Raisa bersumpah bahwa dia akan membalaskan dendamnya pada sang kakak tiri karena telah membuatnya kehilangan banyak hal dalam hidupnya dan aia akan mengambil apa yang menjadi sumber kebahagiaan wanita itu.
Setelah menghilang selama 10 tahun, dia kembali dengan identitas barunya sebagai Aluna dan merencanakan banyak kehancuran untuk Deswita, kakak tirinya yang ternyata memiliki kehidupan yang begitu luar biasa.
Merasa iri dengan semua itu membuat dendamnya semakin membara dan dia akan merebut semua kebahagiaan Deswita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HAWI. 15
"Kemana saja kamu?" tanya Andra ketika sambungan telepon mereka terhubung dengan sang istri yang baru bisa dihubungi sejak kemarin.
"Maaf sayang. Aku sedang berlibur bersama teman-temanku. Kemarin mereka mengajakku pergi dan aku-"
"Aku menghubungimu sejak kemarin dan kau lebih memilih berlibur bersama teman-temanmu daripada memikirkan suamimu sendiri? kau benar-benar sangat luar biasa sekali Deswita. Jika kau ingin berlibur kau bisa melakukannya di sini dan menemaniku bekerja. Tapi apa yang kau lakukan? kau lebih memilih pergi bersama teman-temanmu daripada menemani suamimu sendiri. Kau egois Deswita! kau benar-benar egois!" ucapnya pada Deswita karena dia benar-benar tidak habis pikir dengan istrinya itu.
Dia bekerja sudah seperti orang gila dan terus saja menghubungi istrinya tapi ternyata wanita yang dihubunginya lebih memilih berlibur bersama teman-temannya dan mengabaikan panggilan telepon darinya begitu saja.
Luar biasa sekali bukan istrinya itu? Andra merasa bahwa semakin hari istrinya itu semakin tidak bisa dimengerti lagi.
"Kenapa kamu marah? seharusnya aku yang marah. Aku sudah mengatakan bahwa kamu harus mencari sekretaris yang lainnya karena aku tidak menyukai sekretaris barumu itu. Aku merasa bahwa dia bukan wanita baik-baik. Aku merasa bahwa dia adalah wanita yang ingin merebut mentariku!" Deswita tidak ingin kalah dan dia malah menyalahkan suaminya di sini. Dia menyalakan Andra karena laki-laki itu tidak mau memecat sekretaris barunya.
Maka Deswita memilih pergi berlibur bersama teman-temannya karena anda tidak mau menuruti keinginannya.
Begitu juga dengan Andra, Dia merasa bahwa pembicaraan mereka ini tidak akan memiliki ujungnya Karena dia sudah mengatakan pada Devita jika dia tidak bisa memecat alunan begitu saja.
Bukan karena dia memiliki perasaan seperti yang ditunjukkan Deswita padanya. Tapi Andra merasa bahwa wanita itu benar-benar sangat luar biasa dalam menyelesaikan pekerjaannya. Dia bisa menyakitkan banyak orang untuk menjalin kerjasama dengan mereka dan semua tak terbukti. Karena kalau nama mereka bisa mendapatkan proyek besar ini.
"Aku bilang aku tidak bisa melakukan hal itu karena dia tidak melakukan kesalahan apapun. Berhenti berpikiran yang tidak tidak tentang alur negara dia tidak seperti itu! dia wanita yang baik dan dia bekerja dengan baik. Tidak ada yang salah dari pekerjaannya dan aku tidak bisa memencetnya begitu saja hanya karena kecemburuanmu itu Deswita!" sahut Andra karena dia benar-benar tidak bisa memecat Aluna begitu saja karena wanita itu memang tidak melakukan kesalahan apapun.
Dia sangat luar biasa sekali dalam bekerja dan anda merasa bangga bisa mendapatkan wanita seperti Aluna dalam perusahaannya.
"Di luar sana masih banyak wanita yang jauh lebih baik darinya. Aku yakin masih ada wanita yang bisa bekerja sama dengan kamu. Tapi tidak dengan Aluna karena aku tidak menyukainya!" terjadilah perdebatan di antara suami istri tersebut.
Padahal sudah sejak tadi Andra berusaha menahan dirinya agar tidak terpancing emosi. Tapi ternyata dia tidak bisa menahan semua itu dan dia langsung meluapkan kekesalannya terhadap Deswita saat itu juga.
"Jika seperti itu berarti kamu memang tidak menyayangiku lagi. Kamu sudah tidak mencintaiku lagi!" kata Deswita lagi yang membuat Andra benar-benar merasa frustrasi menghadapi sikap istrinya ini. Entah harus bagaimana lagi dan menjelaskan padanya bahwa dia tidak bisa memecat Aluna sembarangan karena dia tidak memiliki kesalahan apapun. Dia tidak bersalah, jadi Andra tidak bisa meminta dan begitu saja.
"Terserah mu saja Deswita. Terserah mau mengatakan apapun yang jelas semua yang kamu katakan itu tidak benar. Aku menyayangimu dan aku benar-benar sangat menyayangimu. Tapi jika kamu terus-terusan seperti ini, masa aku tidak bisa menjamin bahwa rasa sayangku terhadapmu masih utuh. Berubah lah sebelum benar-benar terlambat dan kamu akan menyesalinya!"
Kata-kata dari Andra benar-benar menghantam Deswita. Dia tidak percaya jika suaminya bisa mengatakan hal seperti itu padanya.
"Andra! Andra!!! Andra!!!" Deswita berteriak seperti orang gila saat panggilan telepon yang diputuskan begitu saja oleh suaminya.
Dia benar-benar sangat tidak menyangka jika anda bisa bersikap seperti itu padanya. Bahkan laki-laki itu terjebak sangat marah, hingga membuatnya tidak berani melakukan apapun lagi.
"Apa ini solusinya? tapi bagaimana jika aku terlihat jelek nantinya?" katanya Deswita pada pantulan diri dan berada di dalam cermin.
Dia masih belum percaya dan dia juga tidak menyangka jika Anda bisa melakukan hal seperti itu padanya. Mungkin ini yang sudah saatnya. Dia harus mengikuti apa yang ibunya katakan ajaknya bisa mendapatkan Andra seutuhnya tanpa harus takut bersaing dengan orang lain.
Jika mereka setelah bicara, Deswita benar-benar memutuskan bahwa apakah ini sudah saatnya untuk hamil anaknya Andra? tapi bagaimana jika hasilnya besok salah?
Tidak! yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya Dia membangun hubungannya kembali bersama sang suami. Deswita memasak luar biasa sekali dengan segala permasalahannya yang ada.
Begitu juga dengan apa yang Anda lakukan saat ini. Dia langsung pergi ke balkon kamarnya untuk menikmati pagi hari di sana. Pagi memang sangat cerah sekali. Matahari bersinar dengan begitu hebatnya.
Sedangkan Aluna tidak mendapat jawaban apapun dari bosnya, membuat Aluna memutuskan untuk masuk ke dalam kamar laki-laki itu seperti apa yang dia perintahkan kemarin.
Sayangnya ketika dia sampai di dalam kamar laki-laki itu, pandangan Aluna langsung tertuju pada balkon kamar hotelnya.Ternyata Andra memang benar-benar berada di sana. Laki-laki itu juga terlihat belum membersihkan tubuhnya hingga membuat Alu a menghampirinya setelah membuatkan kopi hangat di pagi hari.
"Silahkan pak," ucapnya pada Andra yang masih melamun hingga membuat laki-laki tadi tersentak kaget ketika mengetahui bahwa sekretarisnya sedang berada di dalam kamarnya saat ini.
"Apa yang kau lakukan di sini Aluna?" pertanyaan dari ketika melihat wanita itu berada di dalam kamarnya saat ini.
"Aku melakukan apapun di sini. Lagi lagu tuan sendiri yang mengatakan untuk masuk saja ke dalam kamar Tuan jika tidak mendapatkan sambutan apapun dari dalamnya. Aku hanya takut jika pak Andra-"
"Berhenti mengatakan hal yang tidak penting. Lebih baik siapkan saja pakaian kerjaku karena hari ini kita akan bertemu dengan klien kedua. Aku berharap mereka benar-benar mau menjalin hubungan kerjasama dengan kita. Oh iya, satu lagi Aluna. Aku harap kamu benar-benar bisa menaklukkan mereka dan jika mereka setuju bekerja sama dengan kita maka perusahaan kita akan semakin lebar. Sekarang pergilah, persiapkan semuanya sedetail mungkin karena aku berharap bisa mendapatkan penghargaan pebisnis yang paling dicari setahun ini." jelasnya pada Aluna yang benar-benar manusia kosong saat ini.
***