Bagaimana rasanya berada di situasi dimana seorang pria memposisikan dirinya di antara dua pilihan, di satu sisi ia tidak ingin di cap sebagai anak durhaka dan selalu berusaha berbakti ke pada sang ibu, namun di sisi lain ia juga harus bersikap adil dan berusaha melindungi hak dan martabat sang istri, namun ternyata semua tak semudah seperti yang ia bayangkan, sebab ternyata sang ibu tidak menyukai wanita yang ia dipersunting sebagai istrinya, konflik yang terus terjadi di antara sang ibu dan istri membuat sang pria dilema dan frustasi, apa yang akan dilakukan sang pria agar ibunya mau menerima dan menghargai wanita pilihannya, dan akankah sang istri bisa bersabar dan bertahan, yuk kita cari tau bersama🤭🤭🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oktapia Jumiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15
Setelah kejadian dua hari yang lalu, Putra semakin menjaga jarak dan juga lebih waspada kepada Sari, bahkan jika sang Ibu meminta Putra berkunjung ke rumah dengan berbagai macam alasan, Putra akan mengajak Seina, meski awalnya sang Ibu tidak setuju, namun setelah perdebatan cukup panjang, Ima akhirnya setuju Putra datang bersama sang Istri, lagi pula Ima juga tak ingin di pandang jelek sama orang sekitar karena, ia tak ingin nama baiknya selama ini hancur jika orang sekitar terutama tetangga sekitar tau Ima dan Seina menantunya tak akur.
"Dek...besok lusa Ibu minta aku datang kerumahnya, katanya mau ngadain syukuran sederhana dirumah, kamu sama Riza juga ikut ya!" ucap Putra kepada sang Istri.
"Iya Mas, emang acaranya jam berapa ? Terus apa Sari bakal datang juga ke acara yang Ibu Buat!" jawab Sari balik bertanya.
"Kamu sendiri tau Dek jawabannya ! mana mungkin Ibu nggak ngundang dia," balas Putra menjawab.
"Iya juga ya, berarti Mas harus lebih hati-hati, jangan sampe Sari nyari-nyari kesempatan dan berhasil melancarkan aksinya kepada Mas, aku takut Mas jujur pasti Sari bakal menggunakan kesempatan di acara syukuran Ibu buat sesuatu agar tujuannya bisa tercapai, aku beneran nggak bisa tenang, apa kita mending nggak usah datang ya Mas," jawab Seina penuh rasa cemas.
"Hmm, kalau pun bisa tapi itu agak nggak mungkin Dek, kamu tau kan bagaimanapun ini acara Ibu yang buat, nggak mungkin aku anaknya nggak datang, apa yang bakal ibu pikirkan soal Mas. Mas juga nggak mau Ibu marah dan makin nggak suka sama kamu Dek, jadi kita harus datang, soal Sari kita bakal berusaha jaga diri dan saling mengawasi, kalau emang ada gelagat mencurigakan dari Sari kita meski bertindak, tapi tetep hati-hati, jangan sampe Sari atau Ibu tau, bisa buruk akibatnya, terutama bagi kamu Dek, dan Mas nggak mau sampe terjadi," ucap Putra memberikan penjelasan dan nasehat sekaligus.
"Iya Mas...Huh, bener kata Mas kita harus lebih waspada, aku bakal mencoba sabar dan menahan diri, karena jujur sampe hari ini kalau inget kejadian yang kemaren, pengen banget Seina mukul dan jambak tuh muka wanita ular," jawab Seina dengan wajah sendu bercampur marah.
"Sabar dek, ya udah Mas mau berangkat kerja dulu ya, Riza hari ini kebetulan liburkan jadi kita bisa keluar jalan-jalan nanti Mas bakal pulang lebih awal, sekalian belanja buat Ibu juga," ucap Putra penuh semangat.
"Beneran Mas, wah pasti Riza seneng banget, apalagi kita bertiga emang sekarang idah jarang banget pergi bersama buat jalan-jalan, biasanya aku sama Riza aja berdua yang pergi, Mas sih sibuk mulu jadi nggak ada waktu cukup kan buat kami, terutama Riza, kamu harus lebih banyak luangkan waktu sama Riza Mas, karena bagaimanapun Riza lagi butuh banget sosok kamu hadir dan ngabisin waktu sama Riza," jawab Seina dengan raut wajah sedikit kecewa.
Iya Dek..Mas bakal lebih sering pulang lebih awal, dan berusaha buat deket lagi sama Riza, aku minta maaf ya, kamu tau sendirikan Mas lagi sibuk, bener-bener sibuk, Mas harus bisa mengejar target terbaik setiap bulan agar Mas di akhir bulan bisa dpt bonus tambahan, kan semua Mas lakuin buat kamu berdua juga kan," jawab Putra mencoba memberi alasan.
Iya Mas...Aku paham kok, ya udah sana katanya mau kerja, nanti malah telat aku mau lanjut bersih-bersih, dan masak dulu buat Riza, nanti pas bangun pasti tuh anak langsung merengek minta makan," jawab Seina sedikit bercanda.
Hahahaha, iya udah Mas pergi , hati-hati di rumah, Mas berangkat kerja dulu Assalamu'alaikum," ucap Putra menjawab sembari pamitan.
* Di sisi lain*
Ima sekarang Tengah sibuk menyiapkan segala hal untuk persiapan menggelar acara syukuran dirumahnya besok lusa, Ima dengan serius mempersiapkan segala hal agar acara Syukuran yang ia buat berjalan lancar, di bantu Sari tentunya, Ima merasa sangat senang, karena Sari sudah mau direpotkan dalam mempersiapkan acara syukuran.
" beruntung banget ada kamu Sar, Ibu jadi nggak kebingungan buat minta tolong siapa, kamu tau kan kedua anak cewek ibu udah pergi jauh ikut suami mereka, Putra tau sendiri gimana sikapnya, tuh anak udah kayak kerbau kena tarik hidungnya, apa-apa meski izin dan ngasih tau istrinya dulu, ah...ngeselin," ucap Ima dengan tulus sekaligus mengumpat kesal.
"Sabar Bu..aku yakin bentar lagi Mas putra bakal sadar, dan kayak apa yang Sari omongin sama Ibu, Sari bakal berusaha agar Mas Putra mau sama Aku, jadi Ibu bisa tenang nantinya dan nggak akan kesepian karena aku bakal tinggal sama ibu, jadi doain Sari dan Mas Putra berjodoh ya bu, dan semoga semua bener terjadi," jawab Sari dengan wajah berbinar menatap wajah Ima.
"Pasti...pasti Ibu bakal dukung, Ibu juga berharap yang sama Sar, Ibu malah nggak sabar pengen kamu sama Putra beneran nikah, dan keinginan baik kamu buat tinggal bersama Ibu bakal terwujud, Ibu jadi nggak akan merasa kesepian lagi, jadi kamu jangan sungkan ya minta bantuan Ibu buat bikin kamu dan Putra punya kesempatan berdua, Soal Seina kamu tenang aja, ada aku," jawab Ima memberikan dukungan penuh.
Sari yang mendengar udah pasti bersorak bahagia, bagaimanapun Karena misinya buat dapetin Putra dua hari yang lalu gagal, membuat Sari sangat kesal dan marah, Sari sangat berharap kesempatan kali ini rencana yang akan ia lancarkan bisa berjalan lancar, dan nggak akan berakhir seperti kemaren.
Sari sudah menyiapkan beberapa rencana, jadi jika satu rencana gagal masih ada rencana yang lain, dan Sari akan pastikan Putra bakalan jadi miliknya, di acara syukuran nanti Sari akan melancarkan aksinya dengan baik, tentu dengan persiapan yang lebih matang juga.
Pokoknya kesempatan kali ini Aku nggak boleh gagal dan ceroboh kayak kemarin, aku yakin Mas Putra dan Seina bakal lebih waspada, namun karena Ibu pasti akan tetap membela aku, jadi aku bisa lebih tenang buat ngejalanin rencana aku yang sekarang, Aku bisa minta tolong Ibu buat bikin Seina dan Putra berpisah saat acara syukuran Ibu, kalau nggak gimana aku mau melancarkan rencana aku, Huh....sungguh merepotkan, pengen banget aku bunuh Seina sama kayak mantan suamiku dulu," monolog Sari dalam hati.
" Makasih Bu... Aku juga nggak sabar, semoga harapan Ibu ke Sari dan Mas Putra bisa bener-benar terjadi, Aku juga bakal berusaha buat bikin Mas Putra melirik aku, jadi kami bisa mencoba menjalin hubungan dan berakhir menikah nantinya, Ibu doakan saja yang terbaik" jawab Sari dengan mimik penuh pengharapan.
Iya Sar, Ibu pasti doakan yang terbaik buat kamu dan Putra, soal Seina biar jadi urusan Ibu, sekalipun Putra nggak mau menceraikan Seina, Ibu masih bisa maksa Putra buat jadikan kamu istri kedua, sekalipun cuma sebuah status kamu nggak keberatan kan Sar, biarlah Putra nikah sama kamu hanya di atas kertas yang penting kamu jadi nikah sama Putra dan kita bakal tinggal bersama di sini, kamu setuju kan, kamu mau kan Sar," jawab Ima meyakinkan.
"Pasti Bu, aku kan sudah bilang apapun mau Ibu aku akan coba nerima, lagian aku juga nggak maksa Mas Putra bakal ngajak aku tinggal bersama dengan mereka, yang penting aku punya status pasti, jadi nggak ada alasan buat aku untuk nolak tinggal serumah sama Ibu, orang juga nggak bisa lagi ngomongin aku di belakang, karena status aku udah jelas kan, jadi aku akan terima semua dengan lapang dada, Ibu tenang aja ya," jawab Sari dengan tegas.
" Bagus... Ibu seneng dengernya, ya udah sekarang kamu lanjut bantuin Ibu ya, kita masih banyak kerjaan buat persiapan acara syukuran nanti," jawab Ima dengan wajah bahagia.