh minta maaf"
"Layani aku dan wanita ku sebelum kau pergi!"
"bereskan semua ini dan segera siapkan makanan baru!"
"aku hanya memberimu waktu 20 menit ,jadi cepat kerjakan dan jangan hanya berdiri disana!"
mendengar perintah Devan Siska segera membereskan meja yang sudah sangat berantakan dan masuk ke dapur untuk menyiapkan makanan baru.
"aku harus terbiasa mulai hari ini" Siska menyemangati dirinya sendiri.
20 menit lebih berlalu kini semua makanan sudah siap diatas meja makan. Siska kembali mengambil tasnya dan segera beranjak pergi.
"DUDUK!" Mendengar itu Siska menoleh kearah Devan .
"siapa yang menyuruh mu pergi?"
"layani kami!"
"DAN INGAT SEMUANYA INI ADALAH WANITA KU JANGAN BERANI MENYENTUHNYA DAN JANGAN ADA YANG BERANI MEMBANTAHNYA. NAMANYA LADYA!"
"PANGGIL DIA NONA!" kata Devan memperkenalkan wanita yang ternyata bernama Ladya itu.
Ladya tersenyum lebar mendengar kata-kata Devan yang menyebutnya sebagai wanitanya,bahkan nona di rumah penguasa besar di seluruh kota itu.
Namun, sangat berbanding terbalik dengan Siska,ada rasa sakit yang tak mampu ia tahan tapi dia harus tetap bertahan.
kata 'wanitaku' yang terdengar dari mulut Devan berhasil mematahkan semua dianya selama ini, yang berharap hubungan mereka baik-baik saja tapi hancur seketika.
Siska berjalan ke arah meja makan, ada pemandangan yang menghalangi semangatnya pagi ini, bagaimana tidak Ladya kini duduk di salah satu paha Devan .
Ladya wanita yang baru saja kemarin di bawa pulang oleh Devan tapi sudah mendapatkan perlakuan seperti seorang istri untuk Devan.
sedangkan dirinya selama ini bersama Devan tidak pernah di perlakukan se sepesial itu, namun Siska tidak ingin kena marah Devan lagi,ia segera menaruh nasi beserta lauk di atas piring Devan sambil sesekali melihat kemesraan Devan dan Landy.
Devan mencium leher Ladya yang tentu saja membuat Landy mengeluarkan suara aneh, setelah itu Devan menyuapi Landy mungkin saat itu Siska masih bisa menahan tangisnya namun siapa yang tidak tau Devan ? orang yang sangat ambisius yang akan melakukan segala cara untuk melancarkan aksinya apapun akan Devan lakukan untuk membuat rencananya berhasil, yaitu menyiksa Siska baik siksaan fisik maupun mental.
Devan menarik Landy dan menyuapinya dengan mulutnya sendiri, suapan itu bahkan terlihat semakin dalam bahkan kini menjadi sebuah *******.
Seisi rumah terkejut melihat tingkah Devan tak ada satupun yang menyangka kalau Devan berani melakukan hal itu.
Siska yang melihatnya, sudah sangat tidak tahan lagi, air matanya mengalir deras dia segera mengambil tasnya lalu pergi berlari keluar untuk menghindari pemandangan itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
hallo semuanya..........
mohon beri author saran untuk kedepannya agar lebih baik lagi......