NovelToon NovelToon
Cahaya Sang Rembulan

Cahaya Sang Rembulan

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Diam-Diam Cinta / Percintaan Konglomerat / Selingkuh / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: yourlovaaa

Jgn lupa follow ig Ltvianagusani ya💜
Kiran yang begitu menyukai Aksa, ia akan melakukan hal apapun untuk mempermalukan orang tersebut. Kiran dan Gengnya terkenal sangat suka membully di Sekolah SMP PANCADHARMA.

Kedatangan Nadine sedikit membawa perubahan kepada 2 teman dekatnya. Nadine merupakan siswa pindahan dari Sekolah SMP luar negeri, gadis cantik nan lembut ini memiliki sifat tidak tegaan dengan oranglain. Sehingga, meskipun terbilang gadis yang baik, namun Nadine tidak bisa mentolerir sifat yang menurutnya diluar batas.

Sementara itu, Aksa yang merupakan pewaris dari Perusahaan Adhitama, ayah dan ibunya menjodohkan Aksa dengan anak dari teman orangtuanya. Lantas, apakah Aksa akan menerima perjodohan tersebut? atau Aksa akan menikah dengan siapa nantinya? Biar gak penasaran yokk ikuti smpai selesai ceritanya🤗💐

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yourlovaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 15 : Tiada hari tanpa berantem

Bagian 15 : Tiada hari tanpa berantem

Setelah pamit kepada mereka, Ansell pun menuju kembali ke Rumah Sakit.

Selesai memakirkan mobilnya, Ansell pun ikut bergabung kembali dengan keluarga dan teman-temannya.

“Ayah Bunda,, Paman sama Bibi dimana?.” tanya Ansell

“Paman sama Bibi kamu lagi liat kakak kamu di dalam.” jawab Ibunya

“Ohhh,, Ayah Bunda udah ngeliat kak Aksa juga?.”

“Belum sayang,, Paman sama Bibi kamu juga blum lama ini masuk ke dalam ruangan. Kakak kamu juga udah sadar.”

“Syukurlahh. Jadi kita gantian ya lihat kak Aksa.”

“Iyaa sayang,, gantian ya.”

Mereka pun bergantian masuk kedalam ruangan untuk melihat kondisi Aksa. Setelah Ayah dan Bunda Ansell melihat kondisi Aksa, Ansell, Alvaro dan Andra pun masuk bertiga.

“Var, Ndra, yokk.” ujar Ansell

Mereka bertiga pun masuk kedalam ruangan untuk melihat keadaan dari sahabat mereka tersebut.

“Napa pake celaka segala sih?. Ngerepotin aja lo.” ucap Ansell sambil bercanda kepada Aksa

“Dihhh, yang nyuruh lo datang kesini juga siapa? Gue gak butuh lo.”

“Yakin lo gak butuh gue? Kalau gak ada gue gimana Paman sama Bibi tahu lo celaka? ckkk.”

“Udahh woyy!! Astagaa, biar dalam keadaan gini lo juga masih ngeladenin Ansell yang nyebelin Ksa?.” ucap Alvaro

“Gak tahu, gak dimana berantem mulu nih bedua. Lo juga Nsell, sepupu lo sakit bukannya di baik-baikin malah diajak gelut astagaa..” tambah Andra

“Gak gelut gak asikk wirrr.”

“Bilang aja kalo lo rindu sama gue.” ujar Aksa

“Dihhh geer banget lo jadi orang.”

Orangtua Aksa yang mendengar perdebatan kecil kakak adik sepupuan tersebut hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya karena sudah tak heran dengan sikap anak dan keponakan mereka.

“Udah-udah,, kalian nih ya. Dari kecil sampai sekarang masih aja berantem terus, mau sampai kapan berantem terus? Apa sampai punya istri dan anak juga bakalan berantem terus?.” ucap Ibu Aksa

“Keknya gitu Tante, berantemnya mereka aja gak kenal tempat apalagi umur.” celetuk Andra

“Mugkin sampai punya cicit mereka juga bakalan berantem terus.” tambah Alvaro

“Hahahahaha..” tawa mereka serentak

“Sttt,, jangan ribut.” tegur Ayah Aksa dengan lembut

“Yaudah Mama Papa keluar dulu ya sayang, kamu sama mereka dulu.” ucap Ibu Aksa

“Iyaa Mah.”

Ketika Ayah dan Ibu Aksa keluar ruangan, Ansell membisikan sesuatu kepada Aksa.

“Lo mau tahu sesuatu gak?.” tanya Ansell

“Apaan?.”

“Lo mau tahu siapa yang bawa lo ke Rumah Sakit gak?.”

“Ngapain gue cari tahu, kan lo yang bawa gue kesini.”

“Gak. Bukan gue, tapi oranglain.”

“Alvaro sama Andra?.”

“Bukan mereka berdua juga.”

“Yang bener aja lo?.”

“Iyaa bener, tanya aja sama mereka berdua.”

“Var, Ndra, emang bener bukan kalian yang nganterin gue ke Rumah sakit?”

“Bukan Ksa,, bukan kita berdua.” ucap Andra

“Malah kita datangnya terlambat.” tambah Alvaro

“Terus siapa emangnya?.” tanya Aksa penasaran

“Pasti kalo gue bilangin, lo bakal bilangin gue ngada-ngada sama gak jelas. Udahlah lupain aja, males gue.”

“Si @nyingg,, lo emang bener-bener ngeselin ya. Sumpah gue gak suka sepupuan sama lo.”

“Udah terima takdir aja kalo kita sepupuan. Hahaha.”

“Sana, gue gak mau cerita sama lo lagi.”

“Ceritanya ngambek nih ya. Yaudah gak gue kasih tahu kalo gitu.”

“Ya Allah. Hamba bunuh adik sepupu hamba, kira-kira dosa gak ya.”

Mereka yang mendengar keluhan Aksa pun langsung tertawa kecil.

“Sabar Ksa, sabarr. Hahaha.” celetuk Andra

“Kuatin iman lo Ksa, terkadang iblis juga nyebelin.” tambah Alvaro

“Heh!! Enak aja nyamain gue sama iblis. Gini-gini gue juga tampan kali.”

“Dihh sok iyee.” ucap Aksa

“Masih penasaran gak nih?.” tanya Ansell kembali

“Yaudah begoo. Cepet kasih tahu gue siapa yang bawa gue kesini.”

“Kalo gue gak ngasih tahu, lo mau apa?.”

“Sumpah,, beneran gue bunuh lo kalo kekgini. Gak peduli gue Tante sama Om kehilangan anak mereka, seenggaknya gak ada yang buat gue nyebelin tiap detik.”

“Hahaha. Okey-okey, terus kalo gue ngasih tahu, lo mau apa sama orang tersebut?.”

“Maksudnya?.” tanya Aksa keheranan

“Yang bawa lo kesini gak beda jauh umurnya sama kita, hebatkan dia?.”

“Emangnya dia siapa? Cowok apa cewek?.”

“Nah makanya gue tanya dulu. Kalo gue ngasih tahu ke lo, lo bakalan mau apain tuh orang?.”

“Yang pastinya gue bakalan ngucap Terima Kasih lah.”

“Hallahh,, itu doang? Dibawah umur kita loh yang nolongin lo, masa iya dia cuma dikasih ucapan Terima Kasih doang?.” goda Ansell

“Huffttt. Yaudah, kalo dia cowok bakalan gue angkat jadi adik angkat gue, seenggaknya posisi lo bakalan digantiin. Males gue punya adik nyebelin kek lo.”

“Hahaha,, iya-iyaa, terus kalo dia cewek mau lo apain?.”

“Gue jadiin cewek gue.” ucap Aksa bercanda

“Janji?.”

“Iyaa, kalau bisa gue jadiin istri gue.” ucap Aksa kembali bercanda

“Bener ya, Jangan bohong lo.”

“Eh ngomong-ngomong ceweknya cantik apa kagak?.”

“Dihh tahu lo bule tampan, tapi gak harus milih fisik juga bangs4t.”

“Hahaha becanda,, emang yang nolongin gue cowok apa cewek sih?.”

“Cewek Ksa.”

“Hah? Yang bener aja lo?.”

“Iyaa Ksa. Lo udah janji yee.”

“Hehh, jangan dianggap serius ya. Tadi itu gue cuman bercanda doang.”

“Affa iyaahh kaks?.” celetuk Alvaro

“Mang eaakkk.” tambah Andra

“Hahahaha, jadi bener nih dijadiin istri?.” tanya Ansell

“Berchandyaa,, berchhaannddyyaaaa..” jawab Aksa

“Ketar ketir kan lu. Hahaha.”

“Iyalahh, mana tahu yang lo bilang cewek jarinya ada empat belas.”

Mereka yang mendengar itupun seketika tertawa semua

“Hahaha,, bangk3. Aksa bener-bener lo ya.” ucap Alvaro

“Hahaha kali aja gitu kan.”

“Bener Ksa, yang nolongin lo jari tangannya 12, jari kakinya 14, terus botak.” ucap Ansell

“Jan ngadi-ngadi lu ya.”

“Hahaha takut juga.” celetuk Andra

“Yang bener aja lu pada mau ngejodohin gue sama orang kekgitu. Tega bener lo ya Ansell sama kakak sepupu lo.”

“Hahaha, nggak lah. Gue juga bercanda kali, masa iya gue dapat kakak ipar begitu.”

“Bjirrr, ngatain gue pilih fisik nyatanya lo juga sama yee.’

“Cewe be like : pria mana lagi yang harus gue percaya.”

“Hahahaha” tawa mereka secara bersamaan

“Hahaha tau aja lo. Jadi siapa nih yang bawain gue ke Rumah Sakit?.”

“Mau tau aja apa mau tau banget?.”

“Mulai lagi bjirr, udah mulai ngeselin.”

“Hahaha iyaiyaa. Nadine yang nolongin lo.” ucap Ansell

“Hah? Yang bener aja lo? Jangan ngadi-ngadi yee.”

“Tuh kan? gue bilang juga apa, ini gue ngomong yang sejujurnya ya bego.”

“Emang bener dia yang nolongin gue?.”

“Iyaa Aksaaaa, sumpah gue gak bohong.”

“Dia tahu gue celaka gimana ceritanya?.”

“Yang gue tahu, gue cuma ditelfon sama Nadine buat ngasih tahu lo kecelakaan. Sisanya nanti tanya aja sendiri sama orangnya langsung.”

Sejenak Aksa hanya terdiam, dalam diamnya ia tidak percaya jika yang menolongnya ketika mengalami kecelakaan adalah Nadine.

“Nadine? dia tahu gue kecelakaan gimana ceritanya? Mau nanya langsung tapi gue keburu gengsi lebih dulu.” batin Aksa

“Emang lo gak tanya sama dia gimana ceritanya dia tahu gue celaka?.”

“Belum, gue belum nanya sih.”

“Yaudah tanyain sama dia kalo gitu.”

“Dia dia, Nadine bego. Dia punya nama.”

“Iyaa maksud gue Nadine.”

“Yaudah sono, tanyain aja sendiri. Gue panggilin Nadine ya.”

“Hah? Emang Nadine disini juga?.”

“Hah heh hah heh, bengong aja lo. Emang Nadine disini lah, gimana ceritanya dia yang nganterin lo ke Rumah Sakit tapi yang nungguin oranglain? Emang lo berharap siapa yang nungguin lo? Kiran and the kah?.”

“Dihh sotoyy amatt lo jadi orang, mending gue ditungguin cewe yang jarinya empat belas ketimbang ditungguin Kiran.”

“Hahaha, yaudah gue panggil Nadine sama teman-temannya ya. Gantian juga sama mereka bertiga.”

“Bertiga? Siapa aja?.”

“Nadine, Azelle sama Sherly.”

“Ohh,, biar Alvaro sama Andra aja yang keluar. Lo tetap nemenin gue sama mereka.”

“Yaudah, gue panggil mereka dulu ya.”

“Iya.”

Ansell pun pergi keluar untuk menemui Nadine dan teman-temannya.

“Nadine, Azelle, Sherly, kalian mau lihat kak Aksa juga nggak?.”

Azelle dan Sherly hanya melihat kearah Nadine.

“Nad? lo mau ngeliat juga?.”

“Emm boleh dehh.”

“Yaudah ayoo.” ajak Ansell mengajak masuk mereka bertiga

Mereka bertiga pun masuk kedalam ruangan mengikuti Ansell yang berada di depan mereka.

Ketika mereka bertiga masuk, Aksa pun langsung melihat ke arah mereka. Namun di dalam hati Aksa, ia masih bertanya-tanya apakah memang Nadine yang menolongnya.

“Ini bener dia yang nolongin gue? atau ini cuma candaan Ansell doang? Ansell kan ngeselin orangnya.” batin Aksa

“Aksa, nih mereka bertiga juga mau ngeliat lo.” ujar Ansell

Aksa pun hanya tersenyum kecil kepada tiga gadis cantik yang berada di depannya.

“Apa gue tanya aja ya?. Eh gak dulu dehh, dia juga orangnya ngeselin sama kek Ansell.” batin Aksa kembali.

Meskipun diliputi rasa penasaran akan berbagai pertanyaan dalam dirinya, Aksa tetap saja ingin mencari tahu apa benar yang menolong dirinya pertama kali ketika ia celaka adalah Nadine atau bukan.

“Sumpah, rasa ingin tahu gue menggebu-gebu. Gue tanya aja kali ya, eh tapi tanya cuma dua orang aja dehh. Eh kalo gue tanya cuma antara gue sama dia, pasti Ansell bakal aneh-aneh lagi, yaudah gue tanya aja dehh. Kali ini gue mengalah sama keegoisan gue dulu.” batin Aksa

“Hai Kak Aksa..” sapa Azelle dan Sherlly

“Hai juga.” balas Aksa sambil sedikit tersenyum

Ketika berada disamping Aksa, teman-temannya menyapa Aksa yang sedang terbaring diranjang pasiennya. Sementara Nadine hanya diam saja tanpa menegur Aksa.

“Tuhh kan, sok cuek banget nih cewek. Okeii,, sabar Aksa,, sabar.. Jangan sok cuek juga, kali ini lo bakal nanya sesuatu sama dia.” batin Aksa

“Ehemm,,” Aksa berpura-pura berdehem untuk menegur Nadine yang hanya terdiam.

Melihat Aksa yang berdehem, Nadine hanya melihat tanpa ekspresi apapun. Sementara Ansell segera mengambilkan air untuk diminum Aksa.

“Napa lo? Nihh, minum dulu.” ucap Anselll sambil memberikan air minum untuk Aksa

“Gak, gak perlu.” bantah Aksa

“Dihh. Yaudah, gak usah minum kalo gitu.”

“Ansell, mulai dehh. Kak Aksa masih dalam keadaan gini aja lo masih ngajak Kak Aksa ribut?.” tegur Azelle

“Anaknya kan emang b@ngs4t Zell.” celetuk Ansell

“Tuh kan, sebernarnya yang ngeselin tuh Aksa Zell, bukan gue.” bantah Ansell untuk membela dirinya

“Kalian sama aja.” ucap Nadine

Teman-temannya yang mendengar apa yang baru saja dikatakan Nadine, mereka pun melihat ke arah Nadine. Sementara Aksa tidak begitu menghiraukan perkataan Nadine.

Nadine yang daritadi hanya terdiam, tiba-tiba membuka suara ketika mendengar perdebatan kecil diantara mereka. Aksa yang mendengar apa yang baru saja dikatakan Nadine pun segera mengambil kesempatan untuk bertanya kepada Nadine.

“Mm, Heh beneran lo yang nolongin gue?.” tanya Aksa

Azelle, Sherly dan Ansell yang pertama kali melihat seorang Aksa menyapa lebih dulu kepada lawan jenisnya membuat mereka bertiga sedikit kaget.

“Hah heh hah heh, gak sopan banget lu ya.” tegur Ansell

“Ya, maksud gue.. Nadine, beneran lo yang nolongin gue pas kecelakaan tadi?.” tanya Aksa kembali

“Yaa.” Jawab Nadine singkat

Mereka bertiga yang melihat percakapan singkat diantara mereka bertiga pun hanya bisa saling ketawa kecil.

Terlebih lagi yang membuat mereka terkejut adalah dimana pertama kali Aksa mengucapkan Terima Kasih kepada seseorang yang telah menolongnya. Jika biasanya kebanyakan yang mengucapkan Terima Kasih untuk Aksa, tapi kali ini Aksa lah yang mengucapkan Terima kasih.

“Ohh,,.”

“Ohh doangg? Bener-bener lo ya.” tegur Ansell kembali

“Iya-iyaa. Nadine, Terima Kasih ya.” ucap Aksa

“Sama-sama.”balas Nadine

1
خد بيدي
geregetan banget Kulo Nang geng nya Kiran 😤
🧕🏻.
nextt, semangatt thorr🔥🔥
🧕🏻.
Rese bener kyla sma aurell:v
?
semangat thor
?
ini sebenarnya bgs banget ceritanya tapi authornya lama banget up nya 🥲
it'smee_viaaa: i'm sorry🥺 sekarang lagi banyak uas nya, ini juga baru selesai buat naskah drama untuk pemenuhan nilai uas🥲 jadi belum sempat buat novel, tapi besok bakal up bagian 25 nya kok💐💜
total 1 replies
?
semangat thor, di tgg up nya tapi jangan lama' kasian aku nunggu lama🥲
?
tgg up nya😁
?
semangat thor
it'smee_viaaa
besok malam bakal di up lg ya My Lovaaa🥰 malam ini Thor mau fokus belajar dulu, besok UAS jadinya fokus ke kuliah dulu🥺 doain semoga lancar ya buat UAS nya besok:")
?
di tgg UP nya, tapi jangan lama' karna penasaran bgt dgn kelanjutan nya🥺
?
semangat thor🔥
Erni Fitriana
langsung aku tandain....up nya yg rajin y thor...biar kita gak pinisirin😁😁😁😁aku yakin ini crita bagus
it'smee_viaaa: terimakasih atas dukungannya kak😍🥰 maaf banget ya jarang up, soalnya banyak banget tugas kuliah😭 tpi aku bakal usahain kok buat up terus🤗
total 1 replies
Mimi Bausin
lanjut lagi
Thunder
lanjukn
Thunder
keren
Thunder
lanjutkn
Thunder
luar biasa
Thunder
wow
Thunder
lanjt
Mimi Bausin
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!