NovelToon NovelToon
World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!

World Online The Forgotten Legend : Next Stage!!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Action / Fantasi / System / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Vrmmorpg / Pemain Terhebat / Ruang Bawah Tanah dan Naga / Game
Popularitas:223.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Wahyu Kusuma

World Online : The Legend of Hiatus!!!

Genre : Game, Sci-fi, Petulangan, Fantasi, Sihir, Aksi, Komedi, Romantis, Sepotong kehidupan, Misteri.

[Status Now : Di Buku Pertama
-S1 Complete : New Class And Goblin Crown (Chapter 1-128 )
Progres : 100%

-S2 On-Going
: Dark Of Heaven Kingdom Part 1 (Chapter 144-363)
Progres : 55%

--------------- Di Buku Ini --------------

-S2 On-going : Dark Of Heaven Kingdom Part 2 (Chapter 364-???)
Progres : 10%

-S3 Coming Soon :???
-S4 Coming Soon :???
-S5 Coming Soon :???
-S6 Coming Soon :???
-S7 Coming Soon :???

Pecahan Kedua dari 'World Online : The Legend of Forgotten'.

Ini adalah sebuah kisah dari kelanjutan petulangan Lyon, seorang pemuda biasa yang menjadi seorang Petualang di dunia ke-duanya yaitu "World Online" yang merupakan game Virtual terpopuler. Game itulah yang akan merubah takdir dan kehidupan biasanya. Mengungkap berbagai rahasia dari kelas yang dia miliki, asal usul, dan hal-hal lainnya yang akan menentukan masa depan yang akan dia pijak.

"Sudahi ketidakjelasanmu itu kawan, sekarang ambillah senjatamu dan berburulah bersamaku,"

"Hah? Mengambil Quest? Tidak kawan, mari kita pergi saja untuk berburu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyu Kusuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 377 Keterkejutan Ruby.

Chapter 377 : Keterkejutan Ruby.

Bottlomless Gap.

Pada saat Lyon dan lainnya sedang saling berbincang, tidak jauh di sana, terdapat Snowly dan Ruby. Pada saat sebelumnya, Ruby pergi menarik Snowly menjauh dari kelompok. Sepertinya ada sesuatu yang ingin dibahas olehnya.

"Hei, Snowly, apakah kamu selama ini bersama dengan kakakku??" ucapnya sembari mendekatkan mulutnya di telinga Snowly, berbisik kepadanya.

Snowly mengangguk ke atas dan ke bawah menandakan kalau apa yang Ruby katakan itu ada benarnya. Setelah itu dia menjawab, "Iya, itu benar." Snowly merendahkan nadanya.

"Oh, sejak kapan???" Ruby semakin penasaran bertanya lebih lanjut kepada Snowly.

"Itu... semenjak kita berpisah di Markas Guild, aku selalu mengikuti Lyon. Yah, itu semua karena dia yang mengajak."

"Begitu yah..." Senyum Ruby semakin lebar. "Berarti selama itu juga kalian pasti mengalami suatu hal, kan??" Setelah itu menaikkan kedua alisnya, naik dan turun, mencoba untuk memastikan kalau jawabnya benar.

Ruby mereka jika ada sesuatu yang terjadi di antara Lyon dan Snowly. Dan setelah dia mendengarkan jawaban yang dikeluarkan oleh Snowly, Dia semakin senang. Sudah pasti apa yang dia pikirkan adalah benar. Jadi dia pun kembali bertanya.

Akan tetapi jawaban itu tidak langsung keluar. Snowly terdiam ketika mendengarkan pertanyaan yang Ruby berikan. Bagaimana tidak, pertanyaan tersebut mengingatkannya akan suatu kejadian yang di mana itu adalah kejadian yang amat memalukan baginya. Bahkan hal itu membuat wajahnya menjadi kemerahan. Tidak berselang lama, dia kembali memberikan respons berupa anggukan. Saat melihat anggukannya, Ruby semakin senang. Dia memikirkan jika ada peningkatan pada hubungan mereka berdua.

"Heh, benarkah!? Apakah Kakak menembakmu?? Ataukah kamu menembaknya?? Snowly, jawablah...?"

tetapi, Snowly menggeleng-gelengkan kepalanya. Itu berarti pertanyaannya tidak sesuai dengan apa yang dia maksud.

Ruby pun kembali bertanya dengan heran, "Jadi, apa yang terjadi??"

Snowly dengan malu-malu mendekatkan mulutnya ke telinga Ruby, Memberikan sebuah bisikan.

Snowly berbisik dengan durasi yang lumayan lama. Ruby pun menyimak setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya. Semua itu dia simak dengan baik hingga pada akhirnya dia menemukan sebuah kata-kata yang aneh. Kata-kata tersbeut sangat sensitif sehingga dia tahu mengapa Snowly begitu malu. Tidak sadar wajahnya juga memerah, tetapi tidak semerah Snowly. Di saat bersamaan juga rasa kesal tumbuh dari dalam hatinya.

"Apa!!!! Kakak melakukan hal seperti itu?!"

Ruby lansung berteriak dengan kencang saat Snowly sudah selesai berbisik. Suaranya bahkan terdengar ke segala sisi, bahkan saat ini di dengar oleh Lyon dan lainnya. Ketika mereka mencoba untuk berjalan, suara teriakan Ruby menghentikan mereka sehingga membuat mereka kembali terdiam. Lyon pun segera mencari asal suara tersebut dan menemukan Ruby di sana. Lyon melihat Ruby yang begitu terkejut kemudian Snowly menarik dirinya dan menutup mulutnya dengan begitu rapat. Dia hanya bisa heran menyaksikannya kelakuan dari kedua gadis tersebut.

Heee... apalagi yang sedang mereka bicarakan...? batinnya dengan begitu heran.

Ruby yang tadi berteriak dengan begitu kencang, segera ditarik oleh Snowly dan mulutnya ditutup rapat. Ruby begitu kaget pada saat Snowly menarik dirinya dan segera memberontak.

"Hust!! Ruby, diam!!"

Ruby yang tadinya masih memberontak, perlahan mulai tenang dan menuruti apa yang dia katakan. Snowly pun melepaskannya.

"Snowly, bagaimana Kakakku bisa melakukan hal tidak senonoh kepadamu!?? Cih! Padalah kalian masih belum pacaran, tetapi dia malah melakukan hal bejat seperti itu. Dasar kakak sialan. Lihat saja nanti yah, akan dipukul dia!"

Hal yang membuat mengapa Ruby bisa sampai semarah itu adalah bisikan Snowly. Bisikan itu berisi tentang apa yang terjadi kepada dirinya ketika tiba di Benteng Tua bersama dengan Lyon melalui langit. Pada saat itu secara tidak disengaja mereka jatuh ke dalam Benteng karena durasi dari keterampilan Lyon habis. Kemudian kejadian itu tercipta. Tentu Ruby yang mendengarkan merasa emosi. Dia marah mengapa kakaknya melakukan hal seperti itu. Rasanya dia ingin segera memukulnya.

"Sudahlah Ruby, kamu tidak perlu semarah itu... Ya, itu juga terjadi secara tidak disengaja."

"Kamu mengapa malah membelanya, Snowly. Apakah kamu tidak marah kalau dadamu diremas-remas!?" tanyanya dengan menaikkan nada bicaranya.

Snowly menjadi diam dengan wajah yang masih merona. Sesaat, dia menjawabnya dengan cara yang sama, yaitu menganggukkan kepalanya. "Yah, kalau itu adalah Lyon, maka aku tidak akan mempermasalahkannya, hehe...."

Ruby pun terdiam. Yap, setelah dia mendekati kata-kata tersebut keluar dari gadis itu, dia tidka bisa membalasnya. Hanya ada kata heran yang terutama dibenaknya pikirannya mengenaku orang ini. tetapi itu hanya sesaat. Ruby kembali mendapatkan kesadaran dirinya. Dengan segera dia pun menyentuh dahi Snowly dengan tangannya beberapa kali sembari membolak-balikkan telapak tangannya.

"Snowly, apakah kamu sakit??"

Ruby mengira Snolwy itu sudah sakit. Ini sakit dalam artian lain, tetapi dia memeriksanya seakan Snolwy sedang demam. Mungkin saja demam membuat orang tidak bisa fokus sehingga dia tidak sadar dengan apa yang barusan keluar dari mulutnya.

"Eh, aku sehat-sehat saja. Emangnya mengapa??" jawabnya dengan penuh kebingungan.

Ruby pun melepaskan tangannya dari sana, dan segera berpikir, Dia sudah tergila-gila dengan kakak. Mereka harus segera disatukan.

Ruby merasa sedikit kecemasan. Sepertinya perasaan Snowly ke Lyon semakin meningkat seiring waktu dan mungkin nanti tidak terkendali. Memang sih ini adalah hal yang baik karena ada yang sudah menyukai kakaknya yang jomlo itu, namun sayangnya Lyon sendiri tidak sadar. Mereka mereka segera disatukan agar hal yang tidak diinginkan terjadi.

Di saat Ruby sedang berpikir, Snowly kembali berbicara, "Ruby, sebenarnya ada sesuatu yang ingin disampaikan...." Nada bicaranya masih sama seperti yang tadi, yaitu masih terdengar rendah, namun dengan sedikit rasa sedih. Ruby dapat merasakannya. Dia memalingkan pandangannya dan kembali melihat Snowly.

"Ada apa Snolwy, mengapa kamu terlihat murung, padahal tadi kamu terlihat senang??"

Sesudah Ruby berbalik, dia melihat wajah murung dari Snowly. Padahal barusan sebelumnya dia memuat Snolwy yang begitu senang yang dia sembunyikan dibalik wajah malunya, akan tetapi sekarang berbeda.

"Itu..." Snowly pun mendekatkan lagi mulutnya ke telinga Ruby dan memberikan beberapa bisikan. Ruby kembali mendengarkan bisikannya.

Beberapa saat, ekspresi wajah Ruby berubah drastis. Kedua matanya melotot dengan begitu lebar. Tanpa disadari, mulutnya juga ikut terbuka.

"Apa! Ada orang lain yang menyukai Kakakku?!"

Ruby pun segera memegang kedua sisi pundak Snowly, dan bertanya, "Snowly, katakan siapa orang yang menyukai Kakakku!?"

Ruby tidak percaya dengan apa yang dia dengar tadi. Ada orang lain yang menyukai kakaknya? Itu tidak mungkin. Seorang jomlo, no life, yang hanya bersarang didalam game. Disukai oleh beberapa orang? Sudah cukup Snowly yang menyukainya, ini mengapa harus ada orang lain lagi. Ruby segera bertanya identitas dari orang-orang tesebut.

"Nama mereka... kalau tidak salah dia adalah Silvana, orang yang pernah kita temui sewaktu di hutan dan di Markas Guild..."

Orang itu...

Ruby ingat dengan orang yang bernama Silvana ini. Dia adalah orang yang pernah mereka temui sewaktu pertama kali menginjakkan kakinya di kerajaan Heaven. Pada waktu itu mereka mencuri semua jarahan yang dijatuhkan oleh bos monster. Dan yang kedua, mereka bertemu di Markas Guild beberapa hari yang lalu itu pun hanya pertemuan sekilas. Ruby bisa mengakui kalau dia itu cantik, tetapi dia masih belum terima karena dia adalah orang asing.

"dan satunya lagi..." Snowly masih melanjutkan perkataannya. Sekali lagi Ruby mencoba untuk menyimaknya. "Namanya adalah Isabella, putri dari Raja Heaven, dia seorang NPC."

Setelah identitas orang itu disebutkan, Ruby hanya bisa terdiam, namun dengan wajah yang terlihat shok akan sesuatu. Setelah mendengarkan identitas orang satunya, bisa dibilang orang ini adalah hal yang paling membuatnya heran. Tidak tersadar dia memiringkan kepalanya ke samping karena keheranannya itu.

"Snolwy, apa yang kamu katakan? Seorang N... PC...??"

1
mantap gan
tamatt
‎‎‎‎Wahyu Kusuma: Horee lanjut baca Ancient Slayer
total 1 replies
Monggo Mampir Malingping
gak jelas endingnya
daud
:v
Osa imam Firmala gamer
min buat MC bisa taming dong biar enak perang ya
Bellkuroko
knp si lyon blm jg menggunakan kalung legendaris itu ya ??? Apa dia lupa
Rahmat Abdul gani
gg
Nuradji Cahyono
bang please update lagi bang soalnya saya udah nggak ada bacaan lagi nih
Salman Farizi
luar biasa
Azura
begini hasilnya kalo gak bisa Nulis dipaksain Nulis... yg keliatan Gobloknya!!!!!
RyuCandra7: Sok, coba tulis novel Anda sendiri. Apakah udah bagus? Emang ga ada larangan buat kritik ataupun saran. Tapi kata-kata lu itu lebih kearah cacian.
total 2 replies
Rahmat Abdul gani
bisa bisanya
Rahmat Abdul gani
🔥🙌
Rahmat Abdul gani
yang jadi point utama dari cerita lu adalah notifikasi sistem yang detail, keren thorr
Rahmat Abdul gani
gilaaaa pertarungannya kece parahhhh🔥🔥🔥
Rahmat Abdul gani
okee
Rahmat Abdul gani
kecee udah di kontrak, btw makin ksini makin bagus min alurnyee pengulangan kata sama typo udeh makin dikit, pemyampaian katanya juga jadi lebih bagus
saik lah pokonyaaa
tetep semangatt
Rahmat Abdul gani
saik thor, lanjutttttt
Rahmat Abdul gani
semangat
Rahmat Abdul gani
🙌
Rahmat Abdul gani
🌈
Rahmat Abdul gani
🌻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!