Elda Setya Ningrum adalah gadis asal salah satu kota kecil di jawa tengah "Kebumen"
Elda saat ini sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas di bandung, elda mendapat beasiswa melalu jalur prestasi.
Ayah elda sudah meninggal saat elda berumur 4tahun, dan ibunya hanya seorang buruh cuci.
Elda bahkan harus bekerja paruh waktu untuk memenuhi kebutuhannya.
Disaat kesulitan yang elda lalui, elda bertemu dengan Ardian Fernand Prakaza, kakak tingkat elda yang terkenal playboy dan angkuh.
Ardian adalah anak konglomerat di kota bandung, Ardian hampir memiliki kisah hidup sama seperti elda,bedanya ardian tidak memiliki ibu, dan hubungan dengan ayahnya tidak terlalu baik.
Bagaimana kisah elda dan ardian selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Srayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perasaan Apa Ini ?
Ardi duduk di sebelah pojok bangku kantin rumah sakit, dia nampak mengetukkan jari jemarinya di meja, ardi kemudian mengambil ponsel yang dia simpan di dalam saku celananya, Kemudian ardi membuka ponselnya, layar ponselnya nampak masih kosong saja, padahal ardi berharap nanda menghubunginya.
Tak lama kemudian, seorang pelayan kantin mengantarkan pesanan ardi yaitu secangkir kopi hitam panas dan pisang goreng hangat. Perlahan ardi meniup kopi yang masih panas, dan mulai meminumnya sedikit demi sedikit. Ardi masih sabar menunggu di dalam kantin rumah sakit.
Setengah jam sudah berlalu tapi nanda belum memberi kabar juga.
Sementara nanda dan elda nampak sedang asik mengobrol di dalam ruang rawat inapnya, mereka saling berbagi cerita satu sama lain, dan elda juga merasa nyaman berbincang dengan nanda, awalnya elda menyangka jika nanda sombong karena memang nanda dan elda berbeda kasta, hingga obrolan mereka terhenti saat suster yang mengontrol masuk untuk mengecek impus elda, setelah mengecek dan menyuntikkan cairan, suster itu menyarankan supaya elda istirahat, kemudian suster tersebut keluar dari ruangan.
Tak lama kemudian, elda benar merasa ngantuk, matanya seakan tak bisa di tahan untuk tidur.
Akhirnya nanda dan elda mengakhiri percakapan mereka.
Setelah memastikan elda benar benar tidur, nanda bangun dan keluar ruangan untuk kembali ke rumah, nanda berjalan menuju parkiran mobilnya dan ketika baru saja duduk di dalam mobilnya nanda kembali ingat jika harus memberi kabar terhadap ardi, kemudian nanda menulis pesan singkat kepada ardi
"*Ar, sori ya gue lupa kabarin lu kalau elda udah siuman pas lu pulang ke rumah, oiya gue pulang dulu ya capek" -Nanda
Di dalam kantin rumah sakit*..
Ardi masih setia menunggu, bahkan kopi yang dia pesan sudah habis tak bersisa. Tiba tiba ponsel ardi yang terletak di atas meja bergetar, nampak layarnya menyala dan muncul satu pesan singkat dari nanda, dengan segera ardi meraih ponselnya dan membuka pesan nanda, seketika itu ardi bangkit menuju kasir untuk membayar makanannya, setelah selesai melakukan pembayaran, ardi mengambil kembali buah dan kresek berisi makanan dan berjalan menuju ruang rawat elda.
Setelah sampai di depan ruang rawat elda, ardi berdiri mematung menatapi pintu, ardi nampak ragu untuk memasuki ruang rawat elda.
Cukup lama ardi berdiri mematung, akhirnya dia memberanikan diri untuk menyentuh knop pintu, dan membukanya dengan perlahan, ardi terlebih dahulu mengintip kondisi di dalam, nampak elda sedang tertidur pulas, ardi sangat lega, jadi ardi tak perlu banyak memikirkan alasan untuk menjawab pertanyaan elda mengapa ardi berada di sini.
Ardi sangat lega karena elda terlelap.
Ardi berjalan memasuki ruangan itu dengan sangat hati hati, ardi tak mau membangunkan elda.
Setelah sampai di dalam ardi meletakkan barang yang dia bawa di meja kecil samping ranjang elda.
Kemudian ardi menarik kursi dan duduk di kursi yang berada tepat di samping kanan ranjang yang elda tempati.
Ardi menatap wajah elda yang nampak teduh saat tidur, dan sangat terlihat cantik. Wajah elda nampak masih sedikit pucat namun sudah tak sepucat tadi pagi saat perjalanan menuju rumah sakit.
Entah perasaan apa, tiba tiba tangan ardi menggenggam tangan elda, ardi merasa tenang jika melihat elda.
Cukup lama ardi menggenggam tangan elda, elda nampaknya masih tenang dalam tidurnya.
Tangan kiri ardi bergerak menuju kepala elda, tangan ardi mengelus puncak kepala elda dan merapihkan rambutnya.
Entah perasaan dari mana dan malaikat mana yang sudah merasuki ardi hingga ardi bisa bersikap lembut seperti ini.
"El terimakasih, lu udah menyelamatkan nyawa gue" ardi menatap lekat lekat ke wajah elda.
.
.
.
.
.
.
.
.
Nngak semangat nulis, yang komentar sama like sedikit banget😔