NovelToon NovelToon
I'M Just For You

I'M Just For You

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Badboy / Tamat
Popularitas:299.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Jujuk Aza

Nayla Thalita Firliany 21 tahun, gadis cantik yang biasa di panggil Nayla ini merantau dari Riau ke ibu kota Jakarta untuk menuntut ilmu di salah satu kampus ternama.

Dan Naas Nayla harus kehilangan ke Virginan nya dalam sebuah insiden pemerkosaan saat ia tengah mabuk.

Karena pelaku bukan pria yang Nayla kenal, serta dirinya juga tidak hamil maka Nayla memilih melupakan kejadian itu dan menganggapnya sebagai mimpi buruk semata.

Namun beda halnya dengan Giovani Farmost 29 tahun, seorang Presdir sebuah perusahaan kontruksi yang merasa jika Nayla adalah takdirnya.

Gion panggilan dari Giovani menghalalkan segala cara untuk bisa membuat Nayla selalu di sisihnya

Namun kesalah pahaman yang terjadi di awal pertemuan mereka membuat keduanya tidak pernah akur. Terlebih Nayla yang tidak mencintai Gion membuat Gion selalu cemburu berlebihan.

Lalu apa yang akan terjadi pada kisah mereka berdua?

Simak kisah mereka selanjutnya dalam
I'M JUST FOR YOU.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jujuk Aza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Beberapa hari lagi liburan semester lima berakhir. Sebentar lagi Nayla masuk semester enam dan rencananya besok ia akan ke kampus guna mengurus administrasi dan kebutuhan semesternya.

Tadi pagi, Ani sudah mengirim sejumlah uang untuk keperluan biaya kuliah, uang jajan, bayar kost dan lain-lain. Tak lupa mereka menambahkan uang gaji Nayla, ngelesi anak-anak SD selama beberapa minggu ini, dan pamannya juga memberi uang saku yang lumayan banyak kepada Nayla.

Yang membuat Nayla selalu senang setiap kali datang ke rumah sang bibi adalah ketika ia diperlakukan layaknya pulang ke rumah orang tua sendiri oleh seluruh anggota keluarga mereka.

Bibi Ani memang sangat perhatian dan royal kepada ponakanya. Lihatlah sekarang, barang bawaan Nayla satu tas penuh. Ada beras, ada terong, kangkung, bayam, buncis, ada ikan asin, ada cumi kering, ada tempe kering, ada nasi dan ayam semur, pokoknya lengkap deh mulai dari yang mentah sampai yang matang, semua serba ada dan tentu saja paling suka dengan semua makanan yang ia bawa adalah teman-teman kostnya juga Faya sahabat kesayangan Nayla yang paling doyan makan, meski badanya tetep saja langsing. Karena Nayla menang tipe orang yang suka berbagi ke sesama.

Menjelang sore Nayla sudah kembali ke kost diantar oleh paman Adam. Begitu cewek itu membuka pintu kost, Faya langsung memeluknya dari belakang.

“Elo dari mana saja sih? gue kangen tahu,” tuturnya sedih.

“Iiihhh...! elo apa-apaan sih Fay, pakai peluk-peluk gue gini?” Ujar Nayla melepaskan pelukan Faya, kemudia memutar tubuhnya menghadap ke arah sang sahabat.

“Elo itu yang apa-apaan menghilang begitu saja bikin gue panik tahu,” Faya manyun.

“Sory deh Fay, gue ke tempat bibi tidak kasih tahu elo. Karena malam itu HP gue hilang, gue telpon pakai HP bibi, tapi kagak hafal nomor elo, ya sudah deh," Nayla menyeringai, sambil mencubit kedua pipi Faya yang ada di depannya.

“Elo kan bisa kabarin gue lewat email atau FB Nay.”

“Tapi udah Fay? Udah gue kabarin elo lewat Fb. Elo saja yang kagak pernah aktif."

"Ish," Faya kesal, "Itu juga setelah hari ke empat. Saat gue rasanya mau mati gara-gara cariin elo bego," Faya menjitak kepala Nayla gemas.

Nayla nyengir, “Sorry ya!” sambung nya dengan rasa bersalah serta penyesalan. “Sudah bikin elo kangen berat sama gue,” Ujar Nayla manja sambil beralih mendekap Faya dalam pelukan eratnya.

Keduanya tertawa sambil berpelukan layaknya Teletubbies.

“Tapi gue pesen sama Farel udah sampai ke elo juga kan? Kalau gue ada di rumah bibi?" tanya Nayla.

“Udah, itu malah lebih parah, sampai sama gue pas hari ke lima."

Nayla terkikik geli, "Sory banget deh ya!," pinta cewek itu.

Faya mengaguk.

Kini Nayla berjalan menuju dapur guna menyusun belanja mentah yang dia bawa ke dalam kulkas, sedang Faya mengikuti Nayla, guna duduk di kursi makan sambil nyemili kering tempe dari dalam toples taperware yang Nayla bawa.

Kebeneran memang tempe pedas kesukaan Faya itu diletakkan oleh Nayla di atas meja, tepat dihadapan Faya yang artinya perintah terselubung untuk di makan. Meski pemiliknya belum menawari. Emang dasar Faya.

“Oh ya Nay, HP elo gak hilang kok Nay. Ketinggalan di bar malam itu, dan sekarang ada sama pak Gion. Kemarin mau gue ambilkan tapi kagak boleh, katanya harus elo sendiri yang ngambil," Faya menjelaskan sambil mulutnya tak berhenti ngunyah.

“Pak Gion itu siapa Fay?” Tanya Nayla, dengan tangan aktif memindahkan sayur dari dalam tas ke kulkas.

“Gue kagak tahu, tapi dia orang yang nemuin HP elo malam itu.”

“Kok elo tahu?”

“Kan gue nelpon elo, terus dia yang angkat. Dia bilang katanya HP elo ketinggalan di bar, lalu dia bawa pulang dan nyuruh elo ngambil di apartemen dia gitu," Faya menjelaskan.

“Oh… gue pikir elo kenal.” Ujar Nayla sambil memanyunkan bibirnya.

"Oh ya, pak Gion juga pesen katanya kalau elo mau ke sana ngambil HP harus malem.”

"Lha emang kenapa kalau siang?" Tanya Nayla sambil menoleh, kearah Faya.

"Kalau siang dia gak ada di rumah, karena kerja dan pulang sore. Makanya kalau elo ke sana harus malam," Tutur Faya menjelaskan.

Nayla mengangguk paham, apa yang di katakan sahabatnya.

“Fay…!” panggil Nayla sambil menoleh lagi, yang ternyata cewek itu sudah tidak ada di tempat nya.

Lha kemana tuh orang perasaan tadi ada di sini, batin Nayla. Celingak-celinguk mencari Faya.

Namun baru saja dicari, Sahabat sudah datang nongol lagi, berdiri di sebelahnya, layaknya hantu yang datang dan pergi tiba.

“Nih!"

Faya menyerahkan sebuah bingkisan kecil kepada sahabatnya.

“Apaan nih?” Tanya Nayla sambil menerimanya, kota kecil yang terbungkus oleh kertas kado warna pink itu.

“LIhat saja sendiri," Jawab Faya tersenyum manis.

Nayla membuka bingkisan itu yang ternyata isinya adalah jam tangan yang selama ini ia idam-idamkan.

Jam tangan hitam merek Dior yang harga nya lumayan fantastis untuk ukuran mereka berdua. Meski itu jam tangan KW. Mungkin KW tingkat pertama karena melihat harganya masih diatas dua juta.

Jam itu terkesan sangat mewah dengan tali dari bahan magnet yang bisa pas dengan semua ukuran tangan sehingga tidak perlu mengecilkan lagi jika ingin memakinya serta di dalamnya terdapat kristal-kristal kecil berwarna ungu yang membuat jam itu terlihat sangat indah. Kini jam itu ada di genggamannya sekarang.

“Faya ini buat gue?” Tanya Nayla tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Faya mengangguk.

“Makasih ya…” ujar Nayla tulus, dengan wajah berbinar bahagia, karena mendapat barang kesayangan.

“Nih…” Faya kembali menyerahkan secarik kertas kepada Nayla. Yang membuat gadis itu melongo.

“Ini apa lagi? Surat cinta dari elo?” tanyanya lagi.

“Lihat aja,” Perintah Faya padanya.

Ia membuka kertas itu dan matanya membulat sempurna, tanda terkejut, “Faya elo bayarin kuliah gue?” Tanya Nayla tidak percaya ketika melihat kertas itu adalah bukti pembayaran semesteran milik Nayla.

Faya mengangguk.

Seketika Nayla memeluk sahabatnya yang kini berdiri di depannya, "Sumpah, makasih banget ya Fay,” Nayla terharu akan kebaikan sahab nya itu.

"Sama-sama, Nay."

“By the way elo dapat duit dari mana Fay buat bayar kuliah gue?" tanya Nayla sambil melepaskan pelukannya dan menatap wajah Faya.

“Minjam teman lah, kenapa?”

“Tidak ada, yang penting gratis," Nayla nyengir.

“Enak saja, besok balikin kalau elo sudah ada uang,” Ujar Faya melotot garang.

Nayla tidak menjawab, dia sudah terlanjur bahagia. Ultah tahun ini ia mendapat kado yang sangat sepesial dari orang-orang yang ia sayangi.

"Nih...." Faya menyerahkan amplop terakhir yang dia pegang kearah Nayla.

"Ini apa lagi?" Tanya Nayla heran.

"Surat rekomendasi magang elo. Kemarin gue yang ambilkan, soalnya elo kelamaan ngilang sih."

Nayla membuka kertas putih itu. Yang berisikan jika ia diterima magang di sebuah perusahaan terkemuka di Indonesia,

Flashback On

Saat ia dan Faya lewat jalan tamarin dan Nayla melihat gedung pencakar langit dengan nama sebuah perusahaan  THE SMART GRUP.

Nayla bilang ke Faya, "Fay, gue pengen magang di perusahaan itu deh. Gedungnya besar dan keren gitu. Gue jadi kepo dalamnya kayak apa?"

"Emang beneran elo kagak mau magang bareng gue?" Tanya Faya. Agak tidak yakin, Karena Faya sendiri pengen magang di perusahaan Organizer.

"Ya ampun Fay, gue sudah bareng sama elo hampir tiga tahun. Masak iya magang juga gue harus bareng elo lagi. Gue bisa eneg lihat muka elo terus. Di kost ketemu elo, di kampus bareng elo, masak iya magang juga gue harus sama elo lagi?"

Faya tersenyum, "Cie....ceritanya anak ayam sudah berani lepas dari induknya nih..." goda gadis cantik itu.

"Ya, paling tidak gue punya cerita beda gitu, yang bisa gue ceritain sama elo besok. Biar kaya punya rahasia gitu," Ujar Nayla sambil mengedipkan matanya genit.

Faya menimpuk Nayla dengan jaket yang dia pegang tapi dia setuju dengan apa yang diusulkan Nayla.

"Moga saja ya nilai elo cukup buat masuk perusahaan itu," Doa Faya tulus.

"Cukup dong kan gue pinter, nilai gue juga bagus," Jawab Nayla bangga.

"Huh...tambah sombong saja deh elo," Faya sebal.

Di tonyor kepala Nayla dari belakang. Meski dia juga mengakui kalau Nayla memang pandai, tetep saja dia kesal kalau cewek polos itu sombong.

Karena itu ketika Nayla tidak ada, Faya mendaftarkan Nayla buat magang di perusahaan Smart dan beruntung Nayla keterima disana.

Flashback off

*

*

“Fay…” panggil Nayla lagi. Kali ini mereka sedang rebahan di kasur milik Nayla

“Hemm…” jawab cewek manis itu sambil matanya tak lepas dari layar HP yang ada di tangannya.

“Anterin gue ngambil HP ya?” pintanya Nayla

“Ogah.”

“Kenapa?”

“Kan gue mesti kerja Nay, lagian elo bisa ambil sendiri.”

“Gue takut," Jujur Nayla.

Semenjak kejadian di hotel dan penculikan beberapa hari yang lalu, Nayla memang menjadi penakut sekarang. Bukan hanya untuk keluar sendirian, bahkan tidur pun kadang ia minta di temani. Entah lah, seolah kejadian pemerkosaan itu begitu membekas di benaknya.

Apa lagi jika harus bertemu dengan orang yang sama sekali tidak di kenalnya seperti saat ini. Nayla tidak berani. Selain itu Ia juga tidak mau hal buruk akan menimpanya kembali. Apa lagi ketika orang itu mengajukan syarat Nayla hanya bisa datang pada malam hari karena siang dia bekerja.

Faya menoleh kearah sahabatanya, “Takut kenapa?”

“Ya takut saja. Kan gue juga belum kenal sama orang itu,” jawabnya bohong. Meski mereka bersahabat, tapi Nayla merasa ragu untuk menceritakan kejadian yang menimpanya beberapa waktu lalu kepada sahabatnya.

“Iya sih, tapi gimana dong? Kan gue mesti kerja juga,” Faya tampak bingung, tidak mungkin dia harus izin buat menemani Nayla karena dia sudah sering tidak masuk kerja akhir-akhir ini lantaran beberapa hal yang berhubungan dengan urusan pribadinya.

“Elo minta temenin Farel saja deh Nay.”

“Dia tidak bisa?”

“Kenapa?”

“Karena dia meski kerja sift malam, mengantikan temannya yang sedang sakit.”

Keduanya saling diam dengan pikiran masing-masing, tidak tahu apa yang mesti dibicarakan. Nayla menghembuskan nafasnya berat mencoba mengisi paru-parunya dengan oksigen hingga penuh.

“Kalau gitu ambil besok-besok saja lah Nay, pas Farel sudah bisa nemenin elo,” Saran Faya, dan Nayla mengangguk setuju.

Lagi-lagi mereka saling diam. Sampai Nayla kembali bersuara,

“Fay…”

“Hemm.”

“Kenapa malam itu elo ninggalin gue di club sendirian?” Tanya Nayla.

Membuat Faya seketika kaget karena mendapati pertanyaan itu, “Gue tidak ninggalin elo Nay, gue juga tidak tahu kenapa tiba-tiba gue pingsan dan tidak sadarkan diri. Begitu gue bangun elo sudah tidak ada. Gue cari elo kemana-mana tapi tidak ketemu dan gue telpon juga tidak elo angkat. Malam itu gue beneran bingung banget, gue takut. Takut terjadi apa-apa sama elo yang akan membuat elo menyesal selama-lamanya," Jawab Faya serius.

"Sepertinya ada yang sengaja menjebak kita berdua deh Nay,” Faya mencoba berargumen.

Nayla mengigit bibir bawahnya, ada perasaan sakit menyusup ke hatinya mendengar penjelasan Faya barusan.

"Emang elo kemana? Kenapa tiba-tiba hilang?" Faya menoleh pada Nayla.

"Gue pulang,” Jawab Nayla bohong.

“Pulang dengan siapa? Kenapa elo tidak bangunin gue Nay? Kalau elo pulang,” tanyanya lagi. Menelisik wajah sahabatanya, guna mencari jawaban disana.

“Gue telpon paman minta di jemput. Karena kepala gue pusing banget dan gue juga tidak menemukan elo di sisi gue, gue malah tidak tahu kalau elo pingsan,” Aku Nayla.

“Terus paman elo tidak marah, tahu elo ada di bar dan dalam keadaan mabuk gitu?” Faya jadi penasaran dengan jawaban Nayla.

“Menurut elo gimana Fay? Marah tidak kalau paman gue melihat keponakanya pergi ke bar sampai mabuk gitu?” Nayla balik bertanya.

Faya tidak menjawab karena dia sudah tahu semua orang tua pasti marah melihat anak gadisnya pergi ketempat seperti itu. Apa lagi keluarga Nayla merupakan orang yang taat beribadah kepada tuhan, buktinya tuh Nayla yang tidak pernah melewatkan sholat lima waktu dan selalu membaca al-Quran setiap pagi dan sore.

“Maafin gue ya?” ujar Faya tulus sambil memeluk sahabat nya itu, ada perasaan bersalah disana karena tidak bisa menjaga Nayla.

Nayla mengangguk sambil tersenyum dan balas memeluk Faya.

*

*

*

*

Like

komen

gift buat athor.

1
mahdee 79
good
Eyu
Lbh cantik faya
Nany Susilowati
berantem sama farel ya..
Nany Susilowati
baikan...tapi bayaranya mahaaaaal....
Nany Susilowati
Hyun bin as Gion
Indahnya Dunia Halluku
loh.... itu nayla sengaja di jebak faya kah..
Nataliea Shaayanna
pas scane ini mirip Drakor secret romance
Sofiyati YT
klu pisah berarti g sesuai judulnya, hrsnya bersatu
Sri Prihatini Yuli Yanti
Thor kmn ni g pernah up lg
Jujuk: lajut season dua kak. belenggu cinta sang casanova
total 1 replies
Sofiyati YT
tlg dilanjutkan biar happy ending
Jujuk: lanjut season 2 kak
total 1 replies
Anindyah Adyra Putri
haii,salam kenal..☺️
Jujuk: Hay juga
total 1 replies
pxtrq_
mau saling dukung ga Thor?
Jujuk: ok kakak
total 1 replies
zien
Hadir 🌹💗
Susi Talaksoru
mampir thor
Jujuk: makasih kak
total 1 replies
Jujuk
salam kenal juga
Little Peony
Semangat selalu Thor ✨✨✨✨✨
Little Peony
Halooo Thor salam kenal dari Crushed by CEO dan Shadow ya ✨✨✨
zien
hadir 🌹🌹
zien
hadir 💗💗
zien
hadir 💐💐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!