NovelToon NovelToon
Nasib Gadis Peramal Miskin

Nasib Gadis Peramal Miskin

Status: tamat
Genre:Duda / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: Hasna_Ramarta

Karena hutang pada mantan kekasihnya dan biaya kuliah yang nunggak, Fahira terpaksa mencari sampingan dengan menyamar sebagai peramal.


Akhirnya lapak jasa ramalnya didatangi pelanggan pertama, dia seorang duda ganteng yang kaya raya. Sudah lima tahun menduda. Ternyata duda itu merupakan tetangga sebelah rumah kos-kosan Fahira yang sudah lama Fahira taksir.

Fahira akhirnya merencanakan sesuatu. Dengan menyamar sebagai peramal, dia menjerat duda itu.

Apa yang dilakukan Fahira sebagai Peramal palsu pada sang duda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Malam Pertama Mencengangkan

 "Jangan halangi," cegah Gelora seraya menyingkirkan tangan Faheera dari aset-asetnya. Gelora menatap lekat dan lapar sekujur tubuh Faheera dengan teliti dari atas sampai bawah.

  Kulit kuning langsat yang eksotis dengan tubuh proporsional. Sekujur tubuh Faheera seakan tiada cacat, mulus dan terawat. Ya, Faheera memang pandai merawat tubuhnya, meskipun dia miskin tapi dia selalu menjaga kebersihan tubuhnya selama ini.

  "Mulus dan menggairahkan. Faheera benar-benar sempurna," pujinya dalam hati seraya meraih Faheera dan membawanya ke atas ranjang.

  "Mas lampunya matikan saja," pinta Faheera seraya menutup asetnya dengan telapak tangan.

  "Tidak apa-apa, aku ingin melihat dirimu dalam keadaan terang benderang, kamu kan sudah jadi milikku. Jadi aku mohon, jangan banyak protes," sergahnya seraya mulai menaiki ranjang dan melepas baju yang melekat di tubuhnya.

  Tubuh atletis dengan dada sixpack terpampang nyata di depan Faheera sehingga Faheera berdecak kagum. Hal itu mengundang dugaan Gelora, bahwa Faheera memang sudah pernah melihat tubuh laki-laki tanpa tirai satupun.

  "Apa yang kamu lihat, sepertinya kamu tidak sabar dan sangat mengagumi tubuhku. Apakah ini pernah kamu lihat sebelumnya?" ujar Gelora dengan nada menuding. Faheera menggeleng dengan cepat, bahkan ini merupakan kali pertama dia melihat tubuh laki-laki full tanpa tirai.

  Hasrat lelaki Gelora semakin tertantang setelah ia melayangkan puluhan kali sentuhan untuk memberikan rangsangan pada Faheera.

  "Sepertinya ini tidak akan lama untuk memasukinya, lebih baik aku hentak saja dan langsung memasukinya," pikir Gelora sedikit jahat, karena dia menilai Faheera sudah tidak perawan lagi.

  Tanpa ba bi bu, Gelora memasukinya. Namun, seketika Faheera melengking kesakitan. Gelora menghentikan aksinya dan menatap Faheera dalam yang sedang kesakitan atas hantamannya.

  "Sakit, Mas. Heera takut, barusan sangat sakit," akunya diiringi tangis. Gelora tidak merespon, lalu dia kembali menunaikan aksinya karena hasratnya sudah tidak terbendung.

  Gelora berusaha keras memasuki hutan larangan milik Faheera yang benar-benar masih susah dia masuki.

  "Apa Faheera masih perawan, dia susah dijebol dan tiap terhentak sangat kesakitan. Reaksi ini menandakan dia masih belum tersentuh. Benarkah? Aku harus segera membuktikannya," gumam Gelora dalam hati, lalu kembali berupaya merenggut madu dalam diri Faheera.

  "Ahhhhhhhhhggggggkkkkkkkkggggggjjjjkkkkk."

  Lengkingan panjang keluar dari bibir Faheera seraya diiringi bulir bening dan isak tangis.Ini sungguh menyakitkan bagi Faheera, sebab ini pengalaman pertama baginya.

  Faheera berontak dan meminta Gelora berhenti. Namun tidak digubris dan tidak ada ampun dari laki-laki yang selama ini disukai Faheera itu. Gelora semakin melesakkan pusakanya lebih dalam, karena hutan larangan milik Faheera sangat kuat menjepit dan mencengkramnya.

  Gelora begitu menikmati, dia tidak henti menghentak dan mencumbu sekujur tubuh Faheera. Ini sungguh di luar dugaannya, Faheera memang benar-benar asli masih perawan. Dia lelaki pertama yang merenggutnya.

  Ronde pertama selesai, Gelora terkulai lemas setelah menikmati adegan panas yang berkali-kali melambungkan dirinya ke udara. Sementara Faheera menangis dan meringis, karena di bawah sana terasa linu dan nyeri, karena Gelora menyerangnya tiada ampun.

  Isak tangis itu kian kencang, karena demi apapun ini sangat sakit. Sakit Faheera bukan hanya fisik yang sudah berhasil digagahi suami sendiri. Namun sakit batin sekaligus, karena dia tahu Gelora memang menganggapnya tidak perawan.

  Faheera masih menangis dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut. Gelora bangkit dan iba mendengar Faheera menangis kesakitan.

  "Sudah, jangan menangis. Ini tidak akan lama sakitnya. Kalau kita melakukannya sering, rasa sakit itu akan hilang sendirinya. Sekarang, kita bersihkan diri bersama, ya." Gelora membujuk Faheera seraya mengurai selimut di tubuh Faheera. Dan pada saat mata Gelora melihat ke atas sepre, matanya tercengang penuh binar bahagia karena melihat noda darah segar di sana.

  Gelora memangku tubuh polos Faheera ke dalam kamar mandi dengan sangat bahagia, lalu dia letakkan di dalam bathtub.

  Faheera menangis sejadi-jadinya di sana sembari menutup tubuhnya dengan kedua tangannya.

  "Sudah, jangan menangis lagi," bujuk Gelora seraya menghidupkan air hangat ke dalam bathtub.

  "Heera mau mandi sendiri Mas, pergi." Faheera mengusir Gelora yang akan memandikan Faheera.

  "Kenapa? Kamu marah sama aku? Aku minta maaf, kalau ini ternyata yang pertama bagi kamu," ucap Gelora.

  "Pergi, Mas.Heera mau mandi sendiri," usirnya lagi sehingga Gelora mengalah dan keluar dari kamar mandi dengan perasaan aneh dalam dirinya.

Pagi hari,

  Suara kumandang adzan mulai terdengar di mana-mana. Faheera bangun dengan susah payah karena kini tubuhnya terasa berat karena tangan dan kaki Gelora melilitnya. Sejenak Faheera menatap lelaki yang dia cintai itu, tapi dengan cepat rasa kesal langsung menyergap.

  "Heera sudah membuktikan bahwa Heera masih belum terjamah sebelum sama kamu, Mas. Tapi dugaan kamu tentang Heera yang bukan perawan lagi, membuat hati Heera sakit," batin Faheera sedih, lalu dia bangkit dari ranjang setelah berhasil melepas pelukan Gelora. Faheera menuju kamar mandi untuk mandi dan berwudhu.

  Beberapa saat setelah Faheera ke kamar mandi, Gelora terbangun dan meraba samping tempat tidurnya yang sudah kosong.

  "Istriku ternyata sudah bangun dan ke kamar mandi," ujarnya sambil tersenyum. Tiba-tiba sebuah bunyi pesan WA di hape Faheera terdengar sehingga menimbulkan rasa ingin tahu Gelora.

  "Aku suaminya, aku berhak tahu isi chat dalam hapenya," bisik Gelora seraya meraih hape milik Faheera, lalu mulai membuka pesan itu yang ternyata dari Moya. Terlihat di sana nama Moya.

  "Heera apa kabar manten baru? Semoga bahagia, walaupun pernikahannya sederhana, yang penting elu bahagia sebab bisa menikahi laki-laki kaya dan dewasa yang sejak dulu elu taksir. Sabar ya Fa, biarkan dugaan mertua atau suami kamu yang tidak benar itu berlalu begitu saja. Setelah malam ini suami kamu akan sadar bahwa kamu bukan sisa orang lain. Padahal sudah gue bilang, lebih baik elu mundur. Lelaki kayak Mas Lora tidak sepadan sama elu."

"Nanti cerita dikit ya tentang malam pertama elu. Kata orang sangat menyakitkan. Sebab gue sebentar lagi menyusul. Nanti gue kasih undangannya, ya. Ngomong-ngomong, aku turut prihatin, sebab pernikahan pertama kamu dengan lelaki yang sejak dulu kamu sukai, sayangnya hanya digelar sederhana, padahal kamu bukan janda atau perawan sudah bolong. Oleh karena itu, aku minta maaf karena aku tidak datang ke pernikahan kamu yang sederhana itu?"

"Lalu setelah menikah, apakah elu tidak akan membuka praktek ramal lagi? Banyak yang nanyain elu via WA ke gue."

Deg, jantung Gelora tiba-tiba berdetak sangat kencang saat membaca pesan yang terakhir. Dia memikirkan makna pesan WA dari Moya itu.

"Praktek ramal? Maksudnya?" Kening Gelora mengkerut. Bersamaan dengan itu Faheera muncul dari kamar mandi, dan dia melihat Gelora sedang mengutak-atik hapenya.

"Kenapa Mas Lora membuka hape aku?" batin Faheera curiga.

1
Evy
Itu tandanya istri mu hamil Pak ..
Evy
Sedihnya...
Evy
Hanya salah paham saja...
Evy
Ternyata ada juga ya orang yang butuh di ramal...bukan hanya ramalan cuaca.Ramalan jodoh juga banyak peminatnya...
Nasir: Hehehehehh😄😄😄
total 1 replies
Suyatno Galih
Bki Pokal lagi km heera/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Suyatno Galih
pintar km lora, km iket heera dg anak dan waktu good
Suyatno Galih
faheera hamil ya
Nasir: Wahhh, mksh Kak udah mampir di karya lama sy. Love seIndonesia Raya buat Kakak.
total 1 replies
Suyatno Galih
sedih/Sob/, tinggal tnggu waktu km lora akan menyesal
Suyatno Galih
nah kan nah kan nah kan, jd perkoro,
Suyatno Galih
faheera cari perkoro rumit, knp nggak mt temani suami mlh lebih aman, jd msh nangis lagi
Suyatno Galih
bkan malah pesan di hp sj yg jd prasangka buruk faheera, km km nemui Faris wl cm byr utang tp km tdk ijin suami jg jd hal buruk oon/CoolGuy//CoolGuy/ce mslh dak mau ijin
Suyatno Galih
nyinyir ember rusak temen faheera ini, pake nanya praktek sgl
falea sezi
minggat iku gowo duwek. lah. tolol mikir harga diri heleh pret
Nyakti Usman
terharu
Nasir: Makasih Kak....
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!