NovelToon NovelToon
Dua Mafia Bersaudara dalam Satu Takhta

Dua Mafia Bersaudara dalam Satu Takhta

Status: tamat
Genre:Action / Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:55.2k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Kisah Shen Xiao Han dan Colly Shen adalah kelanjutan dari Luka dari Suami, Cinta dari Mafia, yang menyoroti perjalanan orang tua mereka, Holdes Shen dan Janetta Lee.

***

Shen Xiao Han dan Colly Shen, putra-putri Holdes Shen dan Janetta Lee, mewarisi dunia penuh kekuasaan dan bahaya dari orang tua mereka, Holdes dan Janetta.

Shen Xiao Han, alias Little Tiger, menjadi mafia termuda yang memimpin kelompok ayahnya yang sudah pensiun—keberanian dan kekejamannya melebihi siapa pun. Colly Shen, mahasiswi tangguh, terus menghadapi rintangan dengan keteguhan hati yang tak tergoyahkan.

Di dunia di mana kekuasaan, pengkhianatan, dan ancaman mengintai setiap langkah, apakah mereka akan bertahan atau terperangkap oleh bayangan keluarga mereka sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Keesokan harinya

Colly yang kembali ke kelas tertegun saat melihat seikat bunga tergeletak rapi di atas mejanya. “Kenapa ada bunga di sini?” tanya Colly heran.

“Hei, Colly! Kakak kelas paling tampan yang memberikannya untukmu,” sahut salah satu teman sekelasnya dengan mata berbinar.

“Kakak kelas?” Colly mengernyit.

“Iya, namanya Jacky Yin. Aku melihat sendiri senyumannya—benar-benar menawan. Sepertinya dia menyukaimu dan sedang mengejarmu,” timpal teman yang lain, penuh antusias.

“Jangan bicara sembarangan. Tidak ada hal seperti itu. Kami tidak mungkin,” jawab Colly dingin.

“Tidak mungkin dari mana? Dia bahkan memberimu bunga! Kami saja berharap dia melirik kami, tapi kenyataannya dia hanya peduli padamu,” balas temannya dengan nada setengah iri.

“Kalau kalian suka bunganya, ambil saja,” kata Colly sambil menyerahkan bunga itu tanpa ragu.

“Terima kasih! Aku sangat menyukainya,” ujar temannya dengan senyum lebar.

Beberapa saat kemudian

Colly berjalan bersama sahabatnya, Neliz, menyusuri halaman kampus.

“Colly, lihat itu,” bisik Neliz sambil menunjuk ke arah bangku panjang di taman kampus. “Mahasiswa baru. Katanya dia sekelas dengan Jacky Yin.”

Di sana, seorang pria tampan berbaring santai di bangku panjang, matanya terpejam seolah tak peduli pada sekitar.

“Kenapa dia tidur di sana?” tanya Colly sekilas melirik.

“Sangat tampan, kan? Banyak yang mencoba mendekatinya,” lanjut Neliz. “Tapi berbeda dengan Jacky Yin yang ramah. Dia ini dingin dan sombong. Setiap ada mahasiswi mendekat, dia langsung menjauh.”

Colly mengalihkan pandangannya. “Biarkan saja. Ayo pergi.”

“Colly!” Suara Jacky menyusul dari belakang.

Colly dan Neliz menoleh ke arah suara itu. Tanpa sadar, jarak mereka kini tidak jauh dari bangku panjang tempat seorang pria berbaring sambil memejamkan mata, seolah tak terusik oleh hiruk-pikuk kampus.

“Kakak kelas,” sapa Neliz gugup.

Jacky tersenyum tipis. Tatapannya hanya tertuju pada Colly.

“Colly, papaku sudah datang. Aku pergi dulu!” ucap Neliz cepat-cepat, mencari alasan, lalu beranjak meninggalkan mereka berdua.

Kini hanya Colly dan Jacky yang tersisa.

“Apakah kau suka bunganya?” tanya Jacky, berusaha terdengar santai.

“Dibandingkan bunga, aku lebih suka bermain dengan senjata tajam,” jawab Colly datar.

Jacky tertegun sejenak. “Colly, aku mengerti kau berbeda. Tapi kau tetap gadis remaja. Kau tidak boleh menyentuh senjata tajam.”

“Lain kali jangan memberiku bunga,” potong Colly dingin. “Aku tidak mau ada gosip di kampus.”

Jacky menghela napas kecil, lalu melangkah lebih dekat.

“Colly, apakah kau bersedia berkencan denganku?”

Ia mengulurkan tangannya.

“Berkencan?” Colly menyeringai tipis. “Usiaku baru dua puluh tahun. Aku tidak berminat. Jangan aneh-aneh.” Ia berbalik dan melangkah pergi.

“Kenapa kau menolakku sebelum mempertimbangkannya?” ujar Jacky sambil mengikuti dari belakang. “Kita bisa berteman dulu.”

Tiba-tiba—

Sebuah bola terlempar keras ke arah bangku panjang tempat mahasiswa yang sejak tadi tertidur. Dalam sekejap, pria itu membuka mata dan menangkap bola tersebut dengan satu tangan, tanpa bangkit dari posisinya.

Gerakannya cepat, presisi, dan tenang.

Colly refleks menoleh.

Pria itu duduk perlahan, menatap ke arah beberapa mahasiswa yang menghampirinya meminta bola.

Tatapannya dingin, tajam, dan entah kenapa membuat udara di sekitar terasa berat.

“Berisik,” ucapnya pelan, namun jelas.

“Micheal Lin selalu menjauh dari siapa pun,” ucap Jacky Yin pelan.

“Apa dia selalu menyendiri?” tanya Colly, pandangannya tak lepas dari pria yang masih memegang bola itu.

“Iya,” jawab Jacky, menatap ke arah Micheal dengan ekspresi sulit ditebak.

“Hei! Kembalikan bolanya, bocah!” teriak beberapa mahasiswa lain dari kejauhan.

Micheal mengangkat wajahnya. Tatapannya dingin dan tajam.

“Aku punya nama,” katanya pelan namun jelas. “Bukan hei. Dan aku bukan bocah.”

“Micheal Lin, kau anak baru di sini. Kita sekelas,” balas salah satu dari mereka. “Kalau masih ingin belajar di kampus ini, lebih baik jangan menyinggung kami.”

Micheal berdiri perlahan. Tubuhnya tegap, auranya langsung berubah menekan. Bola itu ia mainkan di telapak tangannya, naik-turun dengan santai.

“Bukankah kalian ingin bolanya?” tanyanya tenang.

“Iya! Kembalikan pada kami!” seru mereka serempak.

Sudut bibir Micheal terangkat tipis—bukan senyum, melainkan ejekan.

Detik berikutnya, ia melempar bola itu ke udara dengan sekuat tenaga.

Bola melesat tinggi, berputar cepat, lalu terbang jauh ke tengah halaman kampus.

“Cari sendiri,” ucap Micheal dingin.

Beberapa mahasiswa tertegun, sebagian langsung berlari mengejar bola itu sambil memaki.

Micheal mengambil tasnya, lalu beranjak pergi tanpa menoleh sedikit pun.

"Kenapa aneh sekali… Tenaganya juga tidak biasa. Dari lemparan bola tadi, dia sepertinya bukan sekadar mahasiswa, "batin Colly.

“Colly, kalau kau bertemu dengannya, lebih baik jaga jarak,” ujar Jacky dengan nada seolah peduli. “Sepertinya dia bukan orang baik.”

“Aku selalu menjaga jarak dengan siapa pun,” jawab Colly dingin sambil melangkah pergi. “Jadi tidak perlu mengingatkanku.”

Jacky tidak mengejar. Ia hanya berdiri di tempat, menatap punggung gadis itu yang semakin menjauh.

Senyum tipis terukir di bibirnya.

Bukan senyum hangat—melainkan senyum licik. "Colly Shen… aku memang gagal membunuh ibumu, "batinnya. "Tapi itu bukan berarti aku akan berhenti."

Ponsel Jacky bergetar di tangannya. Sebuah pesan masuk. “Tuan muda, ada yang melihat Holden Shen di Prancis.”

Tatapan Jacky mengeras.

“Ikuti dia,” perintahnya singkat.

.

1
Jessica Xie
plis lanjut season 3 nya thor🙏💪
Pikachu: Ud lanjut ya kak, dengan judul Putri Mafia Di Negeri Asing
total 1 replies
Fortu
wahh dah tamat rupanya, ternyata jodoh mereka beda beda,
tapi Aku yakin diantara Michael dan colly ada benih benih cinta...
lanjut dong🤣🤣🤣🤣
Fortu: ohh otw thankyou🥰🥰🥰
total 2 replies
Maria Mariati
lanjutt dong thorrr,kami tunggu loooo
Fortu
colly kehilangan perhatian Michael, dan apakah suatu kejutan dikemudian hari kalau jodoh colly sebenarnya adalah Michael
Maria Mariati
jangan2 yang di tunangkan dengan Colly adalah Michael 😀
Fortu
Tokoh utama kok babak belur
Pikachu: Karena lawannya adalah seseorang kebal dari serangan apa pun. jadi tokoh utama pasti harus babak belur. kalau mudah mengalahkan lawan makanya ceritanya akan menjadi tidak masuk akal. 🤭
total 1 replies
Tiara Bella
Alhamdulillah akhirnya si Tommy kalah jg....
Tiara Bella
waduh gk ada yg bisa ngalahin ini.... Janeta sm suaminya kemana gerangan
Maria Mariati
mantab 👍👍
Maria Mariati
heh yang baca juga ikut deg deg an
Maria Mariati
bukan lagi terus sebelah mana,apa sama kaya sammo ketiak juga 🤣🤣🤣
Tiara Bella
makin seru aja nh.....😍
Maria Mariati
tendang bagian inti nya saja 🤣🤣🤣
Ayla Anindiyafarisa: setuju kak😅😅😅
total 1 replies
Tiara Bella
wow berasa nnton film action gk sh ...
Tiara Bella
yahhhh Colly kena panah sh .....semoga dia selamat ya ...
Maria Mariati
heiii jangan remehkan Michael,insting nya sebagai pemburu jauh lebih tajam dari singa hutan
Maria Mariati
pancing tikus masuk perangkap,sebelum dia datang kita undang dia dalam jebakan mantabbb 👍👍👍
Ayla Anindiyafarisa
jangan bilang Xiao Han cinta sama Monica y thor g lucu ah...apa g ada perempuan lain yg lebih waaw gitu
Maria Mariati: bisa jadi 😍
total 1 replies
Maria Mariati
💪💪😍😍
Ayla Anindiyafarisa
ditunggu up selanjutnya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!