Zalfa Ananda Pradipta. gadis berjilbab yang mandiri, cantik, baik, dan cerewet.
bekerja di sebuah perusahaan desain milik pengusaha muda kaya raya.
Zalfa menjalani hari harinya dengan baik sampai akhirnya dipertemukan dengan bos songong (Arion) yang selalu menekannya dan membuatnya kesal.
Bagaimana kisah kedua insan manusia ini, yang karakter dari keduanya hampir sama yaitu keras kepala.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chairunnisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 15
jam sudah menunjukkan pukul 16.10
zalfa melirik jam di tangannya ,dan merogoh ponsel di saku kantongnya.
"halo assalamualaikum ma ,ucap zalfa lembut yang telah lebih dulu menghubungi ibunya”
"waalaikumsalam warahmatullah,jawab zahira tak kalah lembut”
"mama sama papa dimana ? afa udah selesai kerja ni” ucap zalfa sembari membereskan barang barang di mejanya
"mama sama papa udah di cafe biasa sayang ,kamu kesini aja ,kami tunggu ni”ucap zahira sambil menatap suaminya mengisyaratkan putrinya akan datang
"iyaa ma ,mungkin 15 menit lagi afa sampe sana ,afa matiin ya telfonnya"
"iyaa sayang ,kamu hati hati yaa dijalan”
"iyaa mama”
""""********""""
cafetaria
maa paa, zalfa menghampiri orangtuanya yang sudah duduk dari setengah jam yang lalu
"iya sayang sini ,ucap zahira sambi menatap Putri kesayangan nya”
"kamu mau pesen apa sayang ?”
"aku mau steak sama lemon tea aja deh”
"yaudah bentar ya"
"pelayan,,,pangil zahira”
"steak satu lemon tea satu”
"baik buk ”ucap si pelayan cafe
"maa ada apa sih sampek kita ketemu disini ” tanya zalfa penasaran
zahira memandang pradipta , seolah mengisyaratkan untuk langsung berbicara perihal perjodohan dengan anaknya
"papa sama mama mau kamu pulang minggu ini sayang , soalnya temen baik papa bakalan datang ,ya mau membahas tentang perjodohan kalian” ucap Pradipta tenang
"perjodohan ??? ”tanya zalfa ke Pradipta ,iya masih belum yakin lagi dengan keputusan orang tuanya
"iya sayang , kamu harus pulang pokoknya papa gakmau tau ”Pradipta kokok dengan perkataan nya
"paa , sebelum nya zalfa minta maaf ,tapi zalfa belum siap ,papa mama kan tau sendiri ,dan zalfa mohon kasih zalfa waktu ”ucap zalfa lirih ,wajahnya sendu , dadanya sesak setiap mendengar kata perjodohan
"zalfa papa gakmau tau alasan kamu ,pokoknya kamu harus pulang minggu ini ”perintah pradipta
"papa gakmau kamu mempermalukan papa di depan sahabat papa”imbuh Pradipta
"tapi paa ,zalfa gak mau dijodohin,sekali ini aja tolong pahami zalfa ”ucap zalfa menahan tangis
"gak ada tapi tapian ,kalau kamu gak terima keputusan papa jangan anggap aku ini sebagai papamu , bentak Pradipta kesal ,membuat zalfa terkejut dengan sikap papanya ,zalfa tidak pernah melihat Pradipta sekesal ini ,selama ini Pradipta selalu memanjakan zalfa dan belum pernah membentak anak kesayangan nya
air mata zalfa mengalir deras iya tak dapat membendung rasa sakitnya lagi ,sontak zalfa berdiri dari duduknya
"paa ,zalfa bukan anak kecil lagi ,kenapa papa gak ngertiin zalfa ,dan sampai kapanpun zalfa gakakan mau di jodohin ” ucap zalfa dengan suara lantang penuh penekanan,zalfa meninggalkan cafe dimana orang tuanya masih duduk diam melihat anaknya yang penurut menjadi pembangkang
pengunjung cafe yang lain memperhatikan keluarga Pradipta,mereka melihat kejadian yang tidak menyenangkan dimana anak seorang Pradipta keluar sambil berlari dan menangis
"kamu lihat itu anakmu ,dia menjadi pembangkang karna kita selalu memanjakan nya ”ucap pradipta kesal tangannya sudah mengepal erat
zahira hanya diam mendengar suaminya yang sedang dalam keadaann emosi.
zalfa masuk ke taksi yang telah dipanggilnya ,zalfa masih menangis di dalam taksi
kenapa ,kenapa harus aku ,aku muak dengan hal percintaan apalagi pernikahan, gumam zalfa lirih , tangisannya semakin menjadi ketika mengingat kembali kejadian tak mengenakkan di cafe bersama orang tuanya
pa ,ma , zalfa belum siap ,benar benar belum siap ,bukan zalfa ingin menjadi anak durhaka,lirih zalfa dalam hati
zalfa turun di tepian pantai , zalfa masih butuh waktu untuk menenangkan pikirannya
zalfa mendekat ke bibir laut ,langkahnya terhenti ketika melihat keindahan laut nan biru
oh alam ,apakah ini hukuman yang engkau berikan untuk pendosa seperti ku, lirih zalfa diiringi tetesan air mata yang tiada henti
entah mengapa air matanya sangat tidak bersahabat , mereka seakan memaksa untuk keluar .
jika benar ini hukum alam untukku ,aku siap untuk menebus hukuman yang memang pantas aku jalani ,tangisan zalfa semakin menjadi jadi
zalfa duduk di pinggir laut ,sesekali ombak menghantam tubuh zalfa ,namun zalfa tidak menghiraukan ,zalfa memegang erat kedua kakinya yang sudah di himpit ke badan, zalfa menundukkan kepalanya di lutut ,iya masih menangisi tentang alam yang tak berpihak kepadanya.
"zalfaa,,, ucap seseorang di belakang zalfa”
zalfa seperti mengenal suara ini, namun iya tidak menghiraukan
"zalfa ananda Pradipta, ucap si lelaki keras ,zalfa mendengar kan lelaki tersebut menyebut namanya dengan lengkap ,zalfa menoleh ke arah suara berasal”
Suamiku Bukan Malaikat
senyum2 sendiri thor...
jangan lupa beri like di lapakku tiap chapternya yaa😊thank you