Nara syrena putri, gadis yang memiliki paras cantik, memiliki sifat pendiam dan sopan. Nara masih duduk di bangku kelas 11, nara adalah seorang piatu, ibunya meninggal saat melahirkan dirinya, nara di besarkan oleh nenek dari ibunya, namun saat usianya 12 tahun ia harus tinggal di rumah ayahnya yang megah nan mewah itu. Nara sangat hobi memasak, bahkan ia hampir setiap hari membuat bekal untuk sahabatnya. Sebagai manusia yang normal tentu saja nara menyukai lelaki, ia sudah menaruh rasa pada laki-laki itu saat masih kelas 10, namun ia memendamnya sendiri bahkan sahabatnya tidak tahu mengenai itu. Nara lebih memilih mencintai dalam diam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najwa sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15
David telah sampai di kantor polisi, ia bergegas masuk untuk menemui pak polisi bernama hengky, ia ingat nama itu karena beberapa hari yang lalu pak hengky yang mengabarinya bahwa anaknya berada di kantor polisi.
David duduk di ruang tunggu karena ia sudah mengabari pak hengky sebelumnya, tak lama pak hengky datang menghampiri dirinya.
“Ada perlu apa pak?”tanya pak hengky setelah mereka bersalaman, kini keduanya duduk saling berhadapan.
“Saya hanya ingin mengetahui kebenaran saja pak”ucap david, ia menarik nafasnya dalam-dalam lalu ia hembuskan perlahan.
“Apa benar yang bapak katakan saat itu? Bahwa anak saya di tangkap karena berantam dan balap liar?”tanya david menatap hengky serius.
“Benar pak, bukan hanya sekali ia melakukannya tapi berkali-kali”jawab hengky gugup.
“Saya hanya ingin kebenaran pak, apa saya perlu tumpukan uang di hadapan bapak baru saya mendapatkan jawaban yang benar?”sinis david.
”a-apa maksud bapak? Saya menjawab dengan benar pak”ucap hengky mencoba menetralkan dirinya.
“Saya butuh jawaban yang benar!”ucap david penuh penekanan.
“Saya menjawabnya dengan benar pak”kekeh hengky.
David mengusap wajahnya kasar, ia mencoba untuk percaya pada polisi itu tapi ia teringat dengan foto yang di kirimkan oleh nomor tak dikenal itu, disana nampak jelas sekali muka arthur, ia jadi bimbang sekarang.
Bhuk!
David meletakkan segepok uang seratus ribu di hadapan hengky, hengky yang melihatnya pun tergiur.
“Bahkan ini lebih dari yang diberikan bocah itu”
“Segini cukup?”tanya david sinis.
“Saya ulang, jawab dengan jujur pak!. Jika tidak saya bisa membuatmu di pecat secara tidak hormat!”ancam david
Karena ketakutan akan ancaman david, hengky menarik nafasnya dalam-dalam, ia tau david bukan orang sembarangan.
“B-baiklah pak, sebelumnya saya menutup mulut karena di suruh arthur. Sebenarnya arthur dan teman-temannya di penjara bukan karena balap liar atau berkelahi. Tetapi, karena kami menangkapnya saat mereka sedang bermabuk-mabukan, berpesta narkoba bahkan kami juga menangkap beberapa psk yang mereka sewa untuk memuaskan hasrat mereka”jelas hengky dengan mata yang terus menatap ke arah uang itu.
Emosi david kembali naik, mukanya memerah. Ia mengusap wajahnya kasar.
“A-apa ingin menebusnya supaya arthur keluar dari sel?”tanya hengky ragu-ragu.
“Tidak!, biarkan dia mendekam di penjara hingga masa tahanannya habis, dan jangan biarkan dia keluar! Jika tidak saya akan melaporkan kamu ke atasan mu!”ucap david lalu pergi dari sana. Sementara hengky senang mendapatkan uang itu.
“Arthu kamu membuat ayah kecewa!”
Ia memang sangat memanjakan arthur, tapi ia tidak bakal nyangka arthur terkena pergaulan bebas, ia kecewa dengan arthur, bagaimana pun yang di lakukan arthur sangatlah fatal, arthur baru berumur 18 tahun tapi sudah senakal ini. Ia benar-benar kecewa, david membiarkan arthur menanggung akibatnya, biarkan arthur tersadar di balik jeruji besi itu, bagaimana pun nanti arthur lah yang menjadi penggantinya.
...----------------...
Nara pulang menggunakan ojol, karena juan tidak membawa motornya hari ini. Nara menunggu ojeknya datang di halte depan sekolahnya.
Tak lama sebuah ojol berhenti di depannya.
“Mbak nara?”tanya ojol itu.
“Iya mas”ucap nara.
Nara kemudian duduk di jok belakang menggunakan helm yang di berikan ojol itu, setelah itu mereka pun pergi dari sana.
“cabut, dia udah pergi”ucap juan yang sedari tadi memperhatikan nara.
“Aneh lo!, tadi lo bentak dia sekarang perhatian. Jadi cowok bener dikit napa?”omel leo.
“Cerewet lu kayak pantat bebek!”ketus juan.
“Dah lah cabut!”ucap juan kemudian memakai helmnya.
Juan hari ini pulang di antar oleh leo, sepertinya ia besok baru membawa motornya.
****
Nara masuk ke halaman rumahnya setelah pintu gerbang di buka oleh satpam. Ia melihat mobil sang ayah sudah terparkir di halaman rumah, Nara berjalan dengan santai masuk ke dalam rumahnya. Namun baru beberapa langkah masuk kedalam rumah ia menghentikan langkahnya saat mendengar obrolan ayahnya dan ibu tirinya.
“Dia melakukan kesalahan fatal!, biarkan dia mendekam di penjara!”ucap david
“Tapi mas, bisa saja itu hanya penggaruh temannya kan?, kasihan dia jika berada disana!”ucap melda.
“Walaupun itu penggaruh temannya, tetap saja dia salah! Mas udah pernah bilangkan jangan sentuh narkoba dan minuman itu! Karena keluarga mas tidak pernah melakukan itu!, tapi apa? Dia membuat malu keluarga saja!”
“Tapi mas, dia mungkin khilaf”
“Sudahlah!, biarkan dia disana menikmati hukumannya!. Biarkan dia tersadar akan perbuatannya itu!”
“Mas! Apa kamu tidak kasihan dengan anakmu sendiri? Kita hidup enak disini sedangkan ia disana menderita, mas!”
“Sampai kapanpun mas nggak akan mau ngebebasin dia! Biarkan dia menanggung akibatnya!, mas sudah terlanjur kecewa”
“BAIK JIKA ITU MAU KAMU!, AKU JUGA MAU SI NARA DI PENJARA!”
Deg
Nara tidak salah dengarkan? Nara memegang dadanya.
“Apa maksudmu?”tanya david heran.
“JIKA ANAK AKU HARUS MENDERITA, DIA JUGA HARUS MENDERITA! SEJAK AWAL AKU BILANG AKU TIDAK MAU DIA TINGGAL DISINI!”
“SEHARUSNYA SAAT ITU AKU NGGAK TERIMA DIA MENIKMATI HIDUP INI!, Kalau kamu nggak mau ngebebasin arthur dari penjara usir dia dari sini!”
“Asal kamu tau mas, sejak dia datang kesini keluarga kita kacau!, sejak dia datang kesini arthur kebih banyak diam!, dia yang mengubah semuanya mas!, sejak ada dia juga kita sering bertengkar! Kamu sadar nggak sih! Hah?”
“Pikir mas pikir! Anak pembawa sial itu mending kamu tendang dari rumah ini!, dulu keluarga kita damai-damai saja, sejak ada dia semua kacau, dan satu hal yang harus kamu ketahuai, sejak dia ada disini pernah ibumu menggunjungi kita disini? Tidak pernah! Anak itu merubah segalanya!”
David terdiam, ada benarnya juga perkataan melda, sejak ada Nara di rumah suasana rumah juga berubah, dulu rumah itu tidak ada emosi tapi sejak nara ada selalu saja ada masalah, bahkan sejak ada nara ibunya tidak pernah lagi datang ke rumahnya mereka yang selalu datang ke rumah ibunya.
“Jadi kamu tunggu apalagi!, usir dia mas!”
lagi-lagi nara merasakan sakit yang luar biasa dihatinya. Ia tengah bersiap mendengar jawaban dari sang ayahnya.
“Nanti saya bicara dengannya kepala saya sedang pusing!”ucap david memijiit keningnya.
“Jika dia yang nggak pergi biarkan aku dan arthur yang pergi!”ucap melda penuh penekanan.
“Aku tunggu jawabannya besok!, aku muak melihat mukanya disini”setelah mengucapkan itu melda pergi dari sana.
Sementara nara ia sudah tidak bisa menahan air matanya lagi, ia menangis ia begitu kecewa dengan ayahnya, sungguh rasa benci kepada ayahnya semakin besar.
Nara berbalik badan, ia ingin masuk ke kamarnya lewat pintu belakang, ia tidak ingin bertemu ayahnya. Nara saat ini benar-benar hilang arah, ingin rasanya ia mati saat itu juga supaya hidupnya tenang bersama dengan nenek dan bundannya.
...----------------...
By: najwasyabrin4
ada event tertentu plus juga kita akan belajar bareng bersama mentor senior ya. Caranya mudah hanya wajib Follow akun saya sebagai pemilik Gc Bcm supaya bs aku undang ya. Terima kasih.