Ara, harus menelan pil pahit setelah perjuangannya selama 2 tahun terbuang sia-sia,
"Aku kira pengabdianku selama 2 tahun ini akan membuahkan hasil yang indah, Mas,"ujar wanita cantik berambut panjang itu,
"tapi ternyata aku salah, .... "
"Aku menyerah Mas Arya"ujar Ara menatap langit malam, dengan air mata yang meleleh membasahi pipinya, tapi bibirnya mengembangkan senyum yang penuh luka....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamak Ara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15, ....
Ara berdiri dengan tubuh bergetar gugup, sedangkan laki-laki yang berdiri di depan pintu rumahnya terlihat matanya menatap penuh selidik ke arah ara,
jika diperhatikan lebih jelas dan jeli terlihat saat pertama kali Ara membuka pintu rumahnya laki-laki itu begitu terlihat kaget dan bingung melihat penampilan Ara yang begitu berubah jauh dari biasanya,
penampilan Ara yang sekarang terlihat manis, cantik dan fashionable membuat dia pangling begitu pangling tapi laki-laki dengan wajah yang begitu serius itu terlihat mampu mengendalikan raut wajahnya,
"Tidak mau mempersilakan aku masuk?"tanya laki-laki itu mencoba melihat ke dalam dari celah tubuh Ara yang berdiri di ambang pintu rumahnya
"Si-silahkan masuk"ujar Ara gugup laki laki yang memakai Coat panjang itu masuk ke dalam rumah minimalis Ara wajahnya yang terlihat serius dengan tangan yang ada di dalam saku celananya membuat Ara semakin gugup.
"Kenapa dia bisa ada di sini Kenapa dia bisa tahu aku tinggal di sini"gumam Ara, kebingungan.
saat menyadari jika tamu yang tidak pernah di harapkannya itu sudah masuk Ara dengan cepat berbalik berjalan lalu duduk di depan laki-laki itu,
1 menit 2 menit sampai 10 menit berlalu suasana hening di antara keduanya tidak ada yang mengeluarkan suara,
"kenapa?"tanya laki-laki itu tiba-tiba membuat Ara bingung sekaligus kaget
"Maaf Mas kenapa apanya?"jawab Ara bingung
***
"Apa maksud kamu Mas?"tanya Ara nada suaranya sedikit meninggi karena kaget dengan tuduhan yang diutarakan oleh Arya,
Ya laki-laki yang datang ke rumah Ara adalah Arya laki-laki yang masih berstatus sebagai suami Ara,
"Apa salah pertanyaanku, laki-laki mana yang membuat kamu pergi dari rumah laki-laki mana yang mampu berubah kamu jadi seperti ini"Arya kembali mengulang pertanyaannya sambil menatap penampilan Ara.
Ara terkekeh sinis mendengar pertanyaan Arya,
"Laki-laki mana Ara? yang mampu merubah sifat penurut kamu sampai jadi seperti ini?"Ara menoleh menatap Arya, sejak tadi dia tidak berani menatap mata Arya tapi kali ini dia langsung menatap bola mata coklat Arya mata yang selalu membuat Ara terpesona.
"Seharusnya pertanyaan itu aku tanyakan kepada kamu Mas, wanita mana yang mampu membuat Kamu tidak pulang, wanita mana yang mampu membuat usahaku selama 2 tahun ini sia-sia Mas Arya"jawab Ara membuat Arya terdiam
"Apa maksud kamu?"tanya Arya bingung,
"Sudahlah mas tidak usah pura-pura lagi, Aku muak dan aku lelah terus-menerus menjadi budak cinta, terus-menerus menjadi wanita bodoh yang rela melupakan dunia luar melupakan segalanya melupakan kebahagiaanku demi apa?, mengejar cinta kamu"jawab Ara,
Arya mengerutkan dahinya bingung
"Apa maksud kamu Ara kenapa malah kamu menyalahkan saya kamu yang pergi meninggalkan rumah dan juga saya kamu tinggalkan kewajiban kamu sebagai seorang istri dan seorang wanita"jawab Arya,
mulutnya terlihat marah tetapi hatinya sejak tadi mengagumi kecantikan Ara apalagi saat Ara marah Dia benar-benar terlihat berbeda,
"Huf"Ara mengela nafasnya kasar dia melihat jam di pergelangan tangannya lalu kembali menatap ke arah Arya.
Kali ini Ara memperlihatkan sisi berbedanya kepada Arya, dia menunjukkan sikap beraninya kepada Arya malah itu yang membuat Arya kagum, Arya suka dengan wanita pemberani dan kuat
"Sudah lah Mas aku capek mau istirahat besok aku mau kerja kamu silahkan keluar Mas jika ada waktu kita bicarakan lagi masalah kita"ujar Ara menatap Arya dengan tatapan malas.
tapi dalam hati dia gugup takut jika perkataannya ini akan membuat Arya marah dia pernah sekali melihat Arya marah dan itu benar benar membuat Ara ketakutan,
"Pulang? capek, lalu kamu fikir aku tidak capek hampir dua Minggu kamu menghilang tanpa kabar apa itu bagus Ara? kamu menelantarkan suami kamu..."
Tangan Ara terangkat dia benar benar merasa muak dengan segala. Tuduhan Arya
"Terlantar? mas jangan mengumbar cerita bohong deh, terlantar dari mana, setiap pagi kamu di buatin serapan siang malam pasti juga dong, terus terlantar dari mana kamu mas, Dua Minggu tidak mungkin kamu tidak bisa menemukan keberadaan ku kan Mas, kamu orang yang memiliki kuasa kenapa baru sekarang Kamu mencari aku mas?"ujar Ara panjang lebar,
"Ara k ..."
"Tolong untuk malam ini kita stop sampai di sini aku capek bener bener capek, bisakan"ujar Ara lagi dan lagi memotong ucapan Arya sesuatu yang tidak di sukai Arya dan Ara tahu itu tapi Ara terlihat tidak takut sama sekali dan Arya terlihat tidak bisa berkutik dia diam menatap Ara,
"Baiklah kita lanjut besok aku harap besok ada jawaban yang pasti atas semua masalah kita ini, mana kamar ku aku juga mau istirahat "ujar Arya melihat ke kiri kanan.
"Kamar? apa maksud kamu mas?"Tanya Ara bingung,
"Kamar ku, atau kamu mau satu kamar dengan aku?"Tanya Arya, menatap Ara dengan wajah datarnya,
"Kamu ... Jangan bilang kamu mau nginap di sini, Mas?"Tanya Ara, menatap Arya dengan tatapan kaget,
"Kenapa enggak, saya masih suami sah kamu Ara"jawab Arya dengan wajah santai,
Ara memelototkan matanya menatal Arya, untuk pertama kalinya Ara berani melawan Arya,
"Gak, kamu gak boleh ada di sini, tolong pergi mas, jangan seperti ini Jangan membuat aku sulit untuk melupakan kamu"ujar Ara berdiri dari duduknya,
"kenapa kamu harus melupakan aku?"Tanya Arya,
"pertanyaan kamu lucu Mas, Lalu aku harus apa, Apa kau harus jadi penghalang untuk..."Ara menggantung ucapannya,
Dia menundukkan kepalanya, kembali merasakan Sesak di dadanya, namun niatnya sudah bulat untuk melupakan Arya dan hubungan mereka,
"Ara, ada apa sebenarnya?"Tanya Arya dia merasa semua ini seperti teka teki baginya,
"Mas, tolong pergilah aku lelah"jawab Ara mencoba mengalihkan pertanyaan Arya,
Ara benar benar malas untuk membalas semu ini, dia lelah dan malam ini dia ingin beristirahat dengan tenang,
"kenapa kamu seperti mengalihkan pertanyaan saya?"Tanya Arya,
Ara menghela nafas kasar,
"Terserah kamu Mas, Tolong keluar aku mau beristirahat"ujar Ara lalu berbalik berjalan ke arah kamarnya namun suara Arya kembali terdengar,
"Mari pulang ke apartemen kita, Ara" Ara menghentikan langkahnya, tanpa berbalik Dia menjawab,
"Jangan memaksa kan kehendak kamu mas, Aku merasa lebih nyaman di sini"jawab Ara,
"Ara"
Ara berbalik menatap Arya, seketika Arya menghentikan ucapannya, saat matanya beradu tatapan dengan mata Ara yang di penuhi dengan kesedihan dan kekecewaan,
hening mereka saling tatap dengan perasaan masing masing,
"Mas, Mari bercerai"
Deg
~
jadi betul"anaknya si Arya toh panggil Daddy ke Paman nya bagus bagus
CLBK kah ini no good
sekarang dah balik lagi jadi begundal
hemmmm aku stop baca Thor ma"af ya 🙏