Lestari, adalah murid jurusan sastra tingkat pertama yang pendiam dan tertutup, ia menjalani hari-harinya tanpa pernah berniat menjadi pusat perhatian. Bersama dua sahabatnya, Indah dan Puspa, ia lebih nyaman menghabiskan waktu dengan aktifitas sama yang berulang dan terkesan monoton. walau demikian di jurusan sastra, lestari terkenal sebagai murid yang selalu ikut lomba sastra.
Berbeda dengannya, Galang merupakan murid IPS tingkat pertama yang ceria, aktif, dan terkenal hampir seluruh murid di SMA BlueSky. Galang juga aktif ikut lomba seputar jurusan, menggambar dan matematika
Pertemuan pertama bagi galang adalah ketika ia menyaksikan lestari diatas panggung, di pesta pengenalan murid baru.
walau awalnya lestari terkesan sulit didekati, namun perlahan hubungan mereka mulai menjadi dekat. Saat galang datang ke smp tempat dulu di bersekolah, atas permintaan gurunya dulu
galang malah kecelakaan dan hilang ingatan sementara. seperti apa hubungan cinta di antara mereka setelahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yourclvl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
firasat aneh
"Oh ya ka ratih bilang pas istirahat pertama nanti, aku sama kamu dimintain nemuin dia di ruang osis, tadi dia barusan abis dari kelasku, terus minta aku sampein ke kamu. Katanya dia buru- buru masih ada urusan" jelas lestari
"dia bilang enggak alasannya kenapa? Soalnya istirahat pertama nanti aku mau ketemu pak surya, soal lomba kemarin"
"lama enggak? Kalau lama nanti coba aku sampein ke ka ratih dulu"
"kurang tau ya, kayaknya sih enggak lama kalau enggak ada hal lain selain yang mau aku tanyakan ke pak surya"
"yaudah enggak apa- apa nanti aku temenin kamu aja, biar nanti keruang osisnya bisa bareng. aku balik kelas dulu ya, udah mau bel" ucap lestari
"iya hati- hati ya my girl" ucap lestari
"iya nanti aku temenin ya aga" ledek top
"berhenti alay dengan menargetkan aku plis top, aku masih mau punya pacar" ujar aga
"ih kenapa sih kamu begitu sama aku, aga"
"kalau kamu begini nanti enggak ada yang mau jadi pacarku" sebal aga
"oho senangnya mengganggu dia" tawa top
begitu bel jam istirahat pertama berbunyi, galang lalu bergegas menemui lestari untuk ke ruang pak surya. saat tiba, pak surya tidak mengatakan banyak hal terkait lomba, karena katanya hasil penilaian ternyata baru keluar tiga hari lagi.
lalu mereka pamit dan menuju ruang osis untuk menemui ka ratih. Namun saat tiba, ternyata hanya ada ka tio.
"eh galang sama lestari dateng, tunggu dulu ya ratih lagi dipanggil ke ruang kepala sekolah, duduk dulu aja sini" ujar tio
"lama enggak ya kak? Kalau lama galang mau ke kantin dulu laper hehe" ucap galang
"kurang tau sih, tapi dia baru banget kesana, belum ada lima menit. ke kantin dulu aja, siniin id line kamu, galang, nanti kalau ratih udah balik kamu aku chat" ucap tio
Galang pun mengangguk dan mereka pun bertukar pesan di line untuk pertanda bahwa kontaknya sudah terhubung. Lalu galang dan lestari pun izin ke kantin dulu
DI PERJALANAN MENUJU KANTIN
"kamu laper kah, galang?" tanya lestari
"enggak terlalu sih, kenapa?"
"terus kenapa kita ke kantin?"
"emang kamu enggak laper, my girl?"
"enggak kok" jawab lestari
"kamu kayak kurang nyaman deket ka tio, jadi aku aja kamu ke kantin"
"padahal aku enggak apa- apa"
DIKANTIN
"udah ayok temenin galang makan aja, mumpung udah di kantin kan"
"okey deh"
"my girl mau makan apa? biar galang aja yang pesenin"
"soto ayam pake nasi tapi di pisah ya"
"kalau minumnya?"
"jus jeruk aja deh"
"okey my girl duduk disini dulu yang anteng ya, galang mau pesen makan dulu"
Lalu galang meninggalkan lestari sendirian di meja kantin itu. beberapa waktu berlalu, galang pun datang dengan membawa makanan pesanan lestari dan juga untuk galang sendiri.
Sebelum makan, galang meminta izin untuk memfoto makan itu dan menandai lestari di akun sosial media. Dan lestari pun mengizinkan. Setelah memfoto mereka pun menyantap makanan tersebut.

"kamu kenapa pesanannya sama kayak punyaku?" tanya lestari, ia kira galang akan memesan makanan yang berbeda
"enggak apa- apa pengen aja"
Lalu mereka pun makan dengan lahap. Tepat setelah menghabiskan minuman ada chat masuk dari ka tio. Katanya ka ratih sudah kembali ke ruang osis.
Setelah mengembalikan mangkok dan gelas ke penjual, lestari dan galang pun bergegas ke ruang osis.
"halo ka ratih" sapa galang
"hai kak" sapa lestari
"hai halo aduh maaf ya, kakak yang janji malah kakak yang ninggalin kalian" ucap ratih, sedikit tidak enak hati pada mereka berdua
"enggak apa- apa kak, kalau boleh tau kenapa ya kita berdua di panggil?" tanya galang
"oh itu masalah penampilan kalian buat acara akhir tahun, kakak mau lihat progres perkembangannya aja. Sama tadi kakak di panggil ke ruang kepala sekolah. Katanya 2 bulan sebelum acara akhir tahun, kelas kamu mau ada penampilan teater ya lestari?" ujar ka ratih
"iya betul kak, kenapa ya?"
"nah kakak diminta buat ngasih keringanan ke kamu, karena acar teater itu nanti juga sama pentingnya sama acara akhir tahun. Oh ya galang kamu gabung club mading kan?" ujar ka ratih
"iya kak, aku, aga sama top, kita bertiga gabung club mading. Kenapa ka?"
"itu guru ketua jurusan sastra bilang ke kepala sekolah, buat minta bantuan anak mading buat bantu bikin dekorasi tambahan di sekitar area panggung teaternya nanti, kayak semacam hiasannya gitu, kalian bisa kan? Nanti juga bu wati, guru pembina kamu bakalan ngasih tau ini di club"
"bukannya dekorasi teater bakalan diurus sama anak sastra ya? Kok minta bantuan anak mading?" tanya lestari
"oh itu anak mading ini kan emang kumpulan anak yang jago gambar atau lukis, mereka juga sering diminta buat bikin dekorasi di luar mading buat sekolah, jadi ketua jurusan sastra mau minta tolong buat bikin hiasan nanti biar lebih bagus aja katanya"
"galang enggak masalah kok kak"
"oh iya katanya kamu mau ada lomba debat juga ya? Waktunya bentrok enggak ya?" tanya ratih
"enggak kak, acara akhir tahun kan 4 bulan lagi, acara teater 2 bulan lagi, nah lomba debatnya 1 bulan lagi, masih bisa galang pegang kok"
"kenapa ka ratih kayak khawatir gitu? Emang ada hubungannya galang debat sama club mading? Maksudnya kan bisa diserahin ke ketua clubnya. Ya walau mereka bertiga harus ikut lomba, pasti yang lain enggak masalah kan" ucap lestari
"kamu belum tau ya lestari? Galang ini ketua club mading, wakilnya si top, makanya kakak mau memastikan kalau dia beneran enggak apa- apa" ucap ka ratih
Lestari langsung menoleh kearah galang. Yang diperhatikan malah garuk kepala, salah tingkah
"kamu sibuk banget deh galang" ujar lestari
"kamu kan juga..." cicit galang
"ya tapi enggak sesibuk kamu, aku mah lomba novel masih bisa nyantai ngerjainnya" bela lestari
"kamu kenapa kaget gitu lestari? bukannya se sekolah juga tau kalau galang emang anak berprestasi dan super sibuk? Bahkan setauku galang juga ada projek sosial kan ya, sebagai perwakilan sekolah setiap akhir bulan" ujar ratih
"psstt kak... Udah kak..." kode galang, mengisyaratkan untuk ratih diam
"wahh bagus ya galang, kamu setiap aku tanya bilangnya enggak sibuk terus" ucap lestari tersenyum geram
"anu kak ratih kita latihan aja yuk, yuk lestari my girl my sweety my darling my lovely, yuk kita latihan aja hehe" ucap galang
Baru akan memulai latihan, bel tanda masuk jam pelajaran berbunyi.
"yah kak udah bel masuk" ucap galang
"enggak masalah kok, kakak udah izinin kalian ke guru kalian masing- masing" jawab ratih
Lestari memberi isyarat pada ka ratih untuk memperhatikan raut wajah galang, yang tiba- tiba berubah sedih.
"kalau kamu keberatan, nanti pulang sekolah aja enggak apa- apa deh, tapi selesai kelas langsung kesini ya, jangan mampir kemana- kemana lagi" ujar ratih, yang seolah faham, kalau galang tidak ingin meninggalkan pelajaran
"siap kak! Hehe yaudah galang sama lestari pamit dulu ya kak" izin galang, lalu mengajak lestari kembali ke kelasnya masing- masing
Disisi lain, ratih hanya tersenyum menanggapi sikap galang barusan
"baru kali ini, ada murid yang lebih milih masuk kelas dari pada di ruang osis" ucap ratih
"udah aku bilang mereka itu pasangan yang unik. Tapi jujur aku kira karena galang cowok, dia bakalan enggak apa- apa loh buat bolos pelajaran" ucap tio
"iya kan unik aja, jarang ada murid cowok yang kayak gitu, padahal disini kan dia bisa bersama crushnya, tapi dia malah inget pelajarannya, lucu juga adik tingkat kita ini ya tio" ucap ratih
Tio hanya menanggapinya dengan tertawa gemas
DI RUANG OSIS, DI JAM PULANG
Begitu selesai kelas galang dan lestari langsung menuju ruang osis bersama untuk menunjukkan progress latihannya. Selama latihan, baik galang maupun lestari banyak mendapat komentar baik dari ka ratih dan ka tio
"kakak beneran takjub banget sama perkembangan kalian, terutama galang. Soalnya ini pertama kalinya juga kamu ngelakuin dance dan nyanyi kan?"
"iya kak"
"kakak enggak nyangka langsung bisa semahir ini, buat lestari juga. Awalnya kakak kira kamu bakalan kesulitan menyesuaikan dengan gerakan galang. Ternyata dugaan kakak salah ya"
"aku dibantu sama senior buat mengubah sedikit gerakannya supaya bisa selaras sama galang kak" jawab lestari
TRING! TRING! TRING!
tiba- tiba ada telpon masuk ke ruang osis, dari pos satpam. Katanya ada perempuan yang mencari galang, sepertinya bukan siswa sekolah ini. Galang pun kebingungan, dan meminta ka ratih menanyakan siapa nama perempuan itu. Karena yang menjawab telpon dari satpam adalah ka ratih
Lalu satpam pun menjawab namanya fitri. Begitu mendengar nama itu, galang langsung menelan ludah kasar. Telpon pun di tutup.
"fitri siapa galang? Sampe nyariin kamu kesini" tanya ka tio
"ahh itu kakk anu..."
"mantannya kak, mantan pas smp" bukan galang yang menjawab, melainkan lestari
"loh? Kamu kenal sama dia, lestari?" tanya ratih, kepo
"baru tau aja kemaren pas aku dateng ke tempat lokasi lomba gambar peta yang diikuti sama galang, terus ketemu deh sama cewek yang namanya fitri itu" jawab lestari
"kata ku kalian buruan jadian aja sih dari pada diganggu begini" ucap tio
"maunya begitu, tapi apalah daya galang, laki- laki kasihan ini dimata my girl" ucap galang mendramatisir keadaan, ia pura- pura bersikap lemah, yang justru membuat ratih dan tio tertawa dibuatnya
"galang, kamu enggak cocok main drama gitu actingmu kurang banget" ejek tio
"makasih loh kak atas dukungan untuk menjatuhkan mentalku" sindir galang
"udah udah itu cewek jadinya gimana galang? Kamu pulang bareng lestari kan?" tanya ratih
"ya jelas pulang bareng, ka ratih kenapa meragukan kesetiaan galang begitu... Em soal fitri ya.. Galang juga enggak tau"
"temuin dulu aja, nanti kalau kamu enggak tega jambaknya, biar aku yang maju" ucap lestari
"jadian belum, udah galak ya lestari" ucap tio
"dia enggak protes kok kak" ucap lestari menunjuk galang
"kita pamit pulang kalau gitu ya ka ratih, ka tio" ucap galang
lalu mereka berdua berjalan ke arah parkiran. Baru akan menuju mobilnya, galang melihat ada seorang perempuan yang menunggu disana. ternyata itu fitri
"loh? Kalian pulang bareng?" tanya fitri, kaget
"kita emang selalu pulang bareng" jawab lestari sambil merangkul tangan galang
Yang dirangkul pun hanya tersenyum tidak jelas
"kamu kenapa kesekolah ku?" tanya galang
"itu anu aku boleh nebeng enggak ya? Aku kehabisan uang buat ongkos, tadi nebeng temenku cuman bisa sampe sekolah mu ini aja, boleh ya plis" mohon fitri
"coba tanya sama nyonya besar aja, galang cuman supir" ucap galang
"lestari ya?" ucap fitri canggung
"bukan"
"terus nama kamu siapa? Seingetku kemaren kamu ngenalin diri namanya lestari"
"aku nenek leluhurmu, yang sopan makanya"
Aduh canggungnya - ucap fitri dalam hati
"em aku boleh numpang mobilnya galang enggak ya" ucap fitri hati- hati
"boleh, asal kamu di kursi penumpang belakang, dan enggak genit sama cowokku" lestari sengaja mengatakan kata terakhir.
"iya iya janji, makasih ya lestari dan juga.."
"ekhmm, enggak usah panggil galang, panggil aja cowoknya lestari" ujar lestari, lalu menyuruh galang masuk mobil terlebih dahulu
"iya makasih lestari dan juga cowoknya lestari"
"okey masuk mobil"
Setelah mengatakan itu, lestari masuk mobil dan duduk disamping kursi pengemudi, alias disampingnya galang. Lalu mobil melaju, meninggalkan area sekolah
Selama dijalan, fitri terus melihat interaksi antara galang dan lestari yang terlihat sangat akrab dan bahagia. awalnya ia yakin bisa kembali bersama galang, tapi ternyata ia salah. Galang sudah sepenuhnya dikuasai oleh lestari.
setelah mengantar fitri dan lestari, akhirnya galang sampai perkarangan rumahnya. Tapi ia bingung kenapa ada banyak mobil yang terparkir disana. Begitu masuk, ia terkejut karena rumahnya penuh dengan paman dan bibinya serta sepupunya yang lain
"galang baru pulang ya?" ucap tante titi
"hehe iya tante, ini rame- rame ada apa ya tumben banget?"
"oh ini sepupu kamu yang sekolah di inggris balik indo jadi sekalian aja main disini, kamu enggak apa- apa kan?" tanya tante titi
"oh enggak apa- apa kok tante, kalau gitu galang izin istirahat dulu ya"
"nanti turun lagi loh galang, bilqis mau ketemu sama kamu"
"bilqis?" galang sempat kebingungan, ia seperti merasa akrab dengan nama ini tapi ia tidak ingat wajahnya
"hai galang" sapa perempuan bernama bilqis, ia adalah sepupu galang yang sekolah di inggris
"kamu ganti baju dulu aja, nanti turun lagi ya" ucap sekar
"okey mah, galang naik dulu"
Setelah berganti baju, galang tidak langsung turun. Ia memeriksa handphonenya dan mengabari my girl nya lestari. Karena menurut firasatnya acara kumpul keluarga ini akan berlangsung lama. lalu ia pun turun ke bawah.
"halo tante titi" sapa galang
"aduh cah bagus sini- sini duduk deket tante dan bilqis ya" ucap tante titi menarik galang untuk duduk di dekatnya