“Kupikir kau akan memperjuangkanku.”
menikah dengan orang yang amat vivi benci , karna perjodohan yang sudah dilakukan sebelum dia lahir akankah keduanya akur , ikuti ceritanya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viviana Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15
Setelah memindahkan makanan kedalam piring, Vivi dan suaminya kini tengah makan dengan keadaan hening , Vivi makan sambil memainkan hp nya ,
sedangkan Dicky sibuk dengan pikirannya yang entah sedang memikirkan apa , sesekali dia melihat wajah istrinya yang berada di depannya ‘cantik’ itu lah kata yang sanggup mewakili isi kepalanya saat ini saat melihat wajah istrinya,
Vivi sudah selesai makan terlebih dulu , dia membawa piring kotornya ke wastafel , kemudian mencuci nya , canggung itu sudah pasti , “ apa disini tidak ada pembantu untuk membersihkan rumah” tanya vivi , karena dia merasa tidak enak saat harus diam seribu bahasa saat bersama suaminya
“ ada , tapi mereka hanya datang pas pagi untuk membersihkan rumah” ucap dicky , sambil membereskan piring kotornya , membawa ke wastafel di mana kini istrinya berdiri “kau tak perlu cuci piring , biarkan saja besok mereka yang bersihkan” imbuhnya , sambil menaruh piringnya , kemudian berjalan kearah dispenser “kau mau minum?” tawarnya pada istrinya yang mengekor di belakangnya
Vivi mengangguk mendengar pertanyaan suaminya , dia menerima segelas air yang diberikan oleh suaminya ,
“ ciuman secara tidak langsung” ucap Dicky saat melihat istrinya meminum air pemberiannya
Uhuk uhuk
Vivi terbatuk batuk saat mendengar ucapan suaminya “ dasar mesum” umpatnya , dengan tatapan tak senak
Dicky hanya terkekeh mendengar umpatan istrinya , kemudian dia meninggalkan istrinya begitu saja .
Saat ini dicky sudah mengganti pakaiannya dia berniat pergi ke mall untuk mencari bahan makanan atau yang lainnya untuk keperluan mereka
“ mau ke mana?” tanya vivi saat melihat suaminya sudah berpenampilan rapi
“ mau belanja keperluan kita, mau ikut dari pada disini sendirian” ajak dicky pada istrinya yang sedang asik nonton drama korea
Vivi berpikir sejenak “baiklah aku ikut” ucap vivi , “tunggu sebentar” imbuhnya kemudian berjalan masuk ke dalam kamar
Beberapa saat kemudian Vivi sudah siap dengan penampilannya yang cukup membuat suaminya melongo saat melihatnya “ayo , ngapain bengong” ajak Vivi
Dicky menelan ludah melihat penampilan istrinya yang hanya menggunakan kemeja kebesaran panjangnya menutupi paha dengan lengan sedikit dilipat , rambutnya di sanggul begitu saja , bibirnya teroles lipstik warna pink , “ sebentar , apa kau tidak mau pakai pakaian yang lain saja?” ucapnya , dicky selama ini memang sering melihat wanita menggunakan pakaian seperti itu , namun melihat istrinya yang memakai tentu dia keberatan istrinya dilihat oleh pria lain dengan menggunakan pakaian seperti itu.
“ emangnya kenapa , aku rasa penampilan ku ok ok aja” ucap vivi sambil berputar memperlihatkan penampilannya pada suaminya “lagian aku males yang mau cari baju lagi” imbuhnya
“ istri ku kau mau ganti baju sendiri apa aku yang bantu kamu gantiin baju” bisik dicky , dengan nada menggoda
Vivi menggidik mendengar ucapan suaminya “ hemzz dasar mesum” ucapnya kesal ,kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar
“ingat pakai pakaian yang lebih tertutup” ucap dicky , sambil terkekeh melihat tingkah istrinya
“ sekalian aja suruh pakek mukenah” sahut vivi sebelum menutup pintu kamar
※mall
Kini mereka sudah berada di tempat sayur dan buah buahan , troli mereka hampir penuh setelah mengambil barang barang yang mereka perlukan , kemudian mereka mengambil beberapa sayuran , dan beberapa jenis buah ,
“ ayo ke tempat daging” ajak vivi pada suaminya , “ kamu sering belanja disini”tanya vivi berjalan beriringan dengan suaminya ke tempat daging
“ enggak ini baru pertama kalinya” jawab Dicky , selama ini Dicky hidup sendiri di apartemennya dia lebih sering pesan makanan di kuar atau makan di luar.
“ emz, kamu mau apa ayam apa daging sapi?”tanya vivi sambil melihat daging yang berada di dalam kulkas ,
“ ambil aka dua duanya” jawab dicky sambil melihat istrinya yang antusias memilih antara ayam dan daging sapi
“baik lah” kemudian dia mengambil danging sapi dan juga daging ayam , “oh ya persediaan telurnya masih asa gak, sekalian beli”
“ cuman tinggal 3 butir” ucap dicky
Mereka membeli semua yang mereka perlukan untuk kebutuhan 1 minggu ke depan agar mereka tidak membuang buang waktu untuk belanja.
bersambung