SCANDAL Part II: To Catch a Star
Sinopsis:
Bagi dunia, Galasky Ardayana (35 tahun) adalah definisi kesempurnaan. Aktor papan atas yang telah merajai layar kaca selama 12 tahun, pewaris tunggal Ardayana Group yang membangkang, dan pria lajang yang paling diinginkan se-Indonesia. Namun, di balik lampu spotlight, Gala adalah pria yang "mati rasa". Pengkhianatan di masa kuliah membuatnya menutup pintu hati rapat-rapat, lebih memilih hidup sebagai "perjaka tua" daripada harus terluka lagi.
Namun, ketenangannya hancur saat Airaya Greline Pradipta (19 tahun)—putri dari sahabat karibnya sendiri, Elang Adytama—muncul kembali sebagai gadis dewasa yang luar biasa cantik... dan sangat berani.
Yaya tidak main-main. Dia tidak peduli dengan perbedaan usia 16 tahun. Dia juga tidak peduli kalau Gala adalah orang yang sering menggendongnya saat ia masih bayi. Bagi Yaya, Gala adalah satu-satunya pria yang harus ia taklukkan.
"Om Gala, jangan sok jual mahal. Daripada diledekin perjaka tua terus sama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15
....
...
Pukul satu dini hari. Suasana koridor hotel itu sunyi senyap, sekontras pikiran yang sedang berantakan. Gala melangkah masuk dengan bahu merosot. Tubuhnya pegal, capek luar biasa setelah tiga hari dihajar jadwal syuting kejar tayang yang tidak manusiawi.
Hal pertama yang Gala lakukan bahkan sebelum melepas sepatu mahalnya adalah merogoh saku, memeriksa ponselnya. Berharap ada rentetan pesan protes, makian manja, atau minimal laporan "Om pulang sih" seperti beberapa hari lalu.
Nihil. Layar ponselnya bersih. Pesan terakhirnya yang berbunyi, 'Om sibuk syuting luar kota dua hari. Makanan pesan aplikasi aja. Jangan keluar.' hanya menyisakan dua centang biru. Read doang tanpa dibalas!
Gala mendengus kasar. Rahangnya mengeras. "Bagus ya, sekarang udah berani ghosting balik," gumam Gala ketus, mencoba menghibur diri sendiri bahwa mungkin sang Tuan Putri sudah merem dalam tidurnya.
Demi mengusir rasa penat dan gerah, Gala memutuskan untuk mandi air dingin. Dia mengguyur kepalanya selama lima belas menit, berharap sisa gairah dan rasa rindu—oke, Gala gengsi menyebutnya rindu—bisa larut bersama air shower. Selesai mandi, dia hanya memakai kaos oblong tipis dan celana pendek, siap untuk tidur.
Namun, rencana mimpi indah sang aktor terbaik Piala Citra resmi enyah dan musnah malam itu juga.
Sambil rebahan di kasur king size-nya, tangan Gala refleks membuka aplikasi WhatsApp lalu menggeser ke tab Status (SW). Dan di sana, tepat di barisan paling atas, terpampang nyata sebuah video berdurasi lima belas detik yang diunggah satu jam lalu oleh akun bernama 'Yaya 🍓'
Di dalam video beratribut lampu neon disko itu, Aira terlihat luar biasa cantik dan seksi mengenakan gaun malam mini hitam yang mengekspos bahu indahnya. Dia sedang tertawa lepas di pinggir kolam renang, memegang gelas, dan yang paling membuat darah Gala mendidih sampai ke ubun-ubun: tangan cowok bernama Zion itu dengan santai nangkring di pundak polos Yaya! Ada caption kecil di bawahnya: 'Party malam ini seru bgt! Thx pak ketua @Zi**on'
BRAK!
Gala langsung duduk tegak di kasurnya, matanya melotot tajam menatap layar HP sampai buku jarinya memutih. Aura maskulinnya mendadak berubah 180 derajat menjadi sangat dingin dan mengintimidasi, persis seperti karakter mafia psikopat yang pernah ia mainkan di film box office.
"Anak nakal... bener-bener nyari ribut sama gua!" desis Gala dengan suara baritonnya yang bergetar menahan amuk cemburu buta.
Tanpa pikir panjang, Gala langsung menekan tombol panggil ke nomor Yaya.
Tuuut... tuuut... tuuut...
Tidak diangkat. Gala mematikan panggilan, lalu mencoba lagi.
Tuuut... tuuut... tuuut...
Tetap dialihkan. Keberadaan Gala yang biasanya dikejar-kejar produser dan paparazi, malam ini mendadak tidak berharga sama sekali di tangan Airaya. Gala mulai mondar-mandir di kamarnya seperti macan tutul yang kelaparan dan frustrasi.
"Angkat dong, Ya... astaga..." gerutu Gala jengkel, menyugar rambut basah rambutnya dengan kasar. Keringat dingin mulai keluar dari pelipisnya. Otak dewasanya mulai traveling liar ke mana-mana. Jam dua malam, di rumah laki-laki tampan, pesta, alkohol, baju kurang bahan... kombinasi itu sukses membuat detak jantung Gala disko parah karena panik dan cemburu.
Gala mencoba menelepon untuk yang kesepuluh kalinya. Hasilnya tetap sama: panggilan diabaikan dengan sukses.
Brakk!
Ingin rasanya Gala melempar ponsel pintarnya ke tembok saat itu juga saking frustrasinya. Pertahanan cool nan berwibawa milik Galasky Ardayana remuk tak bersisa, berganti dengan ego pria dewasa yang merasa kepemilikannya sedang diganggu oleh bocah kemarin sore.
Gala berjalan cepat menuju lemari, menyambar jaket casual hitam dan kunci mobil sport-nya. Dia tidak peduli jika besok pagi wajahnya punya kantung mata hitam, dia juga tidak peduli jika aksinya ini melanggar gengsi umur 35 tahunnya. Yang dia tahu, malam ini juga dia harus menyeret rubah nakal itu pulang ke kamarnya sebelum dia benar-benar berbuat kriminal kepada cowok bernama Zion itu.
"Gua udah bilang jangan main-main sama api, Yaya. Lu yang nyalain apinya, jadi jangan salahin gua kalau malam ini rumah temen lu gua bakar sekalian," batin Gala mengumpat habis-habisan sambil melangkah beringas menuju lift basement hotel.
langsung di kurung yeeee
🤣🤣🤣🤣🤣🤣om om mateng satu ini emang beda
di sini kesannya gala jadi tersangka yang paling jahat ya ?!
semngat beb , aku selalu menanti karya2 mu love you😘😘😘😘😘