NovelToon NovelToon
Transmigrasi Dan Pembalasan Gadis Yang Ternoda

Transmigrasi Dan Pembalasan Gadis Yang Ternoda

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Dendam Kesumat / Mengubah Takdir / Time Travel / Transmigrasi Copyman / Action / Tamat
Popularitas:138.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rositi

Setelah diperkosa beramai-ramai hingga nyaris meregang nyawa oleh Jeam dan keempat rekannya, Titi justru mendapati jiwanya menempati tubuh wanita bernama Jia. Titi terlempar ke kejadian satu tahun sebelum dirinya diperkosa!

Kejadian tersebut membuat Titi mengetahui sederet fakta mencengangkan. Beberapa di antaranya masih berkaitan dengan kasus Titi. Karena ternyata, Jia merupakan mantan kekasih Jeam, dan kini menjadi saudara tiri. Selain tengah hamil, Jia yang belum menikah juga menjadi budak nafsu orang tua mereka maupun oleh Jeam sendiri.

Awalnya, Titi hanya berniat balas dendam untuk kasusnya. Namun mengenal Jia yang rapuh, membuat Titi bertekad untuk MENGUBAH TAKDIR. Titi akan membuat takdir baru untuk dirinya tanpa membuatnya ‘dirusak’ Jeam apalagi berakhir menjadi gadis ternoda. Namun karena misinya, Titi jadi mengetahui identitas aslinya. Ia bukanlah anak pembantu seperti yang selama ini ia ketahui. Ia anak orang penting dan masih berkaitan dengan Jeam!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rositi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15. Mengorek Informasi

“A—aaaa ....?!” polisi Pram tak bisa berkata-kata. Rasa sakit yang menggerogoti sekujur tubuhnya benar-benar menyiksanya.

Yang ditik.am Titi memang hanya punggung dan juga perut polisi Pram. Namun, efek sakitnya terasa hingga sekujur tubuh.

“Bruuuggg!”

Tubuh polisi Pram yang perlahan gemetaran, akhirnya tumbang. Polisi Pram terduduk di lantai. Darah terus mengalir dari setiap luka tik.am di tubuhnya. Selain mulai gemetaran, napasnya juga jadi memburu. Semua oksigen di tubuhnya seolah berlomba-lomba meninggalkan tubuhnya. Hingga makin lama, sekadar bernapas saja, ia jadi tak bisa.

“A—ap–pa ... yang kamu lakukan, Jiiiiiaaa?!” Akhirnya pertanyaan tersebut keluar dari bibirnya dan ditujukan kepada sang putri. Tak menyangka, Jia yang selama ini ia kenal penakut, mendadak menik.amnya dengan sangat brutal.

“Memangnya Papa macam apa yang tega melukai bahkan meno.dai anak perempuannya dengan sengaja, bahkan itu berulang kali?” marah Titi yang tentu saja akan tetap polisi Pram kira sebagai Jia. Sebab sampai detik ini, yang menjalankan tubuh sekaligus kehidupan Jia masih Titi.

“Daripada ... daripada kamu terus dierbu.dak Tom—my dan anaknya!” tegas polisi Pram. Tangannya yang gemetaran menahan dada.

“Memangnya dengan cara kamu melakukannya lebih parah, kamu merasa lebih baik? Apa bedanya kamu dengan mereka, padahal sebagai seorang papa, harusnya kamu melindungi Jia!” geram Titi. “Kamu bahkan seorang polisi, ... tapi kelakuanmu membuatku terpaksa melakukan ini!”

Sebenarnya, Titi tak sekuat yang Titi paksakan kepada dirinya demi mengubah takdir kehidupan dirinya maupun kehidupan Jia. Sebab sekadar melihat tubuhnya berlumur darah saja, Titi sudah gemetaran ketakutan. Titi hanya terus berusaha melanjutkan apa yang ia mulai. Meski ia harus melakukannya dengan gemetaran. Meski ia harus melakukan itu di antara tangis yang tak bisa ia hentikan.

Hujan deras mengguyur malam ini. Di antara kilat petir maupun gemuruh dan angin kencang, Titi menggali tanah taman belakang rumah. Menggali dan terus menggali hingga lubang yang ia hasilkan setinggi tubuh Jia. Barulah setelah itu, dengan tubuh yang kuyup Titi membuat raga Jia menyeret tubuh polisi Pram. Polisi Pram yang masih memakai seragam dan hanya tak memakai sepatu, ia gelindingkan ke lubang buatannya. Titi mengubur polisi Pram tanpa bantuan maupun sepengetahuan siapa pun. Tanah di atas makam sengaja Titi beri rumput agar ditumbuhi rumput layaknya sekitarnya.

“Aku tidak tahu ini dibenarkan atau Tidak. Namun demi menyudahi kesengsaraan Jia, aku memang harus melakukannya!” pikir Titi. Tubuh Jia menggigil dan Titi merasakannya. Cangkul kembali Titi taruh di sudut taman.

Titi membuat tubuh Jia yang menggigil untuk membersihkan sisa darah polisi Pram. Sampai akhirnya seseorang menekan bel rumah, Titi baru saja beres mengepel lantai. Pakaian maupun kepala Jia sudah kering tanpa harus dikeringkan. Suasana di sana juga tak lagi dihiasi aroma anyir darah. Pisau yang Titi pakai juga sengaja Titi taruh di atas tubuh polisi Pram.

“Semoga Tuhan membalas setiap perbuatan kejimu!” batin Titi dan itu doa untuk polisi Pram.

“Sebelum membukakan pintu, aku harus membuat Jia mandi dulu. Itu pasti bi Tiyas yang akan mulai bekerja. Darinya, aku akan mencari tahu alamat mama Jia. Tomy, mama Jia, dan terakhir Jeam beserta teman-temannya akan mendapat giliran juga!” batin Titi.

Setelah membuka setiap lemari di kamar Jia sempat polisi Pram sekap, akhirnya Titi menemukan pakaian Jia.

“Ya Allah ... jujur, aku takut banget. Membunuh demi mengakhiri ulah jaha.namnya memang tidak dibenarkan. Namun agar wanita ini bisa hidup dengan normal layaknya manusia lain, ... aku terpaksa melakukannya!” batin Titi sampai detik ini masih membuat tubuh Jia gemetaran khususnya kedua tangannya. Paling mencolok itu kedua tangan Jia. Kedua tangan kurus itu sungguh tetap gemetaran, meski setengah jam kemudian, ia sudah menemui bi Tiyas. Tak kalah mencolok ialah detak jantung Jia yang terdengar sangat cepat sekaligus keras.

“Pesankan taksi karena Non mau ke rumah mama?” ucap bi Tiyas mengulang permintaan Jia.

Jia yang tampak makin mengenaskan dan wajahnya saja sangat pucat, berangsur mengangguk.

“Non, ... enggak enak badan?” tanya bi Tiyas yang kemudian meyakinkan sang majikan bahwa selain Jia sangat pucat, kedua tangannya juga sangat dingin.

“Apa Non mau saya antar ke dokter? Mau ke klinik apa rumah sakit, Non?” ucap bi Tiyas yang memang perhatian. “Jangan ke rumah mama dulu lah, sebelum Non agak sehat. Apalagi kan, ... papa juga enggak izinin Non ke mama! Nanti yang ada, Bibi yang kena!”

Setelah mempertimbangkan arahan bi Tiyas, Titi setuju. Baru Titi sadari, jiwanya sudah membuat Jia sangat bekerja keras. Titi memutuskan untuk istirahat di kamar dirinya sempat disekap. Kamar tersebut sudah dibersihkan sejak kemarin oleh bi Tiyas. Suasana di sana jauh lebih rapi dan pastinya bersih.

“Sarapan dulu sebelum tidur, Non. Bahkan sepertinya Non lupa, kapan terakhir kali Non makan,” ucap bi Tiyas yang membawa potongan buah dan juga bubur ayam. Bi Tiyas berdalih sengaja membeli bubur ayam kesukaan Jia di depan pintu masuk perumahan rumah polisi Pram berada.

Titi yang awalnya masih melihat-lihat suasana luar dari jendela sebelah tempat tidur sengaja berbohong. Titi membuat Jia mengaku bahwa Jia melupakan banyak hal termasuk masa lalu maupun, keadaan orang tuanya.

“Aku ... kehilangan jati diriku, Bi.” Titi membuat Jia menitikkan air mata karena Titi memang sangat mengasihani Jia. Di hadapannya, bi Tiyas yang sudah menaruh nampan berisi sarapan untuk Jia malah tersedu-sedu. Bi Tiyas memeluk Jia erat. Ia menyandarkan wajah Jia ke dadanya, layaknya seorang mama yang tengah menjadi support sistem untuk anaknya.

“Sepertinya ... sebentar lagi aku akan mengetahui beberapa informasi penting tentang Jia.

“Non harus kuat, ya ... Non harus kuat! Non berhak bahagia! Sudah, biarkan saja si mama.” Bi Tiyas masih tersedu-sedu.

Dari cerita bi Tiyas Titi akhirnya tahu. Bahwa pak Tomy bukanlah orang sembarangan. Pak Tomy merupakan orang sangat berpengaruh dan bi Tiyas sebut sebagai jendral. Singkat cerita, mama Jia dan bernama Jihan, selingkuh dengan pak Tomy. Sementara polisi Pram yang pangkatnya tidak lebih tinggi, mau tidak mau harus menerima.

“Sejak itu, emosi papa memang jadi enggak stabil. Kadang baiiiiiik banget! Namun juga sering serem banget! Bibi juga sebenarnya takut, tapi Bibi ingat Non Jia. Kasihan kalau Non Jia sendiri!” ucap bi Tiyas masih memeluk erat Jia.

“Berat. Kadang aku beneran bingung, kenapa hal semacam ini sampai ada di kehidupan nyata? Apakah ibu Jihan tipikal wanita matre yang haus kekayaan sekaligus kedudukan? Namun kenapa baik dia maupun polisi Pram, tetap saja mengorbankan anak?

1
Erina Munir
dasar tomy uedaan
Erina Munir
ya Ampuun bak makan buah simalakama titik
ayu cantik
suka
Maulana Akbar
di NT apa dimana
ayu cantik: novel echa syukur g ada
total 1 replies
Maulana Akbar
kok gak ada ya kak
Maulana Akbar
/Good//Good//Good//Good//Good//Ok/
Violet
Baca karya ini harus pelan diresapi jgn sampai ada yg ke skip ataupun salah baca karna bisa bikin bingung dgn proses alur ceritanya. Yg bikin merinding salut adl karakter perempuannya bermental kuat, tegar & ttp optimis.
Terima kasih utk karyanya Kak 🙏🏻💐
Sehat2 slalu & semangat utk karya terbarunya 💪🏼🥰
Vindy swecut
ditunggu kisah bian am titi dengan judul bru kak...semangat kak💪💪💪💪💪💪 msih penasaran banget am mereka😍😍😍
sweetie belle
ini judulny apa thor di kbm, gk nemu soalnya 😮‍💨
Nartadi Yana
waduh berarti yang perkosa Titi kakak nya satu ayah dong
Nartadi Yana
wah siapa yang naruh obat fimakana bian dan titi kan bisa dicek lewat cctv bukannya itu rumah makan milik mas Kim dan masih kerabat papa hasan
Erina Munir
balasan buat orang2 yg jahat
Yanti moets
ini gada lanjutan nya BIAN sama titi
Imama Islamiyah
saya suka semua cerita anda, menguras emosi
IG : @Rositi92❣️❣️🏆🏆💪🤲: Belum dibikin Kak. Syukur Elra ada di k b m ya. Sudah banyak bab
total 3 replies
Annie Soe..
Akhirnya tamat juga stlah bacanya kek di roller coaster, naik turun plus deg2an bacanya.
Good job thor, terus & tetap semangat berkarya..
Ayanih
Luar biasa
Rosmiati Ros
kak Ros, kok novel erla dan syukur di aplikasi sebelah sudah di hapus? terus novel erla dan syukur mau di tulis di mana?
Rosmiati Ros: saya tidak punya IG
total 2 replies
Ubed Cgm
syukur emang slalu baik pada siapapun .
Siscka Sari
bentar otak ku yang ngak bisa nyerna atau gimana sih kok gini to bingung jadinya
Dede Mila
baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!