“Di kehidupan ini, Akulah yang memegang kendali takdir.”
"Reinkarnasi sebagai saudara kembar Itachi dengan Supreme System."
"Aku akan mengubah takdir klan uchiha."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wawan wan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13: Kilat Kuning yang Tertegun dan Retaknya Topeng Spiral
Bab 13: Kilat Kuning yang Tertegun dan Retaknya Topeng Spiral
Minato Namikaze berdiri kaku di atas bongkahan batu yang hancur. Sebagai Yondanme Hokage dan salah satu shinobi tercepat dalam sejarah dunia, dia telah melewati ratusan pertempuran berdarah. Namun, pemandangan di depannya malam ini benar-benar menembus batas logikanya.
Gua rahasia tempat istrinya melahirkan telah berubah menjadi neraka dunia.
Badai api berwarna biru elektrik menderu-deru, melelehkan dinding batu menjadi magma cair. Di tengah pusaran api itu, pria bertopeng spiral—yang beberapa menit lalu mengancam nyawa anaknya—kini tampak terdesak hebat, terus-menerus memicu teknik tembus pandangnya demi menghindari jilatan api mutasi tersebut.
Dan yang paling mengerikan, monster sekelas Kyuubi duduk meringkuk dengan tubuh gemetar, memandang takzim ke arah sosok kecil bercangkang chakra tulang raksasa berwarna biru pekat.
Susanoo... batin Minato, jantungnya berdegup kencang. Sebagai Hokage, dia tahu catatan rahasia tentang kekuatan dewa milik klan Uchiha ini. Tapi... ukuran tubuh itu...
Minato menatap sosok di dalam pelindung mutlak tersebut. Sosok itu mengenakan Jubah Pengabur Jiwa Asura dan Topeng Gagak Kekaisaran. Tinggi badannya sangat pendek—terlalu pendek untuk ukuran seorang ninja dewasa. Itu adalah postur tubuh anak kecil, tidak lebih dari lima tahun.
"Paman Minato," suara anak kecil yang teramat datar dan dingin terdengar dari balik topeng gagak, memecah keheningan yang mencekam. "Amankan Bibi Kushina. Biarkan hama bertopeng ini menjadi urusanku."
Minato tersentak. Suara itu sengaja disamarkan oleh chakra, namun panggilan "Paman Minato" dan wibawa dingin yang teramat familier itu membuat sebuah spekulasi gila melintas di kepalanya. Namun, instingnya sebagai Hokage segera mengambil alih. Kushina yang tergeletak lemas di dekat altar batu adalah prioritas utamanya.
"Siapa kau?!" teriak Obito dari dalam kepungan api biru, napasnya mulai memburu. Batas waktu lima menit teknik Kamui miliknya terus terkikis. Suhu ekstrem api biru Veil mulai membakar pakaian hitamnya bahkan dalam wujud tidak berwujud.
Veil tidak menjawab. Logika bertarungnya dari Bumi melarangnya memberikan jeda sedetik pun kepada musuh yang memiliki kemampuan manipulasi ruang.
Sring!
Mata kanan Eternal Mangekyou Sharingan Veil berputar. Kokuon: Distorsi!
Seketika, ruang hampa di sekitar Obito seolah diperas secara paksa oleh tekanan Genjutsu tak kasat mata yang menyerang saraf pusatnya. Persepsi waktu Obito mendadak kacau. Di matanya, api biru yang mendekat tampak melambat, namun di dunia nyata, api itu justru melesat dua kali lebih cepat.
"Sialan!" Obito yang panik terpaksa memadatkan sebagian tubuhnya untuk melompat mundur demi menghindari distorsi ruang tersebut.
WUSH!
Itu adalah kesalahan fatal yang sudah dihitung oleh Veil. Begitu tubuh Obito memadat, sepercik api biru langsung menyambar lengan kanan jubahnya.
"AAAKHHH!"
Jeritan kesakitan yang teramat instens pecah dari mulut Obito. Api biru mutasi Veil membakar dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Dalam hitungan detik, seluruh lengan kanan Obito yang terbuat dari sel buatan Hashirama (Zetsu Putih) meleleh seperti lilin yang disiram air keras.
Melihat musuhnya kehilangan keseimbangan, Veil tidak menyia-nyiakan peluang. Struktur tulang Susanoo miliknya bergerak secepat kilat. Lengan chakra biru pekat itu melesat maju, mencengkeram leher Obito dengan cengkeraman raksasa, lalu menghempaskannya ke dinding gua hingga hancur berantakan.
BUMMM!
Topeng spiral jingga milik Obito retak parah akibat hantaman tersebut, hancur berkeping-keping dan memperlihatkan separuh wajahnya yang dipenuhi bekas luka keriput yang mengerikan. Mata Sharingan tiga tomoe miliknya memancarkan ketakutan murni saat menatap sosok bertopeng gagak yang berjalan mendekat dengan anggun.
"Kau... kau bukan manusia..." bisik Obito dengan sisa kekuatannya, darah segar mengalir dari sudut bibirnya yang hancur.
Veil berdiri di depan Obito yang sekarat, menatapnya dari atas dengan pandangan yang teramat dingin dari balik topeng gagak.
"Kau salah, Obito," ucap Veil lirih, suaranya hanya bisa didengar oleh mereka berdua. "Aku adalah perwujudan dari seluruh konsekuensi atas pengkhianatanmu pada darah Uchiha. Dan malam ini... rencanamu berakhir di sini."
Obito mengepalkan tangan kirinya yang tersisa. Dengan sisa chakra terakhirnya, dia memicu pusaran Kamui tepat di pusat tubuhnya sendiri. Tubuhnya mulai terdistorsi secara paksa, tersedot ke dalam dimensi lain demi melarikan diri dari malaikat maut cilik ini.
Veil bisa saja memutus proses tersebut menggunakan Amaterasu: Zero, namun dia sengaja menahan diri. Membunuh Obito di sini akan membuat plot masa depan kehilangan arah, dan Sistem membutuhkan Obito tetap hidup untuk memicu riak takdir yang lebih besar di masa depan. Yang terpenting, kendali atas Kyuubi telah lepas, dan Minato telah selamat.
Wush!
Tubuh Obito akhirnya menghilang sepenuhnya dari gua, meninggalkan sisa lengan kanannya yang telah menjadi abu biru di atas tanah.
Keheningan malam kembali menyelimuti reruntuhan gua. Api biru perlahan memudar atas perintah Veil.
Minato, yang baru saja selesai memindahkan Kushina ke tempat yang aman di sudut gua menggunakan Hiraishin, berjalan perlahan mendekati Veil. Tatapan Sang Hokage Keempat dipenuhi oleh kombinasi rasa kagum, ngeri, dan tanda tanya besar yang tak terjawab.
Di hadapan pahlawan desa itu, Veil berbalik. Struktur Susanoo-nya perlahan menghilang, menyisakan tubuh kecilnya yang diselimuti jubah hitam pengabur jiwa.
"Kyuubi telah bebas dari kendali, Hokage-sama," ucap Veil dengan nada formal yang dingin, menunjuk ke arah rubah ekor sembilan yang kini duduk diam seperti anjing peliharaan yang patuh di bawah sisa pengaruh Kokuon. "Segel monster ini kembali sebelum faksi Root milik Danzo datang untuk mengambil keuntungan."
Minato menelan ludah, menatap mata di balik topeng gagak tersebut yang kini telah kembali menjadi hitam pekat. "Siapa... siapa kau sebenarnya? Mengapa kau membantu kami?"
Veil membalikkan badannya, bersiap untuk menghilang ke dalam kegelapan malam sebelum sistem mendeteksi kedatangan ninja Konoha lainnya.
"Aku adalah bayangan yang memastikan bahwa klan Uchiha tidak akan pernah menjadi batu pijakan bagi keserakahan orang-orang di atas takhta," jawab Veil datar. "Jaga desa ini dengan baik, Paman Minato. Karena jika kau gagal... aku sendiri yang akan meruntuhkannya."
WUSH!
Dalam sekejap mata, tubuh kecil Veil menghilang tanpa meninggalkan jejak chakra sedikit pun, meninggalkan Minato Namikaze yang berdiri terpaku di tengah reruntuhan, menyadari bahwa Konoha baru saja diselamatkan oleh seorang iblis cilik yang kekuatannya melampaui batas imajinasi dunia ninja.
【Ding! Misi Darurat: "Malam Penghakiman" Sukses Besar!】
• Minato Namikaze & Uzumaki Kushina Selamat: Sukses!
• Memutuskan kendali Kyuubi & Menggagalkan rencana Obito: Sukses!
• Mencegah Isolasi Klan Uchiha oleh Danzo: Sukses!
【Menghitung Hadiah Misi... Anda mendapatkan: 20.000 Poin Sistem, Pembukaan Elemen Rinnegan Tahap Awal (Atribut Gravitasi: Shinra Tensei/Bansho Ten'in), dan Penguasaan Ruang-Waktu Mutlak!】