CERITA MASIH ACAK-ACAKAN AKAN AUTHOR REVISI SATU PER SATU.
-DALAM PROSES REVISI -
Sejak kecil Rania hidup bersama keluarga yang telah mengadopsinya dari sebuah panti asuhan. Segala hal akan Rania lakukan agar keluarganya bangga terhadap Rania, termasuk mengorbankan perasaannya sendiri.
Sampai kakak tirinya divonis tidak bisa memiliki anak. Sejak itu Rania ditunjuk untuk menikahi suami dari kakak tirinya agar bisa memiliki keturunan. Tetapi dengan perjanjian setelah memberinya anak Rania akan diceraikan.
Apakan Rania menyanggupi permintaan kakak tirinya? atau Rania memilih untuk pergi menghilang dari keluarga yang telah mengadopsinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon slwarulla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15 Arkan (revisi)
Arkan, seseorang yang dikenal nakal bagi setiap orang. Manusia yang hanya bisa menghabis-habiskan uang orang tuanya. Tapi siapa sangka, dibalik itu semua ia merupakan anak dari seorang Danu dan Tika, yang terkenal akan kekayaannya dimana-mana.
Siapa yang tidak mengenal Danu dan Tika? Pengusaha batu bara yang sudah terkenal dimana-mana akan kebaikan-nya. Tetapi yang orang tahu Danu dan Tika adalah sepasang suami istri yang tidak memiliki anak.
Siapa sangka? Dibalik itu semua Danu dan Tika memiliki seorang anak yang selalu dikenal nakal oleh orang-orang sekitar
Yang orang lihat belum tentu benar. Arkan berkelakuan seperti itu, hanya untuk mencari teman yang benar-benar teman. Tidak untuk memanfaatkan- nya saja.
Walaupun memang benar, ia tidak pernah kekantor yang dimiliki ayahnya tersebut. Tetapi Arkan selalu meng-handle kerjaan dari rumah yang nantinya akan dikirimkan lewat sekretaris nya.
Setelah memastikan kerjaannya sudah selesai dan telah ter-confirm pada Danu yang tidak lain adalah ayahnya, Arkan menelusuri tangga dan mendapati bundanya sedang di ruang tamu.
"bunnn" Arkan memeluk Tika yang sedang menonton televisi dengan asyiknya membuat perempuan yang telah melahirkannya tersebut merasa terganggu
"awas ih, bunda lagi asyik nonton nih. Kolokan banget sih jadi anak" walaupun begitu Tika tetap mengelus kepala Arkan membuat laki-laki itu semakin nyaman berada dipelukan bundanya
"bun, masih kenal Salsa kan?"
Tika mengernyit heran, "Salsa yang udah nikah itu? kenapa? kamu gak suka kan sama Salsa yang sudah memiliki suami"
Arkan bangkit dan duduk disamping Tika, "ih bukan gitu, masa suaminya nikah lagi. Sekarang istrinya dua, enak banget kan ya bun"
Arkan mendengus, "padahal satupun aku belum ada yang nyantol. Eh dia udah punya dua. Sekaligus!" gerutu Arkan yang tidak didengar oleh Tika
Tika menjawil hidung anaknya, "sejak kapan anak bunda suka ngegosip? lagipula itu urusan dia dengan istri-istrinya, kenapa kamu yang ribut?"
"bukan gitu bun, aku merasa kasihan sama istri keduanya. Masa ia dinikahi hanya semata-mata untuk mengasihi Dimas dan Salsa seorang anak, karena Salsa divonis tidak memiliki anak" jelas Arkan, "dan yang lebih parah lagi, Dimas menikahi Salsa dan kini menikahi adik dari Salsa, ya walaupun bukan adik kandung sih"
"bukan adik kandung gimana? lah kata kamu istri satunya lagi adik dari Salsa"
"cie bunda gosip juga" pecahlah tawa Arkan membuat Tika memukul pelan anaknya yang masih tertawa terbahak-bahak, "jadi Rania, istri satunya lagi itu diambil sama orang tuanya Salsa dari panti asuhan"
"bunda jadi inget adek kamu yang ilang itu?" ucapan Tika tiba-tiba
"lah? apa hubungannya bunda"
"ya pasti, setelah adik kamu diculik sekarang kalau tidak memang sudah meninggal atau gak sedang berada di sebuah panti asuhan" isak tangis mulai terdengar membuat Arkan memeluk Tika
"tenang ya bunda, aku akan tetap berusaha untuk cari Ara. Walaupun memang sulit, karena sudah belasan tahun Ara hilang. Tapi aku akan berusaha sekuat mungkin untuk mencari adik aku" ucap Arkan
"iya sayang, bunda percaya sama kamu" Tika mengusap ujung matanya yang berair, "kamu punya foto Dimas sama dua istrinya itu?"
"kenapa bunda mau lihat foto mereka?" tanya Arkan dengan bingung
"ya entah kenapa, bunda sangat penasaran saja dengan adik dari Salsa itu. Tega sekali teman kamu itu sama suaminya membuat seorang perempuan yang tak bersalah menjadi terikut akan permasalahan mereka"
"iya sih, nanti aku nasihatin Salsa deh. Perbuatannya itu sangat-sangat tidak terpuji" Arkan bangkit dari sisi Tika, "bentar deh bun, kayaknya Arkan punya foto Rania. Aku keatas dulu mau ambil handphone" Arkan berlari keatas menuju kamarnya
"Hati-hati nak" teriak Tika
"iya bun" Arkan menjawabnya saat sudah sampai disamping Tika dengan membawa handphonenya
"kamu ngapain pakai lari segala sih?"
"biar cepet" Arkan membuka handphone dan menunjukkan kepada Tika foto Rania sendiri dan foto Salsa saat sedang bersama Dimas
Tika tampak heran, "untuk apa kamu simpan foto istri orang?"
"siapa maksud bunda? Salsa?"
Tika menggeleng, "Rania! sepertinya kamu dari tadi sangat antusias saat membicarakan Rania"
Arkan menggaruk tengkuknya, menandakan sedang gugup, "ya.. gimana ya. Arkan tuh kagum, iya cuma kagum ko"
Tika terkekeh, "kamu suka nak sama Rania" Tika mengusap rambut anaknya, "tapi ingat dia itu istri orang, walaupun hanya istri kedua. Tapi dimata negara dia istri orang"
"dia nikah siri ko" cicit Dimas pelan yang masih terdengar ditelinga Tika
"walaupun hanya nikah siri, berarti Rania dan Dimas sudah sah nikah kan dimata agama. Kalau hanya kagum bunda setuju, apalagi kalau niat kamu ingin membantu Rania dari keterpurukan bunda sangat setuju"
"iya bun, Arkan juga gak pernah mikir untuk ngambil Rania. Arkan hanya ingin berteman dengan Rania agar ia tidak selalu sedih"
"kali-kali ajaklah Rania datang kerumah, kamu tidak pernah mengajak siapapun kerumah, termasuk Salsa yang sudah berteman dengan kamu sejak lama"
"kalau Salsa, Arkan tidak ada keinginan untuk mengajaknya kerumah. Tapi kalau Rania nanti aku ajak kesini deh kapan-kapan, aku keatas dulu ya bun mau tidur siang" ujar Arkan
"inget Rania itu istri orang" teriak Tika saat Arkan sudah mulai memasuki kamarnya
"iya bun" balas Arkan yang terdengar samar
Tika kembali mengingat foto Rania yang tadi diperlihatkan oleh Arkan,
kenapa dia terlihat sangat familiar ya bagi saya.
😡😡😡😈😈😈
😡😡😡
😡😡😡
tokoh laki-laki.y juga gampang dibohongin pokok.y nambah beban pikiran dah
plis deh jangan goblok 😩 gak usah cari penyakit fokus aja ke karir Ama si kembar😑