Nasib Celina yang yatim piatu bertambah malang karena suatu malam ia diculik dan diperkosa oleh 3 orang pria..
"Aku tidak pantas untuk mu.. Aku sudah kotor! Bahkan sangat kotor. Kau bisa mendapatkan yang lebih baik lagi dari diriku!."
Bagaimana nasib Celina setelah kejadian itu?
Akankah dia membalaskan dendam nya pada ketiga pria keji tersebut?
Cerita ini hanyalah fiksi belaka dan mengandung unsur kekerasan, pembaca diharap bijak dalam menyikapinya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanda Anastasia Adam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 15
Sesuai dengan janji Mario pada Darcia, hari ini akhirnya club cabang diamond miliknya yang berada di kota Las Vegas Nevada kembali dibuka dan bisa beroperasi kembali.
Darcia merasa senang karena ternyata tidak sia-sia dia mau bekerja sama dalam kontrak kesepakatan yang sudah dia tanda tangani waktu itu bersama Mario.
Perusahaan Blake, Corp pun perlahan mulai kembali stabil. Meski saham miliknya disana tinggal 30% namun setidaknya, perusahaan peninggalan mendiang ayahnya itu bisa tetap bertahan dan tidak bangkrut.
Darcia akan melakukan apa saja agar perusahaan yang sudah susah payah ayahnya bangun tidak akan hancur di tangannya.
Walaupun club malam miliknya sudah bisa beroperasi lagi, namun polisi masih memasang garis polisi di depan ruang privat dimana kejadian pembunuhan itu terjadi.
Polisi juga masih terus menyelidiki kasus ini dan mencari tahu siapa tersangka utama dalam kasus pembunuhan yang terjadi di club diamond waktu itu.
"I want to say thank you very much for your help Mr Mario. Entah apa yang jadinya perusahaan dan club milik ku tanpa bantuan dari perusahaan Domino, Corp."
"Tidak perlu berterima kasih Mr Darcia. Bukankah kita sama-sama diuntungkan dalm hal ini? Aku hanya meminta padamu untuk menjaga kepercayaan yang sudah diberikan pemimpin kami pada perusahaan Blake, Corp milikmu. Semoga kerja sama kita ini akan terus berjalan dengan baik Mr Darcia."
"Of course Mr Mario. Saya tidak akan pernah mengecewakan dan mengkhianati kepercayaan perusahaan Domino, Corp pada perusahaan kami ini."
Mario tersenyum simpul, sambil menikmati sajian kopi yang disediakan oleh Ryan bodyguard kepercayaan Darcia Blake.
Tiba-tiba ponsel milik Mario berdering, dia lalu mengangkat panggilan telepon itu yang ternyata adalah orang kepercayaan nya.
"Baik. Bawa segera bukti-bukti yang ada kemari."
Mario menutup pembicaraan bersama orang kepercayaan nya dan menatap tajam Darcia yang sedang duduk di depan nya. Mereka sedang berada di ruangan CEO Blake, Corp.
"It's that something wrong Mr Mario?."
Darcia membuka suara saat melihat perwakilan Domino, Corp itu tampak aneh karena sejak menerima telepon tadi Mario menatap dirinya penuh arti.
"Kau mengecewakan kepercayaan pemimpin kami Mr Darcia!."
"What? What do you mean Mr Mario?."
Mario diam dan kembali meminum kopi yang ada di atas meja dengan tenang. Darcia mengernyit merasa bingung dengan perkataan Mario barusan.
Lama mereka terdiam hingga CEO Blake, Corp Darcia Blake menjadi gelisah. Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa orang di depanku ini malah mendiamkan aku dari tadi?.
Ceklek...
Seorang pria berpakaian serba hitam masuk ke dalam ruangan Darcia tanpa permisi Dia memegang sebuah map di tangan kanannya dan memberikan map tersebut pada Mario.
Mario tampak membaca isi dalam map yang diberikan orang itu dengan wajah yang tak terbaca.
Darcia semakin penasaran dengan apa yang baru saja dibawa orang berpakaian hitam tersebut.
"Tidak ku sangka kau berani menipu kami Mr Darcia! Belum apa-apa tapi kau sudah menggelapkan dana pemberian perusahaan kami!."
"Apa maksud perkataan anda Mr Mario?."
"Jangan berpura-pura tidak tahu. Ini tanda tangan anda bukan!."
Mario melemparkan map yang dipegang nya ke atas meja di depan mereka. Darcia lalu meriah map itu dan membaca isi dalam map yang diberikan oleh Mario padanya.
Manik hitam itu membulat sempurna saat melihat pemindahan dana besar-besaran ke dalam rekening pribadinya. Bahkan disana ada juga tanda tangan dirinya yang mengesahkan bukti cek yang sudah sempat dia cairkan.
"No, ini tidak benar Mr Mario. Saya tidak pernah sekalipun menggelapkan dana perusahaan yang anda kirim untuk perusahaan milik ku!. Mana mungkin aku berani melakukan nya sementara perusahan Blake, Corp saja sedang di ambang kebangkrutan."
"Jadi maksud mu orang ku menipu aku dan pemimpin Domino, Corp? Begitu?."
Suara Mario terdengar meninggi.
"Kami baru saja mendapatkan telepon dari pihak bank, kalau anda sudah memindahkan dana yang kami kirimkan ke rekening pribadi anda Mr Darcia! Bahkan anda telah mencairkan sebagian dana tersebut tanpa sepengetahuan saya. Berani sekali anda membohongi dan mengkhianati kepercayaan perusahaan Domino, Corp yang notabene sudah membantu perusahaan kecil anda Mr Darcia!."
"But Mr Mario, saya sama sekali tidak pernah melakukan itu. Mana mungkin saya berani mengkhianati pihak Domino, Corp yang sudah mau membantu perusahaan saya!."
Tiba-tiba ponsel Darcia bergetar dan mengalihkan fokus pembicaraan dia dan Mario. Pesan masuk di dalam ponsel mahal tersebut tertulis bahwa di rekening pribadi miliknya sudah masuk sejumlah uang yang sangat banyak.
Darcia terbelalak tidak menyangka kalau apa yang dituduhkan Mario padanya benar terjadi.
Kenapa bisa begini? Uang dari mana yang masuk ke rekening pribadi aku ini?.
"Ada apa Mr Darcia? Kau masih ingin membohongi saya? Jangan harap anda bisa lolos dari perusahaan kami. Saya sudah melaporkan anda atas tindak pidana penggelapan uang, dan perusahaan milik anda ini, akan langsung ditutup!."
Mario berdiri dan keluar dari ruangan itu dengan marah.
"Wait a minute Mr Mario. Tolong dengarkan dulu penjelasan saya sebentar."
Darcia masih berusaha mengejar Mario, namun langkah kakinya langsung ditahan oleh orang kepercayaan Mario sampai dia masuk ke dalam lift meninggalkan lelaki berotot itu.
"Goddamn!."
Darcia melempar sebuah vas bunga yang berada di meja dekat lift dengan marah.
"Ryan! Apa yang terjadi ini? Kenapa bisa begini?."
Darcia menarik kerah baju sang bodyguard dan memukul wajah Ryan dengan kuat, untuk melampiaskan kekesalan nya sampai lelaki berbadan tegap itu merosot tak berdaya di bawah lantai.
"Aaaa....!."
Darcia berteriak seperti orang gila di lantai khusus CEO itu. Beruntung di lantai mereka sekarang hanya ada dia dan bodyguard nya saja. Entah apa jadinya kalau para pemegang saham dan karyawan melihat kelakuan CEO Blake, Corp itu.
Darcia melempar semua barang yang ada di dekatnya hingga sampai membanting meja dan kursi.
Ryan mencoba berdiri untuk sedikit menjauh dari amukan bosnya. Wajah lelaki itu sudah babak belur dengan luka lebam yang mulai membiru, dan luka robek di pelipis dan mulutnya hingga cairan berwarna merah tampak mengalir dari luka tersebut.
"Cepat cari cara agar masalah ini segera terselesaikan Ryan! Aku tidak ingin perusahaan keluarga ku ini hancur."
Darcia mendorong tubuh sang bodyguard hingga dia mundur beberapa langkah ke belakang.
Ryan segera masuk ke dalam lift meninggalkan sang CEO yang tengah marah besar karena kejadian ini.
Baru saja lelaki itu merasa lega karena perusahaan Blake, Corp miliknya stabil kembali, tapi seseorang malah menjebak dirinya.
Darcia mencurigai kalau ini pasti adalah ulah seseorang yang sengaja ingin mencoreng nama baik perusahaan nya, dan ingin menghancurkan dirinya.
Dia bingung bagaimana mungkin tanda tangan miliknya itu bisa berada di dalam bukti cek yang ditunjukan oleh Mario tadi padanya.
Apa mereka yang sudah sengaja menjebak aku? Tapi, kalaupun memang benar, apa alasan perusahaan mereka melakukan itu?. Darcia bertanya-tanya dalam hati merasa penasaran dengan pemimpin Domino, Corp.
...∆∆∆∆∆∆∆∆∆**∆...
Klik tombol ❤️ untuk menjadikan karya Author favorit kalian guys agar kalian bisa tahu kalau author udah up apa belum...
Dukung terus karya Author yaa 🤗
Like and Vote 🌹**
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
tdk setimpal...