Arindi Azzahra adalah gadis cantik berusia 22 tahun bekerja sebagai pemilik usaha catering. Ia menikah dengan seorang CEO muda berumur 27 tahun akibat perjodohan terselubung yang berkedok kesalahpahaman.
Bagaimana jadinya ya? Apakah mereka bisa saling menerima atau sebaliknya?
follow ig: @xxpfrk_12
Mau tau bagaimana kelanjutan ceritanya, stay terus ya di karya pertama ku🌼
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elgaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Pagi ini Riri terbangun lebih cepat dari Rama, karena merasakan ada sesuatu yang berat melingkar diatas perutnya.
Riri memandang wajah tampan suaminya kemudian mengelus nya.
"Rama, kamu tampan sekali" Ujarnya pelan
Disaat tengah mengelus lembut wajah suaminya tiba tiba Rama menggeliat.
"Iya, apa kamu baru sadar kalau aku ini tampan?"
Riri segera menghentikan aktifitas nya itu dengan salah tingkah. Belum sempat mengalihkan tangannya Rama menahan tangan Riri agar tetap di pipinya.
"Seperti ini saja, aku merasa nyaman." ucapnya dengan suara serak khas bangun tidur.
"Ram, aku mau pulang kerumah kita" Ajak Riri
"Iya Sayang, besok ya. Emangnya kamu gak apa apa kalau sendirian dirumah waktu aku kerja." Balas Rama mengecup kening Riri yang dari tadi menempel di tubuhnya.
"Akan aku usahain. Kan kamu yang bilang aku harus kuat, gak boleh berlarut larut dalam kesedihan"
"Iya Sayang iyaaa..." Ucap Rama yang kembali memejamkan matanya.
"Ram....jangan tidur lagi. Ayo bangun kita sholat subuh" Ajak Riri.
"Hmmm." Rama menggeliat kemudian beranjak menuju kamar mandi lalu melaksanakan sholat subuh berjamaah dengan Istrinya.
.
.
Pagi ini Riri berangkat bekerja diantar oleh Rama. Karena Rama tidak mengizinkan Riri untuk membawa kendaraan sendiri.
Sesampainya didepan tempat kerja Riri.
"Kalau aku telat jemputnya, kamu langsung pulang naik taxi aja ya." Ucap Rama.
"Oke!" Seru Riri yang hendak keluar dari dalam mobil. Tetapi tangannya ditarik oleh Rama.
"Apa lagi?" Tanyanya
Rama menunjuk pipinya, pertanda minta di cium.
"Gak mau!" Jawab Riri ketus.
"Kalau gak mau, gak boleh turun."
Cup.
Sebuah ciuman dipagi hari mendarat di pipi Rama. Kemudian Riri langsung pergi meninggalkan Rama.
Rama melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalan ibukota menuju kantor.
Sesampainya di kantor Nanda sudah sampai terlebih dahulu disana. Nanda memang merupakan orang yang disiplin apalagi tentang hal yang menyangkut dengan pekerjaan.
"Bacain jadwal gua hari ini." Ucap Rama yang sudah menduduki kursi kebanggaannya itu.
"Jam 9 ada meeting dengan pimpinan cabang yang di kota S, Makan siang dengan CEO properti yang dari luar negeri, Trus yang terakhir pertemuan dengan klien yang dari kota B kemaren." Ujar Nanda menggeser layar tablet yang berada di tangan kirinya.
"Okey, gua masih punya waktu 1 jam lagi buat istirahat."
"Hei Ram! Lo baru juga sampai, udah minta istirahat aja. Gak salah?"
"Hmmm" Jawab Rama sambil memejamkan matanya.
"Ohh atau jangan jangan habis bertempur malam tadi. Hahaha." Sahut Nanda terkekeh.
Rama melempar pulpen yang ada didepannya ke arah Nanda karena merasa kesal.
"Asal Lo tau ya, Tidur satu ranjang aja baru seminggu, dan itupun belum gua unboxing. Ada ada aja Lo jonesss."
"Yang bener aja, keren Lo Bro. Masih bisa nahan." Nanda kembali tertawa.
.
.
Jadwal pekerjaan yang padat hari ini dilewati dengan lancar oleh Rama berkat bantuan asisten serba gunanya itu. Sekarang waktunya untuk pulang, tak lupa ia menjemput Riri ditempat kerjanya.
Tin Tin
Suara klakson mobil Rama yang sudah berada di depan Toko milik Riri. Sudah 10 menit menunggu Riri tak kunjung keluar, Rama memutuskan untuk menghampirinya kedalam Toko.
"Permisi." Panggil Rama.
"Iya, Sebentar." Ucap salah satu karyawan Riri.
"Riri nya ada." Tanya Rama.
"Mohon maaf Pak, Toko kami sudah tutup. Apabila mau order sesuatu via online saja, karena bapak sudah melewati jam kerja." Jelas karyawan itu.
"Saya tidak mau order apa apa. Saya mau bertemu dengan Arindi Azzahra." Jawab Rama.
Riri mendengar suara yang tak asing menyebut namanya dari belakang, kemudian Ia menuju sumber suara.
"Ayo kita pulang Sayang." Ajak Rama
Karyawan Riri terkejut mendengar kata itu, ia tak menyangka Riri menikah dengan pria kaya yang terlihat menggunakan mobil mewah tersebut.
"Sebentar ya, aku siap siap dulu." Jawab Riri.
"Oke, Aku tunggu di mobil."
Rama kembali kedalam mobil tak lama kemudian Riri pun juga ikut masuk kedalam mobil mewah yang dikendarai oleh Rama.
"Kamu gak ngenalin aku ke karyawan karyawan kamu?" Tanya Rama
Riri hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
Rama terdiam sejenak kemudian memutar audio didalam mobilnya dan mengikuti lirik lagu itu.
Sebagai suami~~
Yang tak dianggap aku hanya bisa mencoba mengalah~~
Menahan setiap amarah~~
"Ihhh apaan sih." Riri mematikan audio tersebut.
"Aku cuma nyanyi kok." Ucap Rama menghidupkan audio itu kembali.
"Aku gak suka lagu itu." Riri kembali mematikan audio.
"Iya aku juga gak suka kalau kamu nggak nganggap aku sebagai suami kamu." Rama memasang wajah cemberut.
"Ulululululu Suami ku ngambek nih yaaa." Ucap Riri mencubit pipi suaminya kemudian menarik tangan suaminya tanpa ada penolakan.
Tak terasa mereka sudah sampai di perkarangan rumah Anton Wijaya, lalu memarkirkan mobil nya.
"Ayo turun." Ucap Rama yang dari tadi tak melepaskan genggaman tangan Riri.
.
.
Rama dan Riri memasuki Rumah, mereka menemukan Anton dan Shinta tengah duduk di ruang tengah sambil menonton televisi.
"Sore Ma, Pa." Sapa Rama.
"Sore sayang sayang mama. Ayo duduk dulu" Balas Shinta sambil menepuk tempat kosong disebelahnya.
"Ma, Pa. Rama sama Riri pamit pulang kerumah ya." Ujar Rama.
"Loh loh, kok cepat banget sih pulangnya." Jawab Shinta
"Iya Ma. Mama gak mau cepat cepat punya cucu." Ucap Rama setengah berbisik kepada Shinta.
"Kamu apa apaan sih Ram." Riri menepuk paha Rama.
"Kok masih manggil nama sih? Panggil yang romantis dong." Timpal Anton.
Riri terdiam sejenak. Rama melihat kearah Riri sambil menaikkan alisnya dan tersenyum.
"Iya Pa, Riri usahain." Jawab Riri.
"Jadi kapan kalian mau pulang." Tanya Shinta lagi.
"Kayaknya sekarang deh Ma, biar pesanan mama sama papa langsung di proses nanti malam." Ucap Rama terkekeh.
"Hmm ya udah deh kalau gitu. Mama titip Rama ya sayang, Kalau macam macam laporin sama mama." Ucap Shinta.
"Kamu juga Ram, Kamu harus jagain Riri baik baik. Awas aja kamu kalau macam macam." Balas Anton.
"Iya Pa Iyaa. Anak Papa sebenarnya siapa sih, Riri atau Rama." Jawab Rama cemberut.
"Oh ya Ma, Ridho udah pulang?" Tanya Riri.
"Udah, sepertinya dia lagi di kamar." ucap Shinta.
"Kalau gitu Riri sama Rama mau-"
"Eittt apa Papa bilang tadi?" Potong Anton.
"Maksudnya Riri sama Mas Rama mau naik dulu ya Pa Ma. Mau beresin barang sekalian ngasih tau Ridho."
"Ya sudah." Jawab Shinta singkat.
Rama dan Riri menuju lantai 2, sebelum kembali ke kamar, mereka ke kamar Ridho terlebih dahulu.
"Ridho, Kakak sama Bang Rama mau pamit pulang dulu ya. Kamu baik baik disini, yang rajin kuliahnya." Ucap Riri.
"Iya Kak."
Setelah berpamitan dengan orang orang yang ada dirumah tersebut, Riri dan Rama pun kembali ke rumah mereka.
...----------------...
Hai Readers? Gimana ceritanya? Semoga masih menghibur ya Readers!!!
Mohon maaf kemaren Author gak Update, soalnya Author lagi sibuk ngurus skripsi.
Jangan lupa di Like, Vote, Kritik dan Sarannya. Supaya Author jadi semangat dan Updatenya makin rajin😘😍
maaf baru feedback sekarang hehe 😅, aku udah like sama rate 5 ya 😁
always spirit 💪😄
salam hangat dari MACAC dan RTBAC ✌️😆
Ditunggu bab selanjutnya y thor..
Salam dariku Jadi Bodyguard Janda Cantik
Feedback karyaku juga ya.. Makasih
Salam dari _Until we found the lost memory
jangan lupa feedback ya😊