Merasuki tubuh Logan, seorang pria lumpuh yang tak berdaya, sang karakter utama diberikan misi oleh sistem untuk membalaskan dendamnya agar ia bisa kembali ke dunia asalnya!
Merasa bahwa dia memiliki orang-orang penting yang menunggunya, sang karakter utama pun menyanggupi misi tersebut dan membalaskan dendam Logan menggantikan dirinya!
Dibantu oleh sistem, Logan pun menapaki jalan balas dendam!
Mampukah sang karakter utama menyelesaikan misi dari sistem dan memenangkan balas dendamnya?
* Karya ini hanya fiksi belaka, jangan meniru adegan apa pun yang ada di dalamnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fat Kitten, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 Mobil Sport
Siapa pun yang melihat ekspresi Logan saat ini, pasti akan mengerti tentang betapa marahnya dia atas apa yang diucapkan oleh adik iparnya barusan.
Meskipun Logan masih duduk di kursi rodanya, tetapi ditatap dengan wajah seperti itu jelas menggetarkan nyali Liam yang sama sekali tidak menyangka jika Logan bisa membuat wajah seperti itu.
Di dalam benak Liam, Logan adalah seorang pria menyedihkan yang tidak bisa apa-apa selain duduk dan menerima belas kasihan kakak perempuannya.
Bahkan sampai detik ini, Liam tidak pernah menganggap Logan sebagai kakak iparnya.
Namun sekarang, orang yang selalu diremehkannya itu, telah membuatnya merasakan rasa takut yang belum pernah dirasakannya.
Liam tahu bahwa Logan tidak akan bisa melakukan apa pun padanya, karena dengan kakinya yang lumpuh, akan mustahil bagi dia untuk bangun dan menghajarnya lagi. Tapi, pukulan yang baru saja dilayangkan Logan ke pipinya, masih jelas terasa di wajahnya dan meninggalkan efek shock therapy terhadap dirinya.
[Ding!! 15.000 poin (+5.000)]
Mendengar notifikasi itu, Logan yang masih mempertahankan ekspresi geramnya, merasa senang di dalam hati.
Bagi Logan, ini adalah kesempatan besar baginya untuk memanen poin sebanyak-banyaknya. Apalagi, kondisi mental adik iparnya itu sedang tidak stabil karena perasaan takut yang menyelimutinya.
Berniat menggertak, Logan memajukan kursi rodanya secara perlahan mendekati Liam.
[Ding!! 20.000 poin (+5.000)]
Didekati secara tiba-tiba, Liam tersentak dan tanpa sadar menjauhkan dirinya dari Logan.
Namun, Logan tidak berhenti dan terus menggerakkan kursi rodanya untuk mendekatinya.
[Ding!! 25.000 poin (+5.000)]
Melihat bahwa Logan tidak berniat berhenti, Liam pun semakin panik dan pikirannya mulai tidak tenang.
"Aaahh! Aaahh! Menjauhlah dariku!!"
[Ding!! 30.000 poin (+5.000)]
[Ding!! 35.000 poin (+5.000)]
[Ding!! 40.000 poin (+5.000)]
Ketika Logan terus melajukan kursi rodanya dan Liam bergerak mundur hingga mendekati pintu, pada saat itu juga ia menghasilkan pundi-pundi poin yang begitu derasnya.
Dari luar, Logan tidak menunjukkan ekspresi apa pun dan tampilan wajahnya masih sama seperti sebelumnya.
Namun dari dalam, Logan tertawa jahat dan merasa sangat puas karena ia bisa menghasilkan puluhan ribu poin hanya dari menggerakkan kursi roda miliknya.
Menyadari bahwa dirinya telah mengesot sampai ke ambang pintu, Liam pun mulai berpikir untuk melarikan diri secepatnya dari sana.
"Ah, itu dia!"
Pada saat itu, Liam mengingat apa yang diinginkan Logan darinya.
Merogoh saku di balik jas yang dikenakannya, Liam mengeluarkan sesuatu dan melemparkannya ke arah Logan.
"Itu! Aku sudah mengembalikannya padamu!"
Mengatakan itu, Liam langsung berdiri dan berlari terbirit-birit meninggalkan rumah Logan.
[Ding!! 40.500 poin (+500)]
[Ding!! 41.000 poin (+500)]
[Ding!! 41.500 poin (+500)]
[Ding!! ... ]
[Ding!! ... ]
Meskipun Liam telah lari menjauhi rumahnya, tetapi notifikasi poin darinya masih terus mengalir tiada hentinya.
Melihat pemandangan itu, Logan tidak bisa untuk terus menahan senyumannya lagi.
Jika dia bisa, Logan ingin segera bangun dan melompat untuk merayakan kemenangannya itu. Tapi sayangnya, dia masih harus berakting pura-pura lumpuh. Jadi, satu-satunya hal yang bisa dia lakukan adalah melebarkan senyuman di bibirnya.
Rasa suka cita Logan semakin menjadi ketika ia melihat barang yang dilemparkan Liam padanya.
"Oh, inikah kuncinya?"
Apa yang dipegang di telapak tangannya adalah sebuah kunci mobil dengan logo pabrikan yang menempel di atasnya.
Dalam ingatan yang Logan lihat, ia tidak menemukan gambaran dari mobil sport yang dimilikinya. Satu-satunya hal yang pemilik tubuh aslinya tahu adalah fakta bahwa dia memiliki mobil dan itu telah dijual oleh istrinya, tetapi wujud dari mobil itu sendiri tidak pernah ada di dalam ingatannya.
'Mungkinkah ini adalah bagian dari ingatannya yang hilang?'
Menggumamkan itu, Logan berpikir bahwa itulah alasannya.
'Haruskah aku lihat mobil macam apa yang dimiliki oleh pemilik tubuh asli?'
Dengan pikiran seperti itu, Logan menggerakkan kursi rodanya dan menuju ke halaman rumahnya.
Di sana, sebuah mobil sport terparkir tepat di pinggir jalan di depan rumahnya.
'Wow! Bukankah itu Lamborghini Aventador?!'
Pada saat Logan mengamati mobil yang terparkir di sana, ia melihat bahwa itu adalah mobil yang secara bentuk menyerupai mobil yang ada di dunia asalnya.
Namun, nama dan merk mobil tersebut berbeda dari apa yang disebutkannya.
Di sekitar rumah Logan, banyak warga berkumpul untuk melihat pemandangan yang jarang mereka lihat di mana ada mobil mewah yang terparkir di jalanan.
Beberapa anak-anak menunjukkan ekspresi terpukau pada penampilan mobil tersebut sementara yang lainnya sedang sibuk mengambil foto.
Tidak ingin mengganggu kesenangan masyarakat sekitar, Logan pun memutuskan kembali ke dalam rumahnya.
/Bye-Bye//Cleaver/