NovelToon NovelToon
The Stellar Blood Swordmaster'S

The Stellar Blood Swordmaster'S

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:168
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

Di sudut tergelap Distrik Kumuh Oakhaven, Ren bertahan hidup sebagai pelayan di sebuah rumah bordil sekaligus tempat penampungan anak-anak telantar. Di balik fisiknya yang tampak biasa dan otaknya yang encer, Ren menyembunyikan kutukan sekaligus berkah: ia adalah keturunan Vampir terakhir yang murni, terpaksa menahan dahaga darah agar tidak memicu kecurigaan Gereja Suci.

​Dunia Ren runtuh ketika sekelompok Ksatria Suci berzirah perak—yang seharusnya menjadi simbol kehormatan—membantai tempat tinggalnya demi menutupi skandal korupsi ordonya. Di ambang kematian, Ren merangkak ke ruang bawah tanah rahasia dan menemukan Crimson, roh pedang kuno yang haus darah. Demi membalaskan dendam dan mengubah takdirnya, Ren memulai jalannya sebagai Sword Master yang tidak biasa: memadukan teknik pedang legendaris dengan kekuatan darah yang terlarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29.keberangkatan

Kabar hancurnya rombongan pelarian faksi bangsawan Van Asche di hutan mati tidak pernah sampai ke ibu kota Kekaisaran. Di bawah kendali informasi yang cerdas dari Lyra dan jaringan intelijen faksi bawah, seluruh jejak pembantaian itu terkubur rapi di dalam kabut merah Reruntuhan Kuno Gorgona. Bagi dunia luar, mereka hanyalah sekelompok pengecut yang hilang ditelan kerasnya perbatasan.

Tiga minggu sebelum tenggat waktu sidang di Istana Putih Elisia, Ren berdiri di ruang penempaan lapisan kedua Gorgona.

Suara dentingan logam bergema ritmis. Menggunakan pasokan batuan *Lumina* kualitas tinggi hasil jarahan kemarin, para pengrajin faksi bawah berhasil menciptakan metode konversi energi baru. Mereka melebur batuan suci Kekaisaran menjadi cairan murni, lalu mencampurkannya dengan serpihan *Blood Stones* untuk menciptakan struktur senjata hitam legam yang ringan namun memiliki ketahanan frekuensi yang mengerikan.

*SHIIIING!*

Ren menarik bilah pedang besi standar barunya yang baru selesai ditempa dari dalam bak air raksa. Bilah itu kini tidak lagi berwarna abu-abu kusam, melainkan hitam pekat dengan guratan garis-garis merah tua yang berdenyut samar mengikuti detak jantungnya.

"Pedang itu dinamakan *Crimson Edge* tiruan, Master Ren," ucap kepala penempa faksi bawah sembari berlutut hormat. "Senjata ini mampu menahan dan mengompresi energi getaran frekuensi darah Anda hingga tiga kali lipat lebih padat dari pedang akademi tanpa risiko patah."

Ren mengayunkan pedang itu sekali ke udara kosong. *WUUUSH!* Tekanan udara murni yang dihasilkan memotong pilar batu di ujung ruangan secara horizontal tanpa menimbulkan suara.

Sesungging *smug* dingin terukir di wajah tampannya. "Kerja bagus. Ini lebih dari cukup untuk memotong zirah para ksatria suci di ibu kota."

**"Hahaha! Senjata yang lumayan untuk ukuran besi buatan manusia biasa, Ren!"** Crimson menyahut puas dari dalam benaknya, tato di lengan bawah Ren berkilat intens menanggapi senjata baru itu. **"Aku sudah tidak sabar melihat bagaimana reaksi para tetua ordo itu saat melihat senjata suci mereka dilebur menjadi mainan kita!"**

### Langkah Catur Terakhir di Perbatasan

Malam sebelum keberangkatan menuju Istana Putih, Ren mengadakan pertemuan tertutup di Aula Altar *Blood Core*. Hanya ada dia, Lyra, dan lima kepala divisi tertinggi faksi bawah.

"Aku akan pergi ke ibu kota sendirian bersama Lyra," Ren membuka suara, nadanya datar namun sarat akan otoritas absolut yang mengunci pergerakan udara di ruangan. "Divisi utama dan kedua tetap tinggal di sini. Aktifkan mode pertahanan pasif Gorgona menggunakan *Blood Golem*. Jika ada pergerakan mencurigakan dari garnisun militer luar, habisi mereka tanpa sisa."

"Bagaimana dengan persidangan itu sendiri, Ren?" Lyra bertanya, menyandarkan tubuhnya pada pilar kristal dengan senyuman sinis yang penuh kalkulasi. "Dewan Tertinggi pasti sudah menyiapkan formasi sihir penekan tingkat tinggi di dalam ruang sidang untuk mengunci Mana-mu."

Ren perlahan bangkit dari takhta batunya. Jubah hitamnya berkibar anggun, membungkus tubuh tegapnya dengan sempurna. Di bawah temaram cahaya merah dari *Blood Core*, rambut perak abu-abunya yang berantakan membingkai sepasang mata crimson-nya yang kini menyala seutuhnya.

Satu matanya berkilat intens, melepaskan guratan energi streaks merah yang sangat tajam, memotong kegelapan aula hingga membuat para kepala divisi refleks menahan napas mereka karena tekanan mental predator yang luar biasa pekat.

Sesungging *dangerous smirk* yang begitu dingin terukir di wajah tampannya.

"Mereka mengira sedang menjebak seekor tikus perbatasan menggunakan hukum mereka," Ren berbisik halus, suaranya terdengar begitu menawan namun mematikan. "Mereka tidak sadar... bahwa mereka baru saja membukakan gerbang istana bagi seekor serigala kelaparan."

Dengan pedang *Crimson Edge* tiruan di pinggangnya dan kendali mutlak atas pasukan bayangan Gorgona, sang **Blood Sword Master** melangkah keluar dari reruntuhan, siap memulai perjalanan menuju jantung Kekaisaran untuk menumpahkan darah suci yang paling murni.

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Coba bikin yang murim 👍🏻
EAGLE EZ: oke untuk bab pertama dulu bree kalo ingin di tambah mohon bantu juga bree👍
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!