King Narendra Richard tumbuh menjadi cowok tampan. Ia juga menjadi idola semua cewek-cewek yang ada di sekolahnya. Bukan hanya tampan, putra dari Kenan dan Alexa itu juga pintar.
Sama dengan saudara kembarnya, Queenza Narendra Richard tumbuh menjadi gadis yang cantik. Walaupun kembar, tapi sifat keduanya jauh berbeda. Yang satu lebih kalem, dan yang satunya lagi lebih banyak aksi.
Bagaimana keseruan kisah mereka, yuk kepoin. Jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian untuk King dan Queenza.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jiwa sosial
" Queenza, wake up!"
" Lima menit lagi mommy"
" Sekarang Queen"
Queenza pun membuka matanya. Tampaklah wajah cantik sang mommy. Pemandangan inilah yang ia lihat setiap hari. Queen pun tersenyum manis pada mommy.
" Morning mommy"
" Morning sayang. Cepat bangun dari tempat tidur, dan pergi ke kamar mandi. Nanti kamu telat ke sekolah. Ini hari pertama kamu masuk SMA, jadi jangan beri kesan buruk"
" Baik Mom. King pasti akan ngomel-ngomel lagi"
" Itu tau"
" Apa jiwa Queen tertukar sama King ya Mom"
" Ngaco kamu"
" Soalnya dia suka ngomel-ngomel seperti mommy"
" Sudah cepat mandi sana!. Mommy tunggu di bawah"
" Siap Mom"
Queenza segera bangun dari tempat tidurnya. Ia bergegas masuk kedalam kamar mandi. Setelah mendengar suara percikan air, barulah Alexa keluar dari kamar putrinya.
Sampai di bawah, Alexa berpapasan dengan putranya. Putranya itu terlihat semakin tampan dan juga tinggi. Entah makan apa dia saat kecil dulu.
" Morning Mom"
" Morning tampan"
" Queen mana?"
" Mandi, anak itu kalau nggak diuber dulu mana mau bangun"
" Sabar sayang" kata Kenan sambil mengusap punggung sang istri.
" Ini udah sangat sabar By"
King tersenyum melihat interaksi kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya selalu terlihat romantis. Dan terlihat sangat jelas kalau daddy-nya sangat mencintai mommy-nya.
" Apa perlu kita sediakan alarm yang pakai suara kamu. Dengan begitu Queen tidak akan telat bangun lagi"
" Ide bagus tuh Dad"
" Nanti mommy pikirkan lagi. Sekarang kita sarapan dulu"
" Ok mommy"
Kenan dan putranya berjalan menuju ruang makan. Mereka akan menunggu Queenza di meja makan.
" Morning Daddy"
Ehem.
" Suara siapa itu daddy?"
" Emang kamu nggak lihat aku se-gede gaban gini"
" Seperti suara King, tapi kenapa orangnya nggak kelihatan"
Pletak.
Aaawwww.
" King!, sakit tau"
" Makanya jangan pura-pura nggak liat"
" Untung saja kamu itu lebih tua dariku. Kalau tidak, udah tinggal nama kamu"
" Sudah-sudah, Queen cepat duduk, kita sarapan nanti kalian terlambat "
" Dengerin tuh apa kata mommy. Kita bisa terlambat gara-gara kamu. Masa hari pertama sekolah udah terlambat"
" Kalau takut terlambat, kan kamu bisa berangkat duluan. Toh aku perginya sama motor "
" Kenapa nggak sama mobil aja sayang"
" Nggak seru mommy, lebih seru sama motor "
Queenza dibelikan motor sama Daddy-nya saat dia kelas tiga SMP. Jadi ia sudah nyaman ke sekolah pakai motor ketimbang sama mobil.
" Ya udah, yang penting selalu hati-hati "
" Siap mommy "
Selesai sarapan Alexa mengantarkan twin dan juga suaminya ke depan. Seperti itulah rutinitasnya setelah sarapan.
" Jalan dulu ya mommy"
" Iya, hati-hati di jalan sayang "
" Siap Mom, assalamualaikum" pamit King sambil mencium tangan mommy-nya. Diikuti sama Queenza.
" Wa'alaikumsalam "
King melajukan mobilnya meninggalkan mansion mewah milik orang tuanya. Diikuti sama Queenza dibelakang.
" Kakak juga berangkat dulu ya sayang "
" Iya By, hati-hati di jalan"
" Iya sayang"
Alexa mencium tangan suaminya, kemudian Kenan membalas dengan mengecup kening istrinya.
" Jalan dulu ya sayang, Assalamualaikum"
" Wa'alaikumsalam"
Setelah mobil suami, anak-anaknya nya sudah tidak terlihat lagi, barulah Alexa masuk ke dalam mansion.
...***...
Suasana jalan raya di pagi hari di kota Z cukup lancar. Queenza jarang melihat jalanan macet di kota ini. Kebanyakan orang-orang disini memakai kendaraan umum untuk berangkat bekerja.
Mungkin karena itu jalanan tidak terlalu macet.
Queenza sangat senang mengendarai motor matic kesayangannya. Motor ini hadiah dari Daddy-nya saat dia baru lulus SMP. Motor ini sekarang menjadi motor kesayangannya.
Queenza melihat seorang ibu-ibu hendak menyeberang jalan. Tapi ibuk itu terlihat takut dan juga ragu-ragu ingin menyeberang. Queenza pun menghampiri ibuk itu.
" Ibuk mau menyeberang?"
" Iya, tapi kaki ibuk tiba-tiba kesemutan "
" Ini dagangan ibuk?"
" Iya"
" Ayo saya antarkan sampai seberang sana "
" Apa nggak merepotkan kamu, Nak"
" Nggak kok Buk. Ibuk bisa naik motor?"
" Bisa Nak"
Queenza membantu menaikkan barang dagangan ibuk itu. Setelah ibuk itu duduk dengan nyaman, barulah Queenza melajukan motornya.
Sampai di seberang jalan, Queen membantu ibuk itu menurunkan dagangannya.
" Ibuk udah sarapan?"
" Belum Nak, tadi ibuk buru-buru takut ketinggalan angkot. Eh taunya ditinggal juga"
" Saya ada sandwich untuk ibuk, dimakan ya"
" Bagaimana dengan kamu"
" Saya sudah sarapan, jadi ini untuk ibuk aja"
" Terima kasih ya Nak"
" Sama-sama Buk, saya lanjut ke sekolah dulu ya Buk"
" Iya Nak, hati-hati di jalan"
Queenza melanjutkan kembali perjalanannya ke sekolah. Ini hari pertamanya sekolah SMA, jadi dia tidak boleh terlambat. Nanti ia bisa kena hukuman sama kakak kelas.
Setelah menempuh perjalanan selama sepuluh menit, akhirnya Queen pun sampai di sekolah. Untung gerbang sekolah belum tertutup. Queenza memarkirkan motornya di parkiran sekolah.
" morning Queen "
" Morning Aaron, Bagas"
" Nanti barisnya dekat kita ya" kata Bagas.
" Mana bisa, Queen kan berbaris di barisan cewek"
" Emang nggak boleh ya berbaris dekat kita "
" Nggak boleh nanti kena marah "
" Kalian nggak boleh terlalu dekat-dekat sama aku"
" Kenapa?"
" Karena aku nggak mau menjadi pusat perhatian orang-orang. Terutama para cewek-cewek itu. Kalian lihat aja tatapan mereka seperti mau menerkam ku"
Queen tidak ingin mempunyai musuh di sekolah. Tapi kalau mereka yang menggangu ketenangannya baru beda lagi ceritanya. Ia tidak peduli cewek-cewek di sekolah ini caper sama saudara kembarnya. Asal jangan melibatkannya dalam masalah.
" Mama aku bilang, kita harus selalu bersama-sama "
" Iya Bagas, tapi tidak disekolah " kata Queen.
Queen berjalan lebih dulu, ia ingin mencari teman yang tulus di sekolah ini. Karena indentitas aslinya dan saudara kembarnya disembunyikan, jadi ia tidak boleh terlihat terlalu menonjol dari yang lain.
" Yah kita ditinggal deh"
" Nggak apa-apa Gas, mungkin Queen mau mencari teman" kata Aaron.
Seperti apa yang dikatakan Queen, mereka bertiga menjadi pusat perhatian para siswa di sekolah. Terutama para cewek-cewek.
" Mereka tampan sekali"
" Iya, mau minta nomor mereka"
" Kira-kira nanti kita satu kelas nggak ya sama mereka"
" Semoga aja deh. Kalau sekelas sama mereka aku bakal rajin masuk sekolah"
King tidak mempedulikan omongan siswi-siswi itu. Ia terus berjalan menuju lapangan sekolah. Karena sebentar lagi mereka akan berbaris.
Dilapangan sekolah para siswa dan siswi sudah berkumpul. Hari ini penyambutan untuk siswa-siswi baru di sekolah Tunas Bangsa. Sekolah yang paling bagus dan juga populer di kota Z. Tidak sembarang orang yang bisa masuk ke sekolah ini.
Rata-rata yang masuk sekolah ini anak orang berada. Itu terlihat dari gaya mereka pergi ke sekolah. Mereka memakai mobil mewah dan juga handphone merek yang terkenal dan pasti harganya mahal.
Queenza belum menemukan orang yang cocok untuk menjadi temannya. Kebanyakan siswi disini pada menonjolkan kekayaan orang tua mereka. Sedangkan dirinya tidak ingin menonjolkan itu. Ia ingin terlihat seperti orang biasa-biasa saja.
To be continued.
Hallo teman-teman jumpa lagi di novel terbaru Feby. Ini ceritanya anak-anak Alexa dan sahabatnya. Jangan lupa dukungannya ya untuk cerita King dan Queen.
Happy reading guys 🤗 🤗
lagi seru😁🙏🤭
𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚜𝚎𝚛𝚞😁🙏
lanjut thor....