NovelToon NovelToon
Ages Sabiru,Duda Kaya Itu Ayahku

Ages Sabiru,Duda Kaya Itu Ayahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: R²_Chair

Sejak istrinya memilih pergi demi pria lain, hidup Ages Sabiru hanya memiliki satu tujuan yaitu membesarkan putra semata wayangnya, Kalandra Sabiru. Dengan kasih sayang yang tak pernah berkurang, Ages berusaha menjadi ayah sekaligus tempat pulang terbaik bagi anaknya.
Tahun demi tahun berlalu. Kalandra tumbuh menjadi remaja yang ceria, sementara Ages menjelma menjadi sosok ayah yang selalu mengutamakan putranya di atas segalanya. Di balik candaan, sarapan sederhana, dan perjalanan pulang bersama, tersimpan ikatan yang tak tergantikan.
Namun, ketika masa lalu yang telah lama mereka tinggalkan kembali muncul, hubungan ayah dan anak itu akan diuji. Mampukah cinta dan kepercayaan yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun bertahan menghadapi kenyataan yang selama ini disembunyikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R²_Chair, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga hari yang tidak di sadari

Sudah tiga hari Kalandra berada di desa bersama Sean.Tiga hari yang dipenuhi dengan kegiatan sederhana.

Pagi-pagi sekali, Kalandra dan Sean sudah bangun untuk membantu Kakek memberi makan sapi.Setelah itu, ia membantu memanen sayuran.

Siangnya, ia membantu Sean membersihkan kandang ayam.Dan sore harinya, mereka biasanya berkeliling menggunakan motor trail pemberian sang Kakek untuk melihat perkebunan yang begitu luas.

Kalandra terlihat begitu senang.Tidak ada suara klakson, ataupun tugas sekolah.Dan yang lebih penting,tidak ada rasa sunyi dan sepi

"Bang!"

Suara Kalandra terdengar dari tengah kebun.Sean yang sedang membawa keranjang sayuran langsung menoleh. "Apa lagi?"

"Lihat!" Kalandra mengangkat sebuah wortel yang baru saja dicabut.

"Besarnya!" teriak Kala dengan riang.

Sean menatap wortel itu. "Ya elah cuma wortel doang."

"Tapi ini hasil kerja keras gue yang patut di apresiasi."

"Lu baru mencabut satu doang anjir."

"Yang penting berkontribusi dalam kelangsungan perpanenan." ujarnya membuat para pegawai sang kakek menahan tawa.

Sean menghela napas. "Kalimat itu udah sering gue dengar!"

Kalandra tertawa.Dari kejauhan, Kakek hanya bisa tersenyum melihat kedua cucunya.Sejak kedatangan Kalandra dan Sean, rumah yang biasanya begitu tenang kembali dipenuhi suara tawa dan perdebatan.Dan terkadang suara Kalandra yang berteriak karena dikejar ayam.

Berbeda dengan Kalandra yang menikmati liburannya,Ages justru semakin sibuk.

Bukan hanya karena pekerjaan.Namun, karena Nadira semakin sering berada di dekatnya.

Seperti siang ini,Nadira kembali datang ke kantor Ages.

"Pak Ages, ini dokumen yang kemarin."

Ages menerima berkas tersebut."Terima kasih."

Nadira kemudian meletakkan sebuah kotak makanan di atas meja. "Saya juga membawa makan siang."

Ages menatap kotak tersebut. "Nadira..."

"Kenapa?"

"Anda tidak perlu terus-menerus membawa makanan."

Nadira tersenyum."Saya tahu."

"Kalau begitu..."

"Tapi saya ingin."

Ages tidak membalas.Ia hanya menghela napas kecil. "Baiklah."

Nadira tersenyum puas.Mereka kemudian makan siang bersama.Awalnya hanya membahas pekerjaan.Namun, semakin lama percakapan mereka mulai melebar.

Tentang keluarga dan kehidupan mereka hingga hal-hal kecil yang sebelumnya tidak pernah mereka bicarakan.

"Pak Ages ternyata tidak terlalu serius seperti yang saya kira."

Ages mengangkat alis. "Memangnya saya terlihat seperti apa?"

"Seperti orang yang tidak pernah tertawa."

"Saya memang tidak sering tertawa."

"Tapi sekarang Anda tertawa."

Ages terdiam.Ia baru menyadari bahwa dirinya memang beberapa kali tersenyum ketika berbicara dengan Nadira.

Bukan karena sesuatu yang khusus.Hanya karena percakapan mereka terasa nyaman.Namun, bagi Nadira itu jauh lebih berarti.

Dan siang itu Ages sama sekali tidak menyadari bahwa Kalandra sedang menunggunya menghubungi.

Sejak pagi, Kalandra sudah mengirimkan beberapa foto.

Foto ketika memberi makan sapi,foto ketika membantu Kakek memanen sayuran.Foto ketika Sean hampir terjatuh karena menginjak tanah yang licin.

✉️ Pap, lihat.Bang Sean jatuh.

📷 sent picture

✉️ Hahahaha...abang lucu.

✉️ Pap lagi sibuk?

Pesan itu masuk ke ponsel Ages ketika ia sedang makan siang bersama Nadira.Ages sempat melihat notifikasi tersebut.Namun, ia hanya tersenyum kecil tanpa membalasnya.

Kemudian ia kembali melanjutkan percakapannya dengan Nadira.

Hingga sore hari, Kalandra kembali mengirim pesan.

✉️ Pap.

✉️ Hari ini adek bantu Kakek.

✉️ Aku juga naik ke kandang sapi.

✉️ Tapi aku hampir jatuh.

Ages tidak melihat pesan tersebut.Ponselnya berada di atas meja.Sementara dirinya masih berada di ruang rapat bersama Nadira dan beberapa orang lainnya.

Ketika rapat selesai, hari sudah mulai malam.Ages mengambil ponselnya.Barulah ia melihat banyak pesan dari Kalandra.

Ages mengerutkan kening.Ia segera membuka percakapan mereka.Terakhir, Kalandra mengirimkan sebuah pesan.

✉️ Papa sibuk?

Ages menatap pesan itu.Ia baru saja hendak membalas ketika Nadira datang membawa dua cangkir kopi.

"Pak Ages."

Ages menoleh."Ya?"

"Saya membawakan kopi."

"Terima kasih."

Nadira meletakkan kopi tersebut di atas meja."Anda belum pulang?"

"Sebentar lagi."

"Kalau begitu, saya temani."

Ages menatap Nadira."Anda tidak perlu."

"Saya juga belum ingin pulang."

Nadira tersenyum.

Ages akhirnya mengangguk."Baik."

Ponsel Ages kembali tergeletak di atas meja.Pesan Kalandra kembali tertunda.

Di desa, Kalandra duduk di teras rumah Kakek.Hari sudah malam,ia baru selesai mandi setelah seharian membantu di kebun.

Sean duduk di sebelahnya sambil meminum susu jahe hangat. "Masih belum dibalas,dek?"

Kalandra menatap ponselnya. "Belum."

"Udah kirim pesan lagi?"

"Udah."

"Telepon?"

Kalandra menggeleng. "Enggak."

"Kenapa?"

"Takut papa sibuk."

Sean menatapnya. "Lo biasanya nggak takut ganggu bokap lo."

Kalandra terdiam.Ia membuka kembali percakapan dengan Ages.Pesan-pesannya masih belum dibalas.Padahal biasanya sang selalu membalas.Mungkin tidak langsung.Namun, tidak pernah selama ini.

Kalandra akhirnya mematikan layar ponselnya."Udah lah."

Sean memperhatikan wajah adiknya."Dek."

"Hm?"

"Jangan dipikirin."

"Gue nggak mikirin."

"Lu dari tadi lihat ponsel setiap lima menit."

Kalandra langsung menoleh."Enggak."

Sean tertawa kecil. "Kalau kangen, bilang aja kali."

Kalandra diam.Beberapa detik kemudian, ia menjawab pelan. "Gue biasanya cerita setiap terjadi sesuatu hal yang menurut gue menyenangkan."

Sean tidak lagi menggodanya.Ia hanya menepuk bahu Kalandra. "Besok juga masih bisa."

Kalandra mengangguk.Namun, matanya kembali menatap layar ponsel.

Di tengah kota, malam semakin larut.Ages akhirnya pulang.Ia baru menyadari sesuatu ketika sudah berada di dalam mobil.

"Kalandra." bisiknya.

Ages segera mengambil ponselnya.Ia membaca semua pesan dari putranya.

Ada beberapa foto dan pesan yang belum sempat ia balas.

Ages langsung merasa bersalah.Ia kemudian mengetik.

✉️ Maaf, Dek. Papa baru selesai kerja.

Beberapa detik tidak ada balasan.

Ages mengerutkan kening,i kembali mengetik.

✉️ Kamu sudah tidur?

Tetap tidak ada jawaban.Ages menatap layar ponselnya cukup lama.Ia tidak tahu bahwa pada saat yang sama, Kalandra sebenarnya masih terjaga.

Ponselnya berada di samping bantal.Namun, ketika pesan dari Ages masuk Kalandra hanya melihatnya sebentar.Kemudian membalikkan tubuhnya dan memilih untuk tidak langsung membalas pesan ayahnya.

Ages belum menyadari bahwa selama tiga hari terakhir, dirinya memang mulai benar-benar kehilangan waktu bersama Kala.Ia juga mulai terbiasa dengan kehadiran Nadira yang membuatnya bisa sedikit tersenyum di saat harinya terasa berat.

Sementara Kalandra,walaupun Kakek dan Sean berusaha meyakinkan bahwa semuanya baik-baik saja.Nyatanya hatinya berkata lain.Ia merasa sang ayah mulai sedikit berubah.

Tak ada lagi Ages yang selalu memprioritaskan dirinya.

Tak ada lagi Ages yang selalu siaga menjawab pesannya.

Tak ada yang tau jika malam ini airmatanya kembali mengalir hanya karena sebuah pesan.

.......

.......

.......

...♡Sabiru♡...

🦋 Jangan lupa tinggalkan jejak readersku..🦋

1
Puji Hastuti
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Puji Hastuti
kala sabar yaa
Puji Hastuti
ayo kala, bangun.
Nurgusnawati Nunung
seruuuu... ramai... saling menghargai yaaa
Nurgusnawati Nunung
Kalandra.. jadi sedih yaaa
Nurgusnawati Nunung
Ampun... se tengil itu namanya Kalandra. hahaha
Nurgusnawati Nunung
Mamanya Kalandra bakal hadir..
Nurgusnawati Nunung
hadir.. kompak ya papa sama anak..
Puji Hastuti
kala kamu harus kuat
Puji Hastuti
gue kecewa ama lu ages
Puji Hastuti
Nadia, kampret lu
Puji Hastuti
keluarga yang solid
Danny Muliawati
bagus cerita nya
Puji Hastuti
tapi up nya jangan lama lama
Puji Hastuti
sukaaaa AQ ceritanya kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!