Aiza Bahira adalah gadis cerdas, cantik dan selalu ceria. Sebuah peristiwa di masa lalu yang melibatkan keluarga darah biru menyeretnya ke dalam sebuah konflik kehidupan dan terpisah dengan keluarganya serta kehilangan ingatan akan masa lalunya.
Sedangkan Deanka Kavindra Byantara adalah anak cerdas yang dijadikan korban perjanjian politik. Masa lalu Deanka dipenuhi dengan tekanan dan kekerasan hingga ia trauma dan takut jatuh cinta.
Aiza dan Deanka terjebak dalam kisah cinta yang sangat rumit. Aiza dan Deanka sama-sama menjadi korban keserakahan keluarganya yang gila harta, popularitas dan jabatan.
Apakah Aiza dan Deanka bisa menemukan cinta dan kebahagiaan?
Apakah Aiza bisa mengingat lagi masa lalunya dan berkumpul lagi dengan keluarganya?
Apakah Deanka bisa sembuh dari traumanya?
Mari kita ikuti kisahnya!!
NB: Siapkan tissue!
***
Terima kasih sudah berkenan mampir dinovel pertamaku ❤
Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan.
Aamiin...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyai Ambu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tangisan Pria Tampan
Di Kantor
Waktu menunjukkan pukul 09.30 waktu setempat. Perusahaan milik pamannya suami Nara merupakan perusahaan ekstraktif yang bergerak dibidang pertambangan.
Disalah suatu ruangan, Bahir nampak gelisah, ia tidak sadar jika keberadaannya menjadi pusat perhatian.
Gosip yang beredar di kantor tersebut adalah seorang Bahir Finley Haiden sengaja diusir dari perusahaan raksasa milik ayahnya karena tersandung kasus korupsi, lalu sengaja di kirim ke kantor pamannya untuk mulai bekerja dari nol dan menjadi karyawan biasa.
Wah ganteng bangeeeet, aku lebih semangat kerja kalau pemadangannya kaya gini.
Tuhan jadikan aku simpanannya.
Kok ada ya orang kaya dia, ganteng, turunan darah biru, dan kaya raya, aku seperti ada di dalam cerita novel.
Benar gak sih dia korupsi uang perusahaan? Bisa aja kan itu hanya akal-akalan para pesaingnya.
Aduuuuuh bisa gawat kalau ponakan direktur ada di sini, kegantenganku jadi kesilep, gawaaaat, gawaaat aku gak bisa cari muka lagi di depan anak-anak magang.
" Hei kamu!" Bahir melambaikan tangan ke salah satu karyawan wanita yang sedang bengong menatapnya.
" Oh iya Pak, ada apa?" langsung mendekat, wajahnya terlihat sangat bangga karena di panggil oleh pria tampan, jalannya tiba-tiba melenggok sambil memainkan rambutnya.
Apa-apaan wanita itu, kenapa dia jadi berlaga menjijikkan seperti itu di depanku? Oh ... cantiik aku kangen kamu." Hati Bahir.
"Kapan biasanya pamanku datang?"
"Emm ... se-se-sebentar lagi Pak, jam 10 han." Wanita itu gugup.
"Heemm ... masih lama berarti ya ... telepon rumahnya nya tidak bisa dihubungi, aku mau titip pesan untuk pamanku," kata Bahir.
"Dengan senang hati Pak, saya siap menyampaikannya." Bahkan aku siap menyerahkan jiwa ragaku padamu.
"Katakan pada pamanku, aku akan mulai bekerja Senin depan, bilang saja aku masih mau bermain-main dan membuat kue."
Bahir langsung mengambil tas beranjak dari tempat duduknya lalu meninggalkan semua orang yang masih menatapnya penuh tanda tanya.
Membuat kue? Sepertinya ponakan direktur mau membuka bisnis kuliner.
.
.
Bahir turun dari mobil angkutan umum.
Seketika membuyarkan tatapan beberapa pasang mata yang sedari tadi menatapnya dengan kagum saat pria itu bergabung menjadi penumpang.
Semua aset yang dimiliki Bahir memang telah diambil oleh ayahnya.
Setelah membayar, Bahir langsung bergegas menuju gang sempit untuk segera menumpahkan kerinduan pada istrinya.
Bahir membatalkan kerja pada hari itu, ia memilih untuk segera pulang, hatinya berdebar-debar.
Wajah cantik istrinya muncul terus-menerus seakan mengatakan padanya untuk segera pulang.
.
.
"Tok ... tok ... tok ..." Bahir mengetuk pintu.
"Cantiiik ... cantiiiik! Abang pulang."
"Cantiiik ... buka pintunya!"
"Kamu mau main petak umpat denganku yaaa ... ??"
Bahir memanggil istrinya, tangannya meraih gagang pintu, "Kreeeet" Bahir kaget saat tahu jika pintunya tidak terkunci.
"Cantiiikkk ... kamu di mana? Kenapa pintunya tidak dikunci? Bapak mertuaaa ...! Ibu mertuaaa ...! Apa kalian sudah pulaang?"
"Cantiiik jangan becanda! Kau di mana? Awas ya kalau aku menemukanmu."
Bahir mencari keberadaan istrinya diseluruh ruangan di rumah itu, sampai ke dapur dan sumur dangkal yang ada di belakang rumah Nara.
Hatinya mulai cemas, napasnya mulai tidak beraturan.
Ia bersimpuh di kamar sambil memeluk dan mencium baju Nara.
Cantiiik kau dimana? Jangan mempermainkanku! Apa kau menyusul bapak mertua ke kebun? Tapi, tadi kau bilang akan di rumah aja dan memasak untukku kaan??
Lamunan Bahir terhenti saat mendengar ada pesan masuk di Bl*ckbe**y miliknya.
Tidak bisa dibayangkan sekaya apa keluarganya hingga pada saat itu dia sudah memiliki ponsel tersebut. Mungkin saat pabrikannya louncing mereka langsung membelinya ke luar negeri.
Rupanya itu sebuah pesan gambar, Bahir segera membukanya.
Pria itu sangat terkejut, bahkan telepon genggamnya sampai terlempar, ia menutup mulutnya lalu meraih kembali ponsel nya.
"Ca-ca-cantiiik???!!!"
Bahir melihat foto istrinya, tangannya terikat, tergeletak di lantai dan hanya menggunakan pakaian dalam.
Di foto yang lain, ia melihat wajah istrinya yang lebam, hidung dan bibirnya penuh dengan darah.
"Tidaaaaaak!" Bahir melempar ponsel nya, ia berdiri sambil meremas kuat rambutnya, lalu ia menggigit bibirnya, napasnya cepat, matanya terbuka lebar dengan sorot mata yang tajam, daun telinganya memerah pertanda ia sangat marah.
"Ayaaaaah ... ! Kenapa kau menyakiti wanitaku?"
"Ayaaaaah ... ! Kenapa kau tidak membunuhku saja, haaah?!"
Ayah apa aku benar-benar anak kandungmu ...?
"Huk ... huk ... huk...."
Cantiiik ... kau pasti sangat ketakutan dan kesaakitan, maafkan aku cantik, bertahanlah untukku!
"Aaaaaarrrgghhh, aaaaarrrgghhh!"
Pria tampan itu menangis, lalu berteriak-teriak seperti telah kehilangan sebagian akal sehatnya.
♡♡ Bersambung ...
kl visual deanka aku rasa sdh pas...sesuai banget...
tp aizanya jelek banget thor...
biar kau visual sendiri aja kayak nya ya...hehehee...
sambil nunggu TBR
persatuan indonesia.. dan lain lain sbgy nya..
yg jdi bawang putih bukan s susi
tp si niana sm s liana
tanya aja tuh sama s thor
aku juga bingung
tapi sma pabrik juga karyawan bahkan sma yg punya pabrik nya pun dia beli..
ngapa kerja nya nyangsrang d rumah warga thor.. heum bahaya ini mh
yang kaya yg banyak harta banda nya pda dapat BANSOS..
yg miskin melarat mh cuma pda mangap doang makan angin
d jilat ge ngapa aaah