Tak disangka-sangka nasib buruk menimpa Putri Isnari, gadis belia yang baru berumur 21 tahun, ia harus menikah dengan pria arogan dan sombong. Pernikahan tersebut baginya adalah mimpi terburuk dalam hidupnya. Ia harus menikahi seorang pria yang sama sekali tak dikenalnya!
Pernikahan itu sama sekali tak ada landasan cinta dan juga kasih sayang.
Mampukah ia menjalani rumah tangga yang teramat rumit itu, mampukah dia membuat pondasi rumah dengan cinta dan kasih sayang?
Yuk bareng-bareng baca kisahnya:)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oktavia Ellisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan
5 Hari kemdudian, tepat dihari pernikahan Dhoput (Ridho Putri😁).
Pernikahan adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh setiap orang, mereka akan sangat bahagia di hari tersebut, dimana mereka bersatu dengan orang yang sangat dicintainya.
Menikah dengan orang yang dicintai dan mencintai kita adalah impian dan juga harapan yang harus terkabulkan, karena menikah bukan hanya sekedar status belaka namun juga harus ada kepercayaan diantara keduanya.
Pernikahan tidak perlu pesta yang gegap gempita, gedung yang super wah, namun dengan siapa kita dipelaminan dan dengan siapa kita akan menempuh hidup baru.
Pernikahan yang disertai dengan cinta dan kasih sayang yang tulus akan menumbuhkan keharmonisan keluarga. Beda halnya dengan Putri dan Ridho yang menikah hanya untuk memenuhi keinginan kedua orang tuanya.
Putri sudah duduk disamping Ridho, mereka berdua sudah sah menjadi suami istri. Putri terus saja menundukkan kepala jika mendapat ucapan selamat dari para tamu, ia malu menjadi pusat perhatian semua orang.
Hari ini ia sangat cantik mengenakan gaun pernikahan bewarna merah dengan dipadukan make up kelas atas menambah aura kecantikan yang lebih bagi Putri, apalagi pipi bulatnya dan bibir mungilnya membuat semua orang gemas melihatnya.
Mereka berdua sangat serasi, Ridho yang mengenakan jas bewarna sama dengan gaun Putri terlihat sangat tampan dan elegan, ia terlihat sangat gagah sekali.
Pernikahan mereka digelar dengan sangat-sangat megah, banyak sekali tamu yang berdatangan,dan banyak juga para wartawan yang menghadiri pernikahan tersebut untuk merekam dan mempublikasikan pernikahan milenial mereka berdua.
potret Putri Isnari
"Tegakkan kepalamu, jangan menunduk, cukup menunduk didepan ku saja," Ridho berbisik tepat ditelinga Putri.
"Ba.. baik Tuan."
"Dan ingat, setelah ini kau harus tanda tangani surat perjanjian yang sudah aku siapkan," bisik Ridho kembali.
Namun suaranya membuat Putri merinding.
"Surat perjanjian.. jadi pernikahan ini hanya diatas materai, ya Tuhan maafkan hamba-Mu ini yang menganggap pernikahan seperti mainan," Putri membatin.
"Selamat ya Ridho, Putri, semoga kebahagiaan selalu menyertai rumah tangga kalian, dan semoga cepat mendapat momongan," begitulah kurang lebih ucapan dari keluarga Ridho dan keluarga Putri.
Selang beberapa menit ada gadis yang menghampiri mereka berdua.
"Selamat ya kak atas pernikahannya, semoga sakinah mawadah warahmah."
"Kak Idho tau nggak, hari ini Kak Idho sangat tampan sekali loh," lanjut perempuan itu dengan menggelayuti lengan Ridho manja.
"Lepaskan tangan mu," tegas Ridho.
"He he baiklah-baiklah."
"Hai Kak, kenalin nama aku Zira" Zira mengulurkan tangannya.
"Putri," ia menyambut uluran tangan Zira.
"Zira mau kesana dulu ya Kak, Zira mau menemui Rilli dan Keila," Zira berlalu pergi meninggalkan 2 sejoli tersebut.
Ridho hanya menatap Zira masam.
"Sepertinya gadis bernama Zira itu dekat sekali dengan Tuan Ridho," pikir Putri.
"Ehm Tuan... saya permisi sebentar, saya mau mencari angin," izin Putri.
"Hem."
"Apa maksudnya, apa itu artinya boleh, tapi nanti.." pikir Putri.
Putri hendak melangkahkan kakinya namun terhenti karena Ridho berbicara.
"Jangan lama-lama, jangan membuat ku malu disini sendirian," Ridho memperingati Putri dengan suara lirih namun terdengar tegas.
"Ba.. baik tuan," Putri berlalu pergi keluar aula gedung.
~
Putri keluar gedung untuk mencari angin, untuk menenangkan hati dan pikirannya.
"Huhhh...." Putri menghembuskan nafasnya dengan kasar.
"Ya Allah, gimana kehidupan Putri selanjutnya setelah menjadi istri Tuan Muda kaya itu, Putri gak tau seperti apa sifatnya, apa benar rumor tentang Tuan Ridho yang katanya kejam, Putri takut ya Allah," gumam Putri lirih.
Putri terus saja melamun, hingga tak sadar jika ada Rizki disampingnya.
"Kakak ngapain disini?"
"Astaghfirullah Iki.. ngagetin aja," ucap Putri mengelus dadanya karena terkejut akan keberadaan Adik nya yang tiba-tiba muncul seperti tuyul.
"He he maaf Kak, Kakak ngapain disini?" Rizki bertanya lagi
"Ehm nggak papa, cuma nyari angin aja," ucap Putri tersenyum tipis kearah adiknya.
"Selamat ya Kak, semoga Kakak bahagia," Rizki mengelus pundak Kakaknya dengan senyuman manis nya.
"Iya, terimakasih ya Iki" balas Putri dengan senyuman terpaksa.
"Iki tau Kakak tertekan dengan keadaan ini,terlihat jelas dari manik mata Kakak," ucap Rizki.
Putri hanya menatap adiknya sendu, ia membenarkan apa kata adiknya, memang dia bisa berbohong didepan semua orang tapi tidak dengan adik semata wayang nya.
"Kamu gak usah khawatirin Kakak, Kakak bisa lewatin semuanya, kamu kan tau Kakak kuat," Putri berusaha kuat didepan Adiknya.
"Kakak gak perlu pura-pura tegar didepan Iki, Iki tau isi hati Kakak, Kakak sangat rapuh dan terpukul dengan pernikahan ini, Iki tau itu Kak," ucap Rizki menggenggam erat tangan Kakaknya.
"Iki..." Putri seketika memeluk Adiknya dengan sangat erat disertai dengan air mata yang terus menetes.
"Iki minta maaf ya Kak, Iki gak bisa lindungi Kakak, tapi Iki janji, Iki akan selalu dukung dan Iki akan selalu disamping Kakak, disaat Kakak sedih maupun senang," ucap Rizki mengelus-elus punggung Putri berusaha menenangkan nya.
"Terimakasih ya Iki, Kakak sayang banget sama kamu, pokoknya kamu gak usah pikirin Kakak, kamu tau kan Kakak bisa lewatin cobaan ini," Putri melepas pelukannya lalu tersenyum hangat kearah Rizki.
"Rizki juga sayang banget sama Kakak, Kakak jaga diri baik-baik ya, hubungi Iki jika terjadi apa-apa sama Kakak," ucap Rizki.
"Siap bos," Putri mengangkat tangannya hormat seperti seorang murid yang sedang upacara.
"Ha ha ha ha...." seketika tawa Putri dan Rizki pecah.
"Maaf Nona Muda, Tuan Muda menyuruh Anda untuk kembali kedalam gedung," ucap salah satu pria yang tak lain ialah bodyguard Ridho.
"Baik," jawab Putri singkat.
"Kakak masuk dulu ya Ki, inget pesan Kakak, jangan terlalu pikirin Kakak, Kakak akan baik-baik aja, oke.." Putri melambaikan tangannya kearah Rizki.
"Semoga suatu saat nanti kebahagiaan akan memihak kepada Kakak," gumam Rizki lirih menatap kepergian Putri.
~
"Kau dari mana saja, lama sekali," ucap Ridho.
"Maaf Tuan, tadi saya bertemu Adik saya," Putri menundukkan kepalanya.
"Harus kuperingati berapa kali, tegakkan kepalamu, dan pasang senyuman paling manis mu," ucap Ridho lagi.
"Ba.. baik tuan."
***
Para tamu sudah pulang kerumah masing-masing, dan acara pun sudah usai.
"Putri... Ayah pulang dulu ya, jaga dirimu baik-baik," tutur Nasar lembut.
"Anda tenang saja Tuan, kami akan selalu menjaga Putri dengan baik," Sahut Wira.
"Terimakasih Tuan Wira, kalau begitu kami pamit pulang duluan," pamit Nasar.
"Hati-hati ya Ayah, Ibu, Kak Lara, Iki," ucap Putri.
Nasar dan Iis mengangguk.
"Kak Putri jaga diri baik-baik ya, Iki akan selalu doakan untuk kebahagiaan Kakak," Rizki memeluk Putri sebelum ia benar-benar pulang kembali kerumah.
"Iya Iki, hati-hati ya," Putri melambaikan tangan dan tersenyum sendu menatap keluarganya.
"Putri, Ridho, Ili, Keila, ayo kita pulang," ajak Wira.
Mereka semua pergi meninggalkan aula gedung untuk pulang kerumah, untuk melepas rasa penatnya, karena seharian berdiri.
Bersambung.
Jangan lupa Like, Komen, dan jangan lupa Vote sebanyak-banyaknya ya🖤.