Katanya cinta tak memandang status, pangkat, harta dan usia. Tapi bagaimana jika usia kita terpaut sangat jauh?
Aku ingin mencintaimu sebagai kekasihku bukan mencintaimu sebagai anak ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sena judifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 Ayu Kinasih
"Arya, kumohon kamu jangan pergi meninggalkanku!" Ayu Kinasih terisak sedih.
"Aku nggak sanggup jika harus melihatmu bersanding dengan Hamas di pelaminan, Yu!" Lirih Arya.
"Aku pergi bersama keluargaku ke kota! Jika suatu hari kamu tak bahagia dengan pernikahanmu kembalilah padaku karena aku masih sangat mencintaimu, Yu!" Bisik Arya seraya memeluk Ayu Kinasih.
Akhirnya dua kekasih itu saling terpisah jauh. Ayu membina rumah tangga bersama Hamas walaupun dia sama sekali tak bisa melupakan cinta masa lalunya sementara Arya terus berjuang untuk mengangkat derajat keluarganya akhirnya sedikit demi sedikit bisa merubah nasib.
Dan Sri Kanti yang tak pernah putus asa terus berusaha mendekati Arya. Tetapi Arya Wisesa yang sudah terlanjur tertutup pintu hatinya selalu menolak Sri Kanti sehingga menimbulkan dendam di hati Sri Kanti pada Ayu Kinasih yang dia anggap karena Ayu lah maka Arya selalu menolaknya.
"Kenapa sih mas? Apa karena Ayu maka mas Arya selalu menolak ku?" Tanya Sri Kanti seraya memeluk Arya.
"Lepaskan Sri, jangan begini...nggak enak sama Adam, kalian sebentar lagi akan menikah!" Jawab Arya menepis tangan Sri Kanti lalu pergi meninggalkan wanita itu.
5 tahun kemudian...
"Diah...jangan bawa Denok main terlalu jauh, romo tidak bisa mengejar!" Teriak Hamas.
Uhuk...uhuk
Hamas menyeka sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.
"Romo kenapa? Romo sakit? Teriak Diah seraya mendatangi romonya.
"Ibu...ibu, romo jatuh bobo di tanah!" Teriak Diah yang kala itu sudah berusia 4 tahun dengan panik.
"Mas, kan sudah Ayu bilang...kalau sakit di kamar aja jangan memaksakan diri kan kalau sudah begini repot jadinya!" Teriak Ayu dari ambang pintu.
"Sebenarnya Hamas sakit karena tekanan batin yang dia rasakan. Menikah dengan gadis sekaya orang tua Ayu bukan membuatnya bahagia malah membuatnya tertekan apalagi dia mengetahui jika Ayu masih sering menemui Arya mantan kekasihnya.
Kesakitannya bertambah saat suatu malam dia mendengar percakapan Ayu dan Arya bahwa Ayu kini hamil anak Arya semakin membuat sakitnya Hamas semakin parah.
Sri Kanti yang melihat keadaan kakaknya jadi bertambah membenci Ayu.
"Keterlaluan Ayu, mas Hamas itu kurang baik dan pengertian apa lagi sebagai seorang suami!" Geram Sri Kanti.
"Jo...Parjo...cepat teleponkan dokter Rinto!" Teriak Ayu.
Dokter Rinto adalah ayah dari dokter Rino sahabat Dodi.
Hamas tergeletak lemas di atas pembaringan. Wajahnya pucat pasi.
"Jantung suami kamu ini sangat lemah, Yu...sebaiknya kita biarkan dia beristirahat dulu!" Kata dokter Rinto sehabis memeriksa keadaan Hamas dan memberikannya obat.
"Hamas ini tidak bisa banyak pikiran, Yu! Jika dia terlalu menanggung beban berat maka penyakit jantungnya kambuh kembali dan ini sangat berbahaya!" Kata doktef Rinto memperingatkan Ayu Kinasih yang juga sahabatnya itu.
"Yu, sebaiknya kita sudahi hubungan terlarang kita ini! Kasihan Hamas!" Kata Arya sore itu saat Ayu mendatangi Arya di rumahnya.
"Apa? Menyudahi? Kamu gila Arya, kamu tau sekarang aku sedang mengandung anakmu?" Teriak Ayu marah.
"A...apa? Ka...kamu hamil?" Tanya Arya tergagap.
"Iya aku hamil dan ini adalah anakmu!" Ucap Ayu.
Arya tersandar di tembok mendengar penjelasan Ayu.
"Kamu harus bertanggung jawab, Arya!" Kata Ayu Kinasih.
"Tanggung jawab gimana, Yu? Kamu kan sudah menikah dengan Hamas?" Tanya Arya lagi pada Ayu Kinasih.
"Kamu harus berterus terang pada mas Hamas!" Kata Ayu.
"Gila kamu Yu, kamu mau suami kamu otu meninggal dalam keadaan berdiri?" Sentak Arya tak setuju dengan permintaan Ayu.
Ayu terdiam. Tapi dalam hatinya dia masih terus memikirkan cara agar bisa kembali pada Arya.
************
"Mas Hamas, ada yang ingin Ayu bicarakan pada mas Hamas!" Kata Ayu di suatu sore sehari sebelum Hamas meninggal dunia.
"Apa yang ingin kamu sampaikan? " Tanya Hamas sambil duduk di teras belakang rumah mereka.
"Sebelumnya Ayu mau minta maaf mas!" Ayu terdiam sesaat mencari kata yang tepat untul suaminya itu.
"Teruskan Ayu, mas ingin mendengar semua yang ingin kamu katakan!" Kata Hamas seolah tau apa yang ingin disampaikan oleh Ayu istrinya.
"Ayu hamil mas, tapi bukan anak mas Hamas!" Ucap Ayu perlahan.
Setegar apapun Hamas walaupun dia sudah tau lebih awal tentang kehamilan dan perselingkuhan istrinya, tapi tetap saja hatinya terasa remuk redam.
Hamas duduk bersandar sambil menengadahkan kepalanya. Napasnya terasa sesak dan dadanya terasa berdenyut nyeri tapi dia coba bertahan agar tak terlihat lemah di depan Ayu Kinasih.
"Lalu apa maumu Ayu?" Tanya Hamas akhirnya.
"Mas menyerah, Yu...5 tahun mas berjuang untuk mendapatkan hati dan cintamu tapi mas kalah dari Arya!" Sahut Hamas serak.
"Sekarang jika kamu ingin mas menceraikanmu, maka akan mas lakukan! Kejarlah mimpimu bersama dia!" Ucap Hamas dengan mata terpejam.
Bruak....
Hamas jatuh terpelanting kesamping kiri membuat Ayu menjerit kaget.
Ayu tidak tau bahwa saat itu ayahnya Kusumadiningrat bersama istrinya datang mengunjungi putri dan menantumya.
"Apa yang terjadi Ayu?" Bentak Kusumadiningrat menggelegar melihat menantu kesayangannya terjatuh seperti itu.
"Jo...Parjo!!" Teriak Kusumadiningrat.
"Opo Maneh?" Gerutu Parjo bergegas mendatangi tuannya.
"Telepon dokter Jo, cepat!!" Kata Kusumadiningrat sementara dia sendiri mengangkat tubuh Hamas ke kamarnya.
Tak lama dokter Rinto tiba di rumah besar itu. Rinto menggeleng-gelengkan kepalanya sambil melirik Ayu dengan tajam.
Dokter Rinto segera menuju kamar untuk memeriksa kondisi Hamas.
"Innalillahi Wa Inna Iilaihi Roji'un!" Ucap dokter Rinto tertahan.
"Hamas sidah meninggal dunia!" Lirihnya.
Plak...plak
Dua kali tamparan mendarat di pipi Ayu sehingga mengeluarkan darah dari sudut bibirnya.
"Romo tau semua sepak terjangmu Ayu, Hamas jadi begini karena kamu telah berselingkuh dengan Arya!" Bentak Kusumadiningrat menggelegar.
"Jangan kamu pikir bahwa Romo dan ibumu berada di kota lain tapi tidak tau kelakuanmu di belakang suami kamu! Tega kamu Ayu, apa salah Hamas padamu?" Bentak Kusumadiningrat lagi.
"A...ampuni Ayu, romo!" Ucap Ayu segeta duduk bersimpuh di bawah kaki romo nya.
"Kamu pikir dengan mengampunimu maka Hamas akan hidup kembali? Tentu tidak.Ayu Kinasih!" Kata Kusumadiningrat menyebutkan nama lengkap putrinya.
"Kamu ingat perkataan Romo dulu? Kamu dan Arya tak akan pernah romo biarkan bersatu, tinggalkan dia atau ayah akan menghabisi dia dan keluarganya!" Ucapan romo nya yang terakhir membuat Ayu tersentak ketakutan.
************
Sri Kanti dan keluarganya tak hentinya menangisi kepergian Hamas.
"Mas Hamas jangan khawatir, Sri tau apa yang telah terjadi dan Sri akan membalaskannya untuk mas Hamas! Walaupun mas bukan kakak kandung Sri, tetapi Sri sangat menyayangi mas Hamas!" Ucap Sri perlahan.
Sri Kanti dan Hamas memang bukan saudara kandung. Sri Kanti diangkat anak oleh keluarga Hamas saat Hamas dan Sri Kanti masih kecil sehingga mereka sangat dekat layaknya saudara kandung. Kematian Hamas membuat SrI Kanti sangat terpukul dan menimbulkan api dendam di hatinya.
*
*
***Bersambung...
Mohon dukungannya dong reader, like, komen, vote, favorit dan rate nya😊😊
Salam kenal ya
Semoga Pak Arya dan Ayu rujuk lg
DinDut Itu Pacarku 🌻